Rangkuman, Contoh Soal Besaran dan Satuan Pembahasan & Jawaban

Hi semua! Selamat yah kamu sekarang menjadi anak SMA kelas X. Belajar fisika bab pertama yang kamu pelajari adalah bab besaran dan satuan. Kakak mau bantu nih ngasih ringkasan materi dan 30 contoh soal besaran dan satuan. Simak yah mudah-mudahan bisa membantu mempelajari bab besaran dan satuan. Liat-liat juga di daftar isinya. Selamat belajar!

Rangkuman Materi Besaran dan Satuan Kelas 10

Besaran dibedakan menjadi besaran pokok dan besaran turunan

Besaran Pokok

yaitu besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lainnya. Ada 7 macam besaran pokok beserta simbolnya, antara lain:

Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Contoh dari besaran turunan dan simbolnya sebagai berikut.

Sistem Satuan dan Dimensi

Sistem Satuan

Sistem satuan yang digunakan adalah Satuan Internasional atau sistem metrik. Dikenal sebagai sistem mks singkatan dari meter, kilogram, dan sekon. Berikut merupakan satuan dari besaran pokok, antara lain:

Satuan dari besaran turunan, antara lain:

Dimensi

menunjukkan cara besaran tersusun dari besaran-besaran pokok. Dimensi dari besaran pokok diantaranya:
dimensi besaran pokok

Dimensi dari besaran turunan, diantaranya:

Angka Penting

Notasi Ilmiah

pengukuran dinyatakan:
a,… x 10x

Keterangan:
a = bilangan asli dari 1-9
x = pangkat yang merupakan bilangan bulat

Contoh:

  • 250.000 ditulis 2,5 x 105
  • 0,054 ditulis 5,4 x 10-2

Aturan Angka Penting

Aturannya sebagai berikut:

  1. Semua angka nol adalah angka penting
  2. Semua angka nol yang terleyak diantara bukan nol termasuk angka penting. Contoh 1005 (4 angka penting)
  3. Semua angka nol pada angka desimal lebih dari nol dan terletak di akhir angka merupakan angka penting. Contoh 1,250 (4 angka penting)
  4. Semua angka nolpada angka desimal kurang dari nol dan terletak di kanan dan kiri koma desimal bukan merupakan angka penting. Contoh: 0,250 (3 angka penting)

Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting

hasilnya hanya mengandung satu angka taksiran.Contoh:
11,5 m
24,62 m +
36,12 m

Perkalian dan Pembagian Angka Penting

hasil perhitungan mengikuti jumlah angka penting paling sedikit. Contoh: 2,12 m (3 angka penting) x 1,2 (2 angka penting) hasilnya 2,544 m2. Berdasarkan aturan hasilnya mengikuti jumlah angka penting paling sedikit yaitu 2 angka penting sehingga hasilnya 2,5 m2.

Aturan Pembulatan

  1. Angka hasil perhitungan lebih dari lima, angka dibulatkan ke atas. Contoh 3,237 dibulatkan menjadi 3,24
  2. Angka hasil perhitungan kurang dari lima, angka di bulatkan ke bawah. Contoh 4,231 dibulatkan menjadi 4,23
  3. Angka hasil perhitungan tepat = 5, dibulatkan ke atas jika angka sebelumnya ganjil. Dibulatkan ke bawah jika angka sebelumnya genap. Contoh 3,235 dibulatkan menjadi 3,24, dan 2,145 dibulatkan menjadi 2,14.

Pengukuran

Pengukuran Panjang

  1. Penggaris, mengukur panjang benda dengan skala terkecil 1 mm atau 0,1 cm. Ketelitian atau ketidakpastian 0,5 mm atau 0,05 cm.
  2. Jangka Sorong, mengukur Panjang benda maksimum 10 cm. Skala terkecil 0,1 mm atau 0,01 cm. Ketelitian atau ketidakpastian jangka sorong0,05 mm atau 0,005 cm.
  3. Mikrometer Sekrup, mengukur panjang benda 25 mm. Skala terkecil dari mikrometer sekrup adalah 0,01 mm atau 0,001cm. Ketelitian atau ketidakpastian mikrometer sekrup 0,005 mm atau 0,0005 cm.

Pengukuran Massa

  1. Neraca Ohaus, memiliki skala terkecil 0,1 gram.
  2. Neraca lengan.
  3. Neraca Dacin

Pengukuran Waktu

Alat yang digunakan salah satunya adalah stopwatch.

Besaran Skalar dan Besaran Vektor

  • Besaran skalar yaitu besran yang hanya memiliki nilai tanpa memiliki arah. Misalnya jarak, daya, massa jenis, luas, tekanan, dan volume.
  • Besaran vektor yaitu besaran yang memiliki nilai dan arah. Misalnya perpindahan, kecepatan, percepatan, dan momentum

Resultan vektor

vektor jika berada di sumbu x dan y memiliki vektor i dan j, sedangkan jika berada di sumbu x, y, dan z memiliki vektor satuan i, j, dan k.

Jika dua vektor A dan B mengapit sudut α, maka resultan vektornya sebagai berikut.

Penguraian vektor

Fx = F cos α

Fy = F sin α

Besar dan arah vektor ditentukan dengan rumus

resultan vektor jika terdapat banyak komponen pada sumbu x dan y maka dapat ditentukan melalui rumus:

Perkalian Silang

Aturan perkalian silang untuk vektor satuan i, j, dan k sebagai berikut.

i x j = k i x k = − j

j x k = i k x j = − i

k x i = j j x i = − k

Untuk hasil kali silang yang mengapit sudut dirumuskan sebagai berikut.

Video Pembelajaran Besaran dan Satuan Kelas X

Belajar Fisika : Besaran, Satuan & Dimensi

30 Contoh Soal Besaran dan Satuan Pembahasan & Jawabannya Kelas 10

Soal No.1 (UTBK 2019)
Satuan-satuan berikut merupakan satuan besaran pokok, KECUALI….

  1. kelvin, mole, celcius
  2. meter, sekon, kandela
  3. celcius, kilogram, mole
  4. kandela, meter, watt
  5. kilogram, kelvin, ampere

PEMBAHASAN :
Satuan pokok adalah satuan yang ditentukan berdasarkan definisi,  dipilih dengan cara dan selera tertentu.  Sedangkan satuan besaran pokok adalah satuan yang dimiliki besaran pokok jadi tidak hanya satuan pokok saja tetapi satuan yang lain.
Hubungan antara satuan pokok dengan besaran pokok ditunjukan tabel berikut.

Jawaban D

Soal No.2 (EBTANAS 1986)
Vektor = 3 satuan, = 4 satuan, dan . Besar sudut api yang diapit vektor dan  adalah….

  1. 90o
  2. 45o
  3. 60o
  4. 120o
  5. 180o

PEMBAHASAN
Menggunakan rumusan:


25 = 9 + 16 +24 cos α
24 cos α = 0
cos α = 0
α = 90o
Jawaban A

Soal No.3 (PPI 1979)
Kuat medan listrik pada sebuah titik mempunyai satuan….

  1. meter/volt
  2. Newton.Coulomb
  3. volt.meter
  4. Newton/Coulomb
  5. Coulomb/Newton

PEMBAHASAN
Kuat medan listrik yaitu E. Kuat medan listrik memiliki rumusan . Dimana satuan gaya (F) yaitu coulomb dan satuan muatan (q) yaitu Coulomb
Jawaban D

Soal No.4 (EBTANAS 1989)
Hasil pengukuran plat seng dengan panjang 1,5 m dan lebar 1,20 m. Luas plat seng menurut penulisan angka penting adalah….

  1. 1,8012 m2
  2. 1,801 m2
  3. 1,800 m2
  4. 1,80 m2
  5. 1,8 m2

PEMBAHASAN
1,5 (2 angka penting) sedangkan 1,20 (3 angka penting). Menentukan luas yaitu mengalikan panjang dengan lebar. Hasil perkalian mengikuti jumlah angka penting yang lebih sedikit yaitu 2 angka penting. Sehingga jawaban yang paling tepat yaitu 1,8 m2
Jawaban E

Soal No.5 (SNMPTN 2009)
Hasil pengukuran kapasitas panas C suatu zat padat sebagai fungsi temperatur T dinyatakan oleh persamaan C = αT + β3. Satuan untuk α dan β yang mungkin adalah….

  1. J untuk α dan JK-2 untuk β
  2. JK2 untuk α dan J untuk β
  3. JK untuk α dan JK3 untuk β
  4. JK-2 untuk α dan JK-4 untuk β
  5. J untuk α dan J untuk β

PEMBAHASAN
Satuan C yaitu J/K, jika C = αT, maka α = C/T sehingga satuannya α = J/K2 atau JK-2, dan jika C = β3T maka β = C/T3, sehingga satuan β = J/K4 atau JK-4
Jawaban D

Soal No.6 (EBTANAS 1994)
Di antara kelompok besaran di bawah ini yang hanya terdiri dari besaran turunan saja adalah….

  1. kuat arus, massa, gaya
  2. suhu, massa, volume
  3. waktu, momentum, percepatan
  4. usaha, momentum, percepatan
  5. kecepatan, suhu, jumlah zat

PEMBAHASAN
Besaran pokok diantaranya panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus, intensitas cahaya, dan jumlah zat. Selain itu berarti besaran turunan. Jawabannya yaitu usaha, momentum dan percepatan
Jawaban D

Soal No.7 (UMPTN 1986)
Besaran yang dimensinya ML-1T-2 adalah….

  1. gaya
  2. tekanan
  3. energi
  4. momentum
  5. percepatan

PEMBAHASAN
Gaya satuannya kgms-2 jadi dimensinya MLT-2
Tekanan satuannya kg/ms-2 jadi dimensinya ML-1T-2
Energi satuannya kgm2s-2 jadi dimensinya ML-1T-2
Momentum satuannya kgms-1 jadi dimensinya MLT-1
Percepatan satuannya ms-2 jadi dimensinya LT-2
Jawaban B

Soal No.8 (EBTANAS 1998)
Pada gambar Fy = komponen gaya P pada sumbu Y. Jika Fy = 2 N, komponen gaya pada sumbu X adalah….

  1. 4 N
  2. 2 N
  3. 1 N

PEMBAHASAN
Fy = F sin α
2 = F sin 30o
F = 4N
Fx = F cos 30o=
Jawaban B

Soal No.9 (UN 2012)
Contoh Soal Pengukuran
Sebuah benda ketebalannya diukur dengan mikrometer sekrup seperti gambar. Hasil pengukuran ketebalan benda adalah….

  1. 2,97 mm
  2. 2,47 mm
  3. 2,03 mm
  4. 1,97 mm
  5. 1,47 mm

PEMBAHASAN
Skala utama = 2 mm
Skala noniusnya = 47 x 0,01 mm = 0,47 mm. Jadi pengukuran ketebalan benda = 2 + 0,47 = 2,47 mm
Jawaban B

Soal No.10 (SKALU 1978)
Satuan energi dapat dinyatakan dalam
(1) kilowatt jam
(2) Joule
(3) daya kuda-detik
(4) elektron volt

PEMBAHASAN
Energi dapat dikaitkan dengan daya dikalikan waktu sehingga satuannya watt sekon, kilowatt jam, atau daya kuda detik. Kemudian energi juga memiliki satuan Joule. Energi juga memiliki satuan elektron volt. JAdi yang paling tepat adalah (1), (2), (3), dan (4)
Jawaban E

Soal No.11 (SKALU 1978)
Dua buah gaya yang masing-masing besarnya 5 Newton bila dipadukan dapat memberikan resultan sebesar 5 N.

SEBAB

Besar gaya paduan dari dua buah gaya ditentukan oleh sudut yang diapit kedua gaya itu.
PEMBAHASAN
Pernyataan I : besar resultan : Benar
Pernyataan II : Benar
besar gaya paduan dua gaya tersebut dipengaruhi oleh sudut apit.
Keduanya berhubungan
Jawaban A

Soal No.12 (EBTANAS 1996)
Pada pengukuran panjang benda, diperoleh hasil pengukuran 0,0760 m. Banyaknya angka penting hasil pengukuran tersebut adalah….

  1. dua
  2. tiga
  3. empat
  4. lima
  5. enam

PEMBAHASAN :
Menurut atutan angka penting yaitu semua angka nol pada angka desimal kurang dari nol dan terletak di kanan dan kiri koma desimal bukan merupakan angka penting. Maka terdapat tiga angka penting 0,0760 yang ditandai tebal.
Jawaban B

Soal No.13 (EBTANAS 1986)
Jika sebuah vektor dari 12 N diuraikan menjadi dua buah vektor yang saling tegak lurus dan sebuah diantaranya membentuk sudut 30o dengan vektor itu, maka besar masing-masing vektor adalah….

  1. 6N dan
  2. 6N dan
  3. 6N dan
  4. 3N dan
  5. 3N dan

PEMBAHASAN :
Diketahui:
F = 12 N
α = 30o
Jika digambarkan sebagai berikut

Menentukan besar masing-masing vektor (Fx dan Fy)
Fx = F cos α = 12 N x cos 30o = 12 x =
Fy = F sin α = 12 N x sin 30o = 12 x ½ = 6 N
Jawaban A

Soal No.14 (EBTANAS 1990)
Dimensi energi potensial adalah….

  1. MLT-1
  2. MLT-2
  3. ML-1T-2
  4. ML2T2
  5. ML-2T-1

PEMBAHASAN :
Menentukan dimensi dilihat dari rumusan energi potensial
Ep = mgh
Dimensi massa (m) = M
Dimensi percepatan (g) =
Dimensi ketinggian (h) = L
qr = -(qsistem + qkalorimeter) = -(m.c.ΔT) (q kalorimeter diabaikan karena tidak diketahui kapasitas jenisnya
qr = -(200 gr. 4,2 J/gK. 7 K) = -5.880 J = -5,88 kJ
Maka dimensi energi potensial
Ep = mgh = = M LT-2 L = ML2T-2
Jawaban D

Soal No.15
Dimensi konstanta pegas adalah….

  1. LT-1
  2. MT-2
  3. MLT-1
  4. MLT-2
  5. ML2T1

PEMBAHASAN :
Konstanta pegas memiliki rumusan dan dimensi sebagai berikut:

Jawaban B

Soal No.16 (EBTANAS 1995)
Gambar di bawah ini merupakan penjumlahan vektor secara segitiga. Gambar yang resultan vektornya sama dengan nol adalah
.

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5

PEMBAHASAN :
Vektor yang resultannya sama dengan nol adalah vektor yang ujung vektor terakhir bertemu dengan pangkal vektor pertama vektor tersebut adalah gambar no 5.
Jawaban E

Soal No.17 (EBTANAS 1996)
Kelompok besaran berikut yang merupakan besaran pokok adalah….

  1. panjang, kuat arus, kecepatan
  2. intensitas cahaya, berat, waktu
  3. jumlah zat, suhu, massa
  4. percepatan, kuat arus, gaya
  5. panjang, berat, intensitas cahaya

PEMBAHASAN :
Besaran pokok merupakan besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu. Ada 7 macam besaran pokok yaitu:

  • panjang
  • massa
  • waktu
  • kuat arus
  • suhu
  • intensitas cahaya
  • jumlah zat

Jawaban C

Soal No.18 (EBTANAS 1996)
Dua buah vektor masing-masing adalah F1 = 10 satuan dan F2 = 16 satuan. Resultan kedua vektor pada sumbu X dan sumbu Y adalah….

  1. 2 satuan dan 8 satuan
  2. 2 satuan dan satuan
  3. satuan dan 8 satuan
  4. 18 satuan dan 8 satuan
  5. 18 satuan dan satuan

PEMBAHASAN :
Menentukan F2x dan F2y
F2x = F2 cos α = 16N x cos 60o = 16 x ½ = 8 satuan
F2y = F2 cos α = 16N x cos 60o = 16 x ½ = 8 satuan
Menentukan resultan kedua vektor pada sumbu X dan sumbu Y
Sumbu X
ΣFx = F1 − F2x = 10 − 8 satuan = 2 satuan
Sumbu Y
ΣFy = F2y = satuan. (Sama karena tidak ada gaya lain)
Jawaban B

Soal No.19 (EBTANAS 1999)
Besaran berikut ini yang dimensinya sama dengan dimensi berat adalah….

  1. momentum
  2. impuls
  3. daya
  4. energi
  5. gaya

PEMBAHASAN :
Menentukan dimensi berat
W = mg
Dimensi massa (m) = M
Dimensi percepatan (g) =
maka dimensi berat adalah
W = mg = M LT-2
Dimensi yang sama dengan dimensi berat adalah gaya
F = ma
Dimensi massa (m) = M
Dimensi percepatan (a) =
dimensi gaya adalah
F = ma = M LT -2
Sedangkan dimensi jawaban lainnya
momentum = MLT -1
impuls = MLT -1
daya = ML2T -3
Jawaban E

Soal No.20 (EBTANAS 2000)
Perhatikan tabel di bawah ini!….

Dari tabel di atas yang mempunyai satuan dan dimensi yang benar adalah dimensi nomor….

  1. 1 saja
  2. 1 dan 2
  3. 1, 2, dan 3
  4. 1 dan 3
  5. 2 dan 3

PEMBAHASAN :

  • Momentum
    p = mv satuannya kg ms-1 dan dimensinya MLT-1
  • Gaya
    F = ma satuannya kg ms-2 dan dimensinya MLT-2
  • Daya
    P = W/t satuannya kg m2s-3 dan dimensinya ML2T-3

Maka jawaban yang sesuai adalah C
Jawaban A

Soal No.21
Tiga buah vektor setitik tangkap terlihat seperti gambar. Besar masing-masing vektor:
[V1] = 30 satuan
[V2] = 30 satuan
[V3] = 40 satuan

Besar resultan ketiga vektor tersebut adalah….

  1. 30 satuan
  2. 40 satuan
  3. 50 satuan
  4. 90 satuan
  5. 110 satuan

PEMBAHASAN :
Menentukan V1x dan V2x
V1x = V1 cos 30o = 30 = satuan
V2x = V2 cos 30o = 30 = satuan
Menentukan V1y dan V2y
V1y = V1 sin 30o = 30(½) = 15 satuan
V2y = V2 sin 30o = 30(½) = 15 satuan
Maka
ΣVx = V1x +V3 − V2x = + 40 − = 40 satuan
ΣVy = V1y +V2y = 15 + 15 satuan

Jawaban C

Soal No.22 (EBTANAS 2002)
Dua buah gaya (setitik tangkap) saling tegak lurus, besarnya masing-masing 12 N dan 5 N. Besar resultan kedua gaya tersebut adalah….

  1. 17 N
  2. 15 N
  3. 13 N
  4. 9 N
  5. 7 N

PEMBAHASAN :
Diketahui:
F1 = 12 N
F2 = 5 N
Saling tegak lurus maka sudutnya (θ) = 90o
Menentukan besar resultan kedua gaya


Jawaban C

Soal No.23 (EBTANAS 2003)
Apabila tiap skala pada gambar di bawah ini = 2 N maka resultan kedua gaya tersebut adalah….

  1. 4 Newton
  2. 6 Newton
  3. 8 Newton
  4. 10 Newton
  5. 12 Newton

PEMBAHASAN :
Diketahui:
F1 = 4 x 2N = 8 N
F2 = 3 x 2N = 6 N
θ = 90o
Menentukan resultan kedua gaya


Jawaban D

Soal No.24 (UN 2014)
Sebuah mobil bergerak sejauh 60 km ke arah sumbu X positif, kemudian 80 km ke arah sumbu Y positif dan seterusnya bergerak sejauh 50 km membentuk sudut 37o terhadap sumbu Y positif. Besar resultan perjalanan mobil tersebut adalah….(sin 37o = 0,8)

  1. 190 km
  2. 150 km
  3. 100 km
  4. 80 km
  5. 60 km

PEMBAHASAN :
Menentukan Rx dan Ry
Rx = 60 km + 50 km cos 53o = 60 + 50. 0,6 = 90 km
Ry = 80 km + 50 km sin 53o = 60 + 50. 0,8 = 120 km
Menentukan resultan perjalanan mobil tersebut

Jawaban B

Soal No.25 (UN 2014)
Contoh Soal Pengukuran
Gambar berikut adalah pengukuran massa benda dengan menggunakan neraca Ohauss lengan tiga. Hasil pengukuran massa benda yang benar adalah….

  1. 350 gram
  2. 321,5 gram
  3. 240 gram
  4. 173 gram
  5. 170,3 gram

PEMBAHASAN :
Menentukan hasil timbangan neraca Ohauss tiga lengan dapat ditentukan dari penunjuk skala pada neraca yaitu (150 + 20 + 3) gram = 173 gram
Jawaban D

Soal No.26 (UN 2013)
Contoh Soal Pengukuran

Seorang anak mengukur tebal buku dan menunjukkan skala seperti pada gambar. Dari skala yang ditunjukkan maka tebal buku adalah….

  1. 9,56 mm
  2. 8,65 mm
  3. 7,55 mm
  4. 6,95 mm
  5. 5,65 mm

PEMBAHASAN :
Mengukur menggunakan mikrometer sekrup dapat dilihat dari skala utama yaitu 6,5 mm dan skal noniusnya yaitu 45 x 0,01 = 0,45 mm. Maka ketebalan buku tersebut adalah 6,5 mm + 0,45 mm = 6,95 mm
Jawaban D

Soal No.27 (UN 2013)
Vektor = 9N, = 15N, = 10N diletakkan pada diagram Cartesius seperti pada gambar. Resultan ketiga vektor tersebut adalah….

  1. 6 N
  2. 8 N
  3. 10 N
  4. 12 N
  5. 16 N

PEMBAHASAN :
Diketahui:
= 9N
= 15N
= 10N
Menentukan F2x dan F2y
F2x = F2 sin α = 15N x sin 37o = 15 x 0,6 = 9 N
F2y = F2 cos α = 15N x cos 37o = 15 x 0,8 = 12 N
Menentukan F3x dan F3y
F3x = F3 cos α = 10N x cos 37o = 10 x 0,8 = 8 N
F3y = F3 sin α = 10N x cos 37o = 10 x 0,6 = 6 N
Maka
ΣFx = F1 + F3x − F2x = 9 + 8 − 9 = 8 N
ΣFy = F2y + F3y − F2x = 12 − 6 = 6 N

Jawaban C

Soal No.28 (UN 2013)
Seorang anak berjalan 4 meter ke Barat kemudian belok ke Selatan sejauh 12 meter dan belok lagi ke Timur sejauh 20 meter. Perpindahan yang dilakukan anak tersebut dari posisi awal adalah….

  1. 10 m
  2. 16 m
  3. 20 m
  4. 23 m
  5. 36 m

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Ke barat = sumbu x negatif = 4 m
Ke timur = sumbu x positif = 20 m
Ke selatan = sumbu y negatif = 12 m
Menentukan Rx
Rx = 20 − 4 = 16 m
Menentukan Rx
Ry = 12 m
Menentukan perpindahan anak

Jawaban C

Soal No.29 (UN 2010)
Contoh Soal Pengukuran
Perhatikan pengukuran panjang balok di bawah ini!

Hasil pengukuran yang didapat adalah….

  1. 3,00 cm
  2. 3,09 cm
  3. 3,19 cm
  4. 3,29 cm
  5. 3,90 cm

PEMBAHASAN :
Mengukur menggunakan jangka sorong pengukurannya harus melihat skala tetap yaitu 3,1 cm dan skala noniusnya menunjukkan 9 x 0,01 cm = 0,09 cm. Maka hasil pengukurannya adalah = 3,1 cm + 0,09 cm = 3,19 cm
Jawaban C

Soal No.30 (UN 2008)
Hasil pengukuran panjang dan lebar sebidang tanah berbentuk empat persegi panjang adalah 15,35 m dan 12,5 m. Luas tanah menurut aturan angka penting adalah….m2

  1. 191,875
  2. 191,88
  3. 191,87
  4. 181,9
  5. 192

PEMBAHASAN :
Panjang = 15,35 m (terdapat 4 angka penting)
Lebar = 12,5 m (terdapat 3 angka penting)
Menentukan luas tanah
L = p x l = 15,35 m x 12,5 m = 191,875
Menurut aturan angka penting, perkalian angka penting mengikuti jumlah angka yang lebih sedikit yaitu angka penting. Maka luasnya adalah 192 m2 (dibulatkan).
Jawaban E

Sebelumnya Latihan Soal Laju Reaksi
Selanjutnya Rangkuman, Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan Berikut Pembahasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.