Rangkuman Materi Kalimat Bahasa Indonesia UTBK-SBMPTN

Kalimat Bahasa Indonesia

A. Struktur Kalimat

Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang dibentuk oleh kata-kata dalam wujud lisan maupun tulisan dengan mengungkapkan pikiran yang utuh. Unsur-unsur pembentuk kalimat yaitu: kata, frasa, klausa, intonasi, jeda, nada, dan tempo kalimat. Selain itu juga perlu diperhatikan struktur kalimat yaitu: subjek, predikat, objek dan pelengkap, keterangan.

    1. Subjek
      Subjek adalah unsur yang berfungsi sebagai pokok pembicaraan suatu kalimat berupa kata benda, kelompok kata benda (frasa), dan klausa. Kata benda pada subjek biasanya berupa kata benda konkret ataupun abstrak. Subjek dapat diungkapkan dengan pertanyaan siapa dan apa.
      Contoh 1:
      Tanya: Siapa yang mengantarnya ke sekolah?
      Jawab: Dia diantar ayahnya ke sekolah
      Contoh 2:
      Subjek berupa kata: Ayahnya sedang pergi memancing
      Subjek berupa frasa: Keponakan teman ibuku berhasil memperoleh beasiswa ke luar negeri
      Subjek berupa klausa: Orang yang tadi pagi mengenakan baju dan celana berwarna hitam itu sedang mengejar buronan
      Subjek berupa klausa dapat ditemukan pada kalimat majemuk.
    2. Predikat
      Predikat adalah unsur kalimat yang berfungsi menjelaskan subjek berupa kata kerja atau kelompok kata kerja, kata sifat atau kelompok kata sifat, dan kata benda atau kelompok kata benda. Predikat dapat diketahui dengan mengajukan pertanyaan dengan menggunakan kata mengapa atau bagaimana.
      Contoh:
      Pembobolnya pemuda itu
      Bunga itu wangi sekali
      Kakek tua itu sedang menikmati masa pensiunnya
    3. Objek dan Pelengkap
      Objek dan pelengkap merupakan fungsi kalimat yang letaknya selalu di belakang predikat. Objek dan predikat masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaannya sebagai berikut:
      a. Objek kategorinya berupa kata benda, sedangkan pelengkap kategorinya dapat berupa kata benda, kerja, dan sifat.
      b. Objek berada langsung di belakang kata kerja transitif aktif tanpa preposisi, sedangkan pelengkap berada di belakang semitransitif atau dwitransitif  dan dapat didahului preposisi.
      c. Objek dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif, sedangkan pelengkap tidak dapat dijadikan bentuk pasif.
      d. Objek dapat diganti dengan -nya, sedangkan pelengkap tidak dapat diganti dengan -nya kecuali didahului dengan preposisi.
    4. Keterangan
      Keterangan adalah unsur yang fungsinya menerangkan seluruh fungsi yang ada dalam suatu kalimat. Berbeda dengan fungsi-fungsi lainnya, kehadiran fungsi keterangan dalam suatu kalimat bersifat tidak wajib karena tidak akan mengganggu struktur dan keseluruhan makna. Jenis-jenis keterangan, sebagai berikut:
      a. Keterangan alat: selalu didahului oleh kata dengan atau tanpa.
      b. Keterangan cara: dengan tegas, secara baik, selalu, biasanya, secepat-cepatnya.
      c. Keterangan tempat: di sana, di sini, dari situ, sampai jalan raya, ke dokter, dsb.
      d. Keterangan tujuan: demi, bagi, guna untuk, dan buat.
      e. Keterangan penyebab: karena dan sebab.
      f. Keterangan similatif: menyatakan kesetaraan atau kemiripan antara suatu keadaan, kejadian, perbuatan (laksana, sebagai, seperti, bagaikan).
      g. Keterangan waktu: kemarin, sebentar, nanti, besok, tidak lama kemudian, pada hari jumat, dsb.
      h. Kesalingan: menyatakan silih berganti (satu sama lain).

B. Klausa

    1. Pengertian klausa
      Klausa merupakan satuan gramatikal berupa kumpulan kata yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat kata. Berikut ciri-ciri klausa:
      a. Klausa mengandung unsur predikatif, sedangkan frasa tidak
      b. Klausa tidak memiliki intonasi dan tanda baca
      c. Subjek dan predikat pada klausa sering ditemukan secara eksplisit. Subjek atau predikat sering dihilangkan pada anak kalimat atau klausa bawahan jika subjek dan predikatnya sama dengan klausa utama atau induk kalimat.
      Frasa dan kalimat memiliki persamaan, yaitu unsur pembangunnya memiliki sebjek dan predikat.
    2. Jenis klausa
      a. Klausa utama/ klausa bebas/ induk kalimat, merupakan klausa yang dapat berdiri sendiri dan tidak didahului dengan konjungsi.
      b. Klausa bawahan/ klausa terikat/ anak kalimat, merupakan klausa yang tidak dapat berdiri sendiri dan didahului dengan konjungsi.

C. Jenis Kalimat

Jenis-jenis kalimat berdasarkan struktur gramatikal, sebagai berikut:

        1. Kalimat Tunggal
          Kalimat yang terdiri atas satu pola kalimat atau satu klausa. Pola kalimatnya sekurang-kurangnya S – P. Tetapi dapat pula dilengkapi dengan objek, pelengkap, juga keterangan.
        2. Kalimat Majemuk
          Kalimat majemuk merupakan kalimat yang terdiri atas dua unsur inti atau lebih dari satu klausa. Terdapat tiga jenis kalimat majemuk yaitu:
          a. Kalimat majemuk setara: pola-pola kalimatnya memiliki kedudukan yang sederajat, tidak ada pola kalimat yang menduduki fungsi lebih tinggi.
          b. Kalimat majemuk bertingkat: salah satu polanya menduduki fungsi utama kalimat, yaitu terdiri dari induk kalimat (klausa atasan) dan anak kalimat (klausa bawahan).
          c. Kalimat majemuk campuran: terdiri atas satu pola kalimat utama dan sekurang-kurangnya dua pola utama dan satu pola bawahan.

Jenis-jenis kalimat berdasarkan subjeknya terdiri dari:

    1. Kalimat pasif
      Kalimat yang subjeknya berperan sebagai sesuatu yang dikenai suatu tindakan. Predikat pada kalimat ini biasanya berimbuhan di- atau ter-. Ciri-ciri kalimat pasif sebagai berikut:
      a. Subjek berperan sebagai sesuatu yang dikenai suatu perbuatan.
      b. Predikatnya berimbuhan di-, ter-, ke-an, dan ter-an.
      c. Predikatnya bisa berupa jenis-jenis kata ganti orang yang diikuti kata kerja tak berimbuhan.
      d. Objek pada kalimat pasif adalah subjek pada kalimat aktif.
      e. Biasanya terdapat kata ‘oleh’ atau ‘dengan’ di dalamnya. Dua kata tersebut dapat dihilangkan dan makna kalimatnya tidak akan berubah.
    2. Kalimat aktif
      Kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan atau melakukan perbuatan, ciri-cirinya yaitu subjeknya sebagai pelaku, predikatnya berawalan me- atau ber-, dan predikatnya tergolong kata kerja.
      Jenis-jenis kalimat aktif:
      a. Kalimat aktif transitif adalah kalimat aktif yang membutuhkan objek.
      b. Kalimat aktif intransitif adalah kalimat aktif yang tidak diikuti oleh objek, tetapi diikuti oleh kata keterangan atau pelengkap. Struktur kalimat tersebut adalah S-P-K (pelengkap).
      c. Kalimat aktif ekstransitif adalah kalimat aktif yang memerlukan objek, tetapi tidak memiliki pelengkap. Struktur kalimat tersebut adalah S-P-O.
      d. Kalimat aktif dwitransitif adalah kalimat aktif yang hanya memiliki satu predikat serta memerlukan objek dan pelengkap. Struktur kalimat tersebut adalah S-P-O-K (pelengkap).

D. Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang informasinya jelas dan tidak mengandung tafsiran ganda. Kalimat efektif mampu menyatukan persepsi antara pikiran penulis/ pembicara dengan pembaca/ pendengar. Kriteria kalimat efektif, sebagai berikut:

  1. Kesepadanan: kalimat mempunyai subjek dan predikat, tetapi tidak memiliki subjek ganda.
  2. Kesejajaran bentuk/ paralel
  3. Kesejajaran makna/ kelogisan
  4. Kelogisan
  5. Kehematan: penghilangan bentuk sinonim (sejak-dari, agar-supaya, hanya-saja, sebab-karena, dsb), penghilangan makna jamak ganda (para hadirin, semua anak-anak, seluruh siswa-siswa), dan menghindari pemakaian superordinat pada hiponimi (bunga anggrek, mobil kijang).

E. Inti Kalimat dan Kalimat inti

  1. Inti kalimat
    Unsur-unsur inti di dalam sebuah kalimat disebut dengan inti kalimat yaitu subjek dan predikat. Selain itu, bisa juga objek tapi dengan syarat kalimat itu adalah kalimat aktif transitif. Sedangkan unsur yang bukan inti kalimat adalah keterangan.
  2. Kalimat inti
    Kalimat yang tersusun atas unsur-unsur pokok saja disebut dengan kalimat inti. Kalimat inti memiliki pola S-P, S-P-O, atau S-P-Pelengkap. Ciri-ciri kalimat inti sebagai berikut:
    a. Kalimat inti harus memiliki unsur-unsur dasar pada sebuah kalimat
    b. Tidak ada unsur keterangan pada kalimat inti
    c. Kalimat inti berupa kalimat aktif
    d. Sifatnya sebagai kalimat berita
    e. Polanya S-P, S-P-O, atau S-P-Pelengkap
    f. Unsur penyusunnya berupa kata bukan frasa
    g. Intonasi kalimat datar atau netral
    h. Kalimat inti bukan merupakan kalimat negatif

 

Sebelumnya Rangkuman Materi Kata Bahasa Indonesia UTBK-SBMPTN
Selanjutnya Rangkuman Materi Paragraf Bahasa Indonesia UTBK-SBMPTN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.