Rangkuman Materi, Contoh Soal Makromolekul : Sifat Karbohidrat, Protein, Lemak/Lipid

Rangkuman Materi Makromolekul : Sifat Karbohidrat, Protein, Lemak/Lipid Kelas 12 SMA

 KARBOHIDRAT

  • Berdasarkan jumlah sakarida, karbohidrat dapat dibagi sebagai berikut:
 

2015-04-22_19-56-22

Monosakarida:

Glukosa

Nama lainnya dektrosa, terdapat dalam darah dibuat dengan cara menghidrolisis amilum

Fruktosa

Dikenal sebagai gula buah, lebih manis 1,73 kali dibandingkan gula pasir (sukrosa)

Galaktosa

Dihasilkan dari proses hidrolisis gula susu mamalia.

Disakarida:

Sukrosa

Disebut juga gula tebu, reaksi hidrolisisnya akan menghasilkan fruktosa dan glukosa

Laktosa

Hidrolisisnya akan menghasilkan galaktosa dan glukosa.

Maltosa

Hidrolisisnya akan menghasilkan dua molekul glukosa

Polisakarida

  • Amilum atau pati 
    Hidrolisis amilum akan menghasilkan Dekstrin, dekstrin dihidrolisis akan menghasilkan maltosa yang kemudian dihidrolisis akan menghasilkan glukosa.
  • Selulosa
  • Glikogen
  • Kitin
  • Likenan

Gula pereduksi

  • Semua monosakarida dapat mereduksi larutan Fehling atau Tollens ditunjukkan dengan adanya endapan merah bata dan cermin perak.
  • Sukrosa, amilum, glikogen, dan selulosa merupakan karbohidrat yang tidak dapat mereduksi larutan Fehling atau Tollens.

Pengujian Karbohidrat

  • Uji Molisch, pereaksi yang digunakan yaitu larutan α-naftol dalam alkohol, karbohidrat jika ditambah asam sulfat pada batas cairan akan terbentuk warna merah keunguan.
  • Pengujian Polisakarida, menggunakan Iodin, akan memberikan warna biru.
  • Pengujian Gula Pereduksi, menggunakan pereaksi Fehling, pereaksi Benedict, dan pereaksi Tollens.

PROTEIN

  • Merupakan polimer yang terbentuk dari monomer asam amino yang terbentuk dengan ikatan peptida, struktur asam amino secara umum yaitu:


Asam Amino

Memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  1. Bersifat amfoter
    Yaitu dapat beraksi dengan asam maupun dengan basa, hal ini disebabkan adanya gugus asam karboksilat yang bersifat asam dan gugus amina yang bersifat basa.
  2. Ion zwitter
    Yaitu ion yang memiliki dua muatan, satu ion positif dan satu ion negatif. Ion ini tidak tertarik pada medan listrik karena bermuatan netral.


  3. Optis Aktif
    Semua asam amino bersifat optis aktif karena memiliki atom C kiral, kecuali asam amino glisin.

Protein

Memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  1. Dapat mengalami hidrolisis menjadi asam amino.
  2. Dapat mengalami denaturasi, jika:
    a. dipanaskan hingga 100oC
    b. berada pH yang extrem
    c. dimasukkan ke dalam pelarut alkohol atau aseton.

Uji Protein

  • Uji Biuret
    Menguji senyawa-senyawa yang memiliki ikatan peptida. Hasil positif adanya protein ditunjukkan terbentuknya warna ungu
  • Uji Xantoprotein
    Pengujian terhadap asam amino yang mengandung cincin benzena, seperti fenialalanin, tirosin, triptofan. Hasil positif akan terbentuk warna putih dan jika dipanaskan akan terbentuk warna kuning.
  • Uji Millon
    Pengujian terhadap protein yang mengandung asam amino yang memiliki gugus fenol, misalnya tirosin. Hasil positif akan terbentuk warna putih jika dipanaskan berubah menjadi merah.
  • Uji Belerang
    Pengujian terhadap protein yang mengandung asam amino yang memiliki gugus belerang, misalnya sistein, sistin dan metionin. Hasil positif menunjukkan adanya endapan hitam.

LIPID

  • Dikenal sebagai lemak, memiliki sifat sukar larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti kloroform dan eter. Senyawa yang termasuk lipid adalah:
    • Trigliserida
    • Fosfolipid
    • Steroid
    • Lipoprotein
Mau Belajar Privat Online Lewat Zoom Bersama Tim Guru Kami? 
Lebih Jelas KLIK DISINI yah 

Contoh Soal Makromolekul : Sifat Karbohidrat, Protein, Lemak/Lipid Kelas 12 SMA & Pembahasannya

Soal No.1 (UTBK 2019)
Ikatan antar monomer dalam amilum adalah..
  1. peptida
  2. fosfodiester
  3. glikosida
  4. amida
  5. ester

PEMBAHASAN :
Ikatan antar monomer dalam amilum adalah glikosida.

  • Peptida adalah ikatan antar monomer asam amino pembentuk protein.
  • Fosfodiester ikatan dalam asam nukleat pada DNA

Jawaban C

Soal No.2 (UTBK 2019)
Selulosa dihidrolisis jadi dimer membentuk
  1. Sukrosa
  2. Laktulosa
  3. Laktosa
  4. Maltosa
  5. Selobiosa

PEMBAHASAN :
Hasil dihidrolisis dari selulosa akan membentuk dimer yaitu selobiosa
Jawaban E

Soal No.3
Gambarkan struktur dari suatu ketoheksosa dan suatu aldopentosa

PEMBAHASAN :
Struktur ketoheksosa contohnya yaitu fruktosa

fruktosa

Struktur aldoheksosa contohnya glukosa

glukosa

Soal No.4
Suatu monosakarida tersusun dari lima atom karbon dan mengandung gugus aldehida. Gambarkan strukturnya menurut konfirmasi Fischer dan menurut konformasi Haworth.

PEMBAHASAN :
Terdiri dari lima atom karbon dan mengandung gugus aldehid berarti termasuk aldopentosa 

Konfirmasi Ficher

Konfirmasi Haworth

Soal No.5
Tuliskan reaksi hidrolisis dari sukrosa

PEMBAHASAN :
C12H22O11 + H2O → C6H12O6 + C6H12O6

Sukrosa                      glukosa     fruktosa 

Soal No.6
Suatu zat polimer diduga mengandung zat amilum atau selulosa. Tuliskan prosedur untuk membedakan keduanya berdasarkan uji karbohidrat.

PEMBAHASAN :
Untuk membedakan amilum dan selulosa dapat menggunakan uji iod. Jika zat polimer tersebut ditetesi larutan iod menghasilkan warna biru berarti zat tersebut mengandung amilum, tetapi jika berwarna coklat maka zat tersebut mengandung selulosa.

Soal No.7
Fruktosa yang tidak mempunyai gugus aldehida dapat mereduksi larutan fehling. Jelaskan mengapa hal tersebut dapat terjadi.

PEMBAHASAN :
Karena masih memiliki gugus α-hidroksi keton yang bebas yang dapat dioksidasi menjadi keton

Soal No.8
Jelaskan sifat polarisasi dari senyawa glukosa.

PEMBAHASAN :
Glukosa merupakan monosakarida yang memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan, yaitu +112o. Jika glukosa dilarutkan ke dalam air, besarnya sudut putar bidang polarisasi cahaya akan berubah secara perlahan-lahan sampai stabil pada +52,60o.

Soal No.9
Jika glukosa diuji dengan uji karbohidrat berikut, bagaimana hasil pengamatannya (perubahan yang terjadi)?
  1. Uji iod
  2. Uji Seliwanoff
  3. Uji Benedict
  4. Uji Fehling
  5. Uji Barfoed

PEMBAHASAN :

  1. Uji iod : Uji iod hanya untuk menunjukkan polisakarida sedangkan glukosa adalah monosakarida. Warna yang dihasilkan saat glukosa di uji iod yaitu kuning.
  2. Uji Seliwanoff : uji Seliwanoff yaitu menguji adanya gugus aldosa dan ketosa. Gula ketosa yaitu fruktosa akan memberikan warna merah. Sedangkan glukosa termasuk gula aldosa tidak akan memberikan warna merah (hasil negatif).
  3. Uji Benedict : uji ini menguji karbohidrat yang memiliki sifat pereduksi salah satunya adalah glukosa. Hasil pengamatan akan memberikan endapan merah bata.
  4. Uji Fehling : uji Fehling menguji karbohidrat yang memiliki sifat pereduksi salah satunya adalah glukosa. Hasil pengamatan akan memberikan endapan merah bata.
  5. Uji Barfoed : uji ini menunjukkan adanya monosakarida salah satunya adalah glukosa. Hasil pengamatanya adalah adanya endapan warna merah jingga.
Soal No.10
Suatu karbohidrat memberikan warna ungu pada uji Molisch, berwarna merah pada uji Seliwanoff, tidak berwarna pada uji iod, dan memberikan hasil positif pada uji Barfoed. Jika jumlah atom karbon di dalam karbohidrat tersebut ada enam, tentukan jenis karbohidrat tersebut.

PEMBAHASAN :
Di uji Molisch memberikan warna ungu menunjukkan adanya karbohidrat dalam sampel. Berwarna merah pada uji Seliwanoff menunjukkan adanya gugus ketosa kemungkinan adalah fruktosa. Memberikan hasil positif pada uji Barfoed menunjukkan adanya monosakarida salah satunya adalah fruktosa. Jumlah atom nya ada enam maka dipastikan karbohidrat tersebut adalah fruktosa.

Soal No.11
Gambarkan struktur alanin, kemudian jelaskan bagaimana struktur alanin dalam lingkungan asam, basa dan netral.

PEMBAHASAN :
Struktur alanin

 

dalam lingkungan asam:

dalam lingkungan basa:

dalam lingkungan netral:

Soal No.12
Jelaskan yang dimaksud dengan protein konjugasi serta penggolongan dan contohnya.

PEMBAHASAN :
Protein konjugasi merupakan senyawa protein yang mengikat (terikat dengan) molekul lain yang bukan protein. terdiri dari:

  1. Nukleoprotein, contohnya : protein pada inti sel dan kecamah biji-bijian.
  2. Glikoprotein, contohnya: pada musin kelenjar ludah, hati dan tendon.
  3. Fosfoprotein, contohnya: terdapat pada susu atau kuning telur.
  4. Lipoprotein, contohnya: terdapat pada serum darah, kuning telur, atau susu.
  5. Kromoprotein, contohnya: pada hemoglobin
Soal No.13
Lipid sering dikelompokkan menjadi lipid terhidrolisis dan lipid tidak terhidrolisis. Berikan contohnya masing-masing

PEMBAHASAN :

  • Lipid terhidrolisis contohnya: lilin, trigliserida, fosfolipid, fosfomyelin.
  • Lipid tidak terhidrolisis contohnya : steroid (progesteron, kolesterol, estrogen), Terpenoid (sitral, geraniol).
Soal No.14
Tuliskan struktur dari lemak dengan nama berikut.
  1. Gliserol tributirat
  2. Gliserol tristearat

PEMBAHASAN :

  1. Gliserol tributirat
  2. Gliserol tristearat

Untuk menjawab soal nomor 15 dan 16, gunakan informasi berikut.

  1. CH3(CH2)6COOH
  2. CH3(CH2)6CH = CH(CH2)4COOH
  3. CH3CH=CH(CH2)2CH=CH(CH2)4COOH
  4. CH3CH=CH(CH2)2CH=CH(CH2)5CH=CHCH2COOH
  5. CH3CH=CH(CH2)4CH=CH(CH2)4COOH
Soal No.15
Tuliskan nama sistematis (IUPAC) dan/atau nama kombinasi senyawa asam lemak tersebut.

PEMBAHASAN :

  1. CH3(CH2)6COOH = 
  2. CH3(CH2)6CH = CH(CH2)4COOH
  3. CH3CH=CH(CH2)2CH=CH(CH2)4COOH
  4. CH3CH=CH(CH2)2CH=CH(CH2)5CH=CHCH2COOH
  5. CH3CH=CH(CH2)4CH=CH(CH2)4COOH 
Soal No.16
Monosakarida yang dikenal sebagai gula buah adalah …
  1. Fruktosa
  2. Galaktosa
  3. Glukosa
  4. Sukrosa
  5. Laktosa

PEMBAHASAN :
Beberapa jenis karbohidrat berdasarkan jumlah sakarida, diantaranya:

  1. Fruktosa: dikenal sebagai gula buah, 1,73 kali lebih manis dibandingkan dengan sukrosa.
  2. Galaktosa: hasil dari proses hidrolisis gula susu mamalia.
  3. Glukosa: terdapat dalam darah hasil dari hidrolisis amilum.
  4. Sukrosa: gula tebu/ gula pasir, hasil hidrolisisnya akan menghasilkan fruktosa dan glukosa.
  5. Laktosa: hasil hidrolisisnya akan menghasilkan galaktosa dan glukosa.

Jawaban A

Soal No.17
Pengujian kandungan protein dapat dilakukan dengan cara, kecuali …
  1. Uji Biuret
  2. Uji Xantoprotein
  3. Uji Millon
  4. Uji Molisch
  5. Uji Belerang

PEMBAHASAN :
Pengujian Karbohidrat:

  1. Uji Molisch
  2. Pengujian Polisakarida (Iodin)
  3. Pengujian Gula Pereduksi (pereaksi Fehling, pereaksi Benedict, dan pereaksi Tollens)

    Pengujian Protein:

    1. Uji Biuret
    2. Uji Xantoprotein
    3. Uji Millon
    4. Uji Belerang

Jawaban D

Soal No.18
Hasil hidrolisis dari sukrosa adalah …
  1. Glukosa + glukosa
  2. Fruktosa + glukosa
  3. Glukosa + galaktosa
  4. Fruktosa + fruktosa
  5. Fruktosa + galaktosa

PEMBAHASAN :
Hidrolisis pada molekul disakarida sebagai berikut:

  1. Maltosa: glukosa dan glukosa
  2. Laktosa: glukosa dan galaktosa
  3. Sukrosa: glukosa dan fruktosa

Jawaban B

Soal No.19
Protein memiliki gugus asam karboksilat dan gugus amina. Hal ini menunjukkan bahwa protein bersifat …
  1. Netral
  2. Asam lemah
  3. Basa lemah
  4. Optis
  5. Amfoter

PEMBAHASAN :
Sifat-sifat yang dimiliki protein yaitu:

  1. Amfoter: dapat bereaksi  dengan asam dan basa, karena memiliki gugus asam karboksilat yang bersifat asam dan gugus amina yang bersifat basa.
  2. Ion zwitter: memiliki dua muatan, satu ion positif dan satu ion negatif. ion ini tidak tertarik pada medan listrik karena bermuatan netral.
  3. Optis aktif: semua asam amino nersifat optis aktif karena memiliki atom C kiral, kecuali asam amino glisin.

Jawaban E

Soal No.20
Senyawa lipid bersifat hidrofobik, maka yang bukan termasuk pelarut untuk lipid adalah …
  1. Pelarut organik
  2. Eter
  3. Air
  4. Klorofoam
  5. Benzena

PEMBAHASAN :
Senyawa lipid pada umumnya bersifat hidrofobik (sulit larut dalam air), tetapi masih bisa larut dalam pelarut organik yaitu eter, klorofoam, dan benzena.

Jawaban C

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You cannot copy content of this page