Rangkuman, Contoh Soal Cahaya Pembahasan & Jawaban

Rangkuman Materi Cahaya Kelas 11

Interferensi Cahaya

Interferensi cahaya adalah gabungan dua gelombang atau lebih. Interferensi terjadi jika ada dua atau lebih berkas sinar yang bergabung.
1.Interferensi cahaya pada celah ganda
Interferensi cahaya terjadi karena adanya beda fase cahaya dari kedua celah tersebut.

2015-10-23_12-56-12

Interferensi maksimum
d sin θ = m λ

Interferensi minimum
d sin θ = (m – ½ ) λ

Keterangan:
d = jarak antar celah (m)
θ = sudut deviasi
m = pola interferensi (orde) (m = 0, 1,2,…)
λ = panjang gelombang yang berinterferensi (m)

jika interferensi terjadi antara jarak terang ke-m menuju terang pusat, rumusan sebagai berikut:
2015-10-23_13-07-15

jika interferensi yang terjadi antara jarak gelap ke-m menuju terang pusat, rumusannya sebagai sebagai berikut:
2015-10-23_13-08-42

keterangan:
y = jarak terang/gelap ke-n menuju terang pusat (meter)
L = jarak layar dari celah (meter)

2. Interferensi pada selaput tipis

Terjadi pada sinar yang dipantulkan langsung dan sinar yang dipantulkan setelah dibiaskan

interferensi maksimum :
2015-10-23_13-11-40

interferensi minimum :
2nd = mλ

Keterangan:
n = indeks bias
d = tebal lapisan tipis
m = bilangan bulat (0,1,2,3..)
λ = panjang gelombang cahaya digunakan (m)

Difraksi Cahaya

Difraksi atau pelenturan cahaya yaitu saat suatu cahaya melalui celah maka cahaya dapat terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan memiliki sifat seperti cahaya baru

1. Celah Tunggal

Untuk garis gelap ke-m terjadi jika:
2015-10-23_13-23-27

Jika sudut deviasi θ kecil, 2015-10-23_13-28-04sehingga persamaan di atas menjadi
2015-10-23_13-30-41

Keterangan:
d = lebar celah (m)
θ = sudut difraksi
m = orde difraksi (m = 1,2,3….)
λ = panjang gelombang cahaya (m)
y = jarak antara garis gelap dengan terang pusat (m)
L = jarak celah dengan layar (m)

jika cahaya monokromatik dilewatkan ke celah tunggal maka akan terlihat pola garis gelap dan terang secara bergantian letaknya. Jika difraksi yang terjadi akibat adanya lubang kecil yang berbentuk bulat akan menimbulkan pola berupa lingkaran terang dan gelap secara bergantian. Lingkaran gelap pertama dengan sudut θ dirumuskan sebagai berikut:
2015-10-23_13-40-40

Keterangan:
D = diameter lubang (m)
θ = sudut resolusi
ym = daya urai

2. kisi difraksi

Celah majemuk yaitu celah-celah sempit yang tertata rapi dengan jarak yang cukup dekat disebut kisi difraksi. Hubungan banyaknya celah dengan jarak antar celah
2015-10-23_13-45-35

Jika terjadi interferensi maksimum
d sin θ = m λ

Jika terjadi interferensi minimum
d sin θ = (m – 1/2) λ

keterangan:
N = banyaknya celah tiap satuan panjang
d = jarak antara celah (m)
θ = sudut deviasi
m = orde (n= 0,1,2,3…)
λ = panjang gelombang sinar

Polarisasi cahaya

Polarisasi adalah peristiwa pengurangan intensitas karena berkurangnya komponen-komponen gelombangnya. Polarisasi cahaya hanya bisa dialami gelombang transversal. Polarisasi cahaya dapat terjadi akibat adanya pemantulan, pembiasan, absorbsi selektif, dan hamburan.

1. Polarisasi karena pembiasan
jika sinar pantul gerak lurus sinar bias, sinar pantul terpolarisasi:
2015-10-23_17-29-24
Keterangan:
ip = sudut polarisasi = sudut datang yang menghasilkan sinar pantul terpolarisasi
n1 = indeks bias medium asal sinar
n2 = indeks bias medium yang dituju sinar
2. Polarisasi karena Absorbsi Selektif
Jika intensitas cahaya mula-mula (l0), intensitas cahaya terpolarisasi vertikal yang diteruskan oleh polarisator haruslah memiliki intensitas l1 dan dituliskan:

2015-10-23_17-39-56

Cahaya dengan insensitas l1 yang datang menuju analisator yang memiliki intensitas l2, menurut hukum mallus dapat dihubungkan dengan persamaan berikut

I2= I1 cos2θ = 1/2 I0 cos2θ

Dengan θ sebagian sudut antara sumbu analisator dengan sumbu polarisator.

Contoh Soal Cahaya Pembahasan & Jawaban Kelas 11

Soal No.1 (UN 2008)
sebuah celah ganda disinari dengan cahaya yang panjang gelombangnya 640 nm. Sebuah layar diletakkan 1,5 m dari celah. Jika jarak kedua celah 0,24 mm, jarak kedua pita terang yang berdekatan adalah ….
  1. 4,0 mm
  2. 6,0 mm
  3. 8,0 mm
  4. 9,0 mm
  5. 9,6 mm

PEMBAHASAN :
Diketahui:
cahaya melewati celah ganda dengan keterangan
λ = 640 nm = 6,4 x 10-7 m
L = 1,5 m
d = 0,24 mm = 0,24 x 10-3 m
m = 1
menentukan jarak kedua pita terang yang berdekatan
2015-10-24_6-01-23
Jawaban : A

Soal No.2 (SMPTN 2008)
Cahaya terpolarisasi acak dikenakan pada polarisator bersumbu tranmisi vertical. Cahaya yang keluar dari polarisator dilewatkan analisator dengan arah sumbu tranmisi 60o terhadap sumbu tranmisi polarisator. Perbandingan intensitas cahaya yang keluar dari analisator terhadap intensitas cahaya yang masuk polarisator adalah ..

  1. 100%
  2. 50%
  3. 25%
  4. 12,5%
  5. 6,25%

PEMBAHASAN :
Jika intensitas cahaya yang masuk pada polasilator di misalkan I0 maka intensitas cahya yang keluar dari analisator yaitu:
2015-10-24_6-05-30
Menentukan perbandingan intensitas cahaya yang keluar dari analisator dengan intensitas cahaya yang masuk polarisator
2015-10-24_6-06-16
Jawaban : D

Soal No.3
Seberkas cahaya polikromatik melewati prisma dengan sudut pembiasnya . Jika indeks bias prisma terhadap warna ungu 1,4831 dan indeks bias prisma terhadap warna merah 1,4712. Maka besar sudut dispersinya adalah …

PEMBAHASAN :
Diketahui:
β =


Maka besar sudut dispersi dapat dihitung sebagai berikut:

= (1,4831 – 1,4712)
=
Jawaban : B

Soal No.4 
Seberkas cahaya melalui celah tunggal sempit, menghasilkan interferensi minimum pada orde kedua dengan sudut deviasi . Jika panjang gelombang cahaya yang digunakan 20.000 Å. Maka lebar celah yang dilalui cahaya adalah …

PEMBAHASAN :
Diketahui:
k = 2
θ =
λ = 20.000 Å
Berlaku rumus:
d . sin θ = k . λ
Maka lebar celah yang dilalui cahaya dapat dihitung sebagai berikut:



= 40.000 Å

Jawaban : B

Soal No.5
Cahaya-cahaya yang memiliki frekuensi, amplitudo, dan beda fase yang tetap terdapat pada peristiwa …

  1. Deviasi
  2. Dispersi
  3. Interferensi
  4. Difraksi
  5. Polarisasi

PEMBAHASAN :
Peristiwa interferensi cahaya adalah perpaduan antara dua gelombang cahaya atau lebih. Interferensi dapat terjadi jika cahaya-cahaya yang berinterferensi harus merupakan cahaya yang koheren, yaitu cahaya-cahaya yang memiliki frekuensi, amplitudo, dan beda fase yang tetap.
Jawaban : C

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You cannot copy content of this page