Home / Contoh Soal / Contoh Soal Dan Pembahasan Reaksi Kesetimbangan Bag.II

Contoh Soal Dan Pembahasan Reaksi Kesetimbangan Bag.II

Soal No.1
Tuliskan rumusan hukum kesetimbangan untuk reaksi kesetimbangan berikut:
  1. N2(g) + 3H2(g) ⇔ 2NH3 (g)
  2. Fe3+(aq) + SCN(aq) ⇔ FeSCN2+ (aq)
  3. Fe2O3(s) + 3CO(g) ⇔ 2Fe(s) + 3CO2(g)
  4. CH3COOH(l) + C2H5OH(l) ⇔ CH3COOC2H5(l) + H2O(l)
  5. Cu2+(aq) + Zn(s) ⇔ Cu(s) + Zn2+(aq)

PEMBAHASAN :

Soal No.2
Ke dalam bejana yang volumenya 20 liter direaksikan 0,5 mol gas H2 dan I2 pada suhu ToC, membentuk reaksi setimbang:
H2(g) + I2(g) ⇔ 2HI(g)
Jika nilai tetapan kesetimbangan pada suhu tersebut adalah 36, tentukan konsentrasi masing-masing gas pada saat setimbang.

PEMBAHASAN :


Maka jumlah mol zat dalam keadaan setimbang:
nH2 = 0,5 – 0,375 = 0,125 mol
nI2 = 0,5 – 0,375 = 0,125 mol

nHI = 2 x 0,375 = 0,75 mol

LIHAT JUGA : Rangkuman Materi Reaksi Kesetimbangan

Soal No.3
Dalam ruang 10 liter direaksikan 0,5 mol gas N2 dan 1,5 mol gas H2 hingga terjadi reaksi setimbang:
N2(g) + H2(g) ⇔ NH3 (g)
Pada saat setimbang terdapat 0,25 mol gas N2 dan tekanannya 3 atm. Hitung nilai Kc dan Kp

PEMBAHASAN :

LIHAT JUGA : Video Pembelajaran Reaksi Kesetimbangan

Soal No.4
Suatu reaksi kesetimbangan:
BiCl3(aq) + H2O(l) ⇔ BiOCl(s) + 2HCl(aq)
Apa yang terjadi jika ke dalam sistem tersebut:

  1. ditambahkan HCl pekat
  2. ditambah air
  3. ditambah BiOCl

PEMBAHASAN :

  1. Penambahan HCl akan menyebabkan reaksi bergeser ke kiri atau menjauhi HCl karena penambahan konsentrasi menyebabkan reaksi bergeser menjauhi zat yang di tambah
  2. tidak akan mempengaruhi kesetimbangan karena berwujud liquid atau cairan tidak mengalami perubahan konsentrasi sehingga tidak menyebabkan perubahan Kc
  3. penambahan BiOCl yang berwujud padat tidak akan menyebabkan pergeseran kesetimbangan karena berwujud padat tidak akan mengalami perubahan konsentrasi sehingga tidak akan menyebabkan perubahan Kc

LIHAT JUGA : Contoh Soal Reaksi Kesetimbangan Bagian I

Soal No.5
Pada pembuatan asam sulfat dengan menggunakan proses kontak terdapat reaksi:
2SO2(g) + O2(g) ⇔ 2SO3(g)
Bagaimanakah kondisi ideal yang tepat agar didapatkan hasil sebanyak-banyaknya?

PEMBAHASAN :
Agar dihasilkan SO3 sebanyak-banyaknya maka reaksi harus bergeser ke kanan, koefisien kanan lebih kecil dibandingkan koefisien kecil, maka cara agar diperoleh hasil sebanyak-banyaknya.

  • Konsentrasi SO2 dan O­2 ditambah
  • Volume diperkecil (bergeser ke koefisien yang kecil)
  • Tekanan diperbesar (bergeser ke koefisien yang kecil)
Soal No.6
Diketahui reaksi kesetimbangan
N2(g) + 2O2(g) ⇔ 2NO2(g)    DH = +180 kJ
Tetapan kesetimbangan pada suhu 2.000oC adalah 6,2 x 10-4

  1. Jika pada bejana yang volumenya 25 liter terdapat 0,27 mol N2; 0,001 mol NO2; dan x mol O2 dalam keadaan setimbang, tentukan nilai x
  2. Apa yang terjadi pada campuran tersebut jika suhunya diturunkan menjadi 1.500 oC

PEMBAHASAN :

b. Jika suhu diturunkan maka reaksi bergeser ke reaksi eksoterm. Dari data reaksi diperlihatkan DH reaksi ke kanan adalah endoterm (+) sebaliknya reaksi ke kiri adalah eksoterm (-). Maka jika suhu diturunkan maka reaksi akan bergeser ke kiri (eksoterm)

Soal No.7
Reaksi kunci dalam proses pembuatan asam sulfat dengan proses kontak adalah reaksi:
2SO2(g) + O2(g) ⇔ 2SO3(g)    ΔH = -198 kJ
Gas SO2 dan O2 sebanyak 1,5 mol dan 0,5 mol dimasukkan ke dalam ruang katalisator dengan tekanan awal 3 atm dan suhu 430oC. Pada saat kesetimbangan, diperoleh perbandingan mol SO3 : O2 = 2 : 1 dan tekanan gas SO3 1,9 atm.
  1. tentukan tekanan gas SO2 dan O2 pada saat setimbang
  2. Tentukan nilai Kp

PEMBAHASAN :

Soal No.8
Kokas (batu bara) dapat digunakan sebagai sumber gas hidrogen melalui reaksi:
C(s) + H2O(g) ⇔ H2(g) + CO(g)    ΔH = +131 kJ
  1. Tuliskan rumusan tetapan kesetimbangan
  2. Bagaimana komposisi dalam sistem kesetimbangan jika tekanan sistem dinaikkan?
  3. Jika pada suhu 730oC dalam sistem kesetimbangan tersebut tekanan parsial uap air = 90 atm, tekanan parsial CO = 100 atm, dan tekanan parsial gas H2 = 183 atm, tentukan nilai tetapan kesetimbangannya.

PEMBAHASAN :

  1. Tekanan sistem dinaikan akan menggeser reaksi kesetimbangan ke jumlah koefisien yang lebih kecil. Koefisien sebelah kiri = 1, koefisien kanan = 2. koefisien C tidak dimasukan karena berwujud solid/padat. Maka jika tekanan diperbesar akan bergeser ke koefisien yang kecil atau ke kiri. jumlah H2O bertambah banyak, H2 dan CO berkurang.
Soal No.9
Di dalam bejana tertutup yang volumenya 10 liter, NH3 terurai menurut reaksi kesetimbangan:
2NH3(g) ⇔ N2(g) + 3H2(g)
Jika komposisi gas-gas dalam kesetimbangan adalah 0,1 mol gas N2; 0,3 mol gas H2; dan 0,2 mol gas NH3; tentukan:
  1. nilai Kc
  2. komposisi awal sebelum NH3 terurai
  3. derajat disosiasi NH3

PEMBAHASAN :

Soal No.10
Dalam pemisahan besi dari bijih besi melibatkan reaksi kesetimbangan:
Fe2O3(s) + 3 CO(g) ⇔ 2Fe(s) + 3CO2(g)    ΔH =+ a kJ
Reaksi kesetimbangan terjadi pada suhu 1.900 K dan mempunyai nilai tetapan kesetimbangan Kp = 2,3.
  1. Bagaimanakah besi yang dihasilkan jika tekanan diperbesar?
  2. Bagaimanakah besi yang dihasilkan jika ke dalamnya ditambahkan Fe2O3?
  3. Bagaimanakah besi yang dihasilkan jika suhu dinaikkan?
  4. Bagaimanakah nilai Kp jika pada suhu tetap ke dalam sistem kesetimbangan ditambah gas CO?
  5. Bagaimanakah nilai Kp jika suhu dijadikan 950 K?

PEMBAHASAN :

  1. Jika tekanan diperbesar maka reaksi akan bergeser ke koefisien yang kecil. Reaksi di atas sebelah kiri koefisiennya = 3, sebelah kanan = 3. Wujud solid/padatan tidak dihitung karena tidak mempengaruhi tekanan. Pada reaksi tersebut jika tekanan diperbesar maka tidak akan menggeser kesetimbangan karena jumlah koefisien kiri = kanan. Sehingga jumlah besi akan tetap.
  2. Jika ditambah Fe2O3 tidak akan menggeser kesetimbangan karena Fe2O3 berwujud padat tidak masuk ke dalam rumusan Kc karena wujud padat tidak mengalami perubahan konsentrasi. Sehingga jumlah besi akan tetap.
  3. jika suhu dinaikan maka reaksi bergeser ke reaksi endoterm. Di reaksi di atas perubahan entalpi bernilai positif artinya reaksi menuju ke kanan yaitu reaksi endoterm sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi eksoterm. Jika suhu dinaikan maka reaksi akan bergeser ke reaksi endoterm atau ke kanan menuju pembentukan besi, sehingga besi semakin banyak.
  4. Jika suhu dari 1.900 K menjadi 950 K atau suhu diturunkan reaksi akan bergeser ke reaksi eksoterm atau menuju ke kiri. Jika reaksi ke kiri sehingga zat di sebelah kiri akan bertambah banyak maka Kp akan berkurang. Karena zat pereaksi akan bertambah banyak

Sumber Soal : Kelas XI Penerbit Erlangga Pengarang Unggul Sudarmo

Lihat Juga

Contoh Soal&Pembahasan Tatanama,Isomer Senyawa Karbon

Soal No.1 Tuliskan nama senyawa alkohol dan eter berikut PEMBAHASAN : Soal No.2 Tuliskan nama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: