Rangkuman Materi Koperasi

Pengertian Koperasi

Merupakan perkumpulan orang atau badan dengan cara bekerja sama dengan berlandaskan sifat kekeluargaan menjalankan usahanya dengan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Sejarah Koperasi

Lahir di abad pertengahanakibat adanya Revolusi Industri yang menyebabkan lahirnya perubahan sosial ekonomi. Pemilik modal menguasai kehidupan  menjadi latar belakang lahirnya koperasi.

Koperasi Indonesia

Dalam Undang-undang Koperasi Nomor 12 tahun 1967, koperasi Indonesia merupakan wadah untuk menyusun perekonomian rakyat. Koperasi memiliki peranan dilihat dari segi sosial dan segi ekonomi.

  • Segi sosial, koperasi merupakan kumpulan orang yang bekerja sama yang bernaung dalam suatu organisasi yang didasarkan pada sifat kekeluargaan.
  • Segi ekonomi, merupakan organisasi yang mengupayakan usaha di idang produksi, pembelian, penjualan, perkreditan dan lainnya guna kepentingan dan kesejahteraan anggotanya.

Pengertian Koperasi menurut Undang-undang Koperasi Nomor 12 tahun 1967 pasal 2, Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang atau badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Landasan Koperasi

Berdasarkan Undang-Undang Koperasi Nomor 12 tahun 1967 pasal 2 landasan koperasi yaitu sebagai berikut:

  1. Landasan idiil koperasi Indonesia adalah Pancasila
  2. Landasan struktural koperasi adalah Undang-undang Dasar 1945 dan landasan geraknya adalah pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 beserta penjelansannya.
  3. Landasan mental koperasi Indonesia adalah setia kawan dan kesadaran berpribadi.

Fungsi Koperasi Indonesia

Menurut Undang-Undang Koperasi Nomor 12 tahun 1967 pasal 4 fungsi dari Koperasi Indonesia adalah:

  1. Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat.
  2. Alat pendemokrasian ekonomi nasional.
  3. Sebagai salah satu urat nadi perekonomian.
  4. Alat pembinaan insan masyarakat untuk memperkokoh kedudukan ekonomi bangsa Indonesia serta bersatu dalam mengatur tata laksana perekonomian rakyat.

Asas Koperasi

Berdasarkan undang-undang koperasi nomor 12 tahun 1967 pasal 5 koperasi di Indonesia berpegang teguh pada asas kegotongroyongan dan kekeluargaan. Bagi koperasi asas gotong royong berarti terdapat keinsyafan dan kesadaran, semangat bekerja, dan tanggung jawab bersama terhadap akibat dari karya tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri, melainkan selalu untuk kebahagiaan Bersama. Sedangkan asas kekeluargaan mencerminkan adanya kesadaran dari hati nurani manusia untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi oleh semua untuk semua, di bawah pimpinan pengurus serta pemilikan dari para anggotanya atas dasar keadilan dan kebenaran serta keberanian berkorban bagi kepentingan Bersama. Hal ini tidak berarti bahwa koperasi meninggalkan sifat dan syarat-syarat ekonominya sehingga kehilangan efisiensinya.

Sendi-Sendi Dasar Koperasi Indonesia

Sendi-sendi dasar pada koperasi di Indonesia merupakan pembeda koperasi dari badan-badan ekonomi lainnya, yaitu:

  1. Sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka, mengandung pengertian bahwa setiap warga negara Indonesia dapat menjadi anggota koperasi dengan kesadaran dan keyakinannya untuk memperbaiki kehidupannya dan kehidupan masyarakat.
  2. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam organisasi koperasi dan setiap anggota memiliki suara yang sama dengan anggota yang lainnya.
  3. Pembagian sisa hasil usaha (SHU) diatur berdasarkan jasa masing-masing anggota, tidak berdasarkan modal yang dimiliki.
  4. Bunga atas modal yang dimiliki anggota koperasi dibatasi tidak menentukan dalam pembagian SHU.
  5. Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya juga harus turut dalam membangun ekonomi masyarakat.
  6. Koperasi dalam menjalankan usahanya bersifat terbuka kepada anggota-anggotanya dan dalam tata laksana usahanya juga di awasi oleh anggota-anggotanya.
  7. Koperasi memiliki prinsip dasar yaitu swadaya, swakerta, dan swasembada.

 

Keanggotaan

Anggota koperasi haruslah warga negara Indonesia yang mampu melakukan tindakan hukum, dalam arti orang yang sudah dewasa, sanggup dan bersedia melakukan kewajiban dan haknya sebagai anggota koperasi.

Sifat Keanggotaan

Sifat keanggotaan koperasi adalah terbuka dan suka rela. Sifat terbuka berarti siapapun dapat berkesempatan menjadi anggota koperasi tidak memandang adanya perbedaan suku, ras, agama, aliran, politik, dan lain-lain. Sedangkan sifat sukarela berarti menjadi anggota koperasi harus benar-benar berdasarkan atas kemauan dan kesadaran sendiri tanpa ada unsur paksaan.

Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindahtangankan, anggota koperasi tidak dapat diwakilkan kepada siapapun. Apabila ada perubahan keanggotaan, misalnya meninggal dunia keanggotaannya dapat berpindah tangan apabila ada permintaan dari ahli waris.

Koperasi dijalankan dan dimiliki oleh anggota koperasi. Setiap anggota koperasi mempunyai hak kewajiban yang sama dalam kegiatan koperasi, sesuai dengan UU koperasi no. 12 tahun 1967 pasal 12-13.

Rapat Anggota

Di dalam Undang-Undang Koperasi No. 12 tahun 1967 pasal 20 ayat 1 dijelaskan bahwa rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam tata kehidupan koperasi. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam rapat anggota adalah:

  1. Menetapkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART)
  2. Memilih, mengangkat dan memberhentikan pengurus, badan pemeriksa, serta badan penasehat koperasi.
  3. Menetapkan kebijaksanaan umum dan pelaksanaan keputusan-keputusan koperasi yang lebih atas.
  4. Menegakkan rencana kerja, anggaran belanja, mengesahkan neraca dan kebijaksanaan pengurus dalam bidang organisasi dan usaha koperasi.

Kepengurusan

Kepengurusan koperasi dipilih melalui rapat anggota. Kepengurusan koperasi dipilih dari anggota dan anggota yang memilihnya. Masa jabatan pengurus di atur dalam Anggaran Dasar sesuai kesepakatan anggota Koperasi maksimal menjabat selama 5 tahun.

Tugas dan Kewajiban Pengurus Serta Wewenang Pengurus

  1. Menyelenggarakan rapat anggota tahunan
  2. Menyelenggarakan pembinaan organisasi
  3. Mewakili koperasi di dalam dan di luar forum
  4. Mengelola organisasi dan usahanya
  5. Mengajukan rancangan kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja (RAPB) koperasi
  6. Membuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas
  7. Membuat pembukuan koperasi
  8. Membuat daftar buku anggota, daftar buku pengurus, dan daftar buku pengawas

Badan Pemeriksa

Badan pemeriksa dipilih dari dan oleh anggota Koperasi sebanyak-banyaknya 3 orang. Tugas badan koperasi diantaranya:

  1. Memeriksa tata kelola koperasi, organisasi dan usaha koperasi dan pelaksanaan rancangan kerja pengurus.
  2. Melaporkan hasil pemeriksaan kepada pengurus dan rapat anggota.

Bidang Usaha Koperasi

Koperasi Konsumsi

Usaha koperasi yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan anggota dengan harga yang lebih terjangkau oleh anggota Koperasi

Koperasi Simpan Pinjam

Usaha koperasi dengan memberikan pinjaman dengan bunga yang rendah kepada anggotanya. Juga menerima penyimpanan tabungan bagi anggotanya

Koperasi Produksi

Usaha koperasi di bidang tertentu yang dibentuk oleh anggota koperasi yang memiliki kesamaan bidang dalam mencari mata pencaharian, diantaranya:

  • Bidang pertanian
  • Bidang usaha BUUD dan KUD
  • Bidang peternakan
  • Bidang perikanan

 

 

 

Sebelumnya Rangkuman Materi, Contoh Soal Past Future Continuous Tense Jawaban & Pembahasannya
Selanjutnya Rangkuman Materi, Contoh Soal Kalimat Efektif & Tidak Efektif & Pembahasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.