Rangkuman Materi, 87 Contoh Soal & Pembahasan Kingdom Animalia Biologi SMA

Rangkuman Materi Kingdom Animalia Kelas 10 SMA

Kingdom Animalia

Ciri-ciri utama kingdom animalia sebagai berikut:

  • Memerlukan oksigen untuk bernapas
  • Mahluk hidup eukariotik dan multiseluler
  • Bersifat heterotrof (tidak mempunyai klorofil jadi tidak bisa membuat makanan sendiri)
  • Bergerak aktif dengan menggunakan sel otot
  • Tidak memiliki dinding sel
  • Setelah dewasa jumlah kromosomnya diploid (2n)
  • Reproduksi kebanyakan secara seksual

Avertebrata

Kelompok pertama kingdom animalia adalah avertebrata, yaitu kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Avertebrata dibagi menjadi beberapa filum diantaranya:

Porifera

  • Porifera disebut juga dengan hewan spons
  • Tubuhnya berpori dan multiseluler
  • Hidup di dasar perairan, kebanyakan di laut melekat pada bebatuan atau benda lainnya
  • Bentuk tubuh seperti tabung, mangkuk, atau menyerupai tumbuhan
  • Reproduksi:
    1. Aseksual dengan cara membentuk tunas, tunas internal (gemmule), dan regenerasi
    2. Seksual dengan cara membentuk gamet
  • Cara porifera mendapatkan makanan: air masuk melalui pori-pori tubuhnya, kemudian disaring oleh sel koanosit lalu flagela menangkap makanan yang terbawa dalam air. Makanan dicerna di dalam koanosit kemudian di distribusikan oleh sel amoebosit ke sel-sel lain. Zat-zat yang tidak diperlukan akan dikeluarkan melalui sirkulasi air oleh spongosol melalui oskulum
  • Ada tiga macam saluran air:
    1. Asconoid: porifera bentuk tabung, air masuk melalui bukaan pori-pori (ostia) dan keluar melalui oskulum.
    2. Syconoid: air masuk melalui ostia, kemudian melalui prosopil lalu masuk ke koanosit dan diputar-putar menuju rongga kloaka dan akhirnya keluar lewat oskulum.
    3. Leuconoid/rhagon: air masuk melalui ostium kulit, masuk ke lapisan koanosit kemudian ke rongga kloaka dan keluar melalui oskulum.
  • Berdasarkan bentuk dan kandungan spikula, porifera dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:
    1. Calcarea, contohnya Clathrina sp.
    2. Hexactinellida, contohnya Hyalonema sp.
    3. Demospongia contohnya Spongia sp.

Coelenterata/Cnidaria

  • Rangka tubuh mengandung zat kapur/kitin
  • Disebut Cnidaria karena memiliki alat penyengat untuk melumpuhkan mangsa, yang terdapat pada lapisan ektoderma
  • Alat penyengat mengandung racun yang disebut hipnotoksin
  • Hewan multiseluler diploblastik (tersusun dari banyak jaringan)
  • Bentuk tubuh polip atau medusa
  • Bersifat heterotrof (tidak bisa membuat makanan sendiri)
  • Habitatnya di laut
  • Reproduksi:
    1. Aseksual dengan cara membentuk tunas oleh polip
    2. Seksual dengan cara membentuk gamet oleh polip atau medusa
  • Coelenterata dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:
    1. Hydrozoa contohnya Hydra dan Obelia
    2. Scyphozoa contohnya Aurelia (ubur-ubur)
    3. Anthozoa contohnya Acrodora
  • Pada daur hidup Coelenterata terjadi pergiliran keturunan dari fase generatif ke fase vegetatif atau disebut dengan metagenesis. Contoh daur hidup Coelenterata:

Daur hidup Obelia sp

Daur hidup Aurelia sp

Platyhelminthes (cacing pipih)

Ciri-ciri platyhelminthes secara umum:

  • Bentuk tubuh pipih simetri bilateral tanpa rongga tubuh (aselomata)
  • Memiliki sistem saraf, pencernaan satu lubang, tidak mempunyai sistem sirkulasi, respirasi, dan ekskresi
  • Bersifat parasit juga hermafrodit
  • Habitat diperairan
  • Reproduksi:
    1. Seksual dengan cara perkawinan silang
    2. Aseksual dengan cara fragmentasi kemudian regenerasi
  • Hewan triploblastik, memiliki tiga lapisan yaitu ektoderma, mesoderma, dan endoderma
  • Terbagi menjadi tiga kelas:
    1. Turbellaria (cacing berambut getar)
      1. bentuk tubuh seperti tongkat, bersilia, bermata dua, dan tanpa alat isap.
      2. Hidup di perairan, genangan air, kolam, atau sungai dengan cara menempel pada bebatuan atau daun di genangan air.
      3. Berkembangbiak secara vegetatif dengan fragmentasi
      4. Contohnya Planaria dan Bipalium
    2. Trematoda
      1. Bersifat hermafrodit juga parasit pada manusia dan hewan
      2. Habitat pada paru-paru, hati, dan usus
      3. Tubuhnya dilapisi kutikula dan tidak bersilia
      4. Memiliki alat isap dengan gigi kitin
      5. Contohnya Fasciola hepatica (cacing hati), hidup pada kantong empedu ternak
      6. Daur hidup cacing hati pada domba:
    3. Cestoda (cacing pita)
      1. Bentuk tubuh pipih panjang seperti pita
      2. Bersifat hermafrodit dan endoparasit
      3. Segmen-segmen tubuhnya (proglotid) dilapisi kutikula
      4. Pada kepala cacing (skoleks) terdapat kait (rostelum) yang tersusun atas bahan kitin dan terdapat empat buah pengisap untuk melekat pada dinding usus
      5. Siklus hidup cacing pita:

Nemathelminthes (cacing gilig)

  • Hewan triploblastik pseudoselomata dengan bentuk tubuh silindris
  • Permukaan tubuh bersegmen dan dilapisi kutikula
  • Pencernaan lengkap, sistem sirkulasi oleh cairan pseudoselom, tidak memiliki sistem respirasi dan ekskresi
  • Habitat di air dan tanah, juga parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan
  • Reproduksi secara seksual
  • Contoh cacing gilig yang parasit pada manusia yaitu Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Wuchereria bancrofti (cacing filaria), Oxyuris vermicularis (cacing kremi), dan cacing tambang

Annelida

  • Hewan triploblastik selomata
  • Bentuk tubuh simetri bilateral bersegmen dilapisi kutikula, berotot, sistem pencernaan lengkap, sistem sirkulasi, sistem saraf tangga tali, dan memiliki sistem ekskresi tapi tidak memiliki sistem respirasi
  • Habitat di air laut, air tawar, dan daratan
  • Bersifat hermafrodit atau gonokoris (alat kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda)
  • Reproduksi seksual dan aseksual
  • Terbagi menjadi tiga kelas yaitu:
    1. Polychaeta contohnya Allita virens (cacing laut)
    2. Oligochaeta contohnya pheretima sp. (cacing tanah)
    3. Hirudinea contohnya Hirudo medicinalis (lintah)

Mollusca

  • Hewan triploblastik selomata, bentuk tubuh simetri bilateral, tekstur lunak
  • Bagian-bagian tubuh berupa kaki, massa visceral, dan mantel
  • Habitat di laut lepas, air tawar, dan daratan
  • Tubuh tidak bersegmen tapi ada yang bercangkang
  • Sistem pencernaan lengkap dengan sistem sirkulasi terbuka dan tertutup
  • Sistem saraf terdiri atas ganglion dan serabut saraf
  • Respirasi menggunakan insang atau rongga mantel
  • Ekskresi menggunakan nefridia
  • Reproduksi seksual secara internal atau eksternal
  • Bersifat dioseus (alat kelamin jantan dan betina pada individu yang berbeda) dan monoseus (alat kelamin jantan dan betina pada individu yang sama)
  • Terbagi menjadi lima kelas, yaitu:
    1. Amphineura contohnya Chiton sp.
    2. Gastropoda contohnya Achatina fulica (bekicot)
    3. Scaphopoda contohnya Dentalium sp.
    4. Cephalopoda contohnya Loligo pealii (cumi-cumi), Octopus sp. (gurita), Sepia officinalis (sotong), dan Nautilus pompilius
    5. Pelecypoda contohnya Pinctada mertensi (tiram mutiara)

Arthropoda

  • Hewan triploblastik selomata, bentuk tubuh simetri bilateral, kaki dan tubuh beruas-ruas
  • Habitat di air, di darat, dan di tanah
  • Bersifat parasit dan simbiotik/ komensal
  • Tubuh terdiri atas kepala (kaput), dada (toraks), perut (abdomen), dan memiliki rangka luar (eksoskeleton)
  • Sistem indera baik, sistem saraf tangga tali, sistem pencernaan lengkap, dan ekskresi melalui tubula malphigi
  • Respirasi menggunakan insang, trakea atau paru-paru berbuku dan sistem sirkulasi terbuka
  • Bersifat dioseus dan mengalami ekdisis (lepasnya kutikula) sebagian bermetamorfosis
  • Terbagi menjadi 4 kelas, yaitu:
    1. Crustaceae (golongan udang-udangan)
    2. Arachnida (kalajengking, akarina, dan laba-laba)
    3. Myriapoda (golongan luing dan lipan)
    4. Insecta (golongan serangga)

Echinodermata

  • Hewan triploblastik selomata, bentuk tubuh simetri bilateral, permukaan tubuh berduri (tumpul dan runcing)
  • Habitat di dasar laut
  • Bergerak dengan menggunakan kaki pembuluh (kaki ambulakral), sekaligus sebagai sistem pembuluh air
  • Sistem saraf berupa cincin dengan pusat saraf bercabang
  • Sistem pencernaan lengkap tetapi tidak memiliki sistem ekskresi
  • Respirasi menggunakan insang dan sirkulasi dengan cairan rongga tubuh
  • Bersifat dioseus dengan reproduksi secara seksual (eksternal dan dapat beregenerasi
  • Terbagi menjadi lima kelas, yaitu:
    1. Asteroidea contohnya Astropecten duplicatus
    2. Echinoidea contohnya Echinus esculentaus (bulu babi berduri pendek)
    3. Ophiuroidea contohnya Ophiothrix fragilis
    4. Crinoidea contohnya Antedon sp. (lili laut bertangkai)
    5. Holothuroidea contohnya Holothuria atra (teripang hitam)

Vertebrata

Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang (vertebrae). Tulang belakang adalah ruas-ruas tulang yang berderet sepanjang leher sampai ekor yang berfungsi untuk menyokong tubuh dan melindungi sistem saraf. Vertebrata dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:

Pisces

  • Kelompok hewan yang habitatnya di dalam air
  • Bagian tubuh luar ditutupi eksoskeleton berupa sisik dan berlendir
  • Alat gerak berupa sirip
  • Bernapas melalui insang
  • Hewan berdarah dingin (poikiloterm)
  • Berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar)
  • Fertilisasi secara ekternal atau internal
  • Memiliki dua ruangan jantung(atrium dan ventrikel)
  • Terbagi dalam dua kelas, yaitu:
    1. Chondrichthyes (ikan bertulang rawan), contohnya ikan hiu (Carcharhinus sp.) dan ikan pari (Dasyatis sp.)
    2. Osteichthyes (ikan bertulang sejati), contohnya ikan mas (Cyprinus carpio), ikan nila (Oreochromis niloticus), dan ikan lele (Clarias batracus)

Amfibi

  • Habitat di air dan di darat, keduanya bertelur di perairan
  • Bernapas dengan paru-paru dan kulit
  • Kulit berlendir dan beberapa memiliki kelenjar racun
  • Alat gerak berupa dua pasang tungkai
  • Hewan berdarah dingin (poikiloterm)
  • Berkembang biak dengan bertelur (ovipar)
  • Larva amfibi disebut kecebong, hidup di air dan bernapas dengan insang
  • Siklus hidup melewati tahapan metamorfosis
  • Fertilisasi secara eksternal, juga embrio berkembang di luar tubuh induknya
  • Memiliki tiga ruangan jantung (dua serambi, satu bilik)
  • Contohnya katak sawah (Hylarana chalconata) dan kodok bangkong (Duttaphrynus melanostictus)

Reptilia

  • Habitat di air dan di darat, dapat beradaptasi di daerah kering
  • Bersifat autotomi (memutuskan bagian tubuh tertentu apabila dalam bahaya)
  • Alat gerak berupa kaki (buaya dan kadal) dan perut (ular)
  • Tubuh ditutupi kulit kering dan bersisik, juga ada yang memiliki karapaks dan plastron (kura-kura dan penyu)
  • Hewan berdarah dingin (poikiloterm)
  • Berkembang biak secara ovipar dan ovovivipar (bertelur-melahirkan)
  • Fertilisasi secara eksternal, juga embrio berkembang di luar tubuh induknya
  • Memiliki empat ruangan jantung (atrium kanan dan kiri, ventrikel kanan dan kiri)
  • Terbagi dalam empat ordo, yaitu:
    1. Rhynchocephalia (ordo paling primitif) contohnya tuatara (Sphenodon punctatus)
    2. Squamata, terbagi menjadi dua subordo:
      1. Lacertilia: kadal kebun (Eutropis multifasciata), cecak (Gehyra mutilata), dan bunglon (Bronchocela jubata)
      2. Ophidia: ular piton (phyton reticulatus) dan ular kayu (Ptyas korros
    3. Testudinata contohnya penyu hijau (Chelonia mydas) dan kura-kura air tawar (Chelydra serpentia)
    4. Crocodilia contohnya buaya muara (Crocodilus porosus)

Aves

  • Seluruh permukaan tubuh ditutupi bulu
  • Alat gerak berupa sayap dan sepasang kaki
  • Hewan berdarah panas (homoiterm)
  • Mempunyai kantung hawa (saccus pneumaticus) yang berfungsi pada saat terbang sebagai alat respirasi, mengatur berat badan, memperkeras suara, dan membungkus organ supaya tidak dingin.
  • Berkembang biak secara ovipar
  • Fertilisasi secara internal dengan embrio berkembang di luar tubuh
  • Memiliki empat ruangan jantung (atrium kiri dan kanan, ventrikel kiri dan kanan)
  • Aves dibagi lagi ke dalam subkelas, yaitu:
    1. Archaeornithes
      1. Memiliki gigi pada kedua rahangnya
      2. Memiliki ekor yang panjang
      3. Subkelas ini anggotanya telah punah
      4. Contohnya Archaeopteryx dan Archaeornis
    2. Neornithes
      1. Tulang dada (sternum) telah sempurna
      2. Ekor berukuran pendek,

      Subkelas ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:

      1. Palaeognathae (kelompok burung tidak terbang)
        1. Spheniscifiormes, contohnya penguin (Aptenodytes sp.)
        2. Casuariliformes, contohnya burung kasuari (Casuarius casuarius)
        3. Afterygiformes, contohnya burung kiwi (Apteryx australis)
      2. Neognathae (kelompok burung dapat terbang)
        1. Galliformes, contohnya ayam (Gallus gallus)
        2. Passeriformes, contohnya burung ketilang (Pycnonotus aurigaster) dan burung gereja (Passer montanus)
        3. Coraciiformes, contohnya burung rangkong (Buceros rhinoceros)

Mammalia

  • Kebanyakan hidup di darat, sebagian kecil hidup di air
  • Memiliki mammae gland (kelenjar susu)
  • Seluruh permukaan tubuh di tutupi rambut
  • Alat gerak berupa dua pasang tungkai
  • Hewan berdarah panas (homoiterm)
  • Berkembangbiak secara ovipar (platypus) dan vivivar (kucing, anjing, harimau, hyena, dll)
  • Fertilisasi secara internal dengan embrio berkembang di dalam tubuh induknya
  • Jantung memiliki empat ruangan (atrium kanan dan kiri, ventrikel kanan dan kiri)

Mammalia terbagi menjadi beberapa ordo, diantaranya:

  1. Monotremata (mammalia bertelur), contohnya platypus (Ornithorhynchus anatinus) dan echidna (Tachyglossus sp.)
  2. Marsupialia (mammalia berkantong), contohnya kanguru (Dendrolagus ursinus) dan kuskus (Phalanger orientalis)
  3. Insectivora (mammalia pemakan serangga), contohnya celurut (Suncus murinus)
  4. Scandentia (bangsa tupai), contohnya tupai kalimantan (Tupaia gracilis-gracilis) dan tupai mindanau (Urogale evereti)
  5. Rodentia (kelompok pengerat), contohnya tikus sawah (Rattus argentiventer), bajing (sciurus sp.), dan landak (Hystrix brachyura)
  6. Lagomorpha (bangsa kelinci), contohnya kelinci (Nesolagus netscheri)
  7. Chiroptera (mammalia terbang) , contohnya kalong (Pteropus vampyrus)
  8. Pholidota (mammalia tidak bergigi), contohnya trenggiling (Manis javanica)
  9. Carnivora (mammalia pemakan daging) contohnya harimau (Panthera tigris) dan anjing (Canis sp.)
  10. Proboscidea (mammalia berbelalai), contohnya gajah asia (Elepas maximus) dan gajah afrika (Loxodonta africana)
  11. Artiodactyla (mammalia berkuku genap), contohnya kambing (Capra sp.) dan sapi (Bos sp.)
  12. Perrisodactyla (mammalia berkuku ganjil), contohnya kuda (Equus caballus) dan badak (Rhinoceros sp.)
  13. Primata (mammalia paling maju, memiliki mata stereoskopis), contohnya manusia (Homo sapiens) dan orang utan (Pongo pygmaeus).

Contoh Soal & Pembahasan Kingdom Animalia UN Biologi SMA

Soal No.1 (UN 2014)
Pada tahapan perkembangan cacing hati (Fasciola hepatica), perkembangan larva terjadi pada berbagai inang. Perkembangan larva yang terjadi di dalam tubuh siput adalah..
  1. Mirasidium menjadi sporokista
  2. Serkaria menjadi metaserkaria
  3. Sporokista menjadi redia
  4. Serkaria menjadi redia
  5. Mirasidium menjadi metaserkariar

PEMBAHASAN :
Siklus hidup cacing hati adalah sebagai berikut.
Telur → mirasidium → masuk ke tubuh siput → sporokista → redia → serkaria → keluar dari tubuh siput → metaserkaria → kista → masuk ke tubuh domba → cacing dewasa
Perkembangan larva yang terjadi di dalam tubuh siput adalah dari sporokista menjadi redia
Jawaban C

Soal No.2 (UN 2014)
Cermati gambar di bawah ini!

Ciri yang dimiliki oleh hewan-hewan tersebut sehingga dikelompokkan pada kelas yang sama adalah…
  1. Bertulang sejati dan bersisik
  2. Bertulang rawan dan tanpa sisik
  3. Bertulang sejati dan tanpa sisik
  4. Bertelur dan bertulang rawan
  5. Bertulang rawan dan bersisik

PEMBAHASAN :
Keempat hewan tersebut dikelompokan ke dalam kelas Osteichthyes yang memiliki ciri sebagai berikut

  1. mulut dan lubang hidungnya ventral
  2. memiliki sebagian tulang keras/sejati
  3. bersisik
  4. berdarah dingin
  5. berkembang biak dengan bertelur (ovipar)

Maka jawaban yang sesuai adalah pilihan A.
Jawaban A

Soal No.3 (UN 2014)
Perhatikan Hewan-hewan berikut.

Ketiga hewan tersebut tergolong dalam kelas yang sama. Karena memiliki ciri-ciri …

  1. Fertilisasi internal permukaan tubuh bersisik dan berlindir.
  2. Fertilisasi eksternal dan permukaan tubuh bersisik kering.
  3. Vivipar , permukaan tubuh berkulit halus dan berlendir.
  4. Fertilisasi ekternal permukaan tubuh berkulit harus kering.
  5. Ovipar permukaan tubuh bersisik dan berlendir.

PEMBAHASAN :
Ketiga hewan tergolong dalam hewan pisces dengan cirinya sebagai berikut:

  1. Pada umumnya memiliki kulit bersisik dan licin karena terdapat selaput lender (glandula mukosa)
  2. Umumnya ovipar dan fertilisasi eksternal (di luar tubuh induk)
  3. Penapasan umumnya dilakukan dengan menggunakan insang
  4. Alat geraknya berupa sirip.
  5. Suhu tubuhnya dapat berubah-ubah sesuai dengan suhu lingkungan
  6. Merupakan hewan berdarah dingin

Maka jawaban yang paling tepat adalah E
Jawaban E

Soal No.4 (UN 2014)
Pada siklus hidup cacing pita ( Paenia saginata ) telur yang dilepaskan bersama feses manusia akan menetas membentuk larva. Bila larva termakan oleh sapi (sebagai inang perantara) lalu masuk ke usus, selanjutnya larva akan berkembang menjadi …
  1. Oncosfer
  2. Kista
  3. Proglotid
  4. Larva
  5. Mirasedium

PEMBAHASAN :
Siklus hidup cacing pita sebagai berikut.
Telur → Zigot (keluar bersama feses manusia) → masuk tubuh sapi → larva Oncosfer → menuju otot lurik → Sisteserkus → masuk ke tubuh manusia → Cacing Dewasa.
Maka setelah masuk ke tubuh sapi larva akan berkembang menjadi Oncosfer
Jawaban A

Soal No.5 (UN 2014)
Dalam siklus hidup larva cacing. Clonorcis Sinensis mampu berkembang biak didalam tubuh inang sementara (siput). Ketika meninggalakan inangnya, larva cacing ini berbentuk….
  1. Ledia
  2. Serkaria
  3. Seporokista
  4. Mirasedium
  5. Metaserkeria

PEMBAHASAN :
Siklus hidup larva cacing Clornocis Sinensis adalah sebagai berikut.
Telur → Merasedium → masuk ke siput air tawar → Sporokista → Redia → Serkeria → Keluar dari tubuh siput → Metaserkaria → Kista → Masuk ke tubuh masuk ke tubuh domba → cacing dewasa.
Maka ketika meninggalkan tubuh siput larva cacing ini dalam keadaan serkeria
Jawaban B

Soal No.6 (UN 2014)
Dalam siklus hidup cacing hati (fasciola hepatica), stadium larva yang dihasilkan dari telur yang menetas adalah…
  1. Sporosis
  2. Serkaria
  3. Mirasedium
  4. Metaserkaria
  5. Ledia

PEMBAHASAN :
Siklus hidup cacing hati adalah sebagai berikut:
Telur → Mirasedium → masuk ke tubuh siput → Sporokista → Ledia → Serkaria → keluar dari tubuh siput → Metaserkaria → Kista → masuk ke tubuh domba → cacing dewasa.
Saat telur menetas maka stadium larva yang dihasilkan adalah Mirasedium
Jawaban C

Soal No.7 (UN 2014)
perhatikan gambar hewan berikut!
  1. Bersisik kering dan homoiterm
  2. Bersisik kering dan poikiloterm
  3. Bersisik lendir dan jantung beruang tiga
  4. Bersisik lendir dan bernapas dengan insang
  5. Bersisik lendir dan jantung beruang empat

PEMBAHASAN :
Ciri-ciri hewan Reptillia sebagai berikut.

  • Kulit tubuh kering dan tertutup oleh sisik atau lempeng epidermal
  • Reptilia memiliki peredaran darah tertutup ganda. Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel). tetapi sekat dari kedua bilik tersebut belum sempurna.
  • Bernapas dengan paru-paru
  • Alat ekskresi berupa sepasang ginjal yang berbentuk pipih.
  • Alat kelamin reptilia terpisah. Fertilisasi reptil terjadi secara internal dalam tubuh betina. Umumnya bersifat ovipar (bertelur), tetapi ada juga yang ovovivipar, seperti kadal.
  • Reptilia merupakan hewan poikiloterm (berdarah dingin)

Jadi jawaban yang benar adalah B
Jawaban B

Soal No.8 (UN 2014)
Perhatikan gambar hewan berikut!

Hewan-hewan diatas dikelompokkkan dalam kelas yang sama karena memiliki…

  1. Paruh dan sayap untuk terbang
  2. Rambut dan bernafas dengan paru-paru
  3. Telinga dan berkaki dua dengan jari berselaput
  4. Kulit lembap untuk membantu pernafasan
  5. Bulu dan paruh yang tersusun dari keratin

PEMBAHASAN :
Hewan di atas dikelompokkan dalam kelas yang sama yaitu Aves. Ciri-cirinya sebagai berikut.

  • Berkembang biak dengan bertelur (ovipar)
  • Tubuh dipenuhi bulu
  • Fertillisasi secara internal
  • Bagian jantung terbagi menjadi empat ruang
  • Bersifat homoioterm
  • Bersayap dan memiliki sepasang kaki
  • Bulu dan paruh tersusun dari keratin

Jawaban yang benar adalah E
Jawaban E

Soal No.9 (UN 2014)
Cacing hati dalam daur hidupnya memiliki 2 hospes, yaitu hewan Herbivora dan siput golongan Lymnea. Telur yang keluar bersama feses yang keluar dari hewan Herbivora akan menjadi …
  1. Kista yang bersifat inaktif
  2. Metaserkeria yang emiliki ekor
  3. Serkaria yang bersifat
  4. Mirasedium yang memiliki selia
  5. Ledia yang bersifat inaktif

PEMBAHASAN :
Daur hidup cacing hati adalah sebagai berikut.
Telur → Mirasedium → masuk ke tubuh siput → Sporokoista → Redia → Serkaria  → Keluar dari tubuh siput → Metaserkaria → Kista → masuk ke dalam tubuh Hospes → Cacing Dewasa.
Perubahan telur yang keluar bersama feses dari hewan herbivora akan berumah menjadi mirasedium yang memiliki silia (rambut getar) sehingga jawaban yang paling tepat adalah D
Jawaban D

Soal No.10 (UN 2014)
Perhatikan Gambar Hewan-hewan berikut !

Ketiga hewan tersebut dikelompokkan kedalam kelas yang sama karena memiliki ciri…

  1. Bersisik dari zat tanduk dan bersifat poikiloterm.
  2. Bersisik dari zat tanduk dan bersifat homoioterm.
  3. Bersisik dan jantung beruang tiga.
  4. Berkulit kering dan jantung beruang sempurna.
  5. Berkulit kering dan bernafas dengan insang.

PEMBAHASAN :
Ketiga hewan tersebut dikelompokan ke dalam kelas yang sama yaitu reptilia dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  • Kulit tubuh kering dan tertutup oleh sisik atau lempeng epidermal
  • Reptilia memiliki peredaran darah tertutup ganda. Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel). tetapi sekat dari kedua bilik tersebut belum sempurna.
  • Bernapas dengan paru-paru
  • Alat ekskresi berupa sepasang ginjal yang berbentuk pipih.
  • Alat kelamin reptilia terpisah. Fertilisasi reptil terjadi secara internal dalam tubuh betina. Umumnya bersifat ovipar (bertelur), tetapi ada juga yang ovovivipar, seperti kadal.
  • Reptilia merupakan hewan poikiloterm (berdarah dingin)

Jawaban yang tepat adalah A
Jawaban A

Soal No.11 (UN 2014)
Berikut ini empat gambar jenis hewan

Ke empat hewan tersebut dikelompokan dalam kelas yang sama berdasarkan sifat…
  1. Jantung nya memiliki 4 ruang dan kulut berbulu.
  2. Bernafas dengan insang dan mempunyai kelenjar susu.
  3. Memiliki 3 macam gigi dan berdarah panas.
  4. Memliki kelenjar susu dan kulit berambut.
  5. Berdarah panas dan kulit berbulu.

PEMBAHASAN :
Empat hewan tersebut dikelompokan kedalam kelas mamalia. Adapun Ciri-cirinya hewan kelas mamalia adalah.

  • Alat pernapasan yaitu paru-paru
  • Jantung terbagi menjadi 4 ruang
  • Memiliki kelenjar susu (glandula mammae)
  • Tubuh di tutupi kulit yang ditumbuhi rambut
  • Berkembang biak dengan melahirkan (vivipar)
  • Pengaturan suhu tubuh termasuk Homoioterm
  • Bertulang belakang (vertebrata)
  • Memiliki rambut yang menutupi tubuhnya

Maka jawaban yang tepat adalah D
Jawaban D

Soal No.12 (UN 2012)
hewan-hewan pada gambar berikut termasuk subfilum Vertebrata pada kelas pisces

Beberapa jenis ikan pada gambar dapat menyimpan udara sehingga dapat hidup di air kotor yang kekurangan O2. Ciri khusus yang terdapat pada kelompok hewan tersebut adalah…
  1. Mempunyai misai di mulutnya
  2. Tidak memiliki sirip ekor
  3. Rongga insangnya mempunyai labirin
  4. Tidak memiliki sisik
  5. Memiliki sirip punggung yang tajam

PEMBAHASAN :
Keempat ikan tersebut dapat hidup di air yang berlumpur. Ikan-ikan yang hidup di air yang berlumpur akan memiliki labirin yang berfungsi untuk alat pernapasan tambahan dengan menyimpan oksigen agar ikan tidak kekurangan oksigen.
Jawaban C

Contoh Soal & Pembahasan Kingdom Animalia SBMPTN Biologi SMA

Soal No.13 (SBMPTN 2014)
Planaria merupakan anggota Platyhelminthes yang dapat dijadikan bioindikator lingkungan perairan.

SEBAB

Planaria bersifat karnivora dan banyak dijumpai pada perairan yang tercemar limbah domestik.

PEMBAHASAN :
Planaria merupakan anggota Platyhelminthes yang bisa dijadikan bioindikator lingkungan perairan, Pernyataan 1 benar. Sedangkan pernyataan 2 planaria benar bersifat karnivora dan tetapi banyak dijumpai pada perairan yang bersih. Sehingga salah dijumpai pada perairan yang tercemar limbah domestik. Jadi, pernyataan I benar dan Pernyataan 2 salah.
Jawaban C

Soal No.14 (SBMPTN 2013)
Hewan-hewan berikut ini hidup di perairan, bertulang belakang, memiliki sirip ekor, memiliki kelenjar susu, berdarah panas dan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan metode pantulan suara, kecuali….
  1. Hiu
  2. Paus
  3. Pesut
  4. Dugong
  5. Lumba-lumba

PEMBAHASAN :
Ciri-ciri di atas termasuk ke dalam mamalia laut. Yang termasuk mamalia laut diantaranya paus, pesut, dugong, dan lumba-lumba. Sedangkan Hiu termasuk ikan (pisces).
Jawaban A

Soal No.15 (SBMPTN 2013)
Anthozoa merupakan anggota Coelenterata yang berperan penting sebagai sumber pakan utama ikan di laut dalam

SEBAB

Anthozoa merupakan hewan yang hidup menempel di substrat dasar perairan dan membentuk anemon laut.

PEMBAHASAN :
Anthozoa termasuk anggota coelenterata yang berperan penting sebagai pembentuk ekosistem di laut dalam bukan sebagai sumber pakan utama ikan di laut dalam. Pernyataan I salah. Sedangkan pernyataan 2 benar bahwa Anthozoa merupakan hewan yang hidup menempel di substrat dasar perairan dan membentuk anemon laut. Maka jawabannya adalah D
Jawaban D

Soal No.16 (SNMPTN 2012)
Hewan yang memiliki peredaran darah tertutup adalah ….
  1. Katak
  2. Cacing tanah
  3. Ikan
  4. Belalang

PEMBAHASAN :
Hewan yang memiliki peredaran darah tertutup disebut Vertebrata misalnya katak dan ikan. Sedangkan hewan yang memiliki peredaran darah terbuka disebut intertebrata misalnya cacing tanah dan belalang. Maka jawaban yang benar adalah no. 1 dan 3
Jawaban B

Soal No.17 (SNMPTN 2011)
Karakteristik Reptilia yang tidak dimiliki Amphibia adalah….
  1. Telur bercangkang
  2. Struktur kulit dan bersisik
  3. Melakukan fertilisasi secara internal
  4. Bernapas dengan paru paru dan kulit

PEMBAHASAN :
Karakteristik reptilia yang tidak dimiliki amphibia diantaranya:

  • Reptilia memiliki telur bercangkang sedangkan Amphibia memiliki telur yang tidak bercangkang.
  • Reptilia memiliki struktur kulit dan bersisik sedangkan amphibia memiliki kulit berlendir,
  • Reptilia melakukan fertilisasi secara internal sedangkan amphibia fertilasinya eksternal
  • Reptilia bernapas dengan paru-paru dan beberapa menggunakan kulit sama halnya dengan amphibi, tetapi amphibi selain paru-paru dan kulit juga menggunakan insang dalam sistem pernapasannya.

Sehingga jawaban yang benar adalah1-3.

Jawaban A

Soal No.18 (SNMPTN 2011)
Hewan berikut ini yang mempunyai tubuh bilateral simetris adalah…
  1. Holothuria (teripang)
  2. Hydra
  3. Loligo (cumi cumi)
  4. Spongia (Spons)

PEMBAHASAN :

Tubuh bilateral simetris adalah bagian-bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan bagian lainnya. Pada tubuh ini jika hewan tersebut dipotong melalui mulut dan anusnya maka akan mendapatkan bagian yang sama antara sisi kiri dan sisi kanan. Contoh hewan yang memiliki tubuh bilateral simetris ini adalah Holothuria (teripang) dan Loligo (cumi cumi). Sedangkan hydra dan spongia memiliki tubuh radial simetris.
Jawaban B

Soal No.19 (SNMPTN 2010)
Hewan yang bertulang belakang, berdarah dingin, bertubuh bilateral simetris, dan bersisik adalah ….
  1. Ular
  2. Penyu
  3. Buaya
  4. Salamander

PEMBAHASAN :
Contoh hewan yang bertulang belakang, berdarah dingin, bertubuh bilateral simestris, dan bersisik adalah hewan Reptilia, yaitu ular, penyu, dan buaya. Sedangkan salamander termasuk hewan Amphibia.
Jawaban A

Soal No.20 (UM UGM 2010)
Alat untuk mempertahankan diri dan melumpuhkan mangsa yang dimiliki oleh Cnidaria disebut…
  1. Knidoblast
  2. Nematoris
  3. Gonozold
  4. Koanosit
  5. Grastrozoid

PEMBAHASAN :
Alat yang digunakan untuk mempertahankan diri dan melumpuhkan mangsa yang dimiliki oleh Cnidaria adalah knidosit/knidoblast. Knidosit merupakan sel-sel penyusun tubuh Porifera Nematosis yang terdapat pada kelas Anthozoa
Jawaban A

Soal No.21 (UM UGM 2004)
Struktur berikut yang merupakan bagian dari daur hidup Hidrozoa (Cnidario) dan mampu menghasilkan gamet adalah …
  1. Gemmulai
  2. Planula
  3. Polip
  4. Medusa
  5. Tunas

PEMBAHASAN :
Struktur dari daur hidup Hidrozoa (Cnidario) dan mampu menghasilkan gamet adalah medusa yang mampu berkembang biak secara generatif dengan menghasilkan gamet.
Jawaban D

Soal No.22 (SPMB 2003)
Penyakit kaki gajah adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh cacing yang ditularkan …
  1. Tikus
  2. Nyamuk
  3. Siput
  4. Kecoak
  5. Lalat

PEMBAHASAN :
Penyakit kaki gajah merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing Wuchereria bancrofti yang ditularkan oleh nyamuk Culex.
Jawaban B

Soal No.23 (SPMB 2003)
Makanan sayuran yang tumbuh di air dan tidak dimasak dengan sempurna beresiko tinggi akan terinfeksi cacing …
  1. Clonorchis sinensis
  2. Teonia soginata
  3. Schistosomo japonicum
  4. Ascoris lumbricoides
  5. Taenia salium

PEMBAHASAN :
Makanan sayuran yang tumbuh di air dan tidak dimasak dengan sempurna beresiko tinggi akan terinfeksi cacing perut (Ascoris lumbricoides) yang dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran pencernaan.
Jawaban D

Soal No.24 (SPMB 2002)
Pada tahapan tertentu dari siklus hidupnya, Fasciola hepatica memerlukan siput air tawar Lymnaea, sebagai hospes perantara, nama tahapan tersebut adalah …
  1. Dewasa
  2. Sisteserkus
  3. Mirasidium
  4. Onkosfer
  5. Serkaria

PEMBAHASAN :

Tahapan siklus hidup cacing Fasciola hepatica yaitu:

Telur → mirasidium → masuk ke tubuh Lymnaea (siput air tawar) → sporokista → redia → serkaria → keluar dari tubuh siput → metaserkaria → kista → masuk ke tubuh domba → cacing dewasa.

Maka tahapan sebelum masuk siput adalah mirasidium

Jawaban C

Soal No.25 (UMPTN 2001)
Hewan yang pencernaannya berlangsung secara intraseluler dalam koanosit tergolong dalam filum …
  1. Coelenterata
  2. Platyhelminthes
  3. Prorifera
  4. Protozoa
  5. Echinodermata

PEMBAHASAN :
Hewan yang pencernaanya berlangsung secara intraseluler dalam koanosit tergolong dalam filum Porifera. Proses pengangkutannya dilakukan oleh sel-sel amoebosit.
Jawaban C

Soal No.26 (UMPTN 2001)
Suatu hewan yang hidupnya mengapung di permukaan laut, pada waktu dipegang menyebabkan rasa gatal, hewan tadi termasuk filum …
  1. Mollusca
  2. Echinodermata
  3. Arthropoda
  4. Coelenterata
  5. Porifera

PEMBAHASAN :
Filum Coelenterata merupakan hewan yang hidupnya mengapung dipermukaan laut, pada waktu dipegang menyebabkan rasa gatal, contohnya ubur-ubur. Rasa gatal ini karena tentakelnya mengandung sel penyengat.

Jawaban D

Soal No.27 (UMPTN 2000)
Hewan yang tidak mempunyai alat pencernaan makanan termasuk kelompok …
  1. Nematoda
  2. Turbelaria
  3. Annelida
  4. Trematoda
  5. Cestoda

PEMBAHASAN :
Kelompok cacing yang tidak mempunyai alat pencernaan seperti mulut, kerongkongan, lambung, dan usus termasuk kelompok Cestoda. Sari-sari makanan dan inang akan langsung diserap melalui dinding tubuh cacing tersebut.
Jawaban E

Soal No.28 
Hewan invertebrata yang merupakan metazoa paling sederhana adalah …
  1. Porifera
  2. Coelenterata
  3. Platyhelminthes
  4. Nemathelminthes
  5. Annelida

PEMBAHASAN :
Metazoa adalah organisme bersel banyak (multiseluler) yang terbentuk melalui spesialisasi fungsi kerja sel-sel. Hewan invertebrata yang merupakan metazoa sederhana adalah Porifera, karena porifera tubuhnya hasil dari spesialisasi dari sel-sel yang kemudian membentuk jaringan.
Jawaban A

Soal No.29 
Hidup di perairan, berpori, bersifat diploblastik, alat ekskresi berupa oskulum adalah ciri-ciri dari …
  1. Protozoa
  2. Coelenterata
  3. Porifera
  4. Annelida
  5. Mollusca

PEMBAHASAN :
Ciri-ciri Porifera sebagai berikut:

  • Hidup di perairan
  • Memiliki lubang pori (hewan berpori)
  • Bersifat diploblastik (2 lapis tubuh)
  • Metazoa paling sederhana
  • Kerangka tubuh (spikula) dibentuk oleh skleroblast
  • Tidak memiliki alat gerak
  • Alat ekskresi berupa oskulum
  • Alat cerna berupa koanosit dan amoeboid
  • Repirasi lewat porosit

Jawaban C

Soal No.30 
Sel koanosit pada porifera berfungsi untuk …
  1. Perlindungan diri
  2. Menghasilkan spikula atau rangka
  3. Mengedarkan sari-sari makanan
  4. Mencerna makanan
  5. Menyaring air yang masuk ke dalam tubuh

PEMBAHASAN :
Alat pencernaan pada porifera terdiri dari:

  • Sel koanosit: menyaring air yang masuk ke dalam tubuh porifera
  • Sel amoeboid (sel kembara): Mengedarkan sari-sari makanan ke seluruh tubuh lewat lapisan mesoglea

Jawaban E

Soal No.31 
Tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol disebut …
  1. Ascon
  2. Sycon
  3. Leucon
  4. Rhagon
  5. Spongosol

PEMBAHASAN :
Terdapat tiga tipe saluran air pada porifera yaitu:

  1. Ascon: lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran lurus yang langsung menuju ke spongosol (rongga dalam)
  2. Sycon: lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol
  3. Leucon: lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan langsung dengan spongosol

Jawaban B

Soal No.32 
Fungsi gastrodermis pada Coelenterata adalah …
  1. Mencerna makanan kemudian didistribusikan ke semua bagian tubuh
  2. Melakukan absorbs O2
  3. Melakukan penyerapan air melalui lubang pori
  4. Menghasilkan gamet
  5. Alat reproduksi

PEMBAHASAN :
Sistem pencernaan pada coelenterata dimulai dari tentakel menangkap makanan kemudian memasukannya ke dalam gastrosol. Setelah itu makanan diserap oleh gastrodermis untuk dicerna kembali menjadi sari makanan yang akan didistribusikan ke seluruh bagian tubuh dengan cara difusi.
Jawaban A

Soal No.33 
Coelenterata dapat disebut juga dengan Cnidaria karena …
  1. Tubuhnya simetris bilateral
  2. Bentuk tubuh bunga karang
  3. Memiliki sel unik bernama cnidocytes
  4. Bersifat diploblastic
  5. Metazoa paling sederhana

PEMBAHASAN :
Nama Cnidaria diambil dari nama sel cnidocytes yang mengandung sel-sel penyengat nematocysts. Pada tentakelnya terdapat sel unik bernama cnidocytes, sebagai alat pertahanan diri dan untuk menangkap mangsa. Sel penyengat ini menjadi ciri khas dari anggota filum ini.
Jawaban C

Soal No.34 
Pada daur hidup Aurelia stadium dengan ciri membentuk kuncup kemudian semakin lama menjadi strobila dan memisahkan diri membentuk efira adalah …
  1. Planula
  2. Silia
  3. Medusa
  4. Strobila
  5. Skifistoma

PEMBAHASAN :
Daur hidup Aurelia: ubur-ubur dewasa (medusa) – zigot – planula (larva bersilia) – skifistoma (polip) – strobila – efira (ubur-ubur muda) – ubur-ubur dewasa

Skifistoma: membentuk kuncup yang tumbuh di dekat kaki yang semakin lama semakin besar dan membentuk strobila, sebelum akhirnya memisahkan diri membentuk efira.
Jawaban E

Soal No.35 
Obelia sp. memiliki dua macam bentuk polip, salah satunya berfungsi untuk mencerna makanan. Polip ini disebut …
  1. Gastrozoid
  2. Gonangium
  3. Mesoglea
  4. Tentakel
  5. Gonozoid

PEMBAHASAN :
Terdapat dua macam bentuk polip dari Obelia sp. sebagai berikut:

  • Gonangium/ Gonozoid: berfungsi untuk reproduksi dengan membentuk medusa
  • Gastrozoid/ Hidran: berfungsi untuk mencerna makanan

Jawaban A

Soal No.36 
Hewan dengan mulut pada bagian rahangnya terdapat zat hirudine adalah …
  1. Cestoda
  2. Nematoda
  3. Ancylostoma sp.
  4. Turbelaria
  5. Hirudo sp.

PEMBAHASAN :
Filum Annelida dibagi menjadi tiga kelas yaitu Oligochaeta, Polychaeta, dan Hirudinae. Hirudinae pada Hirudo sp. (cacing lintah), memiliki mulut dengan rahang yang dilengkapi dengan zat hirudine yaitu zat antibeku selama darah inang diisap.
Jawaban E

Soal No.37 
Kumpulan jaringan mirip pipa yang bercabang-cabang sebagai alat ekskresi pada cacing pipih disebut …
  1. Gastrovaskuler
  2. Nefridiofor
  3. Sifonogifa
  4. Metameri
  5. Silia

PEMBAHASAN :
Organ ekskresi pada cacing pipih atau planaria berupa kumpulan jaringan mirip pipa yang bercabang-cabang disebut dengan nefridiofor. Ujung dari nefridiofor dinamakan sel api atau flame cell.
Jawaban B

Soal No.38 
Cacing cestoda (pita) memiliki ciri khusus yaitu tidak memiliki saluran pencernaan. Sedangkan kelompok cacing dengan sistem gastrovaskuler adalah …
  1. Ascaris lumbricoides
  2. Polychaeta
  3. Obelia sp
  4. Turbelaria
  5. Lumbricus sp

PEMBAHASAN :
Kelompok Turbelaria dan cacing trematoda memiliki alat pencernaan dan peredaran darah yang tergabung membentuk sistem gastrovaskuler.
Jawaban D

Soal No.39 
Annelida yang mempunyai peranan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyuburkan tanah pertanian adalah …
  1. Cacing palolo
  2. Cacing tanah
  3. Cacing wawo
  4. Cacing lintah
  5. Cacing tubifex sp.

PEMBAHASAN :
Beberapa contoh Annelida sebagai berikut:

  • Cacing tanah: membantu menyuburkan tanah
  • Cacing tubifex sp.: sebagai sumber makanan ikan
  • Cacing palolo dan wawo: sebagai sumber protein hewani
  • Cacing lintah: mencegah pembekuan darah

Jawaban B

Soal No.40 
Bentuk tubuh hewan pipih, bilateral simetris, bersifat triploblastik, dan hermafrodit merupakan ciri-ciri dari …
  1. Planaria dan Cestoda
  2. Hirudo sp. dan Eunice sp.
  3. Planaria dan Filaria
  4. Cacing palolo dan cacing wawo
  5. Hydra sp. dan Obelia sp.

PEMBAHASAN :
Ciri-ciri platyhelminthes sebagai berikut:

  • Bentuk tubuh pipih
  • Bilateral simetris
  • Bersifat triploblastik
  • Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk tunas proglotide dan pelepasan proglotide masak. Sedangkan generatif dengan gametogonia.
  • Tidak memiliki rongga khusus (aselomata)
  • Ekskresi dengan sel api (flame cell)
  • Pencernaan dan peredaran darah bergabung menjadi sistem gastrovaskuler
  • Sifat hewan hermafrodit
  • Contohnya: Fasciola (cacing hati), Planaria (cacing bulu getar), Cestoda (cacing pita)

Jawaban A

Soal No.41 
Penyakit kaki gajah ditularkan melalui nyamuk yang membawa larva dari cacing …
  1. Ascaris lumbricoides
  2. Oxyrus vermicularis
  3. Filaria bancrofti
  4. Ancylostoma sp.
  5. Fasciola

PEMBAHASAN :
Pada umumnya Nemathelminthes bersifat pathogen. Salah satunya adalah Filaria bancrofti (cacing penyebab kaki gajah). Cacing filaria membutuhkan inang pembawa (vektor) berupa nyamuk.
Jawaban C

Soal No.42 
Larva dari cacing Fasciola hepatica yang memiliki alat gerak berupa silia sehingga bisa bergerak bebas dalam air tawar dan tidak memiliki mulut (makan dari cadangan energi dalam tubuhnya). Larva ini disebut …
  1. Sporokista
  2. Rediae
  3. Cercariae
  4. Miracidia
  5. Fasiciolosis

PEMBAHASAN :
Telur embrio Fasciola hepatica yang hidup dalam tubuh inang terinfeksi akan dikeluarkan melalui sekresi tinja. Telur tersebut akan menjadi embrio di dalam air tawar dan membentuk larva miracidia. Miracidia memiliki alat gerak berupa silia sehingga bisa bergerak bebas dalam air tawar dan tidak memiliki mulut (makan dari cadangan energi dalam tubuhnya). kemudian miracidia harus menemukan inangnya yaitu siput air untuk bertahan hidup.
Jawaban D

Soal No.43 
Inang yang dibutuhkan selama daur hidup cacing hati (Fasciola hepatica) adalah …
  1. Manusia
  2. Larva
  3. Cacing
  4. Siput
  5. Unggas

PEMBAHASAN :
Pada daur hidup cacing hati (Fasciola hepatica) memerlukan inang sebagai berikut:

  • Zigot: Mirasidium – Sporakista – Redia – Sirkaria (terjadi dalam tubuh siput)
  • Metaserkaria dan yang dewasa hidup dalam tubuh hewan ternak

Jawaban D

Soal No.44 
Fasciola hepatica termasuk ke dalam kelas trematoda karena …
  1. Memiliki alat isap
  2. Termasuk pathogen
  3. Memerlukan inang
  4. Tidak memiliki rongga khusus
  5. Tidak memiliki saluran pencernaan

PEMBAHASAN :
Fasciola hepatica (cacing hati) tergolong kelas trematoda (cacing isap) dengan genus Fasciola. Memiliki struktur tubuh pipih mirip daun yang dilengkapi dengan alat isap anterior dan alat isap posterior.
Jawaban A

Soal No.45 
Mutiara adalah salah satu perhiasan yang banyak dikagumi keindahannya. Kelas dari filum mollusca yang menghasilkan mutiara adalah …
  1. Gastropoda
  2. Cephalopoda
  3. Pelecypoda
  4. Arthropoda
  5. Asteroidea

PEMBAHASAN :
Filum mollusca terdiri dari 3 kelas yaitu siput (gastropoda), hewan berkaki pipih (pelecypoda), dan cumi-cumi (cephalopoda). Penghasil mutiara adalah tiram yang termasuk dalam kelas pelecypoda, sedangkan jenis tiram yang menghasilkan mutiara adalah margaritifera sp. dan meleagrina sp.
Jawaban C

Soal No.46 
Nautilus pampilius adalah satu-satunya kelas chepalopoda yang memiliki cangkang. Hewan ini dianggap sebagai fosil hidup karena …
  1. Tidak mengalami evolusi dalam waktu yang lama
  2. Hidup di laut dalam
  3. Berkerabat dengan cumi dan gurita
  4. Termasuk subkelas nautiloidea
  5. Memiliki rangka eksoskeleton

PEMBAHASAN :
Nautilus pompilius dijuluki sebagai fosil yang hidup karena tidak mengalami perubahan morfologi sejak jutaan tahun yang lalu seperti cangkangnya yang berongga juga matanya yang tidak memiliki lensa/ kornea (pinhole eyes). Perubahan yang terjadi hanya pada ukurannya saja. Nautilus Pompilius merupakan satu-satunya anggota subkelas nautiloidea yang masih ada saat ini.
Jawaban A

Soal No.47 
Nautilus pompilius termasuk ke dalam kelas Chepalopoda yang kekerabatannya dekat dengan …
  1. Siput
  2. Kerang
  3. Teripang
  4. Bintang laut
  5. Cumi-cumi

PEMBAHASAN :
Chepalopoda artinya hewan yang memiliki kaki dan kepala yang menyatu dengan kaki berupa tentakel. Nautilus pompilius berkerabat dekat dengan cumi-cumi dan gurita, yaitu hewan-hewan dengan alat gerak pada bagian kepala.
Jawaban E

Soal No.48
Perkembangbiakan Hydra meliputi tahap polip dan tahap medusa.

SEBAB

Hydra hanya hidup di laut dan berkoloni.

PEMBAHASAN :
Pernyataan salah, alasan salah

Beberapa spesies dari kelas Hydrozoa adalah Hydra dan Obelia. Hydra hanya ditemukan dalam bentuk polip, sedangkan Obelia mengalami dua fase hidup yaitu polip dan medusa. Hydrozoa hidup di laut dan berkoloni, sedangkan Hydra adalah Hydrozoa soliter (hidup sendiri-sendiri) di perairan tawar.
Jawaban E

Soal No.49

Hydra di dalam mulutnya terdapat sel penyengat yang mengandung nematokist.

SEBAB

Sel penyengat pada hydra berfungsi untuk alat pertahanan diri dan untuk melemahkan mangsa.

PEMBAHASAN :
Pernyataan benar, alasan benar, dan kedua pernyataan ada hubungan sebab akibat.

Di dalam hipostoma terdapat mulut yang mengandung nematokis (sel penyengat) sebagai alat pertahanan diri dan untuk melemahkan mangsa.
Jawaban A

Soal No.50

Ubur-ubur memiliki ciri tubuhnya berbentuk payung atau genta (bell) disertai dengan umbai-umbai berupa tentakel.

SEBAB

Tubuh ubur-ubur terdiri dari air sekitar 95 – 99 % yang membuat terapung, sehingga dapat hidup melayang dalam laut.

PEMBAHASAN :
Pernyataan benar, alasan benar, kedua pernyataan tidak ada hubungan sebab akibat

Morfologi dan anatomi ubur-ubur sebagai berikut:

  • Tubuhnya berbentuk payung atau genta (bell) disertai dengan umbai-umbai berupa tentakel
  • Terdapat mesoglea dengan lender yang sangat kental
  • Memiliki sel-sel penyengat (nematosis) yang mengandung racun
  • Tubuh ubur-ubur terdiri dari air (95 – 99%) yang membuat daya apungnya sangat cocok untuk hidup melayang dalam laut
  • Memiliki tentakel relatif panjang bahkan bisa mencapai puluhan meter

Jawaban B

Soal No.51
Taenia saginata tumbuh di dalam tubuh sapi, sedangkan Taenia solium tumbuh di dalam tubuh babi

SEBAB

Taenia saginata lebih berbahaya daripada Taenia solium

PEMBAHASAN :
Pernyataan benar, alasan salah

Taenia sp. memiliki inang perantara yaitu babi dan sapi. Taenia saginata tumbuh didalam tubuh sapi, sedangkan Taenia solium tumbuh di dalam tubuh babi. Bentuk tubuhnya memiliki sedikit perbedaan yaitu Taenia solium memiliki penghisap yang lebih tajam dibandingkan dengan Taenia saginata. Sehingga Taenia solium lebih berbahaya daripada Taenia saginata karena gigi pada penghisapnya dapat melukai usus.
Jawaban C

Soal No.52
Teripang dan bulu babi termasuk Echinodermata yang dapat digunakan sebagai sumber bahan makanan

SEBAB

Echinodermata tidak ada yang bersifat parasit

PEMBAHASAN :
Pernyataan benar, alasan benar, kedua pernyataan ada hubungan sebab akibat

Echinodermata tidak ada yang bersifat parasit, diantaranya  teripang dan bulu babi bernilai ekonomis sebagai sumber bahan makanan juga mengnadung nutrisi yang baik untuk Kesehatan tubuh.

Bintang laut sebagai hewan pembersih laut (memakan bangkai dan cangkang-cangkang mollusca).
Jawaban A

Soal No.53

Coelenterata memiliki peranan yang sangat penting bagi ekosistem laut adalah …

  1. Bunga karang sebagai hiasan
  2. Pelindung pantai dari gelombang besar
  3. Populasinya membentuk taman laut
  4. Membantu menyuburkan tanah

PEMBAHASAN :
Beberapa contoh dari filum coelenterata sebagai berikut:

  • Anthozoa sebagai pembentuk ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat ikan dan hewan laut juga dapat mencegah erosi pantai.
  • Kerangka luar beberapa jenis coelenterata dapat dimanfaatkan sebagai hiasan aquarium.
  • Coelenterata sebagai tempat perkembangbiakan biota laut sehingga membentuk taman laut.

Jawaban A

Soal No.54
Jenis cacing yang memiliki sistem peredaran darah tertutup adalah …
  1. Eunice sp.
  2. Ancylostoma sp.
  3. Lumbricus sp.
  4. Obelia sp.

PEMBAHASAN :
Platyhelminthes dan Nemathelminthes tidak memiliki sistem peredaran darah, hanya Annelida yang memiliki sistem peredaran darah, yaitu peredaran darah tertutup. Contoh Annelida adalah Eunice sp. , Lumbricus sp. , Hirudo sp.
Jawaban B

Soal No.55

Mollusca yang bermanfaat sebagai sumber makanan berprotein tinggi adalah …

  1. Lymnaea
  2. Ampularea sp.
  3. Achatina fullica
  4. Mytilus viridis

PEMBAHASAN :
Peranan mollusca dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

  1. Lymnaea (siput air tawar): inang cacing hati/ Fasciola hepatica
  2. Ampularea sp. (keong mas): memakan tanaman yang masih berusia muda
  3. Achatina fullica (bekicot): hama tanaman pertanian
  4. Mytilus viridis (kerang hijau): sumber makanan berprotein tinggi

Jawaban D

Soal No.56
Anggota dari Athropoda kelas Myriapoda adalah …
  1. Udang-udangan
  2. Kaki seribu
  3. Nyamuk
  4. Kelabang

PEMBAHASAN :
Anggota Myriapoda terdiri dari kepala dan badan, tetapi tidak memiliki dada. Di setiap ruas badannya terdapat kaki berpasangan. Contohnya kaki seribu dan kelabang
Jawaban C

Soal No.57
Hewan anggota filum Arthropoda memiliki karakteristik sebagai berikut …
  1. Hewan beruas, triploblastik
  2. Tubuh bilateral simetris
  3. Rangka tubuh berupa eksoskeleton dari bahan kitin
  4. Sistem pencernaan sudah lengkap

PEMBAHASAN :
Ciri-ciri hewan arthropoda yaitu:

  • Hewan beruas, triploblastik
  • Tubuh bilateral simetris, dengan segmentasi yang beraturan (metameri)
  • Rangka tubuh berupa eksoskeleton dari bahan kitin
  • Alat respirasi: trakea, paru buku, insang
  • Reproduksi secara generative, gonokoristis, dan fertilisasi
  • Sistem pencernaan sudah lengkap
  • Sistem saraf tangga tali dan peredaran darah terbuka

Jawaban E

Soal No.58
Jenis chordata yang tidak memiliki tulang tengkorak adalah …
  1. Felis domestica
  2. Cavia cobaya
  3. Amphioxus lanceolatus
  4. Platypus sp.
  5. Columba livia

PEMBAHASAN :
Superfilum Chordata yang tidak memiliki tulang tengkorak adalah filum Acraniata, dengan ciri-ciri tidak bertulang tengkorak, tulang belakang polos seumur hidup, dan sistem saraf berbentuk pembuluh. Contohnya Amphioxus lanceolatus.
Jawaban C

Soal No.59
Tipe sisik pada ikan Chondrichtyes contohnya ikan hiu dan ikan pari adalah …
  1. Sikloid
  2. Plakoid
  3. Ganoid
  4. Pirenoid
  5. Koanosid

PEMBAHASAN :
Sisik placoid adalah sisik yang berasal dari tonjolan kulit berbentuk seperti duri bunga mawar (duri halus) dan dasarnya membulat atau bujur sangkar. Sisik tipe ini dijumpai pada ikan bertulang rawan (Chondrichtyes). Contohnya pada ikan hiu (Squalus sp.) dan ikan pari listrik (Makararaja sp.).
Jawaban B

Soal No.60
Hewan dari kelas amfibi yang memiliki membran niktitans adalah …
  1. Katak
  2. Ikan
  3. Buaya
  4. Kadal
  5. Ular

PEMBAHASAN :
Katak termasuk ke dalam kelas Amfibi yang memiliki selaput mata (membran niktitans) untuk menjaga agar kornea mata tetap lembab ketika berada di darat dan menghindari gesekan Ketika katak menyelam di dalam air.
Jawaban A

Soal No.61
Mamalia yang berkembangbiak secara ovovivipar adalah …
  1. Kucing
  2. Marmut
  3. Bebek
  4. Ayam
  5. Platypus sp.

PEMBAHASAN :
Sistem reproduksi pada mamalia secara seksual, vertilisasi secara internal, perkembangan embrio secara vivivar (beranak) kecuali Platypus sp. (mamalia berparuh bebek) perkembangan embrionya secara ovovivivar (bertelur sekaligus beranak).
Jawaban E

Soal No.62
Filum Craniata yang dapat hidup di dua alam (di air dan di darat) adalah …
  1. Pisces
  2. Reptil
  3. Aves
  4. Amfibi
  5. Mamalia

PEMBAHASAN :
Filum Craniata atau vertebrata adalah hewan bertulang belakang yang dapat hidup di dua alam, larva di air dan dewasa di darat. Hewan ini adalah Amfibi.
Jawaban D

Soal No.63
Hewan yang memiliki alat gerak berupa sirip, otot, dan tulang adalah …
  1. Pisces
  2. Amfibi
  3. Reptil
  4. Aves
  5. Mamalia

PEMBAHASAN :
Filum vertebrata dan alat geraknya sebagai berikut:

  1. Pisces: sirip, otot, dan tulang
  2. Amfibi: tungkai depan, tungkai belakang, otot, dan tulang
  3. Reptil: tungkai depan, tulang belakang memiliki cakar, otot, dan tulang
  4. Aves: sepasang sayap dan sepasang kaki bercakar
  5. Mamalia: mamalia darat dengan kaki dan mamalia air dengan sirip atau ekor

Jawaban A

Soal No.64
Ikan bertulang sejati mengacu pada kelas ikan besar dengan tulang yang terbuat dari tulang sejati, sedangkan ikan bertulang rawan adalah …
  1. Memiliki endoskeleton
  2. termasuk superclass Pisces
  3. Kerangka terbuat dari kartilago
  4. Bernafas melalui insang
  5. Termasuk kelas Chordata akuatik

PEMBAHASAN :
Ikan bertulang rawan milik kelas Chondrichthyes dan habitatnya eksklusif dilaut. Ikan tulang rawan memiliki endoskeleton yang terbuat dari kartilago dan eksoskeleton terdiri dari dentikel yang sangat kecil dilapisi dengan enamel tajam yang dikenal sebagai placoid.
Jawaban C

Soal No.65
Sistem respirasi pada amfibi berbeda dengan pisces, karena pada amfibi sistem respirasinya sebagai berikut …
  1. Larva dengan insang, dewasa dengan kulit dan paru-paru
  2. Larva dengan kulit, dewasa dengan insang dan paru-paru
  3. Larva dan dewasa dengan paru-paru dan insang kloaka
  4. Larva dengan insang, dewasa dengan labirin
  5. Larva dan dewasa dengan paru-paru

PEMBAHASAN :
Sistem respirasi pada pisces: insang, pulmosit (dipnoi), labirintici (gurami), macula rubra (lele)

Sistem respirasi pada amfibi:

  • Larva dengan insang
  • Dewasa dengan kulit dan paru-paru

Jawaban A

Soal No.66
Aves dan mamalia memiliki sistem peredaran yang baik karena sekat antara bilik kanan dan kiri terbentuk sempurna. Sedangkan pada amfibi hanya memiliki satu ruang bilik saja, sehingga …
  1. Darah yang mengandung oksigen dan karbondioksida tidak bercampur
  2. Memiliki lubang foramen panizzae
  3. Sistem peredaran darah tunggal
  4. Darah yang mengandung oksigen dan karbondioksida bercampur
  5. Sistem peredaran darah ganda

PEMBAHASAN :
Jantung pada amfibi memiliki 3 ruang yaitu 2 serambi (atrium) dan 1 bilik (ventrikel). Darah dari paru-paru akan masuk ke serambi kiri kemudian menuju bilik dan diteruskan ke seluruh tubuh, sebelum masuk kembali ke serambi kanan jantung (terlebih dahulu darah akan berada di sinus venosus). Darah yang mengandung oksigen dan karbondioksida akan bercampur pada bagian bilik karena hanya memiliki satu ruang saja.
Jawaban D

Soal No.67
Yang tidak termasuk dalam sistem pernapasan pada burung adalah …
  1. Trakea
  2. Bronkus
  3. Paru-paru
  4. Kantung udara
  5. Alveolus

PEMBAHASAN :
Paru-paru pada burung tidak memiliki alveolus. Sistem pernapasan pada burung terdiri dari trakea, bronkus, paru-paru, dan kantung udara (saccus pneumaticus).
Jawaban E

Soal No.68
Buaya mengalami penandukan terutama pada bagian kulit punggung sehingga tampak berjengger atau berlekuk-lekuk. Peristiwa ini adalah proses …
  1. Ekskuvikasi
  2. Respirasi
  3. Fertilisasi
  4. Ekspirasi
  5. Transpirasi

PEMBAHASAN :
Ekskuvikasi adalah proses pergantian/pelepasan/ pengelupasan kulit yang biasanya terjadi pada reptilia. Beberapa ekskuvasi pada reptil yaitu:

  • Pada ular berlangsung secara menyeluruh dengan membentuk selongsong kulit
  • Pada bunglon berlangsung secara periodik
  • Pada buaya akan mengalami penandukan terutama di bagian kulit punggung sehingga tampak berjengger atau berlekuk-lekuk

Jawaban A

Soal No.69
Sistem pencernaan domba dan kuda memiliki perbedaan, yaitu terletak pada …
  1. Mulut
  2. Esofagus
  3. Lambung
  4. Usus kecil
  5. Usus besar

PEMBAHASAN :
Domba adalah hewan ruminansia sedangkan kuda adalah hewan non-ruminansia dengan perut tunggal. Hewan non-ruminansia tidak mengunyah kembali makanan dan tidak mencerna selulosa melalui fermentasi. Lambung domba terdiri dari empat ruangan yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.
Jawaban A

Soal No.70
Sistem pembuluh darah yang membawa darah dari hasil pencernaan usus ke hati adalah …
  1. Vena intestinalis
  2. Vena porta renalis
  3. Vena pulmonalis
  4. Vena porta hepatica
  5. Vena abdominalis

PEMBAHASAN :
Beberapa sistem pada pembuluh darah sebagai berikut:

  1. Vena intestinalis: membawa hasil pencernaan dari usus halus vertebrata
  2. Vena porta renalis: membawa hasil pencernaan dari usus ke ginjal
  3. Vena pulmonalis: membawa darah dari jantung ke paru-paru
  4. Vena porta hepatika: membawa darah dari hasil pencernaan usus ke hati
  5. Vena abdominalis: membawa darah dari bagian perut ke jantung

Jawaban D

Soal No.71
Organ pernapasan yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya udara dan tempat menghasilkan suara adalah …
  1. Trakea
  2. Laring
  3. Faring
  4. Bronkus
  5. Alveolus

PEMBAHASAN :
Fungsi utama laring atau pangkal tenggorokan adalah sebagai tempat keluar masuknya udara dan tempat menghasilkan suara. Ketika menelan makanan katup pangkal tenggorokan akan menutup dan akan terbuka jika manusia sedang bernapas. Pangkal tenggorokan juga diselimuti oleh membran yang disebut dengan mukosa, membran ini memiliki epitel-epitel berlapis yang cukup tebal untuk menahan getaran-getaran suara yang sampai pada pangkal tenggorokan.
Jawaban B

Soal No.72
Organ pencernaan pada burung yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan sementara adalah …
  1. Mulut
  2. Ampela
  3. Lambung
  4. Tembolok
  5. Usus halus

PEMBAHASAN :
Organ pencernaan pada burung terdiri dari mulut, tembolok, lambung, ampela, usus halus, usus besar, dan kloaka. Sedangkan organ yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan sementara adalah tembolok.
Jawaban D

Soal No.73
Tubuh ikan ditutupi oleh sisik yang tersusun dari zat kapur. Pada permukaan sisik yang berlendir memiliki fungsi untuk …
  1. Agar ikan tetap basah
  2. Sistem respirasi
  3. Memudahkan pergerakan ikan
  4. Mencegah infeksi
  5. Sistem pencernaan

PEMBAHASAN :
Beberapa bagian-bagian tubuh ikan yaitu:

  • Sirip: menjaga keseimbangan tubuh ikan
  • Sisik berlendir: memudahkan gerakan ikan di dalam air
  • Gurat sisi: menentukan arah arus air dan kedalaman ikan pada saat berenang

Jawaban C

Soal No.74
Tetrapoda merupakan hewan vertebrata yang berkaki empat. Hewan tetrapoda yang tidak memiliki kaki adalah …
  1. Tuatara
  2. Kura-kura
  3. Aligator
  4. Kadal
  5. Ular

PEMBAHASAN :
Yang termasuk tetrapoda diantaranya amfibi, reptil, dinosaurus, unggas, dan mamalia. Sedangkan ular tidak memiliki kaki tapi termasuk tetrapoda karena berdasarkan keturunannya.
Jawaban E

Soal No.75
Jenis burung laut memiliki keunikan dalam sistem ekskresinya, yaitu terletak pada …
  1. Ujung matanya
  2. Ginjalnya
  3. Lubang kloaka
  4. Metabolismenya
  5. Kandung kemihnya

PEMBAHASAN :
Jenis burung laut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan jenis burung lainnya.  Burung laut memiliki kelenjar ekskresi garam yang bermuara pada ujung matanya. Hal itu untuk mengimbangi pola makannya yang memangsa ikan laut dengan kadar garam tinggi.
Jawaban A

Soal No.76
Hewan dengan ciri-ciri memiliki rongga mulut yang dilengkapi dengan gigi berbentuk kerucut dan lidah panjang yang menggulung adalah …
  1. Salamander
  2. Sesilia
  3. Tuatara
  4. Ular
  5. Katak

PEMBAHASAN :
Katak memiliki struktur rongga mulut yang berbeda yaitu memiliki rongga mulut yang dilengkapi dengan gigi berbentuk kerucut (tulang vormer yang bergerigi) dengan lidah yang panjang menggulung dan lengket. Hal ini karena menyesuaikan dengan makanan katak yaitu serangga yang bisa terbang dan bergerak dengan cepat sehingga mereka harus memiliki lidah yang bisa menjangkau mangsa dari jarak jauh.
Jawaban E

Soal No.77
Beberapa amfibi memiliki kelenjar kulit khusus yang berfungsi sebagai …
  1. Pertahanan diri
  2. Peredaran darah
  3. Alat pernapasan
  4. Repirasi kulit
  5. Membantu metamorphosis

PEMBAHASAN :
Amfibi hidup di lingkungan lembab dan basah, tempat yang sangat disukai bakteri dan kuman. Sehingga beberapa amfibi mengembangkan kelenjar kulit khusus yang dapat mengeluarkan racun sebagai pertahanan diri. Kelenjar kulit khusus juga berguna untuk melawan bakteri dan infeksi jamur.
Jawaban A

Soal No.78
Ciri-ciri yang dimiliki anggota dari kelas Pisces adalah …

  1. Habitat di perairan (tawar dan laut)
  2. Tubuh dilindungi kulit yang bersisik
  3. Memiliki gurat sisi sebagai alat detector
  4. Sistem peredaran darah tertutup

PEMBAHASAN :
Ciri-ciri dari kelas Pisces diantaranya:

  • Habitat di perairan (tawar dan laut)
  • Tubuh terdiri dari kepala, badan, dan ekor
  • Tubuh dilindungi kulit yang bersisik
  • Alat gerak berupa sirip, otot, dan tulang
  • Memiliki gurat sisi sebagai alat detector
  • Sistem ekskresi ginjal dan kloaka
  • Sistem peredaran darah tertutup
  • Sistem reproduksi secara generatif, fertilisasi eksternal, ovivar

Jawaban E

Soal No.79
Sisik ikan tipe placoid dapat dijumpai pada ikan …

  1. Hiu
  2. Lung fish
  3. Pari
  4. Coelacanth

PEMBAHASAN :
Terdapat empat tipe sisik ikan salah satunya adalah placoid yang dapat dijumpai pada ikan hiu dan ikan pari. Sedangkan lung fish dan Coelacanth adalah ikan dengan tipe sisik cosmoid.
Jawaban B

Soal No.80
Berikut ini merupakan sistem respirasi pada pisces yaitu …

  1. Insang
  2. Pulmosit
  3. Labirintici
  4. Macula rubra

PEMBAHASAN :
Jenis ikan dan sistem respirasinya sebagai berikut:

  1. Insang: pada umumnya semua ikan memiliki insang
  2. Pulmosit (gelembung udara): ikan paru-paru (dipnoi), ikan tanpa insang dan untuk bernapas menggunakan gelembung udara
  3. Labirintici: alat pernapasan tambahan pada ikan gurame selain insang untuk mengambil oksigen dari udara bebas di luar permukaan air
  4. Macula rubra: tempat keluar masuknya udara pada ikan lele

Jawaban E

Soal No.81
Ular dan buaya tergolong hewan reptil. Perkembangan embrio reptil secara …

  1. Vivivar
  2. Ovivar
  3. Ovivar dan vivivar
  4. Ovovivivar

PEMBAHASAN :
Beberapa hal penting pada hewan reptil, diantaranya:

  • Sistem peredaran darah tipe vasculair
  • Sistem repsirasi pada umumnya denga paru-paru
  • Perkembangan embrio ovivar dan ovovivivar
  • Reproduksi secara seksual

Jawaban C

Soal No.82
Perubahan warna kulit pada amfibi dan reptil dipengaruhi oleh …

  1. Suhu
  2. Hormon
  3. Saraf
  4. Lingkungan

PEMBAHASAN :
Perubahan warna kulit pada reptil sama seperti pada amfibi. Faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah:

  • Faktor luar: suhu
  • Faktor dalam: hormon dan saraf

Jawaban A

Soal No.83
Hewan-hewan berdarah dingin memiliki kemampuan untuk berganti kulit.                                                                SEBABPergantian kulit sangat penting untuk beradaptasi dengan habitatnya.

PEMBAHASAN :
Pernyataan benar, alasan salah, dan kedua pernyataan ada hubungan sebab akibat

Salah satu karakteristik hewan berdarah dingin adalah memiliki kemampuan mengganti kulitnya. Pergantian kulit ini dilakukan untuk mengganti jaringan kulit yang rusak dan meremajakannya kembali. Sehingga suhu tubuhnya dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Jawaban A

Soal No.84
Agnatha merupakan vertebrata yang tidak berahang dan memiliki lidah seperti parut.                                                                SEBAB

Agnatha berdasarkan strukturnya tergolong pada super kelas tetrapoda.

PEMBAHASAN :
Pernyataan benar dan alasan salah

Berdasarkan strukturnya Agnatha dikelompokkan ke dalam super kelas Pisces. Agnatha adalah vertebrata yang tidak berahang dan memiliki lidah seperti parut. Mulutnya sangat sederhana mirip seperti cacing. Sedangkan super kelas Tetrapoda adalah hewan-hewan yang berkaki empat.
Jawaban C

Soal No.85
Reptil disebut juga dengan hewan melata                                 SEBAB

Reptil merupakan kelompok hewan yang hidupnya bergerak dengan cara merayap

PEMBAHASAN :
Pernyataan benar, alasan benar, dan kedua pernyataan ada hubungan sebab akibat

Reptil merupakan kelompok hewan yang hidupnya bergerak dengan cara merayap, oleh karena itu sering disebut juga sebagai hewan melata.
Jawaban A

Soal No.86
Alat respirasi utama pada burung adalah paru-paru (pulmo) dan juga memiliki kantung udara sebagai tambahan.                                                                SEBAB

Pada waktu terbang pengambilan oksigen dilakukan oleh kantung-kantung udara.

PEMBAHASAN :
Pernyataan benar, alasan benar, dan kedua pernyataan ada hubungan sebab akibat

Burung memiliki alat respirasi utama yaitu paru-paru (pulmo) dan alat respirasi tambahan berupa kantung udara (sacus pneumatikus). Pada waktu terbang burung mengambil oksigen melalui kantung-kantung udara karena pada waktu terbang paru-paru burung tidak berfungsi dengan baik.
Jawaban A

Soal No.87
Bulu pada burung menjadi bagian yang sangat untuk kelangsungan hidupnya.                                                SEBAB

Bulu pada burung menjadi bagian dari sistem respirasi.

PEMBAHASAN :
Pernyataan benar, alasan salah

Bulu burung berfungsi untuk melindungi burung dari air dan suhu lingkungan, sebagai penyamaran untuk menghindari pemangsa, alat komunikasi visual, juga memberikan warna pada burung tersebut. Sedangkan sistem respirasi pada burung terdiri dari paru-paru (pulmo) dan kantung udara (sacus pneumatikus).
Jawaban C

Sebelumnya Rangkuman Materi, 85 Contoh Soal & Pembahasan Kingdom Plantae
Selanjutnya Rangkuman Materi, 58 Contoh Soal Ekosistem dan Lingkungan & Pembahasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.