Rangkuman Materi, Contoh Soal Tanda Baca & Pembahasannya Bagian II

Rangkuman Materi Tanda Baca Bagian 2

(Titik, Petik Ganda, Petik Tunggal)

Penggunaan Tanda Baca Titik

Tanda baca titik (dot) adalah tanda baca yang sering digunakan dalam ragam wacana, baik formal maupun nonformal. Berikut ini adalah fungsi-fungsi tanda baca titik dalam kalimat: 

  1. Tanda baca titik digunakan untuk mengakhiri kalimat (baik kalimat deklaratif atau berita, kalimat negatif atau menyangkal, atau kalimat langsung)

    Contoh:

    • Ibrahim tidak kesulitan untuk menemukan adiknya yang tersesat di Terminal Kalideres.
    • Filsafat adalah disiplin ilmu yang Rocky Gerung kuasai sehingga ia pandai mengolah pemikiran menjadi kata-kata akademis yang berbobot.
    • Karena letaknya di tepi Laut Jawa, Cirebon dan Indramayu merupakan dua kota terpanas di Jawa Barat
    • Mekanik itu berkata, “Mesin ini menerapkan prinsip elektrisasi yang bisa menggerakan dinamo atau motor penggerak yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.”
  2. Tanda baca titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu atau jangka waktu.

    Contoh:

    • Pukul 09.18.35 (pukul 9 lewat 18 menit 35 detik)
    • 18.50 jam (10 jam, 18 menit, 50 detik)
    • 15.40 jam (2 jam, 15 menit, 40 detik)
    • Pukul 00.45.30 (pukul 00 lewat 45 menit 30 detik)
  3. Tanda baca titik digunakan dalam penulisan daftar pustaka.

    Daftar pustaka memiliki aturan penulisan sebagai berikut!

    Nama penulis. Tahun terbit. Judul buku. Kota terbit: Penerbit.

    Contoh:

    • Zain, Nurbani Syair. 2015. Pelukan Mantan Terindah. Tasikmalaya: PT Alim Rugi.
    • Tantular, Robert. 2003. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Bukupedia Publisihing.
    • Tambunan, John dan Deti Rodiah. 2012. Sukses Membangun Perbankan Syariah. Bandung: PT Presindo.
  4. Tanda baca titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukan jumlah.

    Contoh:

    • Indonesia memiliki 13.000 pulau, baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni.
    • Kami memiliki 2.000 nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.
    • Dana pembangunan mesjid ini berjumlah Rp170.000.000,00.
  5. Tanda baca titik digunakan untuk aturan-aturan penyingkatan.

    Aturan 1 (penggunaan tanda titik untuk singkatan nama, akademis, dan gelar)

    Contoh:

    • A. Kartini adalah pahlawan wanita Indonesia yang memperjuangkan prinsip-prinsip emansipasi wanita.
    • H. Abdul Ghofur sudah meninggal dunia.
    • Iriana adalah ketua penggerak PKK Desa Leuwi Sanca.
    • Dr. Zainudin Maliki, S.S. adalah pembicara seminar di kampus.
    • Rapat bulanan ini dipimpin oleh Saudara Maulana, M.Hum.

    Aturan 2 (penggunaan tanda titik untuk penyingkatan dua huruf)

    Contoh:

    • Atas nama → a.n.
    • Dengan alamat → d.a.
    • Untuk perhatian → u.p.
    • Sampai dengan → s.d.

    Aturan 3 (penggunaan tanda baca titik untuk penyingkatan tiga huruf)

    Contoh:

    • Dan lain-lain → dll.
    • Yang terhormat → yth.
    • Dan seterusnya → dst.
    • Dan lain sebagainya → dsb.
  6. Tanda baca titik digunakan sebelum konjungsi antarkalimat (konjungsi yang menghubungkan dua kalimat)

    Berikut ini adalah contoh-contoh konjungsi antar kalimat

    jadi, maka dari itu, oleh karena itu, sesungguhnya, oleh sebab itu, bisa dikatakan bahwa, meskipun demikian, akan tetapi, kesimpulannya, namun, lalu, kemudian

    Contoh:

    • Sabrina terkenal pemarah dan reaktif terhadap sikap teman-temannya. Meskipun demikian, ia selalu jujur dan tak pernah bersikap arogan.
    • Bumi perkemahan ini terbakar dua hari yang lalu. Jadi, rencana kita untuk berkemah di sana tertunda.
    • Penyebaran Virus corona belum dapat diatasi jika pemerintah belum menemukan vaksin. Akan tetapi, penyebaran virus tersebut bisa dicegah dengan kita menerapkan ptotokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
    • Bus wisata akan berhenti di Batu, Malang. Kemudian, bus tersebut akan melanjutkan perjalanan ke Jogjakarta.

Penggunaan Tanda Petik Ganda (“___”)

Tanda baca petik ganda adalah tanda baca yang sering digunakan dalam ragam wacana, baik formal maupun nonformal. Berikut ini adalah fungsi-fungsi tanda baca petik ganda dalam kalimat:

  1. Mengapit petikan langsung yang berasal dari naskah, pembicaraan, atau bahan tertulis lainnya.

    Contoh:

    • Jaminan UUD 1945 bahwa Indonesia sebagai negara hukum dapat ditemukan dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 27 ayat (1) yang berbunyi “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintah wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan itu tanpa ada kecualinya.”
    • Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara adalah Bahasa Indonesia”
    • Castano (1998:67) mengatakan “Peningkatan mutu hasil pertanian bisa dilakukan dengan penerapan sistem pertanian organik”
    • Menurut Pardede (dalam William, 2013:12), mengatakan “Kesenjangan sosial adalah permasalahan utama kependudukan di Kota Jakarta yang berimplikasi pada menurunnya kepekaan sosial nasional.”
  2. Mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku jika dipakai dalam kalimat.

    Contoh:

    • Dandi dan teman-teman sekelasnya akan mendeklamasikan puisi yang berjudul “Cakrawala Cinta”
    • Dosen mempersilakan mahasiswanya untuk mempelajari bab “Analisis psikolinguistik” selama sepuluh menit sebelum ujian dilaksanakan.
    • Para pengunjung perpustakaan sekolah membaca artikel yang berjudul “Isu Khilafah Versus Komunisme”.
    • Tulisan anak SD yang berjudul “Jenuhnya Belajar Daring” sempat viral di media sosial karena isinya menyoroti peramasalahan KBM selama pandemi dengan analisis dan gaya bahasa yang cukup akademis.
  3. Mengapit ungkapan (julukan), istilah ilmiah atau istilah yang kurang populer dalam konteks keformalan berbahasa.

    Contoh:

    • Ibu Sumiati menasihati dan meminta anak-anak perempuannya untuk tidak menjadi “pelakor” di kemudian hari.
    • Paijo dijuluki “kutu buku” oleh keluarganya
    • Pemerintah akan menerapkan strategi “tambal sulam” untuk mengatasi kebocoran anggaran APBN.
    • Cara berbicara temanku yang lembut dan puitis sering membuat perempuan “baper”.
  4. Mengapit ujaran dalam kalimat langsung

    Contoh:

    • Mas Parto berbisik kepada istrinya, “Bu, ambilkan teh manis ayah di meja dapur, ya, sekalian sama nasi goreng sisa pagi tadi!”
    • Anak itu berkata, “ Ayahku tidak pernah bisa merakit mainan edukasi ini karena pemasangannya membutuhkan ketelitian dan kesabaran.”
    • Farah berkata, “Sudahkan kamu sampaikan pesanku, Min?”
    • “Jangan habiskan waktumu untuk mengerjakan hal-hal yang dirasa kurang bermanfaat,” kata Ayah kepadaku.

Penggunaan Tanda Petik Tunggal (‘…….’)

Tanda baca petik tunggal adalah tanda baca yang sering digunakan dalam ragam wacana, baik formal maupun nonformal. Berikut ini adalah fungsi-fungsi tanda baca petik tunggal dalam kalimat:

  1. Mengapit kata dalam petikan lain (petik ganda).

    Contoh:

    • Sari, “Dari kemarin, ibu mendengar suara ‘tik-tik’ di dalam kamar Hamdan.”
    • Anita berkata, “Ayah selalu berkata ‘jangan’ ketika kami hendak menyentuh bunga Rafflesia arnoldi yang tumbuh di kebun belakang.”
    • “Restu dan teman-temannya berteriak ‘goool’ setelah Stefano Lilipaly berhasil menjebol gawang Timnas Malaysia yang dijaga Syaiful Razikin,” kata Ayah.
    • Bunga memelas manja kepada ibunya, “Bu, beliin aku sepeda motor listrik yang bunyi klaksonnya ‘telolet-telolet’!
  2. Mengapit MAKNA dari sebuah ungkapan atau istilah/kata dari bahasa

    Contoh:

    • Isu reshuffle ‘bongkar pasang kabinet’ berhembus kencang di kalangan istana dan hal ini diamini oleh Sekretaris Negara.
    • Gejala bahasa redundancy ‘penggunaan kata yang tidak perlu karena bermakna sama’ sering ditemukan dala konteks komunikasi, baik lisan maupun tulisan.
    • Siswa harus mempelajari Morfologi ‘ilmu bentukan kata’ sebelum dia masuk ke bab selanjutnya.
    • Dalam rencana perusahaan, strategi take over ‘ambil alih’ divisi yang sedang ‘sakit’ akan diberlakukan.

Contoh Soal Tanda Baca Bagian 2 Jawaban & Pembahasannya

(Titik, Petik Ganda, Petik Tunggal)

Soal No.1

Manakah kalimat di bawah ini yang menerapkan kaidah penggunaan tanda baca titik yang benar?

  1. Firman akan mengerjakan proyek ini dari pukul 12.00 s.d 14.00 esok hari.
  2. Pada tahun 2013, semua pemegang kartu Askes akan dipindahkan menjadi peserta atau pemegang kartu BPJS kelas 1.
  3. Purnomo, Antoni. 2004. Olahraga Populer di Indonesia. PT Tresindo.
  4. Atlet pemegang rekor nasional itu bisa mencapai garis finis dalam waktu 1.12.45. jam.
  5. Buku ini berjumlah 2.909 halaman ini mengalami salah cetak di halaman 1.907.
PEMBAHASAN :

Opsi B menerapkan penggunaan tanda baca titik yang benar. Perbaikan untuk tiap opsi adalah:

  • Firman akan mengerjakan proyek ini dari pukul 12.00 s.d. 14.00 esok hari.
  • Purnomo, Antoni. 2004. Olahraga Populer di Indonesia. Solo: PT Tresindo.
  • Atlet pemegang rekor nasional itu bisa mencapai garis finis dalam waktu 1.12.45 jam.
  • Buku ini berjumlah 2.909 halaman ini mengalami salah cetak di halaman 1907.

Jawaban B

Soal No.2

Manakah kalimat di bawah ini yang menerapkan tanda baca yang salah?

  1. Dia menyumbangkan uang sebesar Rp.23.000.000.00 ke sebuah yayasan di luar Kota Bogor.
  2. Ken Arum Probowati, S.E. terpilih menjadi Ketua Koperasi Adil Makmur periode 2019 s.d. 2014.
  3. Prinsip bargaining power ‘daya tawar’ dibutuhkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan.
  4. “Saya mendengar suara ‘bip-bip’ di belakang rumah,” celetuk Annisa kepada adiknya.
  5. Dia menemukan KTP dan SIM a.n. Tejo Paku Buwono di sekitar kawasan Palmerah, Jakarta.
PEMBAHASAN :
Opsi jawaban A salah karena setelah Rp tidak perlu ditambahka tanda baca titik dan dua digit terkahir iawali tanda koma bukan tanda titik. “Dia menyumbangkan uang sebesar Rp23.000.000,00 ke sebuah yayasan di luar Kota Bogor.”

Jawaban A

Soal No.3

Manakah kalimat ini bawah ini yang menerapkan tanda baca yang benar?

  1. Hj Sulastri, janda dua anak, diperistri H. Mustofa, pemilik Rumah Makan Selera Bundo.
  2. Putri, Zelvania Naura. 2016. Trik Mengasah Otak Kanan. Dinios Publishing.
  3. Dia berteriak, “Dudung, calon bupati dari Partai Solidaritas Bangsa, terbukti bersalah karena sudah memalsukan ijazah”.
  4. Trunojoyo dipailitkan Otoritas Jasa Keuangan setelah para direksinya terlibat mafia pajak.
  5. Para turi mancanegara akan menempuh perjalanan selama satu jam dari Solo s.d. Jogjakarta.
PEMBAHASAN :

Opsi E menerapkan kaidah penggunaan tanda baca yang benar. Perbaikan untuk masing-masing opsi adalah:

  • Sulastri, janda dua anak, diperistri H. Mustofa, pemilik Rumah Makan Selera Bundo.
  • Putri, Zelvania Naura. 2016. Trik Mengasah Otak Kanan. Majalengka: Dinios Publishing.
  • Dia berteriak, “Dudung, calon bupati dari Partai Solidaritas Bangsa, terbukti bersalah karena sudah memalsukan ijazah.”
  • PT Trunojoyo dipailitkan Otoritas Jasa Keuangan setelah para direksinya terlibat mafia pajak.

Jawaban E

Soal No.4

Manakah kalimat di bawah ini yang menerapkan kaidah penggunaan tanda baca yang salah?

  1. H. Tengku Amirudin, M.Pd. adalah juru bicara MUI Kota Salatiga sekaligus pengurus Ponpes Miftahul Huda.
  2. Aurel berteriak, “Paman sedang melakukan perjalanan dinas ke luar kota.”
  3. Farel dipanggil petinggi partai untuk mengklarifikasi tulisan yang ia posting di media sosial.
  4. Staf ahli akan menerapkan win-win solution “mencari solusi yang saling menguntungkan” agar permasalahan ini segera selesai.
  5. Dia melewati bagian yang paling sulit dalam permainan ini. Akan tetapi, waktu untuk mencapai bagian akhir permainan sudah semakin menipis.
PEMBAHASAN :
Opsi D menerapkan kaidah penggunaan tanda baca yang salah. Tanda baca petik tunggal (‘…..’) digunakan untuk engapit MAKNA dari sebuah ungkapan atau istilah/kata dari bahasa asing.

Staf ahli akan menerapkan win-win solution ‘mencari solusi yang saling menguntungkan’ agar permasalahan ini segera selesai.

Jawaban D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You cannot copy content of this page