Fitur Terbaru!!

Kini kamu bisa bertanya soal yang tidak ada di artikel kami.
Ajukan pernyataan dan dapatkan jawaban dari tim ahli kami.
Untuk bertanya KLIK DISINI

Rangkuman Materi, 50 Contoh Soal Wujud Zat & Kalor Tingkat SMP & Pembahasan

Rangkuman Materi Wujud Zat dan Kalor Kelas 7 SMP

Wujud Zat

Zat merupakan segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat di alam terdiri dari tiga wujud, yaitu:

Zat padat

Zat padat dapat berubah wujud menjadi zat cair disebut melebur. Contohnya es batu mencair

Zat cair

Zat cair dapat berubah wujud menjadi uap disebut menguap. Contohnya peristiwa menguapnya air di permukaan bumi menjadi uap air di awan

Zat gas

Zat gas dapat berubah wujud menjadi benda padat disebut mengkristal. Contohnya uap air panas dibiarkan membeku di tempat dingin

Ciri-ciri wujud zat:

Zat padat

  • Bentuk tetap
  • Volume tetap
  • Contohnya: besi, batu, kayu, kaca

Zat cair

  • Bentuk berubah
  • Volume tetap
  • Contohnya: air, minyak goreng, susu cair

Zat gas

  • Bentuk berubah
  • Volume berubah
  • Contohnya: udara, oksigen, karbon dioksida

Salah satu faktor pembeda dari berbagai  di atas adalah massa jenis zat.

Massa jenis suatu zat didefinisikan sebagai perbandingan massa zat terhadap volumenya. Secara matematis, massa jenis dapat diformulasikan sebagai berikut:

Keterangan:

ρ = massa jenis zat (kg/m3 atau g/cm3 )

m = massa zat (kg atau g)

v = volume zat (m3 atau cm3 )

satuan massa jenis dalam SI adalah kg/m3 , dimana 1 g/cm3 sama dengan 1000 kg/m3

Pemuaian

Pemuaian adalah bertambahnya ukuran benda yang terjadi karena adanya kenaikan suhu.

Pemuaian zat padat

Pemuaian panjang

Pemuaian panjang adalah bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Contohnya kawat kecil yang panjang sekali.

∆L = L0 . a . ∆T

L = L0 (1+a . ∆T)

Keterangan:

L =panjang akhir (m)

L0 = panjang mula-mula (m)

∆L = pertambahan panjang (m)

a = koefisien muai panjang (/0 C)

∆T = kenaikan suhu (0 C)

Pemuaian luas

Pemuaian luas adalah pertambahan ukuran luas suatu benda karena menerima kalor. Contohnya jendela kaca rumah.

∆A = A0 . b . ∆T

A = A0 . (1+b. ∆T)

Keterangan:

A = luas akhir (m2 )

A0 = luas mula-mula (m2 )

∆A = pertambahan luas (m2 )

b = 2a = koefisien muai luas (/0 C)

∆T = kenaikan suhu (0 C)

Pemuaian volume

Pemuaian volume adalah pertambahan ukuran volume suatu benda karena menerima kalor. Contohnya air dan udara.

∆V = V0 . γ . ∆T

V = V0 . (1 + γ . ∆T)

Keterangan:

V = volume akhir (m3 )

V0 = volume mula-mula (m3 )

∆V = pertambahan volume (m3 )

γ = 3a = koefisien muai volume (/0 C)

∆T = kenaikan suhu (0 C)

Pemuaian zat cair

Pemuaian zat cair tidak melibatkan pemuaian panjang dan pemuaian luas, hanya terjadi pemuaian volume saja atau pemuaian ruang karena kenaikan suhu. Contohnya pemuaian pada termometer zat cair (raksa atau alkohol).

Pemuaian zat gas

Pemuaian zat gas sama dengan pemuaian zat cair, hanya terjadi pemuaian volume saja atau pemuaian ruang. Contohnya balon udraan dan pada ban mobil atau motor yang meletus karena terlalu panas bergesekan dengan aspal.

Perpindahan Kalor

Jenis-jenis perpindahan kalor:

  • Konduksi: perpindahan kalor yang terjadi melalui suatu zat tanpa disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya. Perpindahan kalor secara konduksi ini sering terjadi pada benda-benda padat.
  • Konveksi: perpindahan kalor yang terjadi melalui suatu zat disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya. Contohnya terjadi pada zat cair dan zat gas
  • Radiasi: perpindahan kalor yang terjadi tanpa memerlukan zat sebagai perantara. Contohnya sinar matahari yang sampai ke bumi.

Persamaan untuk menghitung banyaknya kalor, sebagai berikut:

Q = m . c. ∆T

Keterangan:

Q = banyaknya kalor yang diserap atau dilepaskan (joule)

m = massa zat (kg)

c = kalor jenis zat (joule/kg0 C)

∆T = perubahan suhu (0 C)

Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Kalor diukur dalam satuan kalori. Satu kalori adalah jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sebesar 10 C dari 1 gram air. Satuan kalor dalam SI adalah joule. Satu kalori sama dengan 4,184 joule dan dibulatkan menjadi 4,2 joule.

Contoh Soal & Pembahasan Wujud Zat & Kalor Kelas VII Tingkat SMP

Soal No.1
Jika sebuah kayu memiliki volume 10 cm3 dan massa jenis kayu 300 g/cm3, maka massa kayu tersebut adalah ….
  1. 1 kg
  2. 2 kg
  3. 3 kg
  4. 4 kg

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Volume kayu ( V ) = 10 cm3
Massa jenis kayu ( kayu ) = 300 g/cm3
maka menentukan massa kayu yaitu sebagai berikut
m = ρ. V
m = 300 g/cm3 x 10 cm3 = 3.000 gr = 3 kg
Jawaban C

Soal No.2
Faktor yang mempengaruhi muai panjang zat, kecuali….
  1. Suhu awal zat
  2. Suhu akhir zat
  3. Jenis bahan yang digunakan
  4. Panjang awal sebelum dipanaskan

PEMBAHASAN :
menentukan muai panjang zat ( α) menggunakan rumus:

Keterangan:
L = panjang zat setelah dipanaskan ( m)
Lo = panjang zat sebelum dipanaskan ( m)
T1 = suhu awal zat (oC)
T2 = suhu akhir zat (oC)
Maka yang bukan merupakan faktor yang mempengaruhi muai panjang zat adalah jenis bahan yang digunakan
Jawaban C

Soal No.3
Tindakan yang dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif dari pemuaian dan penyusutan adalah….
  1. Penyambungan plat besi pada kapal laut dengan di las.
  2. Adanya celah pada sambungan rel kereta api.
  3. Membungkus kabel listrik dengan bahan isolator.
  4. Memasang kawat listrik tegangan tinggi dibuat kendur di saat cuaca panas.

PEMBAHASAN :
Dampak negatif dari pemuaian dan penyusutan dapat diatasi salah satunya dengan memberikan celah pada Sambungan rel kereta api. Pemuaian ini biasanya terjadi pada siang hari jika diberikan celah maka rel kereta api tidak akan melengkung.
Jawaban B

Soal No.4
Pada suhu 30 oC Sebuah batang aluminium memiliki panjang 3 m sedangkan pada suhu 100 oC memiliki panjang 3,000567 m. Maka koefisien muai panjang aluminium adalah…..
  1. 0,000027 /oC
  2. 0,000028 /oC
  3. 0,000029 /oC
  4. 0,000030 /oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Lo = 3 m
L = 3,000567 m
To = 30 oC
T = 100 oC
Menentukan koefisien muai panjang (alfa)

Jawaban A

Soal No.5
Jika diketahui muai panjang krom adalah 0,000016 /oC, maka koefisien muai luas krom adalah…
  1. 0,000032 /oC
  2. 0,000042 /oC
  3. 0,000056 /oC
  4. 0,000072 /oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
α = 0,000016 /oC
Menentukan koefisien muai luas (β)
β = 2α = 2 x 0,000016 /oC = 0,000032 /oC
Jawaban A

Soal No.6
Diketahui besi memiliki massa 5 kg pada suhu 25 oC menerima kalor sebesar 25.000 J. Jika diketahui kalor jenis besi 450 J/kgoC, maka suhu akhir besi adalah ….
  1. 36,11 oC
  2. 38,11 oC
  3. 40,11 oC
  4. 42,11 oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
massa besi (m) = 5 kg
Suhu awal (T1) = 25 oC
kalor (q) = 25.000 J
kalor jenis besi (c) = 450 J/kgoC
Menentukan suhu akhir (T2)
q = m. c. ΔT
25.000 = 5. 450. (T2 – 25)
T2 – 25 = 25.000/2.250 = 11,11
T2 = 25 + 11,11 = 36,11 oC
Jawaban A

Soal No.7
Contoh peristiwa konveksi adalah ….
  1. Memanaskan air dengan kompor
  2. Pancaran sinar matahari ke bumi
  3. Pemanasan logam besi
  4. Pancaran sinar lampu yang menyebabkan Ruangan menjadi hangat

PEMBAHASAN :
Perpindahan kalor terdiri atas 3 macam yaitu:

  • Konveksi , yaitu perpindahan kalor melalui suatu zat disertai perpindahan partikel-partikelnya. Contohnya yaitu memanaskan air dengan kompor .
  • Konduksi yaitu perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikelnya . contohnya pemanasan logam besi
  • Radiasi yaitu perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara detik contohnya pancaran sinar matahari ke bumi , pancaran sinar lampu yang menyebabkan Ruangan menjadi hangat .

Maka yang merupakan contoh peristiwa konveksi adalah memanaskan air dengan kompor
Jawaban A

Soal No.8
Diketahui grafik berikut
Kalor yang diperlukan air sebanyak 10 kg pada proses dari R ke S. Jika diketahui kalor jenis air 4200 J/kg oC
  1. 210.000 J
  2. 420.000 J
  3. 630.000 J
  4. 840.000 J

PEMBAHASAN :
Diketahui:
massa air (m) = 10 kg
kalor jenis air (c) = 4.200 J/kg oC
ΔT dari R ke S = 20 oC – 0 oC = 20 oC
Menentukan kalor yang diperlukan
q = m.c.ΔT
q = 10 x 4.200 x 20 = 840.000 Joule
Jawaban D

Soal No.9
Jika kita memasak mie di Puncak Gunung maka air akan lebih cepat mendidih dibandingkan jika memasak mie di pantai penyebabnya adalah ….
  1. Tekanan udara di puncak gunung sama dengan tekanan udara di pantai
  2. Tekanan udara di puncak lebih rendah dibandingkan di pantai
  3. Tekanan udara di puncak gunung tinggi dibandingkan di pantai
  4. Perbedaan ketinggian antara Puncak Gunung dan pantai

PEMBAHASAN 
Yang menyebabkan air mendidih di puncak gunung dibandingkan di pantai adalah tekanan udara daerah yang lebih tinggi yaitu puncak gunung lebih rendah dibandingkan tekanan udara di pantai. Semakin rendah tekanan udara maka proses mendidihnya akan lebih cepat sehingga titik didihnya lebih rendah..
Jawaban B

Soal No.10
Kalor yang diperlukan air sebanyak 5 kg untuk dipanaskan dari suhu 25 oC menjadi 100 oC ( kalor jenis air = 4.200 J/kg oC) adalah….
  1. 1.225.000 J
  2. 1.435.000 J
  3. 1.575.000 J
  4. 1.625.000 J

PEMBAHASAN :
diketahui :
Massa air ( m air ) = 5 kg
Suhu awal ( T1 ) = 25 oC
Suhu akhir ( T2 ) = 90 oC
Kalor jenis air (c) = 4.200 J/kg oC
Menentukan kalor yang diperlukan
q = m. c. ΔT = 5 kg x 4.200 J/kg oC x (100 – 25) oC
q = 1.575.000 J
Jawaban C

Soal No.11
Diketahui logam platina memiliki massa jenis 21,45 gr/cm3 dengan volume sebesar 100 cm3 . maka massa logam platina tersebut adalah …
  1. 1 kg
  2. 2 kg
  3. 3 kg
  4. 4 kg

PEMBAHASAN :
Diketahui:
ρ = 21,45 gr/cm3
v = 100 cm3

Maka untuk menghitung massa logam platina tersebut adalah sebagai berikut:
m = ρ x v
m = 21,45 gr/cm3 x 100 cm3
m = 2.145 gr
Jawaban A

Soal No.12
Sebuah balok kayu memiliki panjang 8 cm, lebar 5 cm, panjang 3 cm dan massanya 600 gr. Maka massa jenis balok kayu tersebut adalah …
  1. 20 gr/cm3
  2. 15 gr/cm3
  3. 10 gr/cm3
  4. 5 gr/cm3

PEMBAHASAN :
Diketahui:
p = 8 cm
l = 5 cm
t = 3 cm
m = 600 gr

Maka massa jenis balok kayu tersebut dapat dihitung sebagai berikut:

v = p x l x t
v = 8 cm x 5 cm x 3 cm
v = 120 cm3

Jawaban D

Soal No.13
Terdapat sebuah bimetal yang terdiri dari alumunium dan besi. Alumunium memiliki koefisien muai panjang 0,000026 m/0 C dan besi memiliki koefisien muai panjang 0,000012 m/0 C. Jika bimetal tersebut didinginkan maka yang terjadi adalah …
  1. Bimetal melengkung ke arah besi
  2. Bimetal tetap lurus
  3. Bimetal melengkung ke arah alumunium
  4. Bimetal melengkung ke dua sisi logam

PEMBAHASAN :
Prinsip kerja bimetal pada konsep muai panjang apabila dipanaskan atau dinaikkan suhunya  maka akan melengkung ke arah logam yang memiliki angka koefisien muai panjangnya kecil. Sedangkan apabila didinginkan/ diturunkan suhunya akan melengkung ke arah logam yang angka koefisien muai panjangnya besar.

Sehingga bimetal akan melengkung ke arah logam alumunium.
Jawaban C

Soal No.14
Diketahui sebuah lempeng alumunium panjang mula-mula 2000 cm, dipanaskan dengan suhu 100 0 C dengan koefisien muai panjang 0,000026 m/0 C . Besar perubahan panjang alumunium tersebut adalah …
  1. 0,052 m
  2. 0,045 m
  3. 0,030 m
  4. 0,026 m

PEMBAHASAN :
Diketahui:
L0 = 2000 cm = 20 m
ΔT = 100 0 C
α = 0,000026 m/0 C

Maka untuk menghitung perubahan panjang alumunium adalah sebagai berikut:
ΔL = L0 . α . DT
ΔL = 20 m . 0,000026 m/0 C . 100 0 C
ΔL = 0,052 m
Jawaban A

Soal No.15
Di bawah ini pernyataan yang tepat mengenai pemanfaatan pemuaian panjang dalam kehidupan sehari-hari adalah, kecuali …
  1. Pemasangan kaca jendela rumah
  2. Pemasangan rel kereta api
  3. Pemasangan kabel listrik
  4. Pemasangan bingkai logam pada roda

PEMBAHASAN :
Pemuaian panjang adalah pertambahan ukuran panjang sebuah benda karena adanya perubahan suhu. Contoh pemuaian panjang terjadi pada pemasangan rel kereta api, pemasangan kabel listrik, dan pemsangan bingkai logam pada roda. Sedangkan pemasangan kaca jendela rumah adalah pemuaian luas, yaitu pertambahan ukuran luas sebuah benda karena adanya perubahan suhu.
Jawaban A

Soal No.16
Gliserin dengan massa 200 gr berada pada suhu 250 C dipanaskan sampai 1000 C. apabila kalor jenis cairan tersebut 2.400 J/kg0 C. Maka besar kalor yang dibutuhkan adalah …
  1. 32.000 J
  2. 34.000 J
  3. 36.000 J
  4. 38.000 J

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m = 200 gr = 0,2 kg
T1 = 250 C
T2 = 1000 C
c = 2.400 J/kg0 C

Maka besar kalor yang dibutuhkan dapat dihitung sebagai berikut:
Q = m x c x ΔT
Q = 0,2 x 2.400 x (100 – 25)
Q = 36.000 J
Jawaban C

Soal No.17
Contoh perpindahan kalor secara konduksi pada pernyataan di bawah ini yang benar adalah …
  1. Panci logam yang digunakan untuk memasak terasa panas
  2. Air yang dididihkan menjadi panas secara merata
  3. Panas sinar matahari yang sampai ke bumi
  4. Duduk di sekitar api unggun membuat badan menjadi hangat

PEMBAHASAN :
Tiga jenis perpindahan kalor, yaitu:

  • Konduksi: perpindahan kalor melalui perantara, contohnya Panci logam yang digunakan untuk memasak terasa panas.
  • Konveksi: perpindahan kalor yang terjadi pada zat cair atau gas yang disertai perpindahan partikel-partikelnya, contohnya air yang dididihkan menjadi panas secara merata
  • Radiasi: perpindahan kalor tanpa melalui perantara atau melalui pancaran, contohnya Panas sinar matahari yang sampai ke bumi dan duduk di sekitar api unggun membuat badan menjadi hangat

Jawaban A

Soal No.18
Perpindahan kalor secara radiasi dalam kehidupan sehari-hari yaitu, kecuali …
  1. Lampu dapat membantu dalam penetasan telur ayam
  2. Air dalam panci akan mendidih ketika dipanaskan di bawah kompor
  3. Kamar yang dipasangi banyak lampu akan terasa hangat
  4. Pakaian yang basah akan kering apabila dijemur di bawah sinar matahari

PEMBAHASAN :
Perpindahan kalor secara radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui perantara atau melalui pancaran. Contoh perpindahan kalor secara radiasi adalah lampu dapat membantu dalam penetasan telur ayam, kamar yang dipasangi banyak lampu akan terasa hangat, pakaian yang basah akan kering apabila dijemur di bawah sinar matahari. Sedangkan air dalam panci akan mendidih ketika dipanaskan di bawah kompor adalah perpindahan kalor secara konveksi yaitu perpindahan kalor yang terjadi pada zat cair atau gas yang disertai perpindahan partikel-partikelnya.
Jawaban B

Soal No.19
Terdapat beberapa wujud zat, salah satunya adalah zat padat. Ciri-ciri zat padat adalah …
  1. Bentuk tetap, volume berubah
  2. Bentuk berubah, volume berubah
  3. Bentuk berubah, volume tetap
  4. Bentuk tetap, volume tetap

PEMBAHASAN :
Sifat-sifat zat sebagai berikut:

Wujud zatBentuk Volume Susunan partikel
PadatTetaptetapTeratur
CairBerubahtetapTidak teratur
GasBerubahBerubahSangat tidak teratur

Maka ciri-ciri zat padat adalah bentuk tetap, volume tetap, dan susunan partikel teratur.
Jawaban A

Soal No.20
Perhatikan gambar percobaan berikut ini!
Berdasarkan hasil pengukuran di atas, maka jenis benda tersebut adalah …
Diketahui tabel massa jenis benda:

Jenis Benda

Massa Jenis (g/cm3 )

Platina

21,45

Emas

19,3

Tembaga

8,4

Alumunium

2,7

  1. Platina
  2. Emas
  3. Tembaga
  4. Alumunium

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m = 252 g
v = 100 ml – 700 ml = 30 ml

Maka untuk menentukan jenis benda tersebut adalah dengan menghitung massa jenis bendanya sebagai berikut

Sehingga jenis benda dengan massa jenis  adalah tembaga.

Jawaban C

Soal No.21
Jika sebuah benda memiliki massa 600 gram dan volume 150 cm3 maka massa jenisnya adalah …
  1. 2000 kg/m3
  2. 3000 kg/m3
  3. 4000 kg/m3
  4. 5000 kg/m3

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m = 600 gram
V = 150 cm3
 Rumus yang berlaku, sebagai berikut:
contoh soal wujud dan zat

Ubah satuan menjadi SI, untuk massa jenis yaitu kg/m3
ρ = 4 gram/cm3 = contoh soal wujud dan zat = 4000 kg/m3
Jawaban C

Soal No.22
Ketika es batu di simpan dalam sebuah gelas, beberapa saat kemudian bagian luarnya menjadi basah. Peristiwa tersebut menunjukkan perubahan wujud …
  1. Mengembun
  2. Melebur
  3. Menguap
  4. Membeku

PEMBAHASAN :
Mengembun adalah peristiwa perubahan wujud dari zat gas menjadi zat cair. Peristiwa ini memerlukan energi. Contohnya terjadi pada gelas yang berisi es batu atau air es yang disimpan di ruangan dengan suhu panas sehingga memunculkan embun di bagian permukaan luar gelas.
Jawaban A

Soal No.23
Zat atau benda yang memiliki volume dan bentuk yang berubah-ubah dengan karakteristik tidak dapat dilihat karena pada umumnya tidak berwarna tetapi dapat dirasakan. Zat atau benda yang memiliki ciri-ciri tersebut adalah …
  1. Zat padat
  2. Zat gas
  3. Zat cair
  4. Partikel

PEMBAHASAN :
Suatu benda atau zat tersusun atas partikel-partikel yang saling berikatan. Zat atau benda gas memiliki volume dan bentuk yang berubah-ubah menyesuaikan dengan tempat atau wadahnya dengan karakteristik tidak dapat dilihat karena biasanya tidak berwarna tetapi dapat dirasakan.
Jawaban B

Soal No.24
Jika gaya kohesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar dibandingkan gaya adhesinya sehingga kedua zat tidak akan tercampur, contohnya adalah …
  1. Air dicampur dengan alkohol
  2. Air yang menempel pada kaca
  3. Air dicampur dengan sirup
  4. Minyak kelapa dicampur dengan air

PEMBAHASAN :
Dampak pencampuran 2 macam zat terdapat 3 kondisi sebagai berikut:

  1. Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesinya sehingga kedua zat tersebut dapat tercampur secara merata. Contohnya air dicampur dengan alkohol.
  2. Jika gaya kohesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar dibandingkan gaya adhesinya sehingga kedua zat tidak akan tercampur. Contohnya minyak kelapa dicampur dengan air.
  3. Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar dibandingkan gaya kohesinya sehingga kedua zat akan saling menempel. Contohnya air yang menempel pada kaca.

Jawaban D

Soal No.25
Peristiwa naiknya air dari akar ke daun melalui pembuluh kayu pada batang tumbuhan dan basahnya dinding dalam rumah ketika dinding luar basah terkena air disebut …
  1. Kapilaritas
  2. Hukum fisika
  3. Perubahan wujud
  4. Sifat partikel

PEMBAHASAN :
Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair dalam pipa kapiler/ celah sempit. Kapilaritas sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia, misalnya meresapnya minyak melalui sumbu kompor, naiknya air dari tanah melalui akar sampai daun, basahnya dinding dalam rumah ketika dinding luar basah, lembabnya bagian atas dinding kamar mandi, dan lain-lain.
Jawaban A

Soal No.26
Perhatikan bagan berikut ini!
contoh soal wujud dan zat
Perubahan wujud menyublim terjadi pada nomor …
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4

PEMBAHASAN :
Berdasarkan diagram di atas perubahan wujud yang terjadi, sebagai berikut:

  1. Cair → padat (membeku)
  2. Padat → cair (mencair)
  3. Padat → gas (menyublim)
  4. Cair → gas (menguap)
  5. Gas→ cair (mengembun)

Jawaban C

Soal No.27
Terdapat kayu jati yang memiliki massa 20 kg dan massa jenisnya 0,8 kg/m3 . Maka volume kayu jati tersebut adalah …
  1. 20 m3
  2. 25 m3
  3. 30 m3
  4. 35 m3

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m = 20 kg
ρ = 0,8 kg/m3

Maka rumus yang berlaku sebagai berikut:
m = ρ . V
contoh soal wujud dan zat
Jawaban B

Soal No.28
Perubahan zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat lain disebut …
  1. Perubahan fisika
  2. Perubahan kimia
  3. Perubahan wujud
  4. Perubahan zat

PEMBAHASAN :
Suatu zat dapat berubah wujud karena dipengaruhi oleh energi. Perubahan wujud zat ada dua jenis, yaitu:

  1. Perubahan fisika: perubahan zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat lain, contohnya lilin yang meleleh, dan air yang menguap.
  2. Perubahan kimia: perubahan zat yang menghasilkan jenis zat baru disertai sifat-sifat baru, contohnya pembuatan tape singkong dan kertas yang terbakar.

Jawaban A

Soal No.29
Gaya adhesi akan menimbulkan dua zat saling melekat bila dicampurkan. Contoh peristiwa adhesi yaitu …
  1. Melekatnya tinta pada kertas
  2. Raksa pada thermometer
  3. Air di atas daun talas
  4. Pencampuran air dan minyak

PEMBAHASAN :
Contoh peristiwa kohesi sebagai berikut:

  • Tidak bercampurnya air dengan minyak
  • Air di atas daun talas
  • Air raksa pada thermometer
  • Tidak melekatnya air raksa pada dinding pipa kapiler
  • Air raksa yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi kimia

Contoh peristiwa adhesi sebagai berikut:

  • Air di atas telapak tangan
  • Melekatnya tinta pada kertas
  • Larutan garam
  • Bercampurnya air dengan teh atau kopi
  • Air melekat pada dinding pipa kapiler

Jawaban A

Soal No.30
Terdapat sepotong baja yang massa jenisnya 3,5 kg/m3  dan memiliki volume 30 m3. Maka massa baja tersebut adalah …
  1. 80 kg
  2. 90 kg
  3. 100 kg
  4. 105 kg

PEMBAHASAN :
Diketahui:
ρ = 3,5 kg/m3
V = 30 m3

Maka rumus yang berlaku sebagai berikut:
m = ρ . V
= 3,5 kg/m3 . 30 m3
= 105 kg
Jawaban D

Soal No.31
Sumber mata air dengan masa jenis 1500 kg/m3 terdapat di lereng gunung yang mempunyai gravitasi bumi 9,8 m/s2 . Maka berat jenis air tersebut adalah …
  1. 12.500 N/m3
  2. 13.100 N/m3
  3. 14.700 N/m3
  4. 15.300 N/m3

PEMBAHASAN :
Diketahui:
ρ = 1500 kg/m3
g = 9,8 m/s2

Maka berat jenis air dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
s = ρ . g
= 1500 kg/m3 . 9,8 m/s2
= 14.700 N/m3
Jawaban C

Soal No.32
Peristiwa bercampurnya dua zat dipengaruhi oleh gaya kohesi dan gaya adhesi. Jika gaya kohesi lebih besar dari pada gaya adhesi maka akan terjadi …
  1. Meniskus cekung
  2. Meniskus cembung
  3. Kapilaritas
  4. Tegangan permukaan

PEMBAHASAN :
Peristiwa yang timbul akibat adanya kohesi dan adhesi, diantaranya:

  • Meniskus cembung: peristiwa mencembungnya permukaan zat cair ketika kohesi lebih besar daripada adhesi (kohesi > adhesi).
  • Meniskus cekung: peristiwa mencekungnya permukaan zat cair ketika adhesi lebih besar daripada kohesi (adhesi > kohesi).

Jawaban B

Soal No.33
Terdapat sebuah kubus yang rusuknya 4 dm dan massa jenisnya 0,15 gr/cm3 . Maka massa kubus tersebut adalah …
  1. 45 kg
  2. 58 kg
  3. 74 kg
  4. 96 kg

PEMBAHASAN :
Diketahui:
r = 4 dm
ρ = 0,15 gr/cm3

Menghitung volume kubus sebagai berikut:
V = r3
= r x r x r
= 4 dm x 4 dm x 4 dm
= 64 dm3
= 0,064 m3
contoh soal wujud dan zat

Maka massa kubus dapat dihitung sebagai berikut:
m = ρ . V
= 150 kg/m3 . 0,64 m3
= 96 kg
Jawaban D

Soal No.34
Berikut ini yang tidak termasuk jenis zat adalah …
  1. Udara
  2. Air
  3. Tanah
  4. Cahaya

PEMBAHASAN :
Pengertian zat adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Cahaya tidak termasuk jenis zat karena cahaya tidak memiliki massa.
Jawaban D

Soal No.35
Sifat kimia merupakan sifat yang berhubungan dengan perubahan kimia yang terjadi pada suatu zat. Contoh peristiwa yang terkait dengan sifat kimia adalah…
  1. Es batu yang lama kelamaan mencair
  2. Kawat dapat menghantarkan listrik
  3. Besi yang berkarat
  4. Bubuk kopi yang larut dalam air

PEMBAHASAN :
Sifat-sifat dari zat, sebagai berikut;

Sifat fisika zat:

  • Wujud zat: es batu yang dibiarkan di ruangan terbuka lama kelamaan akan mencair.
  • Warna: warna pada benda atau zat berbeda-beda.
  • Kelarutan: bubuk kopi yang larut dalam air panas
  • Daya hantar listrik: kawat dapat menghantarkan listrik dengan baik
  • Kemagnetan: Besi memiliki sifat magnetik

Sifat kimia zat:

  • Mudah terbakar: bahan bakar minyak sangat mudah terbakar jika terkena api.
  • Berkarat: Besi yang berkarat akibat terkena air dan udara.
  • Mudah meledak: botol parfum yang terlalu lama terkena panas akan meledak.
  • Beracun: gas karbon monoksida dari hasil pembakaran kendaraan bermotor.

Jawaban C

Soal No.36
Pada peristiwa perubahan wujud zat ada peran serta energi panas. Perubahan wujud zat yang memerlukan energi panas adalah …
  1. Menguap
  2. Mengembun
  3. Membeku
  4. Mengkristal

PEMBAHASAN :
Beberapa perubahan wujud zat sebagai berikut:

  • Membeku → melepaskan energi panas
  • Mencair → memerlukan energi panas
  • Menguap → memerlukan energi panas
  • Mengembun → melepaskan energi panas
  • Menyublim → memerlukan energi panas
  • Mengkristal → melepaskan energi panas

Jawaban A

Soal No.37
Gejala kapilaritas yang menguntungkan dalam kehidupan sehari-hari adalah …
  1. Menyebarnya tinta di permukaan kertas sehingga merusak tulisan atau gambar
  2. Cat pada dinding rumah rusak akibat air terserap oleh pori-pori dinding
  3. Meresapnya air di lantai pada kain pel
  4. Lumut tumbuh pada dinding akibat terserapnya air sehingga dinding mudah lapuk dan rapuh

PEMBAHASAN :
Gejala kapilaritas yang menguntungkan sebagai berikut:

  • Meresapnya air di lantai pada kain pel
  • Naiknya air dari dalam tanah melalui akar sampai ke daun
  • Minyak tanah yang naik melalui sumbu kompor

Gejala kapilaritas yang merugikan sebagai berikut:

  • Menyebarnya tinta di permukaan kertas sehingga merusak tulisan atau gambar
  • Cat pada dinding rumah rusak akibat air terserap oleh pori-pori dinding
  • Lumut tumbuh pada dinding akibat terserapnya air sehingga dinding mudah lapuk dan rapuh

Jawaban C

Soal No.38
Terdapat sebuah tabung kosong memiliki massa 600 gram dengan volume 500 cm3 . Kemudian tabung tersebut diisi dengan minyak sampai penuh sehingga massanya menjadi 860 gram, maka massa jenis minyak tersebut adalah …
  1. 1,2 gr/cm3
  2. 0,52 gr/cm3
  3. 1,8 gr/cm3
  4. 0,6 gr/cm3

PEMBAHASAN :
Diketahui:
mtabung = 600 gram
mtabung&minyak = 860 gram
Vtabung  = Vminyak = 500 cm3

Menghitung massa minyak sebagai berikut:
mminyak = mtabung&minyak – mtabung
= 860 gr – 600 gr
= 260 gr
Maka massa jenis minyak dapat dihitung sebagai berikut:
contoh soal wujud dan zat
Jawaban B

Soal No.39
Massa jenis zat cair dapat diukur dengan menggunakan sebuah alat yaitu …
  1. Hidrometer
  2. Higrometer
  3. Barometer
  4. Manometer

PEMBAHASAN :
Beberapa alat ukur sebagai berikut:

  1. Hidrometer: alat untuk mengukur massa jenis zat cair
  2. Higrometer: alat untuk mengukur kelembaban udara
  3. Barometer: alat untuk mengukur tekanan udara luar
  4. Manometer: alat untuk mengukur tekanan udara dalam ruang tertutup

Jawaban A

Soal No.40
Berikut ini adalah urutan perubahan wujud: zat padat → zat cair → zat gas. Benda atau zat yang mengalami perubahan wujud tersebut adalah …
  1. Besi berkarat
  2. Kabel mengalirkan arus listrik
  3. Batang pohon terbakar sampai menjadi abu
  4. Sebongkah es batu yang mencair

PEMBAHASAN :
Perubahan wujud: zat padat → zat cair → zat gas dapat terjadi pada sebongkah es yang mendapatkan kalor atau panas sehingga mencair dan lama kelamaan akan menguap.
Jawaban D

Soal No.41
Perhatikan gambar berikut ini!
contoh soal wujud dan zat
Gambar molekul zat yang tepat adalah …
  1. Padat
  2. Cair
  3. Gas
  4. Raksa

PEMBAHASAN :
Zat padat:

  • Bentuk dan volumenya tetap
  • Partikelnya saling berdekatan dan susunannya teratur
  • Gaya Tarik antar partikel sangat kuat

contoh soal wujud dan zat

Zat cair:

  • Bentuk berubah-ubah dan volumenya tetap
  • Partikelnya berdekatan tetapi renggang dan susunannya teratur
  • Gaya tarik antar partikel agak lemah

contoh soal wujud dan zat

Zat gas:

  • Bentuk dan volume berubah-ubah
  • Partikelnya berjauhan dan susunan tidak teratur
  • Gaya tarik antar partikel sangat lema

contoh soal wujud dan zat

Jawaban A

Soal No.42
Terdapat sebuah tabung dengan luas dasar  180 cm2 dan tingginya 50 cm. Kemudian tabung tersebut diisi penuh dengan cairan sehingga massanya menjadi 6,3 kg. Maka massa jenis cairan tersbut adalah …Padat
  1. 500 kg/m3
  2. 550 kg/m3
  3. 680 kg/m3
  4. 700 kg/m3

PEMBAHASAN :
Diketahui:
A = 180 cm2 = 0,018 m2
t = 50 cm = 0,5 m
mtabung+cairan = 6,3 kg

Menghitung volume tabung sebagai berikut:
V = A . t
= 0,018 m2 . 0,5 m
= 0.009 m3

Maka massa jenis cairan dapat dihitung sebagai berikut:

contoh soal wujud dan zat
Jawaban D

Soal No.43
Hasil dari kegiatan pengukuran sebuah benda diketahui massanya 150 gram dan volumenya 30 cm3 . Maka massa jenis benda tersebut adalah …
  1. 3 gr/cm3
  2. 5 gr/cm3
  3. 8 gr/cm3
  4. 10 gr/cm3

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m = 150 gram
V = 30 cm3
Massa jenis benda dapat dihitung sebagai berikut:
contoh soal wujud dan zat
Jawaban B

Soal No.44
Contoh peristiwa pengkristalan dalam kehidupan sehari-hari adalah …
  1. Jelaga hitam pada knalpot
  2. Air menguap
  3. Arang hasil pembakaran kayu
  4. Air yang membeku menjadi es

PEMBAHASAN :
Mengkristal adalah perubahan wujud benda dari gas menjadi padat dengan melepaskan energi panas. Peristiwa ini adalah kebalikan dari peristiwa menyublim.

Contoh peristiwa mengkristal yaitu:

  • Pembentukan salju
  • Embun beku
  • Jelaga hitam pada knalpot
  • Pembuatan es kering

Jawaban A

Soal No.45
Yang tidak termasuk faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan adalah …
  1. Suhu
  2. Zat terlarut
  3. Massa zat
  4. Surfaktan

PEMBAHASAN :
Faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan sebagai berikut:

  • Suhu: tegangan permukaan akan menurun dengan meningkatnya suhu karena meningkatnya energi kinetik molekul.
  • Zat terlarut: penambahan zat terlarut dalam suatu cairan akan meningkatkan viskositas larutan sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar.
  • Surfaktan: zat yang bisa mengaktifkan permukaan, karena cenderung buat terkonsentrasi pada permukaan.

Jawaban C

Soal No.46
Sebuah logam yang terbuat dari 80 gr logam X dan 20 gr logam Y. Jika massa jenis logam X 250 gr/cm3 dan massa jenis logam Y 100 kg/m3 . Maka massa jenis campuran logam X dan Y adalah …
  1. 102,1 gr/cm3
  2. 134,6 gr/cm3
  3. 175,5 gr/cm3
  4. 192,3 gr/cm3

PEMBAHASAN :
Diketahui:
mX = 80 gr
mY = 20 gr
rX = 250 gr/cm3
rY = 100 gr/cm3
Menghitung volume masing-masing logam sebagai berikut:
contoh soal wujud dan zat
Jawaban D

Soal No.47
Sebuah benda berbentuk kubus dengan massa 128 kg dan massa jenis 2 kg/m3 . Maka panjang rusuk kubus tersebut adalah …
  1. 1 m
  2. 4 m
  3. 2,5 m
  4. 5,5 m

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m = 128kg
r = 2 kg/m3             

Menghitung volume kubus sebagai berikut:
contoh soal wujud dan zat

Maka panjang rusuk kubus dapat dihitung sebagai berikut:
contoh soal wujud dan zat
Jawaban B

Soal No.48
Pemanfaatan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari hari, kecuali …
  1. Balon udara
  2. Kapal selam
  3. Deterjen untuk mencuci
  4. Ban karet untuk berenang

PEMBAHASAN :
Yang termasuk pemanfaatan konsep masa jenis yaitu balon udara, kapal selam, dan ban karet. Sedangkan deterjen adalah pemanfaatan konsep tegangan permukaan.
Jawaban C

Soal No.49
Fenomena perbedaan tekanan udara atau gas sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia. Contoh tekanan gas dalam ruang terbuka adalah …
  1. Angin laut dan angin darat
  2. Balon udara
  3. Pakaian luar angkasa
  4. Pernapasan manusia

PEMBAHASAN :
Contoh penerapan tekanan udara di ruang terbuka:

  • Pergerakan angin laut dan angin darat
  • Perbedaan lama memasak air
  • Perbedaan tekanan udara di pegunungan dan dataran rendah

Contoh penerapan tekanan udara di ruang tertutup:

  • Balon udara
  • Pernapasan manusia
  • Jarum suntik
  • Pakaian luar angkasa

Jawaban A

Soal No.50
Sebuah tabung reaksi berisi 75 cc cairan kemudian dimasukkan sebuah kelereng bermassa 30 gram, sehingga volume cairan dalam tabung menjadi 100 cc. Maka massa jenis kelereng tersebut adalah …
  1. 0,5 gr/cm3
  2. 1 gr/cm3
  3. 0,8 gr/cm3
  4. 1,2 gr/cm3

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Vcairan = 75 cc
m = 30 gr
Vcairan + kelereng = 100 cc

Menghitung volume kelereng sebagai berikut:
Vkelereng = Vcairan + kelereng – Vcairan
= 100 cc – 75 cc
= 25 cc
= 25 cm3

Maka massa jenis kelereng dapat dihitung sebagai berikut:
contoh soal wujud dan zat
= 1,2 gr/cm3
Jawaban D

Fitur Terbaru!!

Kini kamu bisa bertanya soal yang tidak ada di artikel kami.
Ajukan pernyataan dan dapatkan jawaban dari tim ahli kami.
Untuk bertanya KLIK DISINI

Sebelumnya Rangkuman, 31 Contoh Soal Induksi Magnet & Pembahasan
Selanjutnya Rangkuman Materi, 45 Contoh Soal & Pembahasan Ruang Lingkup Biologi SMA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.