Contoh Soal & Pembahasan Sifat Koligatif SBMPTN Kimia SMA

Contoh Soal & Pembahasan Sifat Koligatif SBMPTN Kimia SMA

Soal No.1 (UTBK 2019)
Dibawah ini menunjukkan fenomena yang dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Dari fenomena berikut, yang tidak menunjukkan sifat koligatif adalah…
  1. Titik beku air menurun ketika ditambahkan garamnya
  2. Lobster akan mati jika disimpan dalam air tawar
  3. Zat anti beku ditambahkan ke dalam radiator untuk menjaga mesin mobil agar tetap dingin
  4. Pada daerah pegunungan, waktu untuk memasak spageti menjadi lebih lama

PEMBAHASAN :

  1. Titik beku air menurun ketika ditambahkan garamnya sesuai prinsip penurunan titik beku dimana jika pelarut ditambahkan zat  terlarut maka titik beku akan mengalami penurunan
  2. Lobster laut akan mati jika disimpan dalam air tawar. Ini merupakan pengaruh tekanan osmosis yang berbeda antara air laut dan air tawar. Hal ini merupakan fenomena sifat koligatif tekanan osmosis
  3. Zat anti beku ditambahkan ke dalam radiator untuk mejaga mesin mobil agar tetap dingin sesuai dengan prinsip penurunan titik beku
  4. Pada daerah pegunungan waktu untuk memasak spageti menjadi lebih lama seharusnya memasak di pegunungan memasak air akan lebih cepat karena daerah pegunungan tekanan udaranya lebih rendah

Jawaban D

Soal No.2 (SBMPTN 2018)
Larutan A dibuat dengan melarutkan 4,16 g BaCl2 (Mr = 208) ke dalam 2 kg air. Barium klorida terdisosiasi sempurna dalam air. Larutan B dibuat dengan melarutkan 15 g zat organik nonelektrolit ke dalam 1 kg air. Pada tekanan yang sama, ΔTb larutan B = 2ΔTb larutan A. Massa molekul relatif zat organik tersebut adalah….
  1. 100
  2. 250
  3. 400
  4. 700
  5. 1400

PEMBAHASAN :
Jika ada dua larutan yang diketahui maka kita bisa membandingkannya untuk menentukan Mr zat organik

Karena ΔTb B = 2. ΔTb A, dan nilai Kb akan sama karena pelarutnya sama. Nilai i untuk larutan BaCl2 adalah 3 sesuai dengan jumlah ionnya.




Jawaban B

Soal No.3 (SBMPTN 2017)
Sebanyak 8 g elektrolit kuat L2X dilarutkan dalam 1 L air. Jika tekanan osmosis larutan ini 4 atm pada 27 oC (R = 0,082 L.atm.mol-1. K-1). Mr L2X adalah…
  1. 49,2
  2. 80,0
  3. 120,0
  4. 147,6
  5. 221,4

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr = 8 gram
Elektrolit kuat L2X, maka jumlah ionnya (n) = 3
π = 4 atm
T = 27 oC = 300 K
R = 0,082
V = 1 L air (penambahan volume zat terlarut diabaikan)
Menentukan Mr dari tekanan osmosis
π = M. R.T .i


Jawaban D

Soal No.4 (SBMPTN 2016)
Larutan A dibuat dengan melarutkan 0,01 mol urea dalam 500 g air. Larutan B dibuat dengan melarutkan 0,001 mol NaBr dan 0,001 mol Na2SO4 dalam 500 g air. Kedua garam ini terdisosiasi sempurna dalam air. Perbandingan penurunan titik beku larutan A terhadap larutan B adalah….
  1. 2 : 3
  2. 1 : 2
  3. 1 : 1
  4. 3 : 2
  5. 2 : 1

PEMBAHASAN :
Diketahui:
mol urea = 0,01 mol
P air yang dilarutkan urea = 500 gr = 0,5 kg
mol NaBr = 0,001 mol
mol Na2SO4 = 0,001 mol
P air yang dilarutkan NaBr + Na2SO4 = 500 gr = 0,5 kg
terdisosiasi sempurna artinya elektrolit kuat, maka
jumlah ion NaBr (n) = 2
jumlah ion Na2SO4 (n) = 3
Menetukan perbandingan penurunan titik beku kedua larutan

Kf di coret karena nilainya sama untuk pelarut yang sama


Jawaban E

Soal No.5 (SBMPTN 2015)
Tetapan kenaikan titik didih molal air adalah 0,52. Larutan A dibuat dengan melarutkan 58,5 g NaCl (Mr = 58,5) ke dalam 5,0 kg air. Larutan B dibuat dengan melarutkan 190 g MgCl2 (Mr = 95) ke dalam 5,0 kg air. Kedua senyawa tersebut terionisasi sempurna dalam air. Perbandingan ΔTb larutan A terhadap ΔTb larutan B adalah….
  1. 6/5
  2. 2/3
  3. 1/2
  4. 2/5
  5. 1/3

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr NaCl = 58,5 g
Mr NaCl = 58,5
P air yang dilarutkan NaCl = 5 kg
Gr MgCl2 = 190 g
Mr MgCl2 = 95
P air yang dilarutkan MgCl2 = 5 kg
terionisasi sempurna artinya elektrolit kuat, maka
jumlah ion NaCl (n) = 2
jumlah ion MgCl2 (n) = 3
Menetukan perbandingan kenaikan titik didih kedua larutan

Jawaban E

Soal No.6 (SBMPTN 2014)
Gula 0,1 mol dan garam LX2 0,1 mol dengan derajat ionisasi 0,5 masing-masing dilarut dalam 1 liter air (ρ = 1 g/ml), jika penurunan titik beku larutan gula t oC, maka penurunan titik beku larutan garam LX2 adalah…
  1. 1,5t oC
  2. 2t oC
  3. 2,5t oC
  4. 3t oC
  5. 3,5t oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
mol gula = 0,1 mol
mol LX2 = 0,1 mol
V air = 1 liter, maka P = ρ. V = 1 kg/L. 1 L = 1 kg
ΔTf gula = t oC
Menentukan ΔTf LX2 melalui perbandingan

ΔTf LX2 = 2. ΔTf gula = 2t oC
Jawaban B

Soal No.7 (SBMPTN 2013)
Sebanyak 14,2 g Na2SO4 (Mr = 142) dilarutkan dalam 500 mL air (ρ = 1 g/mL) mempunyai titik didih 100,3 oC Bila 20 g zat organik nonelektrolit digunakan untuk menggantikan Na2SO4, titik didih larutannya menjadi 100,1 oC. Massa molekul relatif zat organik tersebut adalah….
  1. 44
  2. 60
  3. 80
  4. 100
  5. 200

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gram Na2SO4 = 14,2 gr
Mr Na2SO4 = 142
V air = 500 ml, maka P = ρ. V = 1 gr/ml . 500 ml = 500 gr
TbL Na2SO4 = 100,3 oC
Gr zat organik non elektrolit = 20 g
TbL zat organik = 100,1 oC
Na2SO4 merupakan elektrolit kuat, maka i = n = 3
Menentukan Mr zat organik melalui perbandingan kenaikan titik didih
(Kb dapat dicoret karena pelarutnya sama)




Jawaban E

Soal No.8 (SBMPTN 2012)
Sebanyak 620 g etilen glikol (Mr = 62) dilarutkan dalam 5 kg air (Kf = 1,86 oC/m). Titik beku larutan tersebut pada 1 atm adalah….
  1. 3,72 oC
  2. 1,86 oC
  3. -1,86 oC
  4. -3,72 oC
  5. -5,58 oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr etilen glikol = 620 gram
Mr = 62
P = 5 kg
Kf = 1,86 oC/m
Menentukan titik beku larutan
ΔTf = Kf. m

ΔTf = Tfo – TfL
3,72 = 0 – TfL
TfL = – 3,72 oC
Jawaban D

Soal No.9 (SNMPTN 2011)
Pernyataan yang benar untuk larutan Na2SO4 0,1 molal dalam air (Kf = 1,86 oC/molal) adalah….
  1. Mempunyai titik beku yang sama dengan larutan 9 gram urea (Mr = 60) dalam 500 g air
  2. Konsentrasi semua partikel terlarut adalah 0,6 molal
  3. Nilai faktor van’t Hoff untuk larutan tersebut adalah 3
  4. Larutan membeku pada -0,186 oC

PEMBAHASAN :
Menentukan titik beku Na2SO4 (elektrolit kuat dengan i = n = 3)
ΔTf = Kf. m. i
ΔTf = 1,86. 0,1. 3 = 0,558
ΔTf = Tfo – TfL
0,558 = 0 – TfL
TfL = – 0,558 oC

  1. Menentukan titik beku urea
    ΔTf = Kf. m

    ΔTf = 1,86. 0,1. 3 = 0,558
    ΔTf = Tfo – TfL
    0,558 = 0 – TfL
    TfL = – 0,558 oC
    BENAR
  2. Karena elektrolit kuat, maka jumlah partikel totalnya = 3, maka konsentrasi semua partikelnya = m. i = 0,1 x 3 = 0,3 m
    SALAH
  3. Nilai faktor Van’t Hoff (i) = jumlah ion (n) = 3
    BENAR
  4. Titik beku larutannya adalah -0,558 oC
    SALAH

Maka jawaban yang benar adalah 1 dan 3
Jawaban B

Soal No.10 (SNMPTN 2009)
Diketahui Kf air = 1,86 Ar H = 1, C = 12 dan O = 16. Titik beku air dalam radiator mobil yang berisi cairan dengan perbandingan 62 g etilen glikol HOCH2CH2OH dalam 500 g air adalah….
  1. -0,93 oC
  2. -1,86 oC
  3. -3,72 oC
  4. -5,58 oC
  5. -7,64 oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr etilen glikol = 62 gram
Mr = 62
P = 500 gram
Kf = 1,86 oC/m
Menentukan titik beku larutan
ΔTf = Kf. m

ΔTf = Tfo – TfL
3,72 = 0 – TfL
TfL = – 3,72 oC
Jawaban C

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You cannot copy content of this page