Rangkuman, Contoh Soal Frasa Dan Pembahasannya

Rangkuman Materi Frasa

Frasa disebut juga kelompok kata (kata berjumlah lebih dari satu dan membentuk fungsi kalimat subjek, predikat, objek, komplemen (pelengkap), atau keterangan (adverbia). Frasa merupakan satuan konstruksi yang terdiri dari dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan (Keraf, 1984;138). Frasa juga didefinisikan sebagai gabungan kata yang bersifat nonprediktif, atau lazim disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat (Chaer, 1991:222).

Contoh (Perhatikan kata yang berhuruf miring dan dihuruf tebal)

  1. Kendaraan lapis baja tersebut dibeli dari Rusia. (Frasa sebagai subjek)
    Subjek                                                Predikat      Ket.
  1. Daniar sedang bernyanyi dan menari. (Frasa sebagai predikat)
    Subj.                              Predikat
  1. Pak Hamdan membeli sejumlah perlengkapan bertani. (Frasa sebagai objek)
    Subjek            Predikat                           Objek
  1. Klarisa berwajah sangat eksotis. (Frasa sebagai komplemen/pelengkap)
    Subj.   Predikat      Komplemen
  1. Kami semua pergi ke Jawa Timur. (Frasa sebagai keterangan)
    Subjek           Pred.     Keterangan

Penjelasan tentang frasa:

Berdasarkan kesetaraan distribusi unsur-unsurnya
Frasa dibagi menjadi dua jenis, yaitu frasa endosentris dan frasa eksosentris:

Frasa Endosentris

Frasa endosentris yaitu frasa yang distribusi unsur-unsurnya setara atau bisa saling menggantikan dalam sebuah kalimat.  Berdasarkan bentuknya, frasa endosentris dibagi lagi menjadi beberapa jenis:

  1. Frasa endosentris koordinatif/paralel/sejajar
    Frasa jenis ini berpola D-D (inti-inti) dan dapat disisipkan konjungsi dan, serta, atau, juga, bahkan. Unsur D disebut juga “inti yang dibicarakan.”
    Contoh: 

    • Kakek nenek
    • Sayur dan buah
    • Ayah ibu
    • Mendaki serta berkemah
    • Paman juga bibi
    • Cantik juga pintar
    • Belajar atau menari
    • Mobil dan motor
  2. Frasa endosentris modifikatif/atributif/subordinarif/bertingkat
    Frasa jenis ini berpola D-M (inti-pejelas), M-D (penjelas-inti), D-M-M (inti-penjelas-penjelas), dan M-D-M (penjelas-inti-penjelas). Frasa jenis ini tidak dapat disisipkan konjungsi dan, atau, serta, bahkan.
    Contoh: 

    •      M       D
      Akan belajar (intinya membicarakan “belajar”)
             M       D
    • Terlalu baik (intinya membicarakan “baik”)
                 D            M
    • Berhitung cepat (intinya membicarakan “berhitung”)
                D         M
    • Rumah bertingkat (intinya membicarakan “rumah”)
           M                  D             M
    • Sejumlah aparat keamanan (intinya membicarakan “aparat”)
          D             M          M
    • Kereta malam kuno (intinya membicarakan “kereta”)
  3. Frasa endosentris apositif/frasa keterangan penjelas
    Frasa jenis ini bisa saling menggantikan tapi tidak bisa dihubungkan konjungsi dan, atau: Frasa endosentris apositif diawali oleh tanda koma atau terdapat di dalam tanda koma pengapit yang menjelaskan atau memberi keterangan penjelas pada unsur subjek, objek, atau komplemen (pelengkap).
    Contoh:
                                                                     apositif 

    • Edward Hopkins, Ph.D., Juru bicara UNESCO, mengatakan bahwa vaksin Covid 19 akan ditemukan dalam waktu dekat.

    atau
                                                                  apositif

    • Juru bicara UNESCO, Edward Hopkins, Ph.D., mengatakan bahwa vaksin Covid 19 akan ditemukan dalam waktu dekat.

    Contoh lain dari frasa apositif (bagian yang dihuruf miring dan digaris bawah)

    1. Tambora, gunung berapi aktif di daerah timur Indonesia, terkenal karena letusannya yang maha dahsyat dahulu kala.
    2. Redaksi majalah memberikan apresiasi pada Pak Widodo, narasumber kesehatan yang sering menulis artikel kesehatan.
    3. Gadis yang dijuluki selebritis tercantik se-Indonesia adalah lawan main Stefan William di Film Anak Jalanan, Natasha Wilona.

Frasa Eksosentris

Frasa jenis ini tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsur-unsurnya.

Polanya adalah:

PREPOSISI + KETERANGAN  (TEMPAT/WAKTU)

Contoh:

  • Dari bandung
  • Ke Jakarta
  • Sejak kemarin
  • Dalam sebuah perbincangan interaktif
  • Di kelas pertama
  • Tentang kepribadian ganda.

Berdasarkan fungsinya dalam kalimat
frasa dibagi menjadi beberapa jenis:Frasa nomina, frasa pronomina, frasa verba, frasa adjektiva, frasa numeralia, frasa konjungsi

FRASA NOMINA

Merupakan kelompok kata benda. Frasa ini terbagi menjadi tiga jenis.

  1. Apositif (frasa keterangan)
    Frasa ini adalah penjelas atau pemberi keterangan untuk subjek dan bisa saling menggantikan dengan frasa nomina di posisi subjek.
    Contoh:
       subjek                       apositif                                                 predikat
    Dr. Pandu, penemu konsep dasar psikolinguistik, mendapatkan penghargaan.
    Atau
                                 subjek                                  apositif                predikat
    Penemu konsep dasar psikolinguistik, Dr. Pandu, mendapat penghargaan.
  2. Koordinatif/paralel/sejajarFrasa ini memiliki pola inti (D) sejajar, yaitu D-D, D dan/atau/serta/bahkan D, D-D. Ingat, D adalah inti yang dibicarakan. Jadi jika ada pola inti (D) lebih dari satu, semuanya penting.
    Contoh: 

    • Berpola D D
      1. Ayah ibu
      2. Adik kakak
      3. Paman bibi
      4. Mobil motor
    • Berpola D dan/atau/serta D
      1. Paman serta bibi
      2. Rumah atau mobil
      3. Air dan api
      4. rumah dan pertokoan
    • Berpola D-D (kata ulang)
      1. Rumah-rumah
      2. Tanah-tanah
      3. Orang-orang
      4. Perempuan-perempuan
  3. Modifikatif/subordinatif/atributif/bertingkat
    Frasa ini memiliki pola kata inti (D) dan penjelas (M). Pola-polanya, yakni MD, DM, MDM. Ingat unsur D (yang dihuruf tebal, dihuruf miring, dan digaris bawah) adalah inti yang dibicarakan).Contoh: 

    • Berpola MD
      1. Sejumlah polisi
      2. Dua pengendara
      3. Beberapa pejabat
      4. Seribu pasien
    • Berpola DM
      1. Gadis cantik
      2. Penunggang kuda
      3. Mobil balap
      4. Pesawat tempur
    • Berpola MDM
      1. Beberapa petugas keamanan
      2. Semua pengemis jalanan
      3. Sepuluh ikan hias
      4. Sejumlah pedagang asongan

FRASA VERBA

Frasa verba merupakan kelompok kata kerja (KK). Frasa ini terbagi menjadi tiga jenis.

  1. Apositif (frasa keterangan)
    Contoh:Subjek                P (KK1),       KK2____,
    Bedu kemudian berlari, mengayunkan kakinya secepat angin, untuk mengejar pencuri itu.Keterangan: 

    • KK1 = Kata kerja 1
    • KK2 = Kata kerja 2
  2. Koordinatif/paralel/sejajar
    Frasa ini memiliki pola sejajar D dan/atau/lalu/bahkan/serta D (KK1 dan/atau KK2).Contoh 

    1. Sejumlah petugas kemudian berenang dan menyelamatkan
      .                                                          KK1                           KK2
    1. Dia hendak pergi atau menunggu saja di sisni.
      .                        KK1                 KK2
    1. Anak perempuanmu tidur lalu bermimpi
      .                                       KK1               KK2
    1. Pengemis itu meminta uang dan mengucapkan terima kasih.
      .                              KK1                                   KK2
  3. Modifikatif/subordinatif/atributif/bertingkat
    Frasa ini berpola kata kerja (D) dan penjelas/keterangan cara/modalitas (M) dengan pola: DM, MD, MDM. Ingat unsur D (bagian yang dihuruf miring dan digaris bawah) adalah inti dari pembicaraan. 

    • Berpola DM (kata kerja + keterangan cara)
      Contoh: 

      1. Tersenyum dengan cantik
      2. Berlari dengan cepat
      3. Belajar dengan rajin
      4. Tertidur pulas
    • Berpola MD (unsur modalitas + kata kerja)
      Akan, boleh, sedang, sudah, harus, mungkin, belum, hendak, tidak, sebaiknya,

      KK

      (kata kerja)

      Contoh:

      • Akan datang
        M          D
      • Sedang belajar
        M            D
      • Harus mendaki
        M             D
      • Sebaiknya bekerja
        M                   D

FRASA ADJEKTIVA

Frasa verba merupakan kelompok kata sifat (KS). Frasa ini terdiri dari dua jenis:

  1. Koordinatif/paralel/sejajar
    Frasa  ini berpola D (KS1) dan/bahkan/namun/serta/atau D (KS2)Contoh

    • Eriska cantik dan pintar
      .                D                D
    • Guru itu baik hati namun sombong
      .                       D                           D
    • Dia terbukti cerdas bahkan jenius
      .                           D                       D

    Keterangan:

    • KS 1 = kata sifat 1
    • KS 2 = kata sifat 2
  2. Modifikatif/subordinatif/atributif/bertingkat
    Frasa ini berpola D (kata sifat) dan M (keterangan tingkatan kata sifat) atau berpola MD. Ingat unsur D (bagian yang dihuruf miring, digaris bawah, dan dihuruf tebal) adalah inti yang dibicarakan. 

    • Berpola MD
      Keterangan tingkat 

      sangat, terlalu, lumayan, cukup, amat, begitu

      KS

      (Kata Sifat)

      Contoh:

      1. Paman Tomy lumayan ramah.
                                            M         D
      1. Nyonya Charles sangat bijaksana.
                                        M           D
      1. Gunung semeru begitu besar
                                       M       D
    • Berpola DM
      Contoh: 

      1. Aluna cantik sekali
        D            M
      1. Dosen Kimia itu pintar sekali
        D                               M
      1. Jam tangan ini sungguh mewah
        D                                M

FRASA PRONOMINA

Frasa nomina merupakan kelompok kata ganti (KG). Frasa ini dibagi menjadi dua jenis.

  1. Modifikatif reflektif
    Frasa ini berpola D (KG) M (Reflektif). Ingat unsur D (yang dihuruf miring, di garis bawah, dan dihuruf tebal) adalah inti dari pembicaraan. 

    Kata ganti: 

    Saya, kami, kita, kamu, kalian, ia, dia, mereka

    Reflektif 

    Semua, sekalian, sendiri

    Contoh:

    • Mereka sendiri
      .     D            M
    • Kami semua
      .   D         M
    • Kamu sekalian
      .    D          M
  2. Koordinatif/paralel/sejajar
    Frasa ini berpolakan D (Pronomina 1) dan/atau/bahkan/serta D (pronomina 2)
    Contoh: 

    • Saya dan kamu
      .   D                D
    • Dia bahkan saya
      .  D                    D
    • Kamu atau dia
      .    D                 D

FRASA ADVERBIA

Frasa adverbia merupakan kelompok kata keterangan (K.Ket). perhatikan kata yang dihuruf miring, digaris bawah, dan dihuruf tebal)

Contoh:

  1. Dia menangis tersedu-sedu.
  2. Kejadian ini berlangsung dengan sangat lambat.
  3. Kami bekerja secara individu.
  4. Guru kami menerangkan materi dengan sangat jelas.

FRASA PREPOSISI

Frasa preposisi merupakan kelompok kata depan, misalkan di, pada, dalam, ke, di antara, oleh, dari, tentang, untuk, selama, setelah, sebelum, dll.)
Contoh:

  1. Sejak kemarin
  2. Ke Jakarta
  3. Menuju
  4. Dari Sulawesi
  5. Di antara dua pilihan.

FRASA NUMERALIA

Frasa numeralia merupakan kelompok kata bilangan atau angka. Frasa bilangan dibagi menjadi tiga: angka kardinal, angka ordinal/tingkatan, fraksi/pecahan, dan angka tak tentu.

  • Angka kardinal
    Contoh:
    Lima ekor, tujuh buah, delapan ikat, seratus persen, satu lajur, dsb
  • Angka ordinal/tingkatan
    Contoh:
    Urutan kelima, anak pertama, hari terakhir, juara kedua, prajurut kesepuluh, dll
  • Angka fraksi/pecahan
    Contoh:
    Setengah lusin, sepertiga waktu, dua perempat jatah, dua pertiga hasil, dll.
  • Angka tak tentu
    Contoh: 

    • Penontonnya sangat banyak.
    • Pengunjung tempat wisata baru itu ribuan.
    • Yang tersisa dari penjualan hari ini hanya beberapa.
    • Infromasi yang dia peroleh cukup sedikit.

Video Pembelajaran Frasa

Belajar B.Indo : Materi & Contoh Soal Frasa

Contoh Soal Frasa

Soal No.1
Kalimat dibawah ini yang mengandung frasa pronomina reflektif adalah ….

  1. Sosok perempuan yang dilukis oleh Banu adalah istrinya sendiri.
  2. Aku dan dia tak pernah berjumpa semenjak lulus kuliah
  3. Putri Kirana sungguh cantik dan sederhana
  4. Pendapatan yang kami peroleh dari penjualan kopi tidak seberapa
  5. Buku ini sudah dijual oleh pemiliknya.

PEMBAHASAN :
Pembahasan: frasa pronomina reflektif ditunjukan oleh frasa “istrinya sendiri”. Opsi B mengadung frasa nomina koordinatif berpola DD (aku dan dia). Opsi C mengandung frasa subordinatif berpola MDD (sungguh cantik dan sederhana). Opsi D mengandung frasa nomina atributif berpola DM (penjualan kopi). Opsi E mengandung frasa verba subordiatif berpola MD (sudah dijual) dan frasa nomina subordinatif berpola DM (buku ini)
Jawaban A

Soal No.2
Kalimat yang mengandung frasa nomina atributif/bertingkat berpola MDM adalah ….

  1. Para petugas bersiaga di depan pintu masuk
  2. Aurel dan Azriel menyadari jika dia diekploitasi manajernya.
  3. Bastian sedang menemui sejumlah anak yatim di yayasan itu.
  4. Bayi dan balita lucu tersebut telah diimunisasi di sebuah posyandu.
  5. Aku juga pamanku berjuang untuk membebaskan tanah beserta bangunan yang berada di atasnya.

PEMBAHASAN :
Pembahasan: sejumlah anak yatim adalah frasa nomina atributif berpola MDM yang mana unsur inti (D) ditunjukan oleh kata “anak”.
Jawaban C

Soal No.3
Perhatikan kalimat di bawah ini!

Novita sendiri belum mengerjakan tugas harian yang diberikan oleh Pak Yasir, Guru Sejarah di SMAN 1 Bondowoso.

Frasa yang tidak terdapat pada kalimat tersebut adalah …

  1. Verba subordinatif
  2. Pronomina reflektif
  3. Apositif
  4. Verba koordinatif
  5. Nomina atributif

PEMBAHASAN :
Pembahasan: di dalam kalimat tersebut terdapat frasa verba subordinatif (belum mengerjakan), pronomina relfektif (Novita sendiri), apositif (….Pak Yaris, Guru Sejarah di SMAN 1 Bondowoso), nomina atributif (tugas harian)
Jawaban D

Soal No.4
Contoh kalimat yang menunjukan frasa verba berpola MD adalah, KECUALI …..

  1. Adinda dan adiknya akan berjualan aksesori di depan tokoku.
  2. Sang atlet berlari dan memenangkan lomba.
  3. Marsha tersenyum dengan manis.
  4. Honda All New CBR, motor legendaris dari Jepang akan diuji di sirkuit ini.
  5. Dia akan segera dilamar oleh sang kekasih

PEMBAHASAN :
Pembahasan: Frasa verba berpola MD ditunjukan oleh akan berjualan (opsi A), tersenyum dengan manis (opsi C), akan diuji (opsi D), dan akan segera dilamar (opsi E). Sedangkan berlari dan memenangkan (opsi B) menunjukan frasa verba berpola DD.
Jawaban B

Soal No.5
Kalimat-kalimat di bawah ini yang mengandung frasa adjektiva berpola MD, kecuali ….

  1. Tanda baca koma tidak digunakan untuk memisahkan nama dari gelar
  2. Sebelum konjungsi bahwa tidak perlu ditambahkan tanda baca koma karena induk klausa mendahului anak klausa
  3. Tanda baca koma seharusnya diletakan setelah kata yaitu.
  4. Tanda baca koma seharusnya diletakan setelah konjungsi dan.
  5. Setelah kata Karya sebaiknya tidak ditambahkan tanda baca koma karena tidak menunjukan keterangan penjelas.

PEMBAHASAN :
Frasa adjektiva berpola MD (menjelaskan-dijelaskan) ditunjukan oleh cukup melelahkan (opsi A), begitu pintar (opsi B), terlalu sulit (opsi C), lebih pintar (opsi D). Opsi E menunjukan frasa adjektiva berpola MDD (cukup sejuk serta menyegarkan)
Jawaban E

Sebelumnya Rangkuman, Contoh Soal Penggunaan Tanda Koma Pembahasannya
Selanjutnya Rangkuman, Contoh Soal Subjunctive Jawaban & Pembahasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.