Rangkuman Materi, Contoh Soal & Pembahasan Klasifikasi Makhluk Hidup Tingkat SMP

Rangkuman Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas 7 Tingkat SMP

Klasifikasi mahluk hidup merupakan cara pengelompokkan mahluk hidup yang dilakukan oleh para ahli berdasarkan kesamaan dan ciri yang dimiliki. Tujuannya untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari mahluk hidup secara lebih spesifik. Cabang ilmu biologi yang mempelajari klasifikasi mahluk hidup adalah ilmu taksonomi, dengan tokoh yang berpengaruh adalah Carollus Linnaeus dan R.H. Whittaker. Hasil pengelompokkan/ pengklasifikasian mahluk hidup disebut takson, yaitu:

  • Kingdom
  • Filum/ divisio
  • Kelas
  • Ordo
  • Familia
  • Genus
  • Spesies

Tujuan klasifikasi mahluk hidup secara luas yaitu:

  1. Mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki
  2. Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis mahluk hidup agar bisa dibedakan dengan mahluk hidup jenis lainnya
  3. Mengetahui hubungan kekerabatan antarmahluk hidup
  4. Mengetahui evolusi mahluk hidup berdasarkan hubungan kekerabatannya
  5. Memberi nama ilmiah pada mahluk hidup yang belum diketahui

Klasifikasi mahluk hidup menurut Carollus Linnaeus

Pengelompokkan mahluk hidup dengan membuatkan nama ilmiah dengan system tata nama ganda (binomial nomenklatur). Syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah:

  1. Nama ilmiah terdiri dari dua kata
  2. Pada kata pertama huruf pertamanya harus menggunakan huruf Kapital, sedangkan huruf lainnya harus kecil semua.
  3. Nama ilmiah ditulis dengan dimiringkan/ digarisbawahi pada setiap katanya
  4. Kata pertama merupakan genus, sedangkan kata kedua merupakan spesies
    Contohnya:
    Oryza sativa (padi) dan Musa paradisiaca (pisang)

Klasifikasi mahluk hidup menurut R.H. Whittaker (1969)

Klasifikasi mahluk hidup dikembangkan dengan menggunakan system lima kingdom yaitu:

  1. Monera
  2. Protista
  3. Fungi
  4. Plantae (tumbuhan)
  5. Animalia (hewan)

Kingdom Monera

Ciri-ciri kingdom Monera sebagai berikut:

  • Mahluk hidup mikroskopik
  • Bersel satu (uniseluler)
  • Prokariotik (tidak memiliki membran sel)
  • Berkembangbiak dengan membelah diri

Contoh Kingdom Monera:

Bakteri

  • Berukuran mikroskopis
  • Bersel satu (uniseluler)
  • Struktur tubuh sangat sederhana
  • Kebanyakan tidak memiliki klorofil sehingga bersifat heterotrof
  • Berkembang biak dengan membelah diri

Macam-macam bentuk bakteri:

  1. Bacillus (berbentuk batang/ basil)
  2. Coccus (berbentuk bola)
  3. Spirillum (berbentuk spiral)

Jenis-jenis bakteri:

  1. Bakteri yang menguntungkan
    • Azotobacter chroococcum dan Clostridium pasteurianum: sebagai pengikat nitrogen sehingga dapat menyuburkan tanah.
    • Escherichia coli: memproduksi vitamin K pada saat proses pembusukkan sisa makanan dalam usus.
    • Rhizobium radicicola: bakteri pengikat nitrogen pada akar bintil kacang sehingga dapat menyuburkan tanah.
  2. Bakteri yang merugikan
    • Clostridium tetani: penyebab penyakit tetanus
    • Mycobacterium tuberculosis: penyebab penyakit TBC
    • Salmonella typhosa: penyebab penyakit tipus

Ganggang Hijau-Biru (Cyanophyta)

  • Selnya ada yang uniseluler (bersel satu), ada yang multisel (berbentuk koloni) atau filament (benang)
  • Klorofil letaknya menyebar di dalam sitoplasma
  • Bersifat prokariotik
  • Memiliki pigmen klorofil (hijau), karotenoid (oranye), fikosianin (biru), fikoeritrin (merah), dan fikobilin (gabungan pigmen merah dan biru)

Jenis-jenis ganggang hijau-biru:

  1. Anabaena azollae: bersimbiosis dengan Azolla pinnata (akar paku air) sehingga dapat menjaga kesuburan perairan.
  2. Gloeocapsa: pengikat (memfiksasi) nitrogen bebas di udara
  3. Spirullina maxima: sumber protein sel tunggal (PST)

Kingdom Protista

Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Bersifat makroskopis dan mikroskopis
  2. Bersel satu (unisel) atau multisel
  3. Memiliki membran inti (eukariotik)

Contoh kingdom Protista:

Protozoa

Ciri-ciri protozoa:

  • Seperti hewan dapat bergerak bebas
  • Bersifat heterotrof
  • Tidak memiliki dinding sel

Terdapat empat kelompok protozoa berdasarkan alat geraknya, yaitu:

  1. Cilliata: memiliki silia (rambut getar) untuk bergerak. Contohnya Paramecium caudatum, Nuctoterus ovalis, Balantidium coli, dan lain-lain
  2. Flagellata atau Mastigophora : memiliki flagella (rambut cambuk) untuk bergerak. Contohnya Trypanosoma gambiense, Trypanasoma cruzi,noctiluca millaris, dan lain-lain
  3. Rhizopoda atau Sarcodina: memiliki kaki semu (pseudopodia) untuk bergerak. Contohnya Amoeba proteus, foraminifera, radiolaria, dan lain-lain
  4. Sporozoa: tidak memiliki alat gerak. Contohnya Plasmodium sp., Sarcocystis, Eimeria sp.dan lain-lain

Ganggang/ alga (selain ganggang hijau-biru)

Ciri-ciri ganggang:

  • Hidup di air tawar, air laut, dan tempat-tempat lembab
  • Menyerupai tumbuhan
  • Memiliki dinding sel, klorofil, dan pigmen (zat warna)

Ganggang atau alga berdasarkan pigmennya dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

  1. Ganggang cokelat (Phaeophyta), pigmen utama yaitu fukosantin. Contohnya Sargassum siliquosum, hidup menempel pada bebatuan di sepanjang pantai daerah tropis.
  2. Ganggang hijau (Chlorophyta), pigmen utama yaitu klorofil. Contohnya Chlorella, bermanfaat sebagai sumber protein tinggi
  3. Ganggang keemasan/ pirang (Chrysophyta), pigmen utama karoten dan xantofil. Contohnya Navicula sp.(diatom), sebagai bahan penyaring, bahan cat, dan bahan pelicin (amplas)
  4. Ganggang merah (Rhodhophyta), pigmen utama fikoeritrin. Contohnya Eucheuma spinosum, berupa rumput laut penghasil agar-agar

Kingdom Fungi (jamur)

Kingdom fungi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bersel eukariotik
  • Bersifat mikroskopis dan makroskopis
  • Uniseluler dan multiseluler
  • Tidak memiliki klorofil sehingga bersifat heterotrof
  • Tubuhnya terdiri dari benang-benang hifa
  • Berkembangbiak secara spora
  • Hidup di tempat lembab, di tempat asam, air laut, air tawar, dan bersimbiosis dengan ganggang

Contoh kingdom fungi:

  1. Mycosporium : parasit pada kulit manusia (kurap)
  2. Helminthosporium: parasit pada tanaman padi dan jagung
  3. Rhizopus stolonifer : bermanfaat untuk membuat roti
  4. Rhizopus oryzae : bermanfaat untuk membuat tempe
  5. Saccharomyces cerevisiae : bermanfaat untuk pembuatan tape, roti, dan bir
  6. Volvariella volvacea : jamur merang sebagai bahan makanan manusia

Kingdom Plantae

Kingdom plantae meliputi tiga divisi, yaitu tumbuhan lumut (Bryophyta), paku-pakuan (Pterydophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Organisme pada kingdom plantae merupakan organisme eukariotik yang multiseluler, mempunyai dinding sel dan memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof.

Berdasarkan ada tidaknya pembuluh angkut, kingdom plantae dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Tumbuhan tidak berpembuluh (Atracheophyta/ Tallophyta)

Tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan lumut

Ciri-cirinya:

  • Tidak memiliki pembuluh angkut (xylem dan floem)
  • Tidak mempunyai akar, batang, dan daun sejati
  • Lumut ketika berkembangbiak mengalami metagenesis/ pergiliran keturunan
  • Berkembangbiak secara vegetatif dengan membentuk spora yang dihasilkan oleh sporogonium
  • Berkembangbiak secara generatif melalui peleburan gamet jantan yang dihasilkan oleh anteridium dan gamet betina yang dihasilkan oleh arkegonium

Perkembangbiakan tumbuhan lumut:

Jenis-jenis lumut:

  1. Lumut hati (Hepaticeae)
    Ciri-cirinya:

    • Berbentuk lembaran
    • Daunnya berwarna hijau dan tepinya berbelah-belah
    • Rizoid tidak bercabang letaknya di bawah tangkai atau lembaran
    • Habitat di tempat basah (pohon, tanah, atau batu cadas)
    • Contohnya Marchantia polymorpha
  2. Lumut daun (bryopsida)
    Ciri-cirinya:

    • Bertubuh kecil
    • Memiliki batang semu yang berdiri tegak
    • Lembaran daunnya berbentuk spiral
    • Pada ujung batang terdapat anteridium dan arkegonium
    • Contohnya Polytricum commune
  3. Lumut tanduk (Anthoceropsida)
    Ciri-cirinya:

    • Berbentuk lembaran
    • Sporogoniumnya berupa kapsul memanjang
    • Tiap selnya hanya memiliki satu kloroplas
    • Habitat di tepi danau, sungai atau selokan
    • Contohnya Anthoceros laevis

Tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta)

Yang tergolong tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji.

Tumbuhan berpembuluh ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Memiliki pembuluh angkut (xylem dan floem)
  • Memiliki akar, batang, dan daun sejati
  1. Tumbuhan paku (Pteridophyta)
    Ciri-cirinya:

    • Alat perkembangbiakan vegetatif berupa spora yang dihasilkan oleh sporangium
    • Pada proses perkembangbiakan mengalami pergiliran keturunan (metagenesis)
    • Contohnya:
      • Lycopodium clavatum: bahan pembuatan obat
      • Adiantum cuneatum: tanaman suplir
      • Equisetum debile: paku ekor kuda
      • Platycerium bifurcatum: paku tanduk rusa
    • Perkembangbiakan vegetatif tumbuhan paku
  2. Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)
    Ciri-cirinya sebagai berikut:

    • Alat perkembangbiakan generatif berupa biji yang dihasilkan oleh bunga
    • Tumbuhan berbiji dibedakan berdasarkan letak bakal bijinya yaitu: tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
    • Tumbuhan biji tertutup dibedakan menjadi tumbuhan berkeping biji satu (monokotil) dan tumbuhan berkeping dua (dikotil)

Perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil sebagai berikut:

Monokotil:

  • Akar: serabut
  • Batang: beruas-ruas, tidak bercabang
  • Daun: sejajar atau melengkung
  • kambium: tidak ada
  • jumlah perhiasan bunga: tiga atau kelipatannya

Dikotil:

  • Akar: tunggang
  • Batang: bercabang-cabang
  • Daun: menyirip atau menjari
  • Kambium: ada
  • Jumlah perhiasan bunga: 2,4,5 atau kelipatannya

Contoh Gymnospermae: damar (Agatis alba), pakis haji (Cycas rumpii), balsam (Abies alba), dan melinjo (Gnetum gnemon)

Contoh Angiospermae: kacang tanah (Arachis hypogeae), padi (Oryza sativa), asam (Tamarindus indica), beringin (Ficus benjamina), jagung (Zea mays), dan kelapa (Cocos nucifera)

Kingdom Animalia

Ciri-ciri kingdom animalia:

  • Bersel banyak
  • Eukariotik
  • Tidak memiliki dinding sel
  • Tidak memiliki klorofil
  • Memiliki alat gerak aktif

Dua jenis kingdom Animali berdasarkan ada tidaknya tulang belakang sebagai berikut:

Hewan bertulang belakang (Vertebrata)

Memiliki ciri khas bertulang belakang berupa tulang-tulang rangka. Terdapat lima kelas vertebrata, yaitu:

  • Amphibia: katak dan slamander
  • Aves: unggas dan berbagai jenis burung
  • Mamalia: jenis-jenis hewan menyusui
  • Pisces: jenis-jenis ikan bertulang keras dan bertulang rawan
  • Reptilia: jenis-jenis hewan melata berupa ular, kadal, buaya, dan kura-kura

Hewan tidak bertulang belakang (Avertebrata)

  1. Arthropoda (hewan berkaki beruas-ruas)
    • Tubuh terdiri dari kepala, dada, dan perut
    • Kulit ditutupi rangka luar yang berasal dari zat kitin
    • Beberapa jenis kepala dan dada menyatu (sefalotoraks)
    • Contohnya jenis udang-udangan, serangga, laba-laba, dan lipan
  2. Coelenterata (hewan berongga)
    • Tubuh berongga
    • Mulut terletak di bagian atas
    • Bentuk tubuh polip (melekat di dasar perairan) dan medusa (hidup bebas berenang diperairan)
    • Contohnya Aurellia aurita, Hydra, Acropora, Anemon laut, dan Obelia
  3. Echinodermata ( hewan berkulit duri)
    • Habitat di laut
    • Tubuhnya ditutupi kerangka luar yang berasal dari lempengan kapur yang membentuk duri-duri kecil
    • System saluran air yang terhubung dengan alat geraknya (kaki ambulakral)
    • Lima kelompok hewan berkulit duri: landak laut, bintang ular, bintang laut, teripang, dan lilia laut
  4. Mollusca (hewan lunak)
    • Bertubuh lunak dan dapat mensekresikan lendir
    • Tubuh dilindungi cangkang yang keras dari zat kapur
    • Contohnya gurita (Octopus), bekicot (Achatina fulica), cumi-cumi (Loligo fulii), tiram mutiara (Pinctada margaritifera), dan siput air tawar (Lymnea javanica)
  5. Porifera (hewan berpori)
    • Habitat di laut
    • Permukaan tubuh berpori, tempat masuknya air
    • Contohnya Spongila, Euplectella, Euspongia, dan Leucossolenia
  6. Vermes (cacing)
    • Bentuk tubuh memanjang pipih, gilig, atau beruas-ruas
    • Hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan, ada juga yang hidup bebas
    • Contohnya cacing hati (Fasciola hepatica), cacing tanah (Lumbricus terestris), cacing perut (Ascaris lumbricoides), dan cacing pita babi (Taenia solium)

Contoh Soal & Pembahasan Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas VII Tingkat SMP

Soal No.1
Berikut merupakan ciri-ciri hewan
  1. Memiliki ruas tulang belakang
  2. Sistem saraf tangga tali
  3. Mempunyai saluran pencernaan lengkap
  4. Umumnya memiliki sistem peredaran darah

Yang merupakan ciri yang dimiliki oleh hewan vertebrata adalah …

  1. 1, 2, dan 3
  2. 2, 3, dan 4
  3. 1, 2, dan 4
  4. 1, 3, dan 4

PEMBAHASAN :
Hewan vertebrata adalah hewan bertulang belakang yang memiliki ruas tulang belakang, mempunyai saluran pencernaan lengkap, memiliki sistem peredaran darah
Jawaban D

Soal No.2
Anggota flagellata penyebab penyakit tidur adalah …
  1. Amoeba proteus
  2. Trypanosoma gambiense
  3. Toxoplasma gondii
  4. Plasmodium malariae

PEMBAHASAN :
Trypanosoma gambiense termasuk flagellata menyebabkan penyakit tidur, ditularkan oleh lalat tse-tse. Penyakit malaria disebabkan oleh plasmodium yang termasuk kelompok protozoa. Kelas sporoza (tidak punya alat gerak). penularan malaria melalui nyamuk Anopheles. Amoeba hidup bebas dan tidak menyebabkan penyakit. Toxoplasma gondi termasuk sporozoa, menyebabkan toksoplasmosis dan ditularkan melalui kucing.
Jawaban B

Soal No.3
Urutan takson dari yang paling tinggi ke rendah adalah …
  1. Species – genus – familia – classic – ordo – phylum
  2. Species – genus – familia – ordo – classic – phylum
  3. Phylum – classic – ordo – familia – genus – species
  4. Phylum – ordo – classic – familia – genus – species

PEMBAHASAN :
Urutan takson yang benar dari yang paling tinggi ke paling rendah adalah Phylum – classic – ordo – familia – genus – species. semakin rendah urutan takson, maka semakin sedikit persamaan yang dimiliki oleh setiap organismenya.
Jawaban C

Soal No.4
Pengelompokkan makhluk hidup dibuat dengan tujuan …
  1. mengetahui nama setiap makhluk hidup
  2. menemukan perbedaan makhluk hidup
  3. Mengelompokkan makhluk hidup yang bermanfaat
  4. Menyederhanakan objek studi yang beraneka ragam

PEMBAHASAN :
Objek  studi yang beraneka ragaman menjadi lebih sulit untuk dikenali dan dipelajari maka tujuan pengklasifikasian makhluk hidup adalah untuk menyederhanakan objek studi yang beraneka ragam agar mudah dikenali dan dipelajari.
Jawaban D

Soal No.5
Berikut beberapa nama tanaman:
  1. Putri malu
  2. Kembang sepatu
  3. Ilalang
  4. Serai
  5. Bayam
  6. Melati

Tanaman yang dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri berakar serabut adalah …

  1. 1 dan 2
  2. 2 dan 6
  3. 3 dan 4
  4. 4 dan 6

PEMBAHASAN :
Tanaman yang memiliki akar serabut merupakan kelompok tumbuhan monokotil. Yaitu ilalang (3) dan serai (4). Sedangkan putri malu (1), kembang sepatu (2), bayam (5), dan melati (6). termasuk tumbuhan dikotil yang berakar tunggang.
Jawaban C

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You cannot copy content of this page