Rangkuman Materi Kosakata Bahasa Indonesia UTBK-SBMPTN

Kosakata Bahasa Indonesia

Morfologi merupakan bagian ilmu tata bahasa yang mempelajari seluk beluk struktur morfem serta kemungkinan terjadinya perubahan golongan kata, arti, dan fungsi sebagai akibat perubahan strukturnya. Ada tiga macam objek penelitian morfologi, yaitu:

  1. Morfem serta proses pembentukannya menjadi sebuah kata.
  2. Pengulangan kata serta proses pembentukannya.
  3. Pemajemukan kata serta proses pembentukannya.

A. Morfem

Morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang mengandung makna, memiliki fungsi yang relatif stabil sehingga tidak dibagi dari bagian yang lebih kecil. Morfem dapat diartikan juga sebagai kesatuan yang membedakan arti dalam pembentukan kata. Terdapat dua jenis morfem, yaitu:

      1. Morfem bebas: morfem yang dapat berdiri-sendiri sebagai kata dan mengandung makna leksikal, contohnya kursi (kata benda), cepat (kata keterangan), baik (kata sifat).
      2. Morfem terikat: morfem yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata serta memiliki makna gramatikal saja. Ada dua jenis morfem terikat yaitu morfem terikat morfologis, contohnya imbuhan (afiksasi) dan morfem terikat sintaksis, contohnya partikel dan kata tugas.

Pembentukan Kata Jadian
Proses pembentukan kata jadian disebut afiksasi atau pengaglutinasian, yang terjadi apabila bentuk dasar dibubuhi imbuhan (bentuk dasar + imbuhan). Bentuk dasar adalah bentuk bahasa tunggal maupun kompleks yang menjadi alas (dasar) pembentukan kata yang lebih luas. Contoh:
a. Manusia + ke-an = kemanusiaan
b. Penulis + me- = menulis
c. Perikemanusiaan + ber- = berperikemanusiaan

Pembentukan Kata Ulang
Proses pembentukan kata ulang disebut reduplikasi, yang terjadi apabila bentuk dasar diulang (bentuk dasar + bentuk dasar). Proses pengulangan kata ada 2 jenis, yaitu:

    1. Proses pengulangan sebagian, contohnya berlarian → berlari-lari, berjalan → berjalan-jalan.
    2. Proses pengulangan seluruhnya: proses ini dengan atau tanpa variasi fonem dengan atau tanpa imbuhan. Contohnya meja → meja-meja, rumah sakit → rumah sakit-rumah sakit.

Prinsip Proses Pengulangan
Prinsip proses pengulangan ada dua jenis, yaitu:

    1. Bentuk dasar yang diulang, harus bentuk yang digunakan dalam pemakaian bahasa. Seperti kura-kura, bukan bentuk kata ulang karena bentuk dasar kura tidak terdapat dalam pemakaian bahasa.
    2. Proses pengulangan tidak mengubah golongan kata/ jenis kata. Seperti berkata (kata kerja) → berkata-kata (kata kerja).

Makna Proses Pengulangan
Beberapa makna proses pengulangan, sebagai berikut:

    1. Menyatakan intensitas
      . Kualitas, contoh: Ia anak baik-baik.
      . Kuantitas, contoh: Rumah-rumah terkena longsor.
      . Frekuensi, contoh: Ia menggeleng-gelengkan kepalanya
    2. Melemahkan arti
      . Agak, contoh: Ia masih ragu-ragu
      . Menyerupai, contoh: Mobil-mobilan dibuat sangat mirip dengan aslinya.
    3. Menyatakan pekerjaan berbalasan (resiprok) atau saling, contoh: Para tamu bersalam-salaman di acara silaturahmi itu.
    4. Menyatakan bermacam-macam, contoh: buah-buahan, dan tumbuh-tumbuhan.
    5. Menyatakan kolektif, contoh: tiga-tiga, lima-lima.

Proses Pembentukan Kata Majemuk
Proses pembentukan kata majemuk disebut pemajemukan (komposisi). Proses pemajemukan dilakukan dengan cara menggabungkan dua kata atau lebih, dengan pola kata majemuk ditentukan oleh golongan kata yang membentuk kata majemuk. Contoh:

    1. Kata benda + kata benda = buah tangan
    2. Kata benda + kata kerja = kapal terbang
    3. Kata benda + kata sifat = rumah sakit
    4. Kata sifat + kata benda = besar kepala
    5. kata kerja + kata benda = naik daun

Proses penggabungan pada kata majemuk dapat menimbulkan makna baru, sehingga kata majemuk berbeda dengan frasa. Misalnya kamar kecil, maknanya bukan berarti kamar yang berukuran kecil. Kata majemuk dengan makna baru yang tidak dapat ditelusuri unsur-unsurnya disebut kata majemuk idiomatik atau ungkapan. Contohnya kambing hitam (orang yang disalahkan), makna barunya tidak dapat dicari dari kata kambing dan hitam.

Ciri-Ciri Kata Majemuk
Kata majemuk memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Gabungan kata membentuk makna baru.
b. Gabungan kata membentuk satu unsur pusat/ inti.
c. Gabungan kata terdiri dari kata dasar.
d. Gabungan kata memiliki frekuensi pemakaian yang tinggi.
e. Gabungan kata harus dapat diulang seluruhnya
f. Gabungan kata dapat diberi imbuhan

Macam-Macam Kata Majemuk
Macam-macam kata majemuk sebagai berikut:
a. Kata majemuk deternatif
Kata majemuk ini merupakan persenyawaan yang memiliki hubungan atributif. Kata pertama sebagai yang diterangkan, sedangkan kata kedua sebagai penerangan. Contohnya: raja muda, kamar tidur, dsb.
b. Kata majemuk kopulatif
Kata majemuk ini merupakan persenyawaan dua kata yang sederajat. Contohnya: tanah air, sumpah serapah, dsb.
c. Kata majemuk posesif
Kebalikan dari kata majemuk deternatif, kata majemuk ini kata pertama sebagai penerangan, sedangkan kata kedua sebagai yang diterangkan. Kata majemuk posesif adalah kata majemuk yang menunjukkan kiasan. Contohnya: panjang tangan, keras kepala, dsb.

Imbuhan dalam Bahasa Indonesia
Imbuhan (afiks) adalah morfem terikat morfologi yang digunakan dalam pembentukan kata. Jenis-jenis imbuhan sebagai berikut:
a. Imbuhan berdasarkan bentuknya
. Awalan (prefiks): men-, ber-, di-, ter-, pen-, se-, dan ke-.
. Sisipan (infiks): -el-, -em-, dan -er-.
. Akhiran (sufiks): -kan, -i, -an, dan -nya.
. Imbuhan terputus (konfiks): ke-an, per-an, peN-an, dan ber-an.
. Imbuhan gabung: men-kan, di-kan, men-i, ber-an, ke-an
b Imbuhan berdasarkan fungsinya
. Imbuhan pembentuk kata kerja: men-, ber-, di-, ter.
. Imbuhan pembentuk kata benda: pen-, per-, dan -an.

Imbuhan Pembentuk Kata Kerja
Kata kerja (verba) adalah kata yang mengandung makna dasar tindakan/ aksi, proses, dan keadaan yang bukan sifat. Kata kerja memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
. Diingkari (dinegasikan) dengan kata tidak.
. Dapat diperluas dengan sekelompok kata dengan + kata sifat.
. Fungsi utama dalam kalimat sebagai predikat atau inti predikat.

Bentuk Kata Kerja
a. Verba asal, berdiri sendiri tanpa imbuhan. Contohnya duduk.
b. Verba turunan
. Dasar bebas imbuhan wajib, contohnya melebar dan mendarat.
. Dasar bebas imbuhan manasuka, contohnya bekerja dan membaca.
. Dasar terikat imbuhan wajib, contohnya berjuang dan bertemu.
. Reduplikasi, contohnya memukul-mukul dan berjalan-jalan.
. Majemuk, contohnya campur tangan dan naik haji.

Imbuhan yang digunakan sebagai pembentuk kata kerja
a. Prefiks: men-, ber-, ter-, dan di-
b. Sufiks: -kan, dan -i
c. Imbuhan gabungan: (men-) + (per-) + (-kan), (ter-) + (per-) + (-an), dsb

Sebelumnya Rangkuman Materi Tata Makna Bahasa Indonesia UTBK-SBMPTN
Selanjutnya Rangkuman Materi Matematika Sistem Koordinat SD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.