Rangkuman Materi Pemetaan

Pengetahuan Peta

Peta merupakan alat bantu utama dalam ilmu geografi, selain foto udara dan citra satelit. Melalui peta kita dapat mengamati kenampakan permukaan bumi lebih luas dari batas pandang manusia. Ilmu yang mempelajari tentang peta adalah kartografi, sedangkan orang yang ahli dalam bidang pembuatan peta disebut kartograf. Para ahli secara sederhana mengartikan peta sebagai gambaran konvensional dari permukaan bumi yang dilukiskan dalam skala tertentu dan digambarkan pada bidang datar jika dilihat dari atas.

Fungsi Peta

  1. Menunjukkan arah lokasi pada permukaan bumi.
  2. Menentukan ukuran jarak atau luas suatu tempat di permukaan bumi.
  3. Memperlihatkan bentuk permukaan bumi, misalnya letak benua, pulau/daratan, lautan, gunung, sungai, dan sebagainya.
  4. Mengumpulkan dan menyeleksi data-data atau keterangan mengenai potensi suatu daerah yang disajikan dalam bentuk peta konvensional.
  5. Sebagai alat bantu ilmuwan untuk penelitian, diantaranya untuk mengetahui ketinggian suatu wilayah, pola curah hujan, dan kelembaban suatu daerah.
  6. Mempelajari fenomena alam, peristiwa sosial, atau gejala geografi lainnya dipermukaan bumi.

Tujuan Pembuatan Peta

  1. Menyimpan data-data yang ada di permukaan bumi
  2. Analisis data spasial, misalnya perhitungan volume
  3. Memberikan informasi untuk merencanakan tata kota dan pemukiman
  4. Memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya

Jenis-Jenis Peta

Jenis peta berdasarkan skalanya

  1. Peta skala besar (1 : 5.000 s.d 1 : 250.000)
  2. Peta skala sedang (1 : 250.000 s.d 1 :500.000)
  3. Peta skala kecil (1 : 500.000 s.d 1 : 1.000.000)
  4. Peta kadaster (1 : 100 s.d 1 : 5.000)
  5. Peta geografi (1 : 1.000.000 atau lebih)

Jenis peta berdasarkan isinya

  1. Peta umum, peta yang menggambarkan kenampakan suatu daerah baik kenampakan alam maupun kenampakan sosial budaya. Kenampakan alam misalnya sungai, gunung, laut, danau, dan lainnya. Sedangkan kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan kereta api, permukiman penduduk, dan lainnya. Peta umum dibagi menjadi dua jenis, yaitu
    • Peta topografi, peta yang menggambarkan bentuk relief (tinggi rendah) permukaan bumi
    • Peta chorografi, peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi dengan skala yang lebih kecil
  2. Peta khusus atau peta tematik, peta yang dibuat berdasarkan tema tertentu. Biasanya dibuat hanya menggambarkan satu atau dua kenampakan saja pada permukaan bumi. Contoh peta khusus yaitu:
    • Peta curah hujan
    • Peta iklim
    • Peta tata guna lahan
    • Peta pariwisata
    • Peta jalur penerbangan/ pelayaran
    • Peta geologi
    • Peta sejarah
    • Peta industry
    • Peta kepadatan penduduk

Jenis peta berdasarkan sifat datanya

  1. Peta stasioner, adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi yang memiliki sifat data tetap atau stabil. Contohnya:
    • Peta geologi
    • Peta kontur
    • Peta kedalaman laut (batimetri)
    • Peta topografi
    • Peta jalur pegunungan
    • Peta jalur gempa
  2. Peta dinamis, adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi yang berbah-ubah atau tidak stabil. Contohnya:
    • Peta kepadatan penduduk
    • Peta jaringan transportasi
    • Peta jaringan irigasi
    • Peta jaringan telepon

Jenis peta berdasarkan bentuknya

  1. Peta timbul

    Peta timbul adalah peta yang dibuat berdasarkan bentuk permukaan bumi yang sebenarnya, misalnya peta relief.

  2. Peta datar

    Peta datar adalah peta yang dibuat di atas bidang datar dan berbentuk datar. Relief permukaan bumi digambarkan dengan gradasi warna.

  3. Peta digital

    Peta digital adalah peta yang datanya tersimpan pada pita magnetic, sedangkan pengolahan dan penyajian datanya menggunakan computer.

Unsur-Unsur Peta

  1. Judul peta, mencerminkan informasi sesuai isi peta
  2. Skala peta, angka yang menunjukkan perbandingan antara jarak di peta dan jarak sebenarnya dipermukaan bumi
  3. Mata angin/ tanda orientasi, menunjukkan posisi dan arah suatu objek (arah utara, selatan, barat, timur)
  4. Legenda, Simbol-simbol yang adal di peta untuk memberikan keterangan sehingga peta mudah dipahami
  5. Sumber peta, untuk validasi data dan legalisasi peta
  6. Tahun pembuatan, memudahkan untuk mengetahui perubahan fenomena dari tahun ke tahun
  7. Garis astronomi, Garis lintang dan garis bujur untuk menentukan letak atau lokasi pada peta
  8. Penulisan/ lettering, contohnya nama perairan ditulis miring dan nama tempat lain ditulis tegak
  9. Inset peta, peta berskala kecil yang berfungsi sebagai penunjuk lokasi.
  10. Indeks peta, untuk mengetahui lokasi daerah yang tergambar terhadap daerah sekitarnya. Khususnya untuk peta-peta seri, atau peta yang bersambung
  11. Garis tepi, garis yang membatasi wilayah tergambar pada peta

Skala Peta

Skala pada peta adalah perbandingan jarak pada peta terhadap jarak yang sebenarnya di permukaan bumi (jarak horizontal).

Macam-Macam Skala Peta

  1. Skala inci per Mil
    Skala ini merupakan skala inci yang dibandingkan dengan mil, misalnya skala peta yang dinyatakan dalam 1 inch to 5 miles, artinya jarak 1 inci pada peta menggambarkan jarak sesungguhnya di lapangan sejauh 5 mil.
  2. Skala angka (skala numerik) bisa disebut juga skala pecahan. Skala ini dinyatakan dalam bentuk pecahan. Misalnya 1 : 5.000
  3. Skala garis (skala grafik) atau disebut juga skala batang, skala ini digambarkan dalam suatu garis lurus yang dibagi menjadi beberapa bagian yang sama Panjang. Satuan Panjang yang dipakai pada skala ini adalah meter, kilometer, feet atau mile
Sebelumnya Rangkuman Sejarah Perkembangan Geografi
Selanjutnya Rangkuman Materi Penginderaan Jauh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.