Contoh Soal & Pembahasan Sifat Koligatif Bagian VI

Contoh Soal & Pembahasan Sifat Koligatif Bagian VI

Soal No.1
Sebanyak 6,84 gram sukrosa (Mr = 342) dilarutkan dalam air hingga volumenya 500 mL. Hitung tekanan osmotik larutan tersebut pada suhu 27 oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr sukrosa = 6,84 gram
Mr sukrosa = 342
V larutan = 500 mL
T = 27 oC + 273 = 300 K
Menentukan tekanan osmotik
π = M. R. T

DOWNLOAD KUMPULAN SOAL CONTOH SOAL SIFAT KOLIGATIF BAGIAN VI DALAM BENTUK PDF KLIK DISINI

Soal No.2
Sebanyak 3,2 gram naftalena (Mr = 128) dilarutkan ke dalam benzena hingga volumenya 250 mL. Hitung tekanan osmotik yang terjadi pada suhu 27 oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr Naftalena = 3,2 gram
Mr = 128
V = 250 mL
T = 27 oC + 273 = 300 K
Menentukan tekanan osmotik
π = M. R. T

Soal No.3
Tekanan osmotik larutan yang mengandung 50 gram suatu karbohidrat per liter pada 0 oC adalah 6,2 atm. Hitung massa rumus karbohidrat tersebut.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
π = 6,2 atm
Gr karbohidrat = 50 gram
T = 0 oC + 273 = 273 K
V = 1 liter
Menentukan Mr zat
π = M. R. T

Soal No.4
Suatu larutan nonelektrolit isotonis dengan larutan elektrolit. Jika larutan nonelektrolit tersebut mempunyai konsentrasi 0,5 M dan tekanan osmotik 2 atm, hitung tekanan osmotik larutan elektrolit biner yang mempunyai konsentrasi 0,2 M

PEMBAHASAN :
Isotonis yaitu dua larutan yang memiliki tekanan osmosis yang sama
π1 = π2
Maka tekanan osmotik larutan elektrolit = 2 atm

Soal No.5
Untuk menentukan massa molekul suatu polimer, sebanyak 15 gram polimer dilarutkan ke dalam 1 liter air. Pada 300 K, larutan ini mempunyai tekanan osmotik 1,1 atm. Tentukan massa molekul polimer tersebut

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr polimer = 15 gr
V larutan = 1 L
T = 300 K
π = 1,1 atm
Menentukan Mr polimer
π = M. R. T

Soal No.6
Ke dalam 400 gram air dilarutkan 0,02 mol Na2SO4 pada suhu 20 oC. Jika pada suhu tersebut tekanan uap air murni adalah 17,4 mmHg; hitung tekanan uap larutan tersebut

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gram air = 400 gram, maka
n Na2SO4 = 0,02 mol
Na2SO4 termasuk elektrolit kuat, maka i = n = 3 (ion 2Na+ dan ion SO42-)
Po = 17,4 mmHg
Menentukan tekanan uap larutan Na2SO4
P = Po. xp

(Rumus diambil dari Textbook McMurry Chemistry, 4th. Halaman 446)

Soal No.7
Tentukan titik beku larutan 48 gram MgSO4 dalam 100 gram air jika Kf air = 1,86 oC/m dan dianggap bahwa zat terlarut terionisasi sempurna. (Ar Mg = 24, S = 32, dan O = 16)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr MgSO4 = 48 gram
P = 100 gram
Mr MgSO4 = 24 x 1 + 32 x 1 + 16 x 4 = 120
n MgSO4 = 2 (diperoleh dari ionisasi MgSO4, menghasilkan 2 ion yaitu Mg2+ dan SO42-)
Terionisasi sempurna (elektrolit kuat), maka i = n = 2
Kf = 1,86 oC/m
Menentukan titik beku larutan MgSO4
ΔTf = Kf. m. i

ΔTf = Tfo – Tf
14,88 = 0 – Tf
Tf = – 14,88

Soal No.8
Sebanyak 4,4 gram CaSO4 yang dilarutkan ke dalam air hingga volumenya 100 mL terurai sempurna. Hitung tekanan osmotik dari larutan yang terjadi pada suhu 27 oC (Ar Ca = 40, S = 32, dan O = 16)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr CaSO4 = 4,4 gram
Mr CaSO4 = 40 x 1 + 32 x 1 + 16 x 4 = 136
V = 100 mL
T = 27 oC + 273 = 300 K
i = n = 2 (elektrolit kuat, Ca2+ dan SO42-)
π = M. R.T.i

Soal No.9
Di dalam 500 mL larutan, terlarut 2 mol CH3COOH yang terionisasi 60%. Tentukan titik didih dan titik beku larutan . (Kb air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
V = 500 mL
n CH3COOH = 2 mol
α = 60 % =0,6
i CH3COOH = ( 1 + (n-1)α) = (1 + (2-1)0,6) = 1,6
Menentukan titik didih
ΔTb = Kb.m.i

ΔTb = Tb – Tbo = Tb – 100 = 3,328
Tb = 100 + 3,328 = 103,328 oC
Menentukan titik beku
ΔTf = Kf.m.i

ΔTf = Tfo – Tf = 0 – Tf = 11,9 oC
Tf = 0 – 11,9 = -11,9 oC

Soal No.10
Berapa gram K2SO4 yang harus dilarutkan ke dalam 10 liter air agar larutan yang terbentuk mendidih pada suhu 106 oC (tekanan 1 atm)? (Kb air = 0,52 oC/m; Ar K = 39, S = 32, dan O = 16)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Mr K2SO4 = 39 x 2 + 32 x 1 + 16 x 4 = 174
V air = 10 liter, maka massa air (P) = ρ. V = 1 Kg/L . 10 L = 10 Kg
Tb = 106 oC
Tbo = 100 oC
ΔTb = Tb – Tbo = 106 – 100 = 6 oC
K2SO4 merupakan elektrolit kuat, maka i = n = 3 (2 ion K+ dan 1 ion SO42-)
Menentukan massa K2SO4
ΔTb = Kb. m. i


Soal No.11
Larutan H2S 1 M isotonis dengan larutan urea 2 M pada suhu yang sama. Tentukan persen volume larutan H2S yang terionisasi dalam larutan

PEMBAHASAN :
Diketahui:
M H2S = 1 M (elektrolit lemah)
M Urea = 2 M (non elektrolit)
Menentukan α H2S
Isotonis yaitu jika dua larutan memiliki tekanan osmosis sama
π urea = π H2S
M. R. T = M. R. T. i (R dan T dapat di coret karena sama)
2 = 1. i
i = 2 = (1 + (n – 1)α) = (1 + (3-1)α = 1 + 2α
2 = 1 + 2α
2α = 1
α = ½ x 100 % = 50%

Soal No.12
Jika larutan urea mendidih pada suhu 115 oC (tekanan 1 atm), pada suhu berapa larutan MgCl2 dengan konsentrasi yang sama akan mendidih? (Ar Mg = 24 dan Cl = 35,5)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Tb urea = 115 oC
M urea = M MgCl2
urea non elektrolit
MgCl2 Elektrolit kuat sehingga i = n = 3 (1 Mg2+ dan 2 Cl)
Menentukan Tb MgCl2 melalui perbandingan

Kb dan m dapat dicoret karena nilainya sama

ΔTb MgCl2 = 15 x 3 = 45
ΔTb = Tb – Tbo = Tb – 100 = 45
Tb = 100 + 45 = 145 oC

Soal No.13
Larutan HCN 0,18 m membeku pada suhu yang sama dengan larutan glukosa 0,2 m. Hitung derajat ionisasi HCN dalam larutan tersebut.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m HCN = 0,18 m (elektrolit)
m glukosa = 0,2 m (non elektrolit)
Tf HCN = Tf glukosa, maka ΔTf HCN = ΔTf glukosa
n HCN = 2 (1 ion H+ dan 1 CN)
Menentukan α HCN
ΔTf HCN = ΔTf glukosa
Kf. m. i = Kf. m (Kf bisa dcoret karena pelarutnya sama)
0,18. (1 + (n-1)α) = 0,2
0,18.(1 + (2-1)α) = 0,2
0,18.(1 + α) = 0,2
0,18 + 0,18 α = 0,2
0,18α = 0,2 – 0,18 = 0,02

Soal No.14
Larutan H2S 1 m membeku pada suhu -2,4 oC. Jika Kf air = 1,86 oC/m, hitung derajat ionisasinya

PEMBAHASAN :
m H2S = 1 m
Tf H2S = -2,4 oC
Kf = 1,86 oC/m
Karena H2S elektrolit maka perlu dikali i dengan n = 2 (1 ion H+ dan 1 ion CN)
ΔTf = Kf. m. i
Tfo – Tf = 1,86. 1. (1 + (2 – 1)α)
0 – (-2,4) = 1,86(1 + α)
2,4 = 1,86 + 1,86α
1,86α = 2,4 – 1,86 = 0,54
α = 0,54/1,86 =0,29

Soal No.15
Diketahui titik didih larutan urea 0,4 molal adalah 100,208 oC. Jika BaCl2 terionisasi sempurna, hitung titik didih larutan BaCl2 0,1 m.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m urea = 0,4 molal (non elektrolit)
Tb urea = 100,208 oC
m BaCl2 = 0,1 m (elektrolit kuat dengan i = n = 3 (1 ion Ba2+ dan 2 ion Cl)
Menentukan Tb BaCl2 lewat perbandingan

Kb dapat dicoret karena pelarutnya sama


ΔTb = Tb – Tbo = 0,156
Tb = Tbo + 0,156 = 100 + 0,156 = 100,156 oC

Soal No.16
Hitung titik beku larutan HCl 2 molal yang terionisasi 80% (Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m HCl = 2 molal
HCl termasuk elektrolit kuat sehingga i = n = 2 (1 ion H+ dan 1 ion Cl)
Kf = 1,86 oC/m
α = 80 % = 0,8
Menentukan titik beku HCl
ΔTf = Kf.m.i
ΔTf = 1,86. 2. 2 = 7,44
Tfo – Tf = 7,44
0 – Tf = 7,44
Tf = -7,44 oC

Soal No.17
Tekanan osmotik larutan KCl 0,2 M pada suhu 27 oC adalah 5 atm. Hitung derajat ionisasi larutan tersebut.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
M = 0,2 M (nilainya akan sama dengan molalitas dengan nilai yang kecil)
π = 5 atm
T = 27 oC + 273 = 300 K
n KCl = 2 (1 ion K+ 1 ion Cl)
Menentukan α
π = M. R.T.i
5 = 0,2. 0,082.300.(1 +(n-1)α)
5 = 4,92 (1 +(2-1)α)
5/4,92 = (1 + α)
1,016 = 1 + α
α = 1,016 – 1 = 0,016

Soal No.18
Berapa gram NaCl (Mr = 58,5) yang harus dilarutkan ke dalam 200 mL air agar larutan tersebut membeku pada suhu yang sama dengan larutan yang terbentuk dari 20 gram urea (Mr = 60) dalam 100 mL air?

PEMBAHASAN :
Dketahui:
Mr NaCl = 58,5 (elektrolit kuat, maka i = n = 2 (1 ion Na+ dan 1 ion Cl))
V air larutan NaCl = 200 mL, maka massa air (P) = ρ. V = 1 gr/mL. 200 mL = 200 gram
Gr urea = 20 gram
V air larutan urea = 100 mL, maka massa air (P) = ρ. V = 1 gr/mL. 100 mL = 100 gram
Tf NaCl = Tf urea, maka ΔTf NaCl = ΔTf urea
ΔTf NaCl = ΔTf urea
Kf. m. i = Kf. m.
Kf dapat dicoret karena pelarutnya sama


Soal No.19
Larutan urea 0,3 M isotonis dengan larutan HCN 0,2 M. Hitung derajat ionisasi asam sianida tersebut.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
M urea = 0,3 M
M HCN = 0,2 M(elektrolit dengan n = 2 (1 ion H+ dan 1 ion CN)
Isotonis yaitu dua larutan memiliki tekanan osmosis yang sama
π urea = π HCN
M.R.T = M.R.T.i
Karena RT nya tetap dapat dicoret
0,3 = 0,2 (1 + (n-1)α)
0,3/0,2 = 1 + (2-1)α
1,5 = 1 + α
α = 1,5 – 1 = 0,5

Soal No.20
Larutan urea 1 m dicampur dengan volume yang sama dengan larutan NaCl 1 m. Hitung titik didih dan titik beku larutan hasil pencampuran tersebut. (Kb air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui :
m urea = 1 m (non elektrolit)
m NaCl = 1 m (elektrolit dengan i = n = 2 (1 ion Na+ dan 1 ion Cl)
Menentukan titik didih campuran
ΔTb = Kb. (m urea + mNaCl.i)
ΔTb = 0,52. (1 + 1 x 2) = 1,56
ΔTb = Tb – Tbo = 1,56
Tb – 100 = 1,56
Tb = 100 + 1,56 = 101,56
Menentukan titik beku campuran
ΔTf = Kf. (m urea + mNaCl.i)
ΔTf = 1,86. (1 + 1 x 2) = 5,58
ΔTf = Tfo – Tf = 5,58
0 – Tf = 5,58
Tf = 0 – 5,58 = -5,58 oC

Sumber Soal : Kimia Kelas XII, Pengarang Unggul Sudarmo Penerbit Erlangga

DOWNLOAD KUMPULAN SOAL CONTOH SOAL SIFAT KOLIGATIF BAGIAN VI DALAM BENTUK PDF KLIK DISINI

Lihat Juga

Kumpulan Soal Ulangan Sifat Koligatif & Pembahasannya

Kumpulan Soal Ulangan Sifat Koligatif & Pembahasannya Soal No.1 Tiga puluh gram zat non-elektrolit dilarutkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: