Rangkuman Materi, Contoh Soal & Pembahasan Bank Sentral

Rangkuman Materi Bank Sentral Kelas 10

Di negara Indonesia yang berperan sebagai Bank Sentral adalah Bank Indonesia. Bank sentral merupakan pusat dari sistem perbankan di suatu negara yang mempunyai tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, juga mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

Bank Indonesia

Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.

Peran Bank Indonesia dalam sistem pembayaran

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter memiliki kapasitas dalam mengatur kelancaran dan keamanan sistem pembayaran yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Aspek yang harus diperhatikan dalam menetapkan sistem pembayaran antara lain:

  • Efisiensi dan kelancaran akses: sistem pembayaran yang cepat, sederhana dan murah akan menciptakan layanan transaksi yang mudah dan nyaman.
  • Keamanan dan perlindungan konsumen: terhindar dari cyber crime (kejahatan siber) dan adanya jaminan dari LPS dapat menjaga kepuasan konsumen terhadap sistem pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia.

Wewenang Bank Indonesia

Wewenang Bank Indonesia yang ditetapkan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 sebagai berikut:

  • Pemberi persetujuan dan perizinan penyelenggaraan jasa sistem pembayaran
  • Menetapkan pengguna jasa beserta alat pembayarannya
  • Penyelenggara jasa layanan sistem pembayaran diwajibkan melaporkan setiap hasil kegiatannya
  • Berwenang mengatur sistem kliring warkat pada sistem pembayaran
  • Hanya Bank Indonesia yang mengeluarkan dan mengatur peredaran uang rupiah
  • Memberikan solusi atas permasalahan transaksi mata uang rupiah dan valuta asing antarbank

Tujuan Bank Indonesia

Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang tujuan didirikannya Bank Indonesia adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang meliputi stabilitas rupiah terhadap mata uang asing juga stabilitas rupiah terhadap harga barang dan jasa. Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah dilakukan dengan cara menggunakan cadangan devisa negara atau melakukan pinjaman ke luar negeri.

Alat Pembayaran Dalam Perekonomian Indonesia

Alat pembayaran dalam perekonomian di Indonesia di tentukan, diatur dan diawasi peredarannya oleh Bank Indonesia. Bruno Hildebrand mengatakan bahwa alat pembayaran diawali dari barter, uang barang, uang, dan kredit. Seiring perubahan zaman yang semakin maju pengiriman uang mengalami perubahan dari wesel pos sekarang cukup hanya menggunakan smartphone. Alat pembayaran yang berlaku di Indonesia ada dua jenis, yaitu:

Alat pembayaran tunai

Alat pembayaran secara tunai dengan menggunakan uang kartal. Uang kartal yang berlaku di masyarakat berupa uang kertas dan uang logam dengan nilai pecahan paling kecil sampai paling besar.

Alat pembayaran non tunai

Alat pembayaran secara non tunai semakin meningkat penggunaannya seiring berkembangnya zaman. Peradaban manusia yang semakin tinggi kecenderungan memilih menggunakan alat pembayaran secara non tunai semakin meningkat karena transaksi menjadi lebih simple. Alat pembayaran non tunai sangat efektif untuk mengendalikan jumlah peredaran uang dan dapt mengurangi laju inflasi.

Jenis-jenis pembayaran secara non tunai sebagai berikut:

  1. Berbasis warkat (paper based), terdiri atas:
    • Cek
      Cek adalah surat perintah dari pemilik simpanan kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang berdasarkan lembaran cek yang ditulisnya kepada pemegang atau pembawa cek. Contohnya:
      Sumber: sumberpengertian.id
    • Giro
      Giro adalah surat perintah dari pemilik simpanan kepada bank untuk memindahbukukan sejumlah uang ke rekening orang yang disebutkan dalam giro. Contohnya:
      Sumber: akuntanmuslim.com
    • Nota debet
      Surat perintah dari penjual kepada pembeli untuk mengurangkan utang dari tagihan sebelumnya karena alasan tertentu, misalnya produk rusak, tidak sesuai pesanan, dll.
      Sumber: krishand.com
    • Nota kredit
      Surat perintah dari penjual kepada pembeli untuk mengurangkan piutang dari tagihan sebelumnya karena produk rusak, tidak sesuai pesanan, dll.

      Sumber: krishand.com
  2. Berbasis kartu (card based), terdiri atas:
    • Kartu kredit
      Kartu kredit adalah kartu yang berfungsi sebagai alat pembayaran, diterbitkan oleh bank untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi dengan cara pembayaran di belakang sesuai jatuh tempo atas pembelian barang atau jasa. Apabila melewati jatuh tempo maka pelunasan tagihan akan dikenai sanksi berupa tambahan biaya bunga yang menambah besar tagihan pada pengguna kartu kredit.

      Sumber: id.wikipedia.org
    • Kartu ATM
      Kartu ATM adalah tambahan fasilitas bank untuk nasabah yang memiliki simpanan di bank tersebut. Pemiliknya bisa menggunakan kartu tersebut untuk menarik uang tunai dari mesin ATM, juga nasabah mendapatkan tambahan kemudahan untuk melakukan pembayaran tagihan telepon, listrik, bahkan ada yang bisa digunakan untuk kartu gesek pada saat pembayaran belanja di supermarket.

      Sumber: uangindonesia.com
    • Kartu pra bayar
      Kartu prabayar adalah kartu yang diterbitkan oleh salah satu provider penyelenggara layanan jasa keuangan. Kartu ini diberikan kepada nasabah/ pengguna kartu prabayar untuk mendapatkan layanan listrik, telekomunikasi, dll.

      Sumber: id.wikipedia.org
    • E-Money
      E-Money adalah kartu yang diterbitkan bank/ lembaga lain yang memiliki saldo sejumlah nominal uang tertentu. E-Money bisa digunakan sebagai alat pembayaran di tempat-tempat yang sudah bekerjasama. Contohnya kartu E-Toll dapat diperoleh di Minimarket.

      Sumber: id.wikipedia.org

UANG

Sejarah Uang

Uang menjadi benda yang sangat penting dalam melakukan transaksi untuk memperoleh barang ataupun jasa. Menurut Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 uang adalah alat pembayaran yang sah. Sedangkan menurut Frederic Mishkin, secara ekonomi pengertian uang adalah sebagai sesuatu yang secara umum dapat diterima dalam pembayaran barang dan jasa juga pembayaran atas utang.

Sejak abad 4-5 SM perkembangan uang sudah dimulai di China dan beberapa negara di Laut Tengah. Perkembangan uang dapat dilihat sebagai berikut secara berurutan:

  1. Pra barter
    Pada zaman dahulu kehidupan masyarakat masih sangat primitif, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya diperoleh dari alam dan belum mengetahui proses pertukaran.
  2. Barter
    Pertukaran antara barang dengan barang dimulai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sistem barter masih terdapat kelemahan yaitu sulit sekali untuk menyamakan satuan barang/ jasa yang akan dipertukarkan. Misalnya 1 karung beras apakah sama nilainya dengan 1 keranjang buah-buahan.
  3. Uang barang
    Seiring perkembangan zaman orang makin kesulitan untuk menemukan barang yang diinginkan untuk ditukar dengan barang bernilai tukar seimbang atau hampir sama. Hal ini menyebabkan orang mulai menggunakan benda-benda tertentu yang dapat diterima secara umum sebagai alat tukar. Contoh uang barang yang berlaku seperti garam di China, kulit kerang di Suku Indian, gading gajah di Afrika, dan sebagainya. Penggunaan uang barang masih memiliki keterbatasan karena setiap wilayah memiliki jenis uang barang yang berbeda-beda.
  4. Uang logam
    Perkembangan uang sebagai alat tukar terus dikembangkan agar bisa diterima secara lebih luas. Penggunaan uang barang tidak memiliki daya tahan yang lama dan mudah rapuh sehingga muncul uang logam yang terbuat dari emas dan perak. Selain dapat bertahan lama uang logam juga memiliki memiliki nilai yang tinggi dan dapat dipecah tanpa mengurangi nilainya. Contohnya di Arab berlaku uang dinar dan dirham yang terbuat dari emas dan perak.
  5. Uang kertas
    Uang kertas mulai digunakan pertama kali oleh orang china pada abad ke-11. Hal ini merupakan solusi karena uang logam dinilai sulit digunakan sebagai alat tukar untuk transaksi besar.
  6. Uang giral
    Proses transaksi keuangan terus dikembangkan untuk mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat dan nyaman. Sehingga dengan adanya kemajuan teknologi akhirnya diperoleh alat tukar non tunai berupa kartu kredit, kartu debit, dan traveler ceque.

Pengertian Uang

Beberapa pengertian uang menurut para ahli, sebagai berikut:

  • Menurut Rollin G. Thomas, uang adalah segala sesuatu yang tersedia dan diterima secara umum untuk pembayaran barang, jasa, dan harta kekayaan lainnya, serta bisa dipakai juga untuk pembayaran utang.
  • Menurut Dennis H. Robertson, uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang.
  • Menurut A.C. Pigou, uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat tukar.

Syarat Uang

Suatu barang/ alat dapat dijadikan sebagai uang jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Dapat diterima secara umum
  2. Bahannya tahan lama
  3. Nilainya tetap
  4. Mudah dipecah/dibagi ke dalam satuan yang lebih kecil
  5. Mudah dibawa dan disimpan

Fungsi Uang

Uang memiliki dua fungsi, yaitu:

  1. Fungsi asli
    Fungsi asli uang adalah fungsi sebenarnya dari uang, sebagai berikut:

    • Alat tukar: untuk mempermudah masyarakat memperoleh barang/ jasa yang dibutuhkan. Ketika membeli sesuatu maka diperlukan uang untuk membayarnya.
    • Alat ukur/ satuan hitung: untuk menentukan besaran nilai suatu barang. Contohnya harga beras perkilo adalah Rp 13.000;
  1. Fungsi turunan, sebagai berikut:
    • Sebagai alat pembayaran, uang dibayarkan bukan untuk mendapatkan barang/ jasa. contohnya untuk membayar pajak.
    • Sebagai alat untuk menabung
    • Sebagai alat pembentuk kekayaan, untuk digunakan pada saat ada keperluan mendadak
    • Sebagai alat penunjuk harga, setiap barang/ jasa memiliki nilai yang berbeda-beda. Contohnya harga mangga perkilo Rp 20.000; dan harga jeruk perkilo Rp 12.000;
    • Sebagai alat pemupuk modal dan pembayaran utang

Jenis Uang

Jenis uang yang beredar di Indonesia ada 2 jenis, yaitu:

  1. Uang kartal
    Uang kartal adalah uang berbentuk kertas dan logam yang dicetak dan diedarkan oleh Bank Sentral (Bank Indonesia). Contohnya uang kertas Rp 50.000; dan uang logam Rp 500;
  2. Uang giral
    Uang giral adalah alat pembayaran berupa surat berharga yang dikeluarkan oleh bank umum. Jenis uang giral sebagi berikut:

    • Cek
    • Bilyet giro
    • Surat perintah pembayaran (Telegraphic transfer)
    • Kartu kredit
    • Cek perjalanan (Traveler cheque)

Nilai Uang

Uang memiliki nilai yang dapat dibedakan menjadi:

  1. Nilai nominal
    Nilai nominal adalah nilai uang berdasarkan angka yang tertera pada mata uang. Contohnya pada uang kertas berwarna merah nilainya Rp 100.000;
  2. Nilai intrinsik
    Nilai intrinsik adalah nilai uang berdasarkan bahan pembuatannya. Contohnya uang kertas Rp 100.000; dicetak dengan biaya sebesar Rp 40.000; maka nilai instrinsik uang tersebut adalah Rp 40.000;
  3. Nilai riil/ internal
    Nilai riil adalah nilai uang dilihat berdasarkan kemampuannya untuk ditukarkan dengan barang/ jasa. Contohnya uang lima puluh ribu jika dibelikan baju hanya diperoleh baju atasannya saja.
  4. Nilai eksternal
    Nilai eksternal adalah nilai uang ketika ditukarkan dengan mata uang lain. Contohnya Rp 14.500; dapat ditukarkan dengan US$ 1,00.

Teori Irving Fisher

Dalam bukunya The Nature Of Capital and Income, menyatakan bahwa nilai uang dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar, kecepatan beredar, dan jumlah barang/ jasa yang diperdagangkan. Dapat dirumuskan sebagai berikut:

M.V = P.T

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

V = kecepatan beredar

P = tingkat harga

T = jumlah barang/ jasa yang diperdagangkan

Atau:

M.V = P.T

M1 . V1 + M2 . V2 = P.T

Keterangan:

M1 = jumlah uang kartal yang beredar

V1 = kecepatan beredar uang kartal

M2 = jumlah uang giral yang beredar

V2 = kecepatan beredar uang giral

Unsur Pengamanan Uang Di Indonesia

Untuk menghindari terjadinya pemalsuan, pemerintah memberikan pengamanan pada beberapa bagian uang, diantaranya:

  1. Benang pengaman di dalam uang kertas
  2. Gambar air (watermark), gambar yang terlihat jika diterawang menggunakan sinar ultraviolet.
  3. Tanda tangan gubernur bank dan Menteri keuangan
  4. Nomor seri uang yang berbeda dan berurutan
  5. Angka yang terlihat ketika diterawang menggunakan sinar ultraviolet
  6. Angka satuan yang timbul apabila diraba dengan ujung jari

Selain menjaga agar terhindar dari pemalsuan, pemerintah juga menjaga keamanan uang dari segi nilainya terhadap barang dan jasa dengan cara sebagai berikut:

  1. Mengendalikan laju inflasi dengan kebijakan moneter dan fiscal
  2. Menjaga stabilitas nilai kurs mata uang rupiah
  3. Menjaga sejumlah cadangan devisa negara agar tetap stabil

Hal-hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari uang palsu yaitu:

  1. Melakukan 3D (dilihat, diraba, diterawang)
  2. Dengan mesin sortasi yang dimiliki oleh Bank Indonesia, alat untuk memeriksa keaslian uang

Untuk menjaga agar uang terjaga dan tahan lama, maka:

  1. Tidak melipat uang
  2. Tidak menstapler uang
  3. Tidak mencoret-coret uang
  4. Tidak melubangi uang

Contoh Soal & Pembahasan Bank Sentral

Soal No.1
Bank Indonesia sebagai Monetary Policy Maker maksudnya adalah …
  1. Sebagai bank pemberi pinjaman bagi bank umum
  2. Sebagai pengatur dan pengendali jumlah uang yang beredar
  3. Sebagai sumber dana bagi bank umum yang kesulitan likuiditas
  4. Sebagai penasihat dalam mengelola berbagai masalah keuangan
  5. Sebagai tempat menyimpan asset-aset keuangan milik pemerintah

PEMBAHASAN :
Bank Indonesia sebagai penentu kebijakan moneter (Monetary Policy Maker) adalah Bank Indonesia disebut juga dengan Bank Sentral memonopoli pengeluaran uang dan memiliki wewenang istimewa untuk mengatur dan mengendalikan jumlah uang beredar serta tingkat suku bunga.
Jawaban B

Soal No.2
Yang bukan fungsi turunan uang adalah …
  1. Alat pembayaran
  2. Penunjuk harga
  3. Alat pembayaran utang
  4. Alat tukar
  5. Alat penimbun kekayaan

PEMBAHASAN :
Uang memiliki 2 fungsi yaitu:

  1. Fungsi asli
    • Alat tukar
    • Alat ukur
  2. Fungsi turunan
    • Alat pembayaran
    • Penunjuk harga
    • Alat pembayaran hutang
    • Alat penimbun kekayaan

Jawaban D

Soal No.3

Perhatikan pernyataan di bawah ini:

  • Satu-satunya bank yang memiliki hak mengeluarkan dan mengedarkan uang kartal
  • Bertugas sebagai banker, agen, dan penasehat pemerintah
  • Pusat penyimpanan likuiditas dari bank-bank umum
  • Pusat penyimpanan kekayaan emas dan devisasebagai cadangan untuk pembayaran luar negeri
  • Pemberi pinjaman bagi bank-bank umum
  • Pusat penyelesaian transaksi antar bank

Pernyataan-pernyataan di atas adalah tugas pokok dari …

  1. BPR
  2. Bank Indonesia
  3. Bank Central Asia
  4. Bank komersial
  5. Bank umum

PEMBAHASAN :
Tugas-tugas Bank Indonesia atau bank Sentral sebagai berikut:

  • Satu-satunya bank yang memiliki hak (monopoli) mengeluarkan dan mengedarkan uang kartal
  • Bertugas sebagai banker, agen, dan penasehat pemerintah
  • Pusat penyimpanan likuiditas dari bank-bank umum
  • Pusat penyimpanan kekayaan emas dan devisasebagai cadangan untuk pembayaran luar negeri
  • Pemberi pinjaman bagi bank-bank umum yang mengalami kesulitan likuiditas (sebagai induk bagi bank lain)
  • Pusat penyelesaian transaksi antar bank

Jawaban B

Soal No.4
Bank sentral memiliki beberapa kewenangan salah satunya adalah …
  1. Penentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
  2. Mengawasi peredaran uang di masyarakat
  3. Menghimpun dana masyarakat
  4. Menyalurkan dana ke masyarakat
  5. Melakukan transaksi antar negara

PEMBAHASAN :
Bank sentral diberi kewenangan untuk melakukan penilaian terhadap tingkat penentuan BMPK, jaminan pemberian kredit, dan melakukan penilaian terhadap tingkat Kesehatan bank.
Jawaban A

Soal No.5
Uang sebagai alat pembayaran dibedakan berdasarkan bahan pembuatannya yaitu …
  1. Uang kartal dan uang giral
  2. Uang lokal dan uang regional
  3. Uang logam dan uang kertas
  4. Uang bernilai penuh dan uang tidak bernilai penuh
  5. Uang emas dan uang perak

PEMBAHASAN :
Jenis uang berdasarkan bahan pembuatannya yaitu:

  • Uang logam: uang logam terbuat dari logam, emas, atau perak. Uang logam memiliki nilai nominal kecil.
  • Uang kertas: uang kertas terbuat dari bahan kertas yang tidak mudah robek, luntur, dan tahan terhadap air. Uang kertas pada umumnya memiliki nilai nominal besar.

Jawaban C

Soal No.6
Uang kartal diterbitkan oleh Bank Indonesia, sedangkan uang giral diterbitkan oleh …
  1. Bank sentral
  2. Bank perkreditan
  3. Bank dunia
  4. Bank umum
  5. Bank central asia

PEMBAHASAN :
Uang kartal diterbitkan oleh Bank Indonesia (Bank sentral) dan digunakan oleh seluruh masyarakat dalam bentuk uang logam dan kertas.

Uang giral diterbitkan oleh bank umum yang berbentuk cek atau bilyet giro.
Jawaban D

Soal No.7
Sistem pembayaran non tunai yang biasa digunakan adalah berupa …
  1. Kartu kredit
  2. Uang koin
  3. Uang kertas
  4. Uang kartal
  5. Barter

PEMBAHASAN :
Alat pembayaran non tunai diantaranya sebagai berikut:

  • Giro
  • Cek
  • Kartu kredit
  • Nota debit
  • Uang elektronik

Jawaban A

Soal No.8
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan sistem pembayaran yaitu …
  1. Membantu menghimpun dana dari masyarakat
  2. Mengeluarkan cek
  3. Membantu nasabah mendapatkan pinjaman
  4. Mengendalikan risiko, efisiensi, dan tata Kelola dalam sistem pembayaran
  5. Ikut menyalurkan dana pada masyarakat

PEMBAHASAN :
Peran Bank Indonesia dalam menyelenggarakan sistem pembayaran sebagai berikut:

  • Menentukan standar alat pembayaran yang sah di Indonesia
  • Memberikan perizinan pada penyedia jasa pembayaran
  • Mengatur dan mengawasi lembaga yang menyelenggarakan sistem pembayaran
  • Berwenang sebagai penyelenggara sistem kliring antar bank
  • Mengendalikan risiko, efisiensi, dan tata Kelola dalam sistem pembayaran
  • Berwenang menyelenggarakan sistem BI-RTGS

Jawaban D

Soal No.9
Prinsip-prinsip yang diatur oleh BI dalam sistem pembayaran, kecuali …
  1. Efisien
  2. Nyaman
  3. Aman
  4. Perlindungan konsumen
  5. Kesetaraan akses

PEMBAHASAN :
Prinsip-prinsip sistem pembayaran yaitu:

  • Efisien
  • Aman
  • Perlindungan konsumen
  • Kesetaraan akses

Jawaban B

Soal No.10
Uang kartal diterbitkan oleh Bank Indonesia, tugas untuk mencetak uang tersebut diserahkan kepada …
  1. OJK
  2. Perum Peruri
  3. Bank umum
  4. Bank sentral
  5. BUMN

PEMBAHASAN :
Uang kartal diterbitkan oleh Bank Indonesia tugas untuk mencetak uang dilakukan oleh Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang republik Indonesia). Perum Peruri mencetak uang kertas dan uang logam untuk bank Indonesia.
Jawaban B

Soal No.11
Yang termasuk teori uang statis adalah …
  1. Teori nominalisme
  2. Teori persediaan kas
  3. Teori ongkos produksi
  4. Teori kuantitas David Ricardo
  5. Teori kuantitas Irving Fisher

PEMBAHASAN :
Teori nilai uang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Teori uang statis
    Teori ini tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis yaitu:

    • Teori nominalisme
    • Teori negara
    • Teori metalisme
    • Teori konvensi
  • Teori uang dinamis
    Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Yang termasuk teori uang dinamis yaitu:

    • Teori persediaan kas
    • Teori ongkos produksi
    • Teori kuantitas dari David Ricardo
    • Teori kuantitas dari Irving Fisher

Jawaban A

Soal No.12
Fungsi turunan dari uang adalah sebagai alat pembayaran, yaitu …
  1. Menilai suatu barang
  2. Melunasi utang piutang
  3. Alat untuk melakukan investasi
  4. Uang dibayarkan tanpa ditukar dengan benda atau jasa
  5. Sebagai penimbun kekayaan

PEMBAHASAN :
Fungsi turunan uang sebagai berikut:

  • Alat pembayaran: uang dibayarkan tanpa ditukar dengan benda atau jasa. Seperti pajak.
  • Penunjuk harga: mempunyai nilai yang berbeda-beda
  • Alat pembayaran utang: digunakan untuk melunasi utang piutang
  • Alat penimbun kekayaan: bisa digunakan Ketika ada keperluan yang mendadak

Jawaban D

Soal No.13
Uang adalah segala sesuatu yang siap sedia dan diterima secara umum untuk pembayaran barang, jasa, dan harta kekayaan lainnya, serta bisa dipakai pula untuk pembayaran utang. Pengertian tersebut menurut …
  1. C. Pigou
  2. Dennis H. Robertson
  3. Rollin G. Thomas
  4. S. Sayer
  5. Albert Geilord Hart

PEMBAHASAN :
Uang adalah segala sesuatu yang siap sedia dan diterima secara umum untuk pembayaran barang, jasa, dan harta kekayaan lainnya, serta bisa dipakai pula untuk pembayaran utang. Pengertian tersebut menurut Rollin G. Thomas dalam bukunya Our Modern Banking and Monetary System tahun 1942.
Jawaban C

Soal No.14
Uang giral adalah uang yang dikeluarkan oleh bank umum berupa …
  1. Uang logam
  2. Cek dan bilyet giro
  3. Uang kertas
  4. Kartu kredit
  5. Uang regional

PEMBAHASAN :
Uang kartal diterbitkan oleh Bank Indonesia (Bank sentral) dan digunakan oleh seluruh masyarakat dalam bentuk uang logam dan kertas.

Uang giral diterbitkan oleh bank umum yang berbentuk cek atau bilyet giro.
Jawaban B

Soal No.15
Uang logam memiliki banyak kelemahan dibandingkan dengan uang kertas, tetapi uang logam juga memiliki keunggulan yaitu …
  1. Uang logam biaya pembuatannya mahal
  2. Uang logam waktu pembuatannya lama
  3. Uang logam tidak mudah rusak
  4. Uang logam mudah dipalsukan
  5. Uang logam berat, sulit untuk di bawa-bawa

PEMBAHASAN :
Keunggulan yang dimiliki oleh uang logam diantaranya:

  • Uang logam tidak mudah rusak karena terbuat dari logam
  • Mudah dipakai transaksi karena nominalnya kecil
  • Uang logam tidak mudah hilang karena berat dan Ketika jatuh akan berbunyi
  • Uang logam tidak mudah dipalsukan karena nominalnya kecil

Jawaban C

Soal No.16
Jenis uang yang berlaku di seluruh dunia adalah uang …
  1. Uang lokal
  2. Uang regional
  3. Uang elektronik
  4. Uang nasional
  5. Uang internasional

PEMBAHASAN :
Jenis uang berdasarkan kawasan dibagi menjadi 3 kelompok sebagai berikut:

  • Uang lokal: uang yang hanya bisa digunakan di satu negara.
  • Uang regional: uang yang bisa digunakan di suatu Kawasan tertentu seperti euro digunakan dibeberapa negara di Benua Eropa.
  • Uang internasional: uang yang berlaku di seluruh dunia sebagai standar pembayaran seperti US dollar.

Jawaban E

Soal No.17
Yang ternasuk tahapan pengelolaan uang rupiah oleh Bank Indonesia, kecuali …
  1. Pembuatan
  2. Percetakan
  3. Pengeluaran
  4. Peredaran
  5. Penarikan/ pencabutan

PEMBAHASAN :
Kebijakan dalam pemenuhan kebutuhan uang rupiah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Bank Indonesia melakukan enam tahapan sebagai berikut:

  • Perencanaan
  • Percetakan
  • Pengeluaran
  • Peredaran
  • Penarikan/ pencabutan
  • Pemusnahan

Jawaban A

Soal No.18
Lembaga yang mengawasi dan mengatur kegiatan usaha pada industry keuangan adalah …
  1. Bank Indonesia
  2. BPK
  3. OJK
  4. PPATK
  5. Dewan pengawas

PEMBAHASAN :
Beberapa lembaga pengawas keuangan, diantaranya:

  1. Bank Indonesia: mengawasi kebijakan moneter
  2. BPK: mengawasi pengelolaan keuangan negara yang dilaksanakan oleh Lembaga negara
  3. OJK: pengawas dan pengatur kegiatan usaha pada industry keuangan
  4. PPATK: Lembaga analisa data transaksi keuangan
  5. Dewan pengawas: mengawasi dan memberi masukan kepada direksi

Jawaban C

Soal No.19
Alat pembayaran non tunai yang bukan berbasis warkat adalah …
  1. Cek
  2. Kartu ATM
  3. Bilyet giro
  4. Nota debet
  5. Nota kredit

PEMBAHASAN :
Alat pembayaran non tunai dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:

Berbasis warkat, contohnya:

  • cek
  • Bilyet giro
  • Nota debet
  • Nota kredit
  • Wesel bank untuk transfer
  • Surat bukti penerimaan transfer

Berbasis bukan warkat, contohnya:

  • Kartu ATM
  • Kartu debet
  • Kartu kredit
  • Uang elektronik

Jawaban B

Soal No.20
Alat pembayaran ini mudah hilang karena bentuknya tipis dan ringan, mudah sobek, kusut, dan mudah dipalsukan adalah kelemahan dari …
  1. Uang kertas
  2. Cek
  3. Uang giral
  4. Uang logam
  5. Bilyet giro

PEMBAHASAN :
Kelemahan uang kertas, sebagai berikut:

  • Mudah hilang karena bentuknya tipis dan ringan
  • Mudah sobek dan kusut
  • Mudah dipalsukan
  • tidak praktis digunakan untuk transaksi bernilai kecil

Jawaban A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You cannot copy content of this page