Materi, Contoh Soal Teks Eksposisi & Pembahasannya

MATERI TEKS EKSPOSISI

Definisi

Teks eksposisi adalah teks yang memberikan sebuah informasi atau pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan jelas. Teks ini juga mengajak kepada pembaca dengan sejumlah argumentasi tertentu untuk melakukan atau tidak melakukan, meyakini atau tidak meyakini tentang apa yang disampaikan penulis.

Tujuan

Tujuan teks eksposisi adalah untuk menjelaskan suatu hal/permasalahan/informasi tertentu kepada masyarakat agar masyarakat mengikuti, melakukan, atau meyakini apa yang disampaikan penulis sehingga dapat memberikan manfaat dan pengetahuan kepada pembacanya.

Ciri-ciri

Teks eksposisi memiliki ciri-ciri khusus yang bisa membedakan teks tersebut dengan teks lainnya. Berikut ini adalah ciri-ciri teks eksposisi:

  1. Judul teks eksposisi kurang lebih sebagai berikut:
    • Pentingnya minum air putih 8 gelas sehari.
    • Tips-tips mengatur keuangan keluarga
    • Bahaya rokok buat kesehatan anak.
    • Manfaat latihan Yoga buat kesehatan fisik dan psikis.
    • Realita hukum di Indonesia
    • Kemacetan dan banjir di Jakarta
  2. Singkat, padat, dan jelas.
  3. Menggunakan ragam bahasa baku.
  4. Bersifat informatif atau penting yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau fakta-fakta yang belum diketahui oleh masyarakat.
  5. Objektif dan tidak memihak kepada satu pihak tertentu.
  6. Jika teks disertai oleh data, data harus faktual dan bisa dipertanggungjawabkan.
  7. Digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi terhadap kehidupan masyarakat.

Struktur

Untuk membedakan dengan jenis teks lainnya, teks eksposisi memiliki struktur khusus. Struktur teks eksposisi adalah sebagai berikut: judul, tesis, argumentasi, dan penegasan ulang

  1. Judul

    Bagian judul harus berbentuk frasa, serta bersifat menarik, singkat, padat, jelas, dan provokatif yang bisa dignakan untuk memancing orang untuk membaca tulisan atau teks eksposisi yang sudah disajikan penulis.

  2. Tesis (pernyataan umum)

    Bagian tesis berfungsi untuk memperkenalkan topik atau permasalahan yang akan disampaikan dan menepatkan pembaca pada situasi tertentu, yaitu sependapat (karena pembaca mengetahui manfaat dari informasi/permasalahan yang dilulas) atau tidak  sependapat (karena alasan ketidaktahuan pembaca dan lain-lain).

  3. Argumentasi

    Bagian argumentasi berisi pendapat atau opini dari penulis yang didukung oleh data-data yang faktual dan akurat untuk mendukung opini penulis tersebut. Panjang-pendeknya pendapat di bagian argumentasi ini tergantung dari seberapa rumit dan pentingnya informasi/ hal/permasalahn yang ingin disampaikan penulis.

  4. Penegasan ulang

    Bagian penegasan ulang berisi simpulan dari apa yang sudah disampaikan di bagian argumentasi. Bagian ini ditulis singkat, padat, dan komprehensif atau mencakup/merangkum apa yang telah disampaikan di bagian sebelumnya.

 Jenis-jenis teks eksposisi

Teks ekposisi memiliki jenis-jenis tertentu jika dilihat dari isi atau tujuan yang ingin disampaikan kepada penulis. Berikut ini adalah jenis-jenis teks eksposisi.

  1. Eksposisi definitif

    Jenis eksposisi ini memaparkan penjelasan atau definisi suatu permasalahan/topik/informasi tertentu.

    • Apa itu Psikologi Bahasa?
    • Apa itu Covid 19 dan Bagaimana untuk Mencegahnya?
  2. Eksposisi proses

    Jenis eksposisi ini menjelaskan tntang langkah-langkah untuk mendapatkan suatu manfaat dari topik atau hal yang ingin disapaikan. Contoh:

    • Tips-Tips Belajar ala Bimbingan Belajar
    • Langkah-Langkah Memajukan Bisnis Digital yang Kompetitif
    • Kiat-kiat Membudidayakan Jamur Tiram di Musim Penghujan
  3. Eksposisi ilustratif

    Jenis eksposisi ini memberikan penjelasan dengan gambaran atau ilustasi sederhana tentang suatu topik/informasi/permasalahan. Contoh:

    • Rokok bisa Mempercepat Kematianmu dan Anak-Istrimu
    • Narkoba itu Malaikat Mautmu
  4. Eksposisi informatif/laporan

    Jenis eksposisi ini menjelaskan tentang hasil laporan dari sebuah studi atau penelitian tertentu tentang topik atau hal yang relevan dengan apa yang ingin disampaikan penulis. Contoh:

    • Fakta-fakta Undang-Undang Omnibuslaw
    • Realita Politik Dinasti menjelang Pilkada
  5. Eksposisi komparatif

    Jenis eksposisi ini menjelaskan suatu hal/informasi dengan memberikan perbandingan yang logis dan relevan. Contoh:

    • Tikus-tikus Berdasi di Parlemen Indonesia
    • Fakta Hukum dan Kekacauan Penegakan Hukum Era SBY dan Jokowi
  6. Eksposisi pertentangan

    Jenis eksposisi ini menjelaskan tentang suatu hal/informasi/permasalahan dengan mempertentangkan dua hal yang relevan dengan apa yang ingin disampaikan penulis. Contoh:

    • Manfaat dan Efek Samping Vitamin C dosis Tinggi untuk Memperkuat Daya Tahan Tubuh.
    • Keuntungan Menggunakan Android dan Media Konvensional untuk Media Pembelajaran di Sekolah

Kaidah kebahasaan teks biografi

Teks biografi memiliki berbagai ciri kebahasaan khusus yang bisa membedakan teks ini dengan teks yang lainnya. Unsur-unsur kebahasaan teks biografi adalah sebagai berikut:

  1. Verba

    Verba adalah kelompok kata kerja yang biasanya menempati posisi predikat dalam kalimat. Ada beberapa jenis verba, namun verba yang digunakan buat teks eksposisi adalah verba aktif transitif dan intransitif.

    1. Verba aktif transitif

      Verba aktif transitif biasanya ditandai dengan prefiks me– dan verba transitif pastinya memerlukan objek dan bisa dipasifkan.

      Contoh:

      • Mengonsumsi buah-buahan setiap hari bisa membuat daya tahan tubuhmu menjadi semakin meningkat.
      • Para peternak itik dapat meraup untung yang berlipat dengan menjual daging itik ke mitra usaha tetap, seperti rumah makan.
    2. Verba aktif intransitif

      Verba aktif intransitif biasanya ditandai dengan prefiks ter/di-/ber-/menjadi dan verba inttransitif pastinya tidak memerlukan objek namun boleh ditambahkan pelengkap.

      Contoh:

      • Virus SARS Covid 19 bisa menyebar dengan cepat jika tidak ada pembatasan interaksi fisik antarmanusia.
      • Tanama jeruk yang terindikasi mengalami penjamuran tidak akan menghasilkan buah jeruk yang segar dan manis.
  2. Konjungsi

    Konjungsi merupakan kelompok kata sambung yang berfungsi untuk memisahkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, dan klausa/kalimat dengan klausa/kalimat. Berikut ini adalah pembagian konjungsi:

    1. Konjungsi setara atau koordinatif

      Konjungsi ini memisahkan bagian-bagian yang setara:

      Contoh: dan, serta, tetapi, sedangkan, padahal, atau, jika tidak, lagipula, bahkan, di lain sisi, selain itu, dll.

    2. Konjungsi bertingkat atau subordinatif

      Konjungsi ini memisahkan induk kalimat dan anak kalimat.

      Contoh: yang, setelah, sebelum, ketika, saat, meskipun, walaupun, karena, sebab, bahwa, agar, supaya, jika, andai, dll.

    3. Konjungsi korelatif

      Konjungsi ini memiliki korelator atau konjungsi lain yang berpasangan.

      Contoh:

      • Baik_____maupun______
      • Entah ______entah_______
      • Tidak hanya _______namun juga ________
      • Apakah _______atau________
      • Tidak hanya________tetapi juga_______
      • Bukan_______melainkan_______
  3. Kalimat simpleks dan kompleks

    Kalimat simpleks adalah kalimat tunggal yang hanya memiliki satu subjek dan satu predikat, sedangkan kalimat kompleks atau kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua kausa (S+P) yang dipisahkan oleh konjungsi.

    Contoh kalimat tunggal atau kalimat simpleks:

    • Siswa harus terbiasa arapan untuk menjaga kesehatannya.
    • Latihan Yoga dapat menjaga kesehatan fisik dan psikis.

    Contoh kalimat majemuk atau kalimat kompleks:

    • Ibu menyusui dianjurkan beristirahat lebih banyak, tetapi tetap melakukan aktivitas dan olahraga ringan untuk mengatur metabolisme tubuh.
    • Ketika hukum di Indonesia bisa diperjualbelikan, praktik-praktik kejahatan akan terus berkembang.
  4. Unsur modalitas

    Unsur modalitas adalah unsur yang paling menunjukan karakteristik dari teks eksposisi. Karena bahasa argumentasi atau opini biasanya menggunakan aspek modalitas. Contoh-contoh modalitas adalah: bisa, dapat, mampu, sebaiknya, seharusnya, harus, hendak, akan, mungkin, boleh, jika, sedang, sudah, belum, dll.

    Contoh:

    • Klarisa bisa mengalamai stres berat jika dia tidak melakukan konsultasi dan relaksasi psikis.
    • Perokok pasif mungkin akan mengalami sesak nafas akut jika dia terus-menerus terpapar asap rokok dari perokok aktif.
  5. Pronomina

    Pronomina disebut juga kata ganti. Pronomina di bagi menjadi pronomina persona dan petujuk.

    1. Pronomina persona

      Pronomina persona merupakan kata ganti orang. Contohnya: aku, saya, ku, kamu, mu, kalian, ia, dia, mereka

    2. Pronomina penunjuk

      pronomina petunjuk dibagi empat: penunjuk umum, penunjuk tempat, penanya, dan referensi.

      Jenis pronomina penunjuk

      Contoh

      Penunjuk umumini, itu
      Penunjuk tempatdari sisi, dari sana, ke situ, ke sini, ke sana, di situ, di sini, di sana
      Penanyasiapa, apa, mana, berapa di mana, mengapa, berapa, bagaimana, siapa saja, apa saja
      Referensitersebut, hal itu, yang demikian

PENTINGNYA SARAPAN PAGI

Tesis

Sarapan adalah rutinitas yang selalu dilakukan oleh orang-orang yang hendak memulai aktivitas yang padat. Sarapan pada dasarnya adalah mengonsumsi makanan padat dan bergizi, seperti nasi dengan aneka lauk-pauknya, roti, atau kue yang disajikan dengan aneka minuman, seperti air putih, teh manis, atau susu.

Argumentasi

Sarapan bisa memberikan banyak manfaat bagi orang yang melakukannya, terutama efek positifnya untuk kesahatan tubuh. Sarapan makanan yang sehat dan bernutrisi dapat memberikan energi bagi tubuh dan otak setelah kita tidak makan selama satu malam Tanpa sarapan, proses metabolisme tidak akan seimbang karena kurangnya “bahan bakar” untuk pembakaran kalori yang bisa dikonversi menjadi energi. Ibaratnya, Anda bagaikan sedang menyalakan kendaraan tanpa bahan bakar.  Maka kendaraan tersebut tidak akan bisa bergerak.

Di lain sisi, sarapan juga mendukung daya kognitif, yaitu dengan mengembalikan kadar glukosa, yaitu karbohidrat penting yang dibutuhkan otak agar bisa berfungsi dengan baik. Studi ilmiah telah menunjukkan bagaimana sarapan bernutrisi dapat meningkatkan tingkat memori dan konsentrasi,  juga dapat membuat kita merasa lebih bahagia karena dapat meningkatkan mood dan menurunkan suasana stres.

Reiterasi (simpulan)

Sarapan menyediakan kebutuhan energi yang dibutuhkan. Kebutuhan energi setiap orang itu berbeda atau tergantung pada jenis kegiatan fisik atau nonfisik yang dilakukan. Namun, secara umum laki-laki membutuhkan energi lebih banyak dari pada permepuan. Pertumbuhan anak-anak juga membutuhkan banyak energi, sebagai contoh, anak laki-laki berusia 7-10 tahun harus mengkonsumsi sekitar 1970 kkal per hari, dan anak perempuan berusia 7-10 harus mengkonsumsi sekitar 1740 Kkal.

Contoh Soal Teks Eksposisi & Pembahasannya

Soal No.1

Berikut ini ciri ciri kebahasaan yang paling menonjol dalam teks eksposisi adalah ……

  1. Unsur modalitas
  2. Kalimat simpleks dan kalimat kompleks
  3. Verba atau kata kerja
  4. Pronomina
  5. Adjektiva
PEMBAHASAN :
Unsur modalitas adalah unsur yang paling menunjukan karakteristik utama/dominan dari teks eksposisi. Karena bahasa argumentasi atau opini biasanya menggunakan aspek modalitas. Contoh-contoh modalitas adalah: bisa, dapat, mampu, sebaiknya, seharusnya, harus, hendak, akan, mungkin, boleh, jika, sedang, sudah, belum, dll.

Jawaban A

Soal No.2

Berikut ini yang bukan mengindikasikan judul dari sebuah teks eksposisi adalah ….

  1. Manfaat Bengkuang untuk Menutrisi Kulit Wanita Tropis
  2. Bahaya Gadget untuk Anak Usia Prasekolah
  3. Trik Jitu Menghadapi UTBK Nondaring.
  4. Strategi Sukses ala Pebisnis dan Motivator Terkenal
  5. Langkah-langkah Membuat Tahu Bulat yang Enak
PEMBAHASAN :
Syarat-syarat judul teks eksposisi adalah singkat, padat, menarik, dan provokatif dengan relevansi dengan isi teks yag cenderung memberikan informasi yang bermanfaat yang sebelumnya orang tidak tahu atau tidak sadar. Opsi A, B, C, dan D adalah contoh judul dari teks eksposisi, sedangkan opsi E menunjukan judul untuk teks prosedur/prosedur kompleks.

Jawaban E

Soal No.3

Di bawah ini adalah struktur teks eksposisi yang tepat ….

  1. Isu, agumentasi, rekomendasi
  2. Definisi umum, deskripsi bagian, deskripsi manfaat
  3. Judul, tesis, argumentasi, penegasan ulang
  4. Orientasi, persitiwa atau kejadian, reorientasi
  5. Judul, tesis, deskripsi, kesimpulan
PEMBAHASAN :

Struktur eksposisi yang tepat adalah judul, tesis, argumentasi, dan penegasan ulang. Pembahasan untuk tiap-tiap opsi jawaban:

  • Opsi A: Struktur teks diskusi
  • Opsi B: Struktur teks laporan
  • Opsi D: Struktur teks biografi
  • Opsi E: Bukan struktur teks apa pun

Jawaban C

Soal No.4

Kalimat di bawah ini tidak mengandung aspek-aspek modalitas yaitu …..

  1. Olah raga yang teratur dapat meningkatkan kondisi fisik dan mencegah menurunnya imunitas tubuh
  2. Kita mengontrol pola makan untuk menyempurnakan program diet.
  3. Orang tua harus mengawasi anak-anak yang sedang mengakses internet.
  4. Pekerja keras sebaiknya menyempatkan tidur siang 10-15 menit ketika jam istirahat untuk menyeimbangkan kesehatan fisik dan otak.
  5. Menabung di bank akan berisiko jika keadaan ekonomi negara mengalami resesi dan inflasi karena bank cenderung dilikuidasi.
PEMBAHASAN :
Aspek modalitas ditandai dengan kata-kata berikut ini: bisa, dapat, mampu, sebaiknya, seharusnya, harus, hendak, akan, mungkin, boleh, jika, sedang, sudah, belum, dll

Jawaban B

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You cannot copy content of this page