Rangkuman, Contoh Soal & Pembahasan Sifat Koligatif

Rangkuman Materi Sifat Koligatif Kelas XII/12

KONSENTRASI

Banyaknya zat terlarut dalam sejumlah zat pelarut/larutan.

Fraksi mol (X)

Menyatakan perbandingan jumlah mol komponen suatu zat terhadap total mol semua komponen yang terdapat dalam larutan

Jika larutan hanya terdiri dari dua komponen, zat A dan zat B, berlaku:

XB = 1 – XA

Molalitas (m)

Banyaknya zat terlarut di dalam satu kilogram pelarut.

P = berat pelarut

Molaritas (M)

Banyaknya zat terlarut di dalam satu liter larutan.

V = volume larutan

SIFAT KOLIGATIF

Pengertian

Sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi bergantung pada konsentrasi/jumlah partikel zat terlarut.

Penurunan Tekanan Uap (∆P)

  • Tekanan yang ditimbulkan oleh uap yang terbentuk dari zat cair yang berubah membentuk fasa gas.
  • Penambahan zat terlarut non volatile(sukar menguap) dapat menyebabkan menurunkan tekanan uap. Karena partikel pelarut akan terhalang ketika akan menguap.


  • Jika tekanan uap pelarut (Po) dan tekanan uap larutan (PL). Maka berlaku :

    Po > PL

  • Besar penurunannya (∆P) adalah :

    ∆P = Po – PL

  • Hubungan penurunan tekanan uap (∆P) dengan fraksi mol (X)

    Francois M. Raoult menjelaskan hubungan PL dengan X melalui hukum Raoult dalam
    persamaan :

    PL = XP . Po

Xp = fraksi mol pelarut

Karena Xp + Xt = 1, maka diperoleh rumusan:

∆P = Xt . Po

Xt = fraksi mol terlarut

Kenaikan Titik Didih (∆Tb)

  • Akibat tekanan uap larutan mengalami penurunan dari tekanan uap pelarut, maka titik
    didih larutan akan lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarut.
  • Dengan penambahan zat terlarut. Titik didih larutan akan lebih tinggi dibandingkan
    titik didih pelarut. Hal ini dapat dijelaskan dengan diagram fasa:


  • Jika titik didih pelarut (Tbo) dan titik didih larutan (TbL). Maka berlaku :

    Tbo < TbL

    Besar kenaikan titik didih (∆Tb) adalah :

    ∆Tb = Tb
    L – Tbo

    Tbo air = 100oC

    Tb L > 100oC

  • Hubungan kenaikan titik didih dengan konsentrasi (molalitas):

∆Tb = Kb . m

Kb = Tetapan Kenaikan titik didih molal

(air = 0,52oC/m)

Penurunan Titik Beku (∆Tf)

  • Dengan penambahan zat terlarut. Titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan
    titik beku pelarut. Hal ini dapat dijelaskan dengan diagram fasa.
  • Jika titik beku pelarut (Tfo) dan titik beku larutan (TfL). Maka berlaku :

    Tfo > TfL

    Besar penurunan titik beku (∆Tf) adalah :

    ∆Tf = Tf o– Tf L

    Tfo air = 0oC

    Tb L < 0oC

  • Hubungan penurunan titik beku dengan konsentrasi (molalitas):

∆Tb = Kb . m

Kb = Tetapan Kenaikan titik didih molal

(air = 0,52oC/m)

Tekanan osmosis (π)

  • Osmosis adalah proses perpindahan larutan yang memiliki konsentrasi rendah melalui membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai kesetimbangan konsentrasi.


  • Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke dalam larutan yang lebih pekat disebut tekanan osmotik larutan.
  • Rumusan tekanan osmosis:

    π = M.R.T

Keterangan:

π = Tekanan Osmosik

M = Molaritas

R = Tetapan Gas Umum (0,082 L atm/k mol)

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT

Perbedaan jumlah partikel larutan elektrolit dan larutan non elektrolit menyebabkan nilai sifat koligatif menjadi berbeda. Rumusan sifat koligatif untuk larutan elektrolit harus dikalikan faktor Van Hoff (i)

i = (1 + (n-1)α)

Ket: n = jumlah ion , α= derajat ionisasi

Rumusan Sifat Koligatif Larutan Elektrolit:

∆P

∆Tb

∆Tf

π

∆P = Xt . Po


∆Tb = Kb . m . i

∆Tf = Kf . m . i

π = M . R . T. i

 

Contoh Soal & Pembahasan Sifat Koligatif Kelas XII/12

Soal No.1
Apa yang dimaksud dengan sifat koligatif larutan?

PEMBAHASAN :
Sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi bergantung pada konsentrasi/jumlah partikel zat terlarut.

Soal No.2
Apakah larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang sama dengan larutan non elektrolit? Jelaskan.

PEMBAHASAN :
Sifat koligatif larutan elektrolit dengan larutan non elektrolit berbeda karena memiliki jumlah partikel yang berbeda dengan konsentrasi yang sama

Soal No.3
Tentukanlah kemolalan larutan yang dibuat dengan melarutkan 10 gram urea dalam 100 gram air (Mr urea = 60)

PEMBAHASAN :

Soal No.4
Hitunglah kemolalan larutan cuka yang mengandung 24% massa CH3COOH (Ar H = 1 ; C 12; O = 16)

PEMBAHASAN :

Soal No.5
Hitunglah kadar (% massa) glukosa dalam larutan glukosa 1 molal (Mr glukosa = 180)

PEMBAHASAN :





%

Soal No.6
Berapakah fraksi mol urea dalam suatu larutan yang mengandung 12 gram urea (CO(NH)2) dalam 90 gram air? (Ar H = 1; C = 12; N = 14; O = 16)

PEMBAHASAN :



Soal No.7
Tentukan fraksi mol urea (Mr = 60) dalam larutan urea 10%

PEMBAHASAN :
misal 100% = 100 gram, maka massa 10 % urea = 10 gram urea, sedangkan massa air = 100 – 10 = 90 gram



Soal No.8
Tentukan kadar larutan glukosa, jika diketahui fraksi mol glukosa sebesar 0,2

PEMBAHASAN :

n glukosa = 1 mol
Gr glukosa = n x Mr glukosa = 1 mol x 180 = 180 gr
n air = 5-1 = 4 mol
Gr air = n x Mr air = 4 x 18 = 72 gr

Soal No.9
Tentukan kemolalan larutan yang mengandung 10 gram NaCl dalam 200 mL air ( massa jenis air = 1 g/mL)

PEMBAHASAN :
massa air = ρ x V = 1 g/ml x 200 ml = 200 gr

Soal No.10
Hitunglah kemolalan larutan yang dibuat dengan melarutkan 31 mL glikol (C2H6O2)dalam 90 mL air. Kedua jenis cairan itu mempunyai massa jenis 1 kg/L (Ar H = 1; C = 12; O = 16)

PEMBAHASAN :
massa glikol = ρ x V = 1 g/ml x 31 ml = 31 gr
massa air = ρ x V = 1 g/ml x 90 ml = 90 gr

Soal No.11
Larutan 6 gram urea dalam 200mL air dicampur dengan 12 gram urea dalam 300 mL air. Hitunglah kemolalan larutan-larutan itu sebelum dan sesudah dicampurkan (Mr urea = 60)

PEMBAHASAN :
sebelum dicampurkan



Setelah dicampurkan


Soal No.12
Tentukan kemolalan larutan glukosa 18 % (Mr glukosa =180)

PEMBAHASAN: :

Soal No.13
Tentukan kadar urea dalam larutan urea 1 molal

PEMBAHASAN :




%

Soal No.14
Tentukan fraksi mol NaNO3 dalam larutan yang mengandung 10 gram NaNO3 dalam 250 mL air

PEMBAHASAN :
massa air = ρ x V = 1 g/ml x 250 ml = 250 gr



Soal No.15
Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan 2 molal

PEMBAHASAN :
2 molal bisa diartikan 2 mol urea dalam 1 kg air
jadi n urea = 2mol


Soal No.16
Sebanyak 20 gram kristal NaOH dilarutkan dalam 100 mL air. Jika NaOH mengion sempurna, hitunglah fraksi mol total ion-ion (fraksi mol Na+ + fraksimol OH dalam larutan (Ar H = 1;O = 16; Na = 23)

PEMBAHASAN :


nNaOH = nNa+ = nOH=0,5 mol



Soal No.17
Apa yang dimaksud dengan:
a. uap jenuh
b. tekanan uap jenuh

PEMBAHASAN :
a. uap dengan jumlah yang banyak dimana pada keadaan jenuh penguapan bersamaan dengan pengembnan dengan laju yang sama
b. tekanan uap jenuh tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh suatu zat

Soal No.18
Pada suhu yang sama, manakah yang mempunyai tekanan uap lebih besar, air atau alkohol? Jelaskan jawaban anda.

PEMBAHASAN :
Alkohol akan lebih mudah menguap di bandingkan air jika pada suhu yang sama. Sehingga jumlah uap alkohol akan lebih banyak dan menyebabkan tekanan uap alkohol lebih besar

Soal No.19
Tekanan uap air pada 29o
a. tekanan uap larutan urea 20% (Mr urea = 60)
b. tekanan uap larutan urea 1 molal

PEMBAHASAN :
a. misalkan 100 % urea = 100 gram
maka 20% urea = 20 gr urea
massa air = 80 gr




b. 1 molal berarti 1 mol urea dalam 1 kg air


Soal No.20
Hitunglah titik didih dan titik beku larutan glikol 20% berdasar massa. (Mr glikol = 62;Kb dan Kf berturut-turut adalah 0,52oC/m dan 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Menghitung molalitas terlebih dahulu


ΔTf = Kf.m
ΔTf = 1,86. 4,03
ΔTf = 7,49
Tfo-Tfl= 7,49
Tfl= – 7,49oC
ΔTb = Kb.m
ΔTb = 0,52. 4,03
ΔTb = 2,09
Tbl-Tbo= 2,09
Tbl= 102,09oC

Soal No.21
Tentukan titik didih dan titik beku larutan 32 gram belerang, S8, dalam 400 gram asam asetat. Asam asetat murni mendidih pada 118,3 oC dan membeku pada 16,6 oC pada tekanan 1 atm (Kb CH3COOH = 3,1 oC/m; Kf CH3COOH = 3,6 oC/m; Ar S = 32)

PEMBAHASAN :
menentukan molalitas


menentukan titik didih larutan
ΔTb = Kb.m
ΔTb = 3,1. 0,312
ΔTb = 0,967 oC
Tbl-Tbo= 0,967
Tbl= 118,3 + 0,967 = 119,267oC
menentukan titik beku larutan
ΔTf = Kf.m
ΔTf = 3,6. 0,312
ΔTf = 1,12 oC
Tfo-Tfl = 1,12
Tfl= 16,6 – 1,12 = 15,48oC

Soal No.22
Di stuatu daerah pegunungan, air mendidih rata-rata pada 96 oC. Tekanan uap air jenuh pada 96 oC adalah 657,6 mmHg
a. Berapa tekanan udara rata-rata di daerah tersebut?
b. Berapa gram urea harus dilarutkan dalam 1 kg air sehingga mendidih pada 100 oC (Kb air = 0,52 oC/m; Mr urea = 60)

PEMBAHASAN :
a. Ketika mendidih tekanan uap air sama dengan tekanan udara. Karena tekanan uap air = 657,6 mmHg maka tekanan udaranya pun 657,6 mmHg
b. ΔTb = Kb.m



Soal No.23
Suatu larutan mendidih pada 100,2 oC. Tentukan titik beku larutan itu. (Kb air = 0,52 oC/m; Kf air = 1,86 oC/m )

PEMBAHASAN :
Untuk menentukan titik beku larutan kita cari lewat perbandingan:

molalitas di coret karena sama


Tfl = -0,71 oC

Soal No.24
Tentukanlah tekanan osmotik larutan yang tiap liternya mengandung 0,6 gram urea pada suhu 25 oC (Mr urea = 60)

PEMBAHASAN :
π = M.R.T

Soal No.25
Berapa gram glukosa (Mr= 180) diperlukan untuk membuat 500 mL larutan dengan tekanan osmotik 1 atm pada suhu 25oC

PEMBAHASAN :
π = M.R.T

Soal No.26
Hitunglah tekanan osmotik larutan yang mengandung 17,1 gram sukrosa (Mr = 342) dalam 1 liter larutan pada 27oC

PEMBAHASAN :
π = M.R.T

Soal No.27
Tekanan osmotik darah manusia pada 37oC adalah 7,7 atm. Berapa gram glukosa (Mr = 180) diperlukan untuk membuat 200 mL larutan yang isotonik dengan darah?

PEMBAHASAN :
isotonik artinya memiliki tekanan osmotik sama
π1 = π2


Soal No.28
Jika dianggap mengion sempurna (nilai i = nilai teoritis), tentukanlah titik didih dan titik beku larutan 11,7 gram NaCl dalam 1 liter air Kb air = 0,52 oC/m; Kf air = 1,86 oC/m (

PEMBAHASAN :
mencari molalitas terlebih dahulu


NaCl merupakan elektrolit kuat sehingga i = n = 2
ΔTb = Kb.m.i
ΔTb = 0,52.0,2.2
ΔTb = 0,208
Tbl-Tbo= 0,208
Tbl= 100 + 0,208 = 100,208oC
menentukan titik beku larutan
ΔTf = Kf.m.i
ΔTf = 1,86. 0,2.2
ΔTf = 0,744 oC
Tfo-Tfl = 0,744
Tfl= 0 – 0,744 = -0,744oC

Soal No.29
Sebanyak 1,8 gram suatu basa bervalensi 2 M(OH)2, dilarutkan dalam 100 mL air. Larutan ini mendidih pada 100,2 oC. Jika basa itu mengion 80% hitunglah massa atom relatif logam pembentuk basa tersebut. (Kb air = 0,52 oC/m, Ar H = 1; O = 16)

PEMBAHASAN :
ΔTb = Kb.m.i
100,2-100 = 0,52.m.(1 + (n-1)α)
0,2 = 0,52.m(1+(3-1)0,8)




Mr = Ar M x 1 + Ar O x2 + Ar H x 2
122,5 = Ar M + 32 + 2
Ar M = 122,5 – 34
Ar M = 88

Soal No.30
Ke dalam 1 liter air dilarutkan 60 gram urea (Mr = 60); 11,7 gram NaCl (Mr = 58,5) dan 11,7 gram NaCl (Mr = 58,5) dan 11,1 gram CaCl2 (Mr = 111).Tentukan titik beku larutan itu Kf air = 1,86 oC/m

PEMBAHASAN :
Mencari molalitas urea


Mencari molalitas NaCl


Mencari molalitas CaCl2


ΔTf = Kf.mtotal
ΔTf = 1,86. (1+0,2.2+0,1.3)
ΔTf = 1,302
Tfo-Tfl = 1,302
Tfl= 0 – 1,302 = -1,302oC

Soal No.31
Suatu larutan garam dapur pada suhu toC, tekanan uap jenuhnya 0,4 mmHg lebih rendah dari tekanan uap jenuh air murni. Jika tekanan uap jenuh air pada suhu tersebut adalah 24 mmHg berapa % berat NaCl dalam larutan tersebut?

PEMBAHASAN :
diketahui ΔP = 0,4 mmHg
Po = 24 mmHg, mencari nilai xt terlebih dahulu
ΔP = Po . xt


karena nilai i = 2 (jumlah ion NaCl = 2), maka nilai nt dan np dapat langsung dicari dari xt
nt.i = 1 mol

np = 60-1 = 59 mol
Gr air = n x Mr = 59 x 18 = 1062 gram

Soal No.32
Sebanyak 2,4 gram magnesium sulfat dilarutkan ke dalam 400 gram air. Larutan ini mendidih pada suhu 100,0468 oC.Jika diketahui Kb air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m, tentukan derajat ionisasi magnesium dan titik beku larutan tersebut.

PEMBAHASAN :
ΔTb = 100,0468 – 100 = 0,0468 oC
Mr MgSO4 = 120
jumlah ion (n) MgSO
4 = 2
menentukan derajat ionisasi (α) Magnesium Sufat





Menentukan titik beku larutan
Dicari melalui perbandingan dengan ΔTb

Karena nilai m dan i nya sama maka:


ΔT
f = Tfo – Tfl
0,167 = 0 – T
fl
T
fl = -0,167oC

Soal No.33
Sebanyak 1,17 gram NaCl dilarutkan dalam air hingga volumenya 400 mL. Berapakah tekanan osmotik larutan ini jika diukur pada keadaan di mana volume 16 gram gas metana pada tekanan 80 cmHg adalah 20 liter.

PEMBAHASAN :
Metana = CH4,Mr = 16
Mr NaCl = 58,5
i NaCl = 2
untuk menentukan tekanan osmosis NaCl kita cari melalui perbandingan

Karena R dan T nya sama maka


Soal No.34
Larutan yang mengandung 8 gram NaOH dalam 500 gram air ditambahkan ke dalam 3,65 gram HCl dalam 1000 gram air. Diketahui Kf air = 1,86 oC/m. Setelah kedua larutan dicampu dan diaduk, pada suhu berapakah campuran tersebut akan membeku

PEMBAHASAN :
Mr NaOH = 40
Mr HCl = 36,5
i NaOH = 2
i HCl = 2
Mencari Titik beku campuran NaOH dan HCl




ΔTf = Tfo-Tfl
1,86 = 0 – Tfl
Tfl = – 1,86 oC

Soal No.35
Sebanyak 10 gram logam natrium dimasukkan ke dalam 100 mL air. Kf/sub> air = 1,86 oC/m. Jika tekanan udara 1 atm, pada suhu berapakah larutan yang diperoleh akan membeku? Berapa liter gas dalam keadaan standar yang dihasilkan

PEMBAHASAN :
Reaksi yang terjadi jika Logam Na Dimasukan ke dalam air
2Na(s) + 2H2O(l) → 2NaOH(aq) + H2(g)
Mr NaOH = 40
i = 2
mol Na = mol NaOH = 0,43
Menentukan titik beku NaOH



ΔTf = Tfo-Tfl
16,17 = 0 – Tfl
Tfl = – 16,17 oC
menentukan volume H2 (keadaan standar)
mol H2 = 1/2 x 0,43 = 0,215 mol
pada keadaan standar berlaku:
V = n x 22,4L
V = 0,215 x 22,4 L
V = 4,816 L

Soal No.36
Berapa gram kristal H2C2O4.2H2O yang harus dilarutkan ke dalam air agar di dapatkan 600 ml larutan H2C2O4.2H2O 0,5 M (Ar C = 12, O = 16, H = 1)

PEMBAHASAN :


Soal No.37
Di dalam 400 mL larutan amonia, terlarut 3,4 gram NH3 (Ar N = 14, H = 1). Hitunglah:
a. molaritas larutan
b. fraksi mol

PEMBAHASAN :
a.

b.
misalkan ρ larutan = 1 gr/cm3
massa larutan = ρ.V = 1 gr/cm3 . 400 mL=400 gr
massa air = (400-3,4)gr = 396,6 gr


Soal No.38
Hitunglah molalitas dan fraksi mol larutan NaOH dalam air yang kadarnya 40% (Mr NaOH = 40)

PEMBAHASAN :
Menentukan molalitas

Menentukan Fraksi Mol
Misal 100 % = 100 gram, maka:
massa NaOH = 40 gram
massa air = 60 gram


Soal No.39
Jika perubahan volume dalam pelarutan diabaikan, tentukan molaritas dan molalitas larutan yang terjadi jika 100 mL alkohol dicampurkan dengan 200 mL air (massa jenis alkohol dan air dianggap sama dengan 1 gram/mL)

PEMBAHASAN :
Menentukan molaritas
massa alkohol m = ρ.V=1.100 = 100 gram
massa air m = ρ.V=1.200 = 200 gram
Jika dimisalkan alkoholnya adalah Etanol (C2H5OH), maka Mrnya = 46
Karena volume pelarutan diabaikan maka volume larutan = 200 mL

Menentukan molalitas

Soal No.40
Berapa gram KOH yang harus dilarutkan ke dalam 400 mL air agar didapatkan larutan KOH 0,2 M? (Ar K = 39, O = 16, H = 1)

PEMBAHASAN :


Soal No.41
Suatu larutan manitol yang mengandung 18,04 gram manitol dalam 100 gram air pada suhu 20oC mempunyai tekanan uap 17,23mmHg. Jika tekanan uap jenuh air pada suhu tersebut adalah 17,54 mmHg; hitunglah massa molekul relatif manitol

PEMBAHASAN :
Po=17,54 mmHg
Pl = 17,23 mmHg

Untuk menentukan Mr menggunakan rumus:

Soal No.42
Berapa mmHg tekanan uap larutan sukrosa 2 m pada suhu 20 oC, jika diketahui tekanan uap air murni pada suhu tersebut adalah 17,40 mmHg dan Mr air = 18?

PEMBAHASAN :
2 molal dapat diartikan 2 mol sukrosa dalam 1 kg air.

Dari pengertian tersebut dapat ditentukan tekanan uap larutannya
Pl = Po. xp

Soal No.43
Sebanyak 25 gram ureum yang dilarutkan dalam 525 gram air, pada 20 oC mempunyai tekanan uap 17,29 mmHg. Jika pada suhu tersebut tekanan uap air murni adalah 17,54 mmHg; tentukan Mr ureum tersebut

PEMBAHASAN :

Untuk menghitung Mr menggunakan rumus cepat:

Soal No.44
Hitung tekanan uap larutan glukosa 36% dalam air pada suhu 25 oC, jika diketahui tekanan uap air murni pada suhu tersebut adalah 20 mmHg.

PEMBAHASAN :
misal 100% larutan = 100 gram
massa 36% glukosa = 36 gram
Mr Glukosa = 180
massa air = 100-36 gram = 64 gram
Mr air = 18


Menentukan Pl
Pl = Po.xp

Soal No.45
Sebanyak 9 gram glukosa dilarutkan dalam 900 gram air. Jika diketahui tekanan uap jenuh pelarut murni pada suhu 20 oC adalah 17,5 mmHg; tentukan penurunan tekanan uap larutan pada suhu tersebut.

PEMBAHASAN :
Mr Glukosa = 180
Mr air = 18


ΔP = Po.xt

Soal No.46
Diketahui tekanan uap air pada suhu 30 oC adalah 31,84 mmHg. Untuk mendapatkan larutan yang tekanan uapjenuhnya 27,86 mmHg pada suhu tersebut; berapa massa glikol (Mr = 62) yang harus dilarutkan dalam 630 gram air?

PEMBAHASAN :

Untuk menentukan massa glikol menggunakan rumus:

Soal No.47
Ke dalam 100 ml air dilarutkan 20 gram urea (Mr = 60). Hitung berapa kadar larutan urea ke dalam satuan persen (%) dan satuan molalitas (m)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr Urea = 20 gram
Mr Urea = 60
Gr air = ρ. V = 1 gr/mL. 100 mL = 100 gram
Menentukan kadar urea dalam persen

Menentukan molalitas

Soal No.48
Berapa gram kristal MgSO4.7H2O yang harus dilarutkan ke dalam air agar diperoleh 100 mL larutan MgSO4 0,2 M? (Ar Mg = 24, S = 32, O = 16, dan H = 1)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
M = 0,2 M
V = 100 mL
Mr MgSO4.7H2O = 24 x 1 + 32 x 1 + 16 x 4 + 1 x 14 + 16 x 7 = 246
Menentukan Gram gram kristal MgSO4.7H2O
Karena mengandung hidrat (air) maka mr dihitung dengan jumlah hidratnya


Soal No.49
Hitung molalitas dan fraksi mol larutan KOH dalam air yang kadarnya 28% (Mr KOH = 56)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
% KOH = 28%
Mr KOH = 56
Misalkan massa larutan = 100 gram
maka massa KOH = 28 % x 100 gram = 28 gram
Massa air = 100 gr – 28 gr = 72 gram
Menentukan molalitas menggunakan cara biasa

Menentukan molalitas menggunakan rumus cepat

Menentukan fraksi mol


Soal No.50
Berapa gram glukosa (C6H12O6) yang terlarut di dalam larutan glukosa 0,2 M? (Ar C = 12, H = 1, dan O = 16)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
M = 0,2 M
Mr = 12×6 + 1 x 12 + 16 x 6 = 180
V larutan = 1 Liter (0,2 M artinya 0,2 mol zat terlarut dalam 1 liter larutan)
Menentukan massa glukosa


Gr = 0,2 x 180 = 36 gram

Soal No.51
Berapa gram NH4Cl yang harus dilarutkan ke dalam 400 mL air agar diperoleh larutan NH4Cl 1 m? (Ar N = 14; Cl = 35,5; dan H = 1)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
V air = 400 mL
maka massa air = ρ. V = 1 gr/ml. 400 mL = 400 gr
m = 1 m
Mr NH4Cl = 14×1 + 1×4 + 35,5×1 = 53,5
Menentukan massa NH4Cl


Soal No.52
Berapa mmHg tekanan uap larutan sukrosa 4 m pada suhu 25oC jika diketahui tekanan uap air murni pada suhu tersebut adalah 34,80 mmHg, serta Mr air = 18 dan sukrosa = 342?

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m = 4 m
Po = 34,80 mmHg
Mr air = 18
Mr sukrosa = 342
Menentukan tekanan uap larutan sukrosa
molalitas 4 m artinya mol sukrosa = 4 mol dalam 1 kg air, maka mol air = Gr/Mr = 1000 gr/18 = 55,56 mol
P = Po. xp

Soal No.53
Hitung tekanan uap larutan glukosa 72% dalam air pada suhu 25oC, jika diketahui tekanan uap air murni pada suhu tersebut adalah 40 mmHg (Mr glukosa = 180)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
% glukosa = 72%
Po = 40 mmHg
Mr glukosa = 180
Menentukan tekanan uap larutan glukosa
Jika dimisalkan massa larutan = 100 gram, maka massa glukosa = 72% x 100 gram = 72 gram
massa air = 100 – 72 = 28 gram


P = Po. xp

Soal No.54
Sebanyak 9 gram glukosa dilarutkan dalam 180 mL air. Jika diketahui tekanan uap jenuh air pada suhu 20oC adalah 17,5 mmHg; hitung tekanan uap larutan pada suhu tersebut

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr glukosa = 9 gram, maka mol glukosa

V air = 180 ml maka massa air = ρ. V = 1 gr/ml . 180 ml = 180 gram

Po = 17,5 mmHg
Menentukan tekanan uap larutan gukosa
P = Po. xp

Soal No.55
Suatu larutan manitol yang mengandung 492,06 gram manitol dalam 50 gram air pada suhu 25oC mempunyai tekanan uap 8,77 mmHg. Jika tekanan uap jenuh air pada suhu tersebut adalah 17,54 mmHg; hitung massa molekul relatif manitol.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr manitol = 492,06 gram
Gr air = 50 gram
P = 8,77 mmHg
Po = 17,54 mmHg
Menentukan Mr manitol

P = Po. xp

8,77 (2,78 + nt) = 17,54. 2,78
24,38 + 8,77nt = 48,76
8,77nt = 48,76 – 24,38 = 24,38

Soal No.56
Sukrosa (C12H22O11) dilarutkan dalam 360 gram air. Tekanan uap larutan tersebut terukur sebesar 21,5 mmHg. Hitung massa sukrosa yang dilarutkan jika diketahui tekanan uap jenuh air murni pada suhu 25oC adalah 23,8 mmHg

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr sukrosa = 360 gram
Mr sukrosa = 342
P = 21,5 mmHg
Po = 23,8 mmHg

Menentukan massa sukrosa
P = Po. xp

21,5(20 + nt) = 23,8. 20
430 + 21,5nt = 476
21,5 nt = 476 – 430 = 46

Gr = nt x Mr = 2,139 mol x 342 = 731,538 gram

Soal No.57
Larutan fruktosa sering ditambahkan pada makanan sebagai pemanis makanan. Sebanyak  360 gram sirop fruktosa dilarutkan dalam sebuah bejana berisi air pada suhu 20oC. Hitung jumlah air pada bejana tersebut agar terjadi penurunan tekanan uap larutan sebesar 3 mmHg. (tekanan uap jenuh air murni pada suhu 20oC = 18 mmHg dan Mr fruktosa = 180)

PEMBAHASAN :
Gr fruktosa = 360 gram
ΔP = 3 mmHg
Po = 18 mmHg
Mr fruktosa = 180

Mr air = 18
Menentukan massa air yang diperlukan
ΔP = Po. xt


3(2 + np) = 36
6 + 3np = 36
3np = 36 – 6 = 30
np = 10
Gr = n x Mr = 10 mol x 18 = 180 gram

Soal No.58
Sebanyak 364 gram kristal sorbitol ditambahkan dalam sejumlah air. Jika air yang terdapat pada bejana sebesar 2,88 L; hitung tekanan uap larutan jika diketahui tekanan uap jenuh air murni sebesar 20 mmHg (Mr sorbitol = 158)

PEMBAHASAN :
Gr sorbitol = 364 gram
V air = 2,88 L
maka massa air = ρ. V = 1 Kg. 2,88 L = 2,88 Kg = 2880 gram
Mr sorbitol = 158


Po = 20 mmHg
Menentukan tekanan uap larutan sorbitol
P = Po. xp

Soal No.59
Sebanyak 240 gram kristal X dilarutkan dalam 252 mL air (Mr  = 18). Jika diketahui tekanan uap jenuh larutan adalah 14 mmHg, tentukan massa molekul relatif zat X tersebut jika tekanan uap jenuh air murni pada suhu yang sama adalah 18 mmHg.

PEMBAHASAN :
Gr X = 240 gram
V air = 252 mL, maka massa air = ρ. V = 1 gr/ml . 252 ml = 252 gram

P = 14 mmHg
Po = 18 mmHg
P = Po. xp


14(14 + nt) = 18. 14
196 + 14nt = 252
14nt = 252 – 196 = 56
nt = 4

Soal No.60
Sebanyak 5 mol cairan toluena dilarutkan dalam larutan benzena sebanyak 10 mol. Hitung tekanan uap jenuh larutan setelah penambahan toluena tersebut. (tekanan uap jenuh benzena pada suhu 25oC adalah 30 mmHg)

PEMBAHASAN :
n toluena = 5 mol (zat terlarut)
n benzena = 10 mol (zat pelarut)
Po = 30 mmHg
P = Po. xp

Soal No.61
Hitung tekanan uap larutan jika 3 mol zat cair volatil (zat yang mudah menguap) dicampurkan dengan 4 mol zat cair nonvolatil. Diketahui tekanan uap jenuh zat cair volatil murni pada suhu tersebut adalah 50 mmHg.

PEMBAHASAN :
mol volatil = 3 mol
mol non volatil = 4 mol
Po = 50 mmHg
zat volatil dianggap sebagai pelarut karena mudah menguap, sedangkan zat non volatil dianggap sebagai zat terlarut
P = Po. xp

Soal No.62
Pada label sebuah es krim, tertulis bahwa es krim harus disimpan pada suhu -15oC atau kurang agar tetap membeku. Es krim tersebut diketahui mengandung 34,2 gram sirop sukrosa (Mr = 342 gram/mol) dan sejumlah air. Hitung volume air yang digunakan dalam pembuatan es tersebut. (Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Tf = -15oC
Tfo = 0oC
ΔTf = Tfo – Tf = 0 – (-15) = 15 oC
Gr sukrosa = 34,2 gram
Mr sukrosa = 342
Kf air = 1,86 oC/m
Menentukan volume air yang diperlukan



Maka volume air yang diperlukan

Soal No.63
Di negara dengan empat musim cairan glikol (Mr = 62) biasanya ditambahkan pada air radiator mobil untuk menghindari pembekuan air radiator selama musim dingin. Hitung berapa massa glikol yang perlu ditambahkan jika volume air radiator adalah 2,5 L. (Kf air = 1,86 oC/m dan perkiraan suhu udara maksimum adalah -7,44 oC)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Mr glikol = 62
Volume air = 2,5 L sehingga massa airnya (P) = ρ. V = 1 kg/L. 2,5 L = 2,5 kg
Kf = 1,86 oC/m
Tf = -7,44 oC
Tfo = 0 oC
ΔTf = Tfo – Tf = 0 – (-7,44) = 7,44 oC
Menentukan massa glikol


Soal No.64
Seorang penjual es keliling menambahkan 180 gram glukosa (C6H12O6) dalam 500 mL air sebagai resep pembuatan minuman esnya. Hitung titik beku minuman es tersebut. (Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui
Gr glukosa = 180 gram
Mr glukosa = 180
V air = 500 mL, maka massa air = ρ. V = 1 gr/ml. 500 mL = 500 gram
Menentukan titik beku minuman es


0 – Tf = 3,72
Tf = -3,72 oC

Soal No.65
Sebanyak 180 gram zat nonelektrolit (Mr = 60) dilarutkan dalam air dengan volume 2.500 mL. Hitung titik beku zat tersebut. (Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr zat = 180 gram
V air = 2.500 mL maka massa airnya = ρ. V = 1 gr/mL. 2.500 mL = 2.500 gram
Kf air = 1,86 oC/m
Menentukan titik beku larutan

ΔTf = Tfo – Tf = 0oC – Tf = 2,232
Tf = -2,232 oC

Soal No.66
Indikator fenolftalein (PP) dilarutkan dalam pelarut etanol(Kf = -2 oC/m) membentuk larutan PP. Tentukan Mr dari indikator PP jika massa zat yang dilarutkan adalah 31,8 gram dan volume etanol yang digunakan sebesar 200 mL. (larutan PP mengalami penurunan titik beku sebesar -1 oC dan ρ etanol = 789 kg/m3)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Kf etanol = -2 oC/m
Gr PP = 31,8 gram
Volume etanol = 200 mL, maka massa etanol = ρ. V = 0,789 g/mL. 200 mL =  157,8 gram
ΔTf = -1 oC/m
ρ etanol = 789 kg/m3 = 789/1000 kg/dm3 = 0,789 kg/dm3 = 0,789 g/mL
Menentukan Mr PP


Soal No.67
Suatu larutan X mendidih pada suhu 102,8 oC. Pada suhu berapakah larutan tersebut akan membeku? (Kb air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Tb = 102,8 oC
Kb = 0,52 oC/m
Kf = 1,86 oC/m
Menentukan titik beku larutan melalui perbandingan

Karena molalitasnya sama maka molalitas dapat dicoret



Tf = -10,015 oC

Soal No.68
Sebanyak 60 gram urea (Mr = 60) dilarutkan dalam 100 mL etanol. Jika titik beku larutan tersebut -116,59 oC (titik beku etanol murni adalah -114,6 oC), berapakah tetapan titik beku molal etanol?

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr urea = 60 gram
Mr = 60
V etanol = 100 ml, maka massa etanol = ρ. V = 0,789 gr/mL. 100mL = 78,9 gram
Tf = -116,59 oC
Tfo = -114,6 oC
ΔTf = Tfo – Tf = (-114,6) – (-116,59) = 1,99
Menentukan nilai Kf etanol


Soal No.69
Berapa gram urea (Mr = 60) yang harus dilarutkan ke dalam 250 gram air agar larutan yang terjadi membeku pada suhu 0,74 oC di bawah titik beku air? (Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Mr = 60
P = 250 gram
ΔTf = 0,74 oC
Kf = 1,86 oC/m
Menentukan massa urea


Soal No.70
Suatu zat bermassa 5,3 gram dilarutkan ke dalam 500 gram air. Larutan yang terbentuk dapat membeku pada suhu -0,576 oC. Tentukan Mr zat tersebut jika tetapan penurunan titik beku molal (Kf) air sebesar 1,86 oC/m

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr zat = 5,3 gram
P = 500 gram
Tf = -0,576 oC
Tfo = 0 oC
ΔTf = Tfo – Tf = 0 – (-0,576) = 0,576 oC
Kf = 1,86 oC/m
Menentukan Mr zat

Soal No.71
Suatu larutan dalam air mendidih pada suhu 101,4 oC. Jika diketahui Kf air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m; pada suhu berapakah larutan tersebut akan membeku?

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Tb = 101,4 oC
ΔTb = Tb – Tbo = 101,4 – 100 = 1,4 oC
Kb = 0,52 oC/m
Kf = 1,86 oC/m
Menentukan titik beku larutan melalui perbandingan

Karena molalitasnya sama maka molalitas dapat dicoret



Tf = – 5 oC

Soal No.72
Glukosa (C6H12O6) yang massanya 18 gram dilarutkan ke dalam 200 mL air. Berapa titik didih larutan yang terbentuk jika diketahui Kb air = 0,52 oC/m dan pada tempat tersebut air murni mendidih pada suhu 98 oC? (Ar C = 12, H = 1, dan O = 16)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Massa glukosa = 18 gram
V air = 200 mL, maka massa air = ρ. V = 1 gr/mL . 200 mL = 200 gram
Kb air = 0,52 oC/m
Tbo = 98 oC
Mr glukosa = 12 x 6 + 1 x 12 + 16 x 6 = 180
Menentukan Tb
ΔTb = Kb.m


Tb – 98 = 0,26
Tb = 98 + 0,26 = 98,26 oC

Soal No.73
Di pegunungan, air mendidih pada suhu sekitar 96 oC. Jika 3,42 gram sukrosa dilarutkan dalam 100 mL air yang mendidih, berapakah titik didih larutan sukrosa tersebut? (Kb air = 0,52 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui
Tbo = 96 oC
Gram sukrosa = 3,42 gram, Mr sukrosa = 342
V air = 100 ml, maka massa air = ρ. V = 1 gr/ml. 100 ml = 100 gram
Kb air = 0,52 oC/m
Menentukan Tb larutan sukrosa
ΔTb = Kb.m


Tb – 96 = 0,52
Tb = 96 + 0,52 = 96,52 oC

Soal No.74
Sebanyak 60 gram kristal nonelektrolit X dilarutkan dalam 2.000 mL air. Jika titik didih yang terukur dari larutan X tersebut adalah 100,26 oC; berapakah massa molekul relatif senyawa X tersebut?

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr kristal X = 60 gram
V air = 2.000 mL, maka massa air = ρ. V = 1 gr/mL. 2.000 mL = 2.000 gram
Tb = 100,26 oC
Menentukan Mr zat X
ΔTb = Kb.m


Soal No.75
Kristal naftalena memiliki rumus empiris C5H4. Sejumlah 512 gram kristal tersebut dilarutkan dalam 2.000 mL pelarut benzena dan dipanaskan hingga mendidih pada suhu 85,3 oC. Berapakah Mr dari senyawa naftalena tersebut? (Kb benzena = 2,65 oC/m, titik didih benena = 80 oC, dan ρ benzena = 876 kg/m3)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Rumus empiris naftalena = C5H4
Gram naftalena = 512 gram
ρ benzena = 876 kg/m3 = 0,876 kg/dm3 = 0,876 gr/mL
V benzena, maka massa benzena (P) = ρ. V = 0,876 gr/mL. 2.000 mL = 1752 gram
Kb benzena = 2,65 oC/m
Tb = 85,3 oC
Tbo = 80 oC
ΔTb = Tb – Tbo = 85,3 – 80 = 5,3 oC
Menentukan Mr senyawa naftalena
ΔTb = Kb. m


Soal No.76
Sejumlah zat dilarutkan dalam 250 mL air sehingga titik didih larutan tersebut menjadi 102 oC. Jika Kb air adalah 0,52 oC/m, tentukan berapa gram zat yang dilarutkan dalam air. (Mr zat = 60)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
V air = 250 mL, maka massa air ( P) = ρ. V = 1 gr/mL. 250 mL = 250 gram
Tb = 102 oC
Tbo = 100 oC
ΔTb = Tb – Tbo = 102 – 100 = 2 oC
Kb = 0,52 oC/m
Mr zat = 60
Menentukan massa zat
ΔTb = Kb. m


Soal No.77
Sejumlah zat X (Mr = 128) dilarutkan dalam pelarut karbon tetraklorida yang memiliki titik didih murni sebesar 76,8 oC. Jika massa zat x yang terlarut sebanyak 25,6 gram dan volume pelarut 250 mL, hitung kenaikan titik didih larutan tersebut. (Kb CCl4 = 4,88 oC/m) dan ρ CCl4 = 1,59 g/cm3)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Tbo = 76,8 oC
Mr zat = 128
massa zat x = 25,6 gram
Volume pelarut = 250 mL, maka massa pelarut (P) = ρ. V = 1,59 g/mL. 250 mL = 397,5 gram
Kb CCl4 = 4,88 oC/m
Menentukan kenaikan titik didih
ΔTb = Kb. m

Soal No.78
Pelarut benzena digunakan untuk melarutkan senyawa organik yang tidak diketahui massanya. Jika Mr senyawa organik tersebut adalah 180 dan volume benzena sebesar 500 mL, hitung massa senyawa organik yang dilarutkan tersebut jika kenaikan titik didihnya sebesar 0,5 oC (Kb benzena 2,65 oC/m dan titik didih benzena 80 oC)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Mr = 180
ρ benzena = 876 kg/m3 = 0,876 g/mL
Volume benzena = 500 mL, maka massa benzena = ρ. V = 0,876 g/mL. 500 mL = 438 gram
ΔTb = 0,5 oC
Kb benzena =2,65 oC/m
Menentukan massa senyawa organik
ΔTb = Kb. m


Soal No.79
Hitung molalitas zat X jika dalam jumlah pelarut yang sama, kenaikan titik didih larutan urea 0,2 m adalah 0,60 oC dan kenaikan titik didih larutan X adalah 0,4 oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
ΔTb urea = 0,60 oC
m urea = 0,2 m
ΔTb zat X = 0,4 oC
Menentukan molalitas zat X dengan cara perbandingan dengan urea

Kb dapat dicoret karena pelarutnya sama

Soal No.80
Gula dapat larut dalam air maupun dalam pelarut organik lainnya. Jika dengan massa yang sama, larutan gula dimasukkan ke dalam 100 mL air (Kb = 0,52 oC/m) dan 100 mL pelarut organik (Kb = 2 oC/m), larutan manakah yang akan memiliki kenaikan titik didih lebih besar? Jelaskan

PEMBAHASAN :
Rumus kenaikan titik didih
ΔTb = Kb. m
Yang membedakan adalah nilai Kb, sedangkan nilai lainnya sama. Maka yang dilihat adalah hubungan ΔTb dengan Kb. Karena ΔTb sebanding dengan Kb maka jika Kb nya lebih besar maka ΔTb nya juga akan lebih besar. Sehingga gula akan memiliki kenaikan titik didih yang lebih besar jika dilarutkan pada pelarut organik karena memiki Kb yang lebih besar. Sedangkan kenaikan titik didih akan lebih kecil jika dilarutkan pada air karena nilai Kbnya lebi kecil.

Soal No.81
Untuk menentukan massa rumus suatu zat; diambil 0,45 gram zat tersebut, kemudian dilarutkan ke dalam 30 gram air. Larutan tersebut mendidih pada suhu 100,26 oC. Jika tetapan kenaikan titik didih molal (Kb) air adalah 0,52 oC/m, tentukan massa molekul relatif zat tersebut

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr zat terlarut = 0,45 gram
P = 30 gram
Tb = 100,26 oC
Kb = 0,52 oC
Menentukan Mr zat terlarut
ΔTb = Kb.m


Soal No.82
Sebanyak 6,84 gram sukrosa (Mr = 342) dilarutkan dalam air hingga volumenya 500 mL. Hitung tekanan osmotik larutan tersebut pada suhu 27 oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr sukrosa = 6,84 gram
Mr sukrosa = 342
V larutan = 500 mL
T = 27 oC + 273 = 300 K
Menentukan tekanan osmotik
π = M. R. T

Soal No.83
Sebanyak 3,2 gram naftalena (Mr = 128) dilarutkan ke dalam benzena hingga volumenya 250 mL. Hitung tekanan osmotik yang terjadi pada suhu 27 oC

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr Naftalena = 3,2 gram
Mr = 128
V = 250 mL
T = 27 oC + 273 = 300 K
Menentukan tekanan osmotik
π = M. R. T

Soal No.84
Tekanan osmotik larutan yang mengandung 50 gram suatu karbohidrat per liter pada 0 oC adalah 6,2 atm. Hitung massa rumus karbohidrat tersebut.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
π = 6,2 atm
Gr karbohidrat = 50 gram
T = 0 oC + 273 = 273 K
V = 1 liter
Menentukan Mr zat
π = M. R. T

Soal No.85
Suatu larutan nonelektrolit isotonis dengan larutan elektrolit. Jika larutan nonelektrolit tersebut mempunyai konsentrasi 0,5 M dan tekanan osmotik 2 atm, hitung tekanan osmotik larutan elektrolit biner yang mempunyai konsentrasi 0,2 M

PEMBAHASAN :
Isotonis yaitu dua larutan yang memiliki tekanan osmosis yang sama
π1 = π2
Maka tekanan osmotik larutan elektrolit = 2 atm

Soal No.86
Untuk menentukan massa molekul suatu polimer, sebanyak 15 gram polimer dilarutkan ke dalam 1 liter air. Pada 300 K, larutan ini mempunyai tekanan osmotik 1,1 atm. Tentukan massa molekul polimer tersebut

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr polimer = 15 gr
V larutan = 1 L
T = 300 K
π = 1,1 atm
Menentukan Mr polimer
π = M. R. T

Soal No.87
Ke dalam 400 gram air dilarutkan 0,02 mol Na2SO4 pada suhu 20 oC. Jika pada suhu tersebut tekanan uap air murni adalah 17,4 mmHg; hitung tekanan uap larutan tersebut

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gram air = 400 gram, maka
n Na2SO4 = 0,02 mol
Na2SO4 termasuk elektrolit kuat, maka i = n = 3 (ion 2Na+ dan ion SO42-)
Po = 17,4 mmHg
Menentukan tekanan uap larutan Na2SO4
P = Po. xp

(Rumus diambil dari Textbook McMurry Chemistry, 4th. Halaman 446)

Soal No.88
Tentukan titik beku larutan 48 gram MgSO4 dalam 100 gram air jika Kf air = 1,86 oC/m dan dianggap bahwa zat terlarut terionisasi sempurna. (Ar Mg = 24, S = 32, dan O = 16)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr MgSO4 = 48 gram
P = 100 gram
Mr MgSO4 = 24 x 1 + 32 x 1 + 16 x 4 = 120
n MgSO4 = 2 (diperoleh dari ionisasi MgSO4, menghasilkan 2 ion yaitu Mg2+ dan SO42-)
Terionisasi sempurna (elektrolit kuat), maka i = n = 2
Kf = 1,86 oC/m
Menentukan titik beku larutan MgSO4
ΔTf = Kf. m. i

ΔTf = Tfo – Tf
14,88 = 0 – Tf
Tf = – 14,88

Soal No.89
Sebanyak 4,4 gram CaSO4 yang dilarutkan ke dalam air hingga volumenya 100 mL terurai sempurna. Hitung tekanan osmotik dari larutan yang terjadi pada suhu 27 oC (Ar Ca = 40, S = 32, dan O = 16)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr CaSO4 = 4,4 gram
Mr CaSO4 = 40 x 1 + 32 x 1 + 16 x 4 = 136
V = 100 mL
T = 27 oC + 273 = 300 K
i = n = 2 (elektrolit kuat, Ca2+ dan SO42-)
π = M. R.T.i

Soal No.90
Di dalam 500 mL larutan, terlarut 2 mol CH3COOH yang terionisasi 60%. Tentukan titik didih dan titik beku larutan . (Kb air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
V = 500 mL
n CH3COOH = 2 mol
α = 60 % =0,6
i CH3COOH = ( 1 + (n-1)α) = (1 + (2-1)0,6) = 1,6
Menentukan titik didih
ΔTb = Kb.m.i

ΔTb = Tb – Tbo = Tb – 100 = 3,328
Tb = 100 + 3,328 = 103,328 oC
Menentukan titik beku
ΔTf = Kf.m.i

ΔTf = Tfo – Tf = 0 – Tf = 11,9 oC
Tf = 0 – 11,9 = -11,9 oC

Soal No.91
Berapa gram K2SO4 yang harus dilarutkan ke dalam 10 liter air agar larutan yang terbentuk mendidih pada suhu 106 oC (tekanan 1 atm)? (Kb air = 0,52 oC/m; Ar K = 39, S = 32, dan O = 16)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Mr K2SO4 = 39 x 2 + 32 x 1 + 16 x 4 = 174
V air = 10 liter, maka massa air (P) = ρ. V = 1 Kg/L . 10 L = 10 Kg
Tb = 106 oC
Tbo = 100 oC
ΔTb = Tb – Tbo = 106 – 100 = 6 oC
K2SO4 merupakan elektrolit kuat, maka i = n = 3 (2 ion K+ dan 1 ion SO42-)
Menentukan massa K2SO4
ΔTb = Kb. m. i


Soal No.92
Larutan H2S 1 M isotonis dengan larutan urea 2 M pada suhu yang sama. Tentukan persen volume larutan H2S yang terionisasi dalam larutan

PEMBAHASAN :
Diketahui:
M H2S = 1 M (elektrolit lemah)
M Urea = 2 M (non elektrolit)
Menentukan α H2S
Isotonis yaitu jika dua larutan memiliki tekanan osmosis sama
π urea = π H2S
M. R. T = M. R. T. i (R dan T dapat di coret karena sama)
2 = 1. i
i = 2 = (1 + (n – 1)α) = (1 + (3-1)α = 1 + 2α
2 = 1 + 2α
2α = 1
α = ½ x 100 % = 50%

Soal No.93
Jika larutan urea mendidih pada suhu 115 oC (tekanan 1 atm), pada suhu berapa larutan MgCl2 dengan konsentrasi yang sama akan mendidih? (Ar Mg = 24 dan Cl = 35,5)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Tb urea = 115 oC
M urea = M MgCl2
urea non elektrolit
MgCl2 Elektrolit kuat sehingga i = n = 3 (1 Mg2+ dan 2 Cl)
Menentukan Tb MgCl2 melalui perbandingan

Kb dan m dapat dicoret karena nilainya sama

ΔTb MgCl2 = 15 x 3 = 45
ΔTb = Tb – Tbo = Tb – 100 = 45
Tb = 100 + 45 = 145 oC

Soal No.94
Larutan HCN 0,18 m membeku pada suhu yang sama dengan larutan glukosa 0,2 m. Hitung derajat ionisasi HCN dalam larutan tersebut.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m HCN = 0,18 m (elektrolit)
m glukosa = 0,2 m (non elektrolit)
Tf HCN = Tf glukosa, maka ΔTf HCN = ΔTf glukosa
n HCN = 2 (1 ion H+ dan 1 CN)
Menentukan α HCN
ΔTf HCN = ΔTf glukosa
Kf. m. i = Kf. m (Kf bisa dcoret karena pelarutnya sama)
0,18. (1 + (n-1)α) = 0,2
0,18.(1 + (2-1)α) = 0,2
0,18.(1 + α) = 0,2
0,18 + 0,18 α = 0,2
0,18α = 0,2 – 0,18 = 0,02

Soal No.95
Larutan H2S 1 m membeku pada suhu -2,4 oC. Jika Kf air = 1,86 oC/m, hitung derajat ionisasinya

PEMBAHASAN :
m H2S = 1 m
Tf H2S = -2,4 oC
Kf = 1,86 oC/m
Karena H2S elektrolit maka perlu dikali i dengan n = 2 (1 ion H+ dan 1 ion CN)
ΔTf = Kf. m. i
Tfo – Tf = 1,86. 1. (1 + (2 – 1)α)
0 – (-2,4) = 1,86(1 + α)
2,4 = 1,86 + 1,86α
1,86α = 2,4 – 1,86 = 0,54
α = 0,54/1,86 =0,29

Soal No.96
Diketahui titik didih larutan urea 0,4 molal adalah 100,208 oC. Jika BaCl2 terionisasi sempurna, hitung titik didih larutan BaCl2 0,1 m.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m urea = 0,4 molal (non elektrolit)
Tb urea = 100,208 oC
m BaCl2 = 0,1 m (elektrolit kuat dengan i = n = 3 (1 ion Ba2+ dan 2 ion Cl)
Menentukan Tb BaCl2 lewat perbandingan

Kb dapat dicoret karena pelarutnya sama


ΔTb = Tb – Tbo = 0,156
Tb = Tbo + 0,156 = 100 + 0,156 = 100,156 oC

Soal No.97
Hitung titik beku larutan HCl 2 molal yang terionisasi 80% (Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui:
m HCl = 2 molal
HCl termasuk elektrolit kuat sehingga i = n = 2 (1 ion H+ dan 1 ion Cl)
Kf = 1,86 oC/m
α = 80 % = 0,8
Menentukan titik beku HCl
ΔTf = Kf.m.i
ΔTf = 1,86. 2. 2 = 7,44
Tfo – Tf = 7,44
0 – Tf = 7,44
Tf = -7,44 oC

Soal No.98
Tekanan osmotik larutan KCl 0,2 M pada suhu 27 oC adalah 5 atm. Hitung derajat ionisasi larutan tersebut.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
M = 0,2 M (nilainya akan sama dengan molalitas dengan nilai yang kecil)
π = 5 atm
T = 27 oC + 273 = 300 K
n KCl = 2 (1 ion K+ 1 ion Cl)
Menentukan α
π = M. R.T.i
5 = 0,2. 0,082.300.(1 +(n-1)α)
5 = 4,92 (1 +(2-1)α)
5/4,92 = (1 + α)
1,016 = 1 + α
α = 1,016 – 1 = 0,016

Soal No.99
Berapa gram NaCl (Mr = 58,5) yang harus dilarutkan ke dalam 200 mL air agar larutan tersebut membeku pada suhu yang sama dengan larutan yang terbentuk dari 20 gram urea (Mr = 60) dalam 100 mL air?

PEMBAHASAN :
Dketahui:
Mr NaCl = 58,5 (elektrolit kuat, maka i = n = 2 (1 ion Na+ dan 1 ion Cl))
V air larutan NaCl = 200 mL, maka massa air (P) = ρ. V = 1 gr/mL. 200 mL = 200 gram
Gr urea = 20 gram
V air larutan urea = 100 mL, maka massa air (P) = ρ. V = 1 gr/mL. 100 mL = 100 gram
Tf NaCl = Tf urea, maka ΔTf NaCl = ΔTf urea
ΔTf NaCl = ΔTf urea
Kf. m. i = Kf. m.
Kf dapat dicoret karena pelarutnya sama


Soal No.100
Larutan urea 0,3 M isotonis dengan larutan HCN 0,2 M. Hitung derajat ionisasi asam sianida tersebut.

PEMBAHASAN :
Diketahui:
M urea = 0,3 M
M HCN = 0,2 M(elektrolit dengan n = 2 (1 ion H+ dan 1 ion CN)
Isotonis yaitu dua larutan memiliki tekanan osmosis yang sama
π urea = π HCN
M.R.T = M.R.T.i
Karena RT nya tetap dapat dicoret
0,3 = 0,2 (1 + (n-1)α)
0,3/0,2 = 1 + (2-1)α
1,5 = 1 + α
α = 1,5 – 1 = 0,5

Soal No.101
Larutan urea 1 m dicampur dengan volume yang sama dengan larutan NaCl 1 m. Hitung titik didih dan titik beku larutan hasil pencampuran tersebut. (Kb air = 0,52 oC/m dan Kf air = 1,86 oC/m)

PEMBAHASAN :
Diketahui :
m urea = 1 m (non elektrolit)
m NaCl = 1 m (elektrolit dengan i = n = 2 (1 ion Na+ dan 1 ion Cl)
Menentukan titik didih campuran
ΔTb = Kb. (m urea + mNaCl.i)
ΔTb = 0,52. (1 + 1 x 2) = 1,56
ΔTb = Tb – Tbo = 1,56
Tb – 100 = 1,56
Tb = 100 + 1,56 = 101,56
Menentukan titik beku campuran
ΔTf = Kf. (m urea + mNaCl.i)
ΔTf = 1,86. (1 + 1 x 2) = 5,58
ΔTf = Tfo – Tf = 5,58
0 – Tf = 5,58
Tf = 0 – 5,58 = -5,58 oC

Soal No.102
Sebanyak 12 gram kristal MgSO4 dilarutkan dalam air hingga volumenya 500mL. berapa konsentrasi molar (Molaritas) larutan yang terjadi (Ar Mg=24;S=32;O=16)

PEMBAHASAN :
Diketahui: Gr = 12 gr
V = 500 mL
Mr MgSO4 = Ar Mg x 1 + Ar S x 1 + Ar O x 4 = 24 x 1 + 32 x 1 + 16 x 4 = 24 + 32 + 64 = 120
Menentukan molaritas
contoh soal konsentrasi & sifat koligatif

Soal No.103
Tekanan uap air pada 100 oC adalah 760 mmHg. berapakah tekanan uap jenuh larutan glukosa 18% pada 100 oC? (Ar H=1, C=12, O=16)

PEMBAHASAN :
Po = 760 mmHg
% b/b = 18%
Mr glukosa (C6H12O6) = Ar C x 6 + Ar H x 12 + Ar O x 6 = 12 x 6 + 1 x 12 + 16 x 6 = 180
Menentukan berat glukosa dan air
Jika dimisalkan berat total = 100 gr
Maka berat gula = 18% x 100 gr = 18 gr
berat air (100 – 18)% = 82% x 100 gr = 82 gr
Menentukan fraksi mol glukosa
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
xair = 1 – xglukosa  = 1 – 0,021 = 0,979
Menentukan tekanan uap larutan glukosa
PL = Po. xp = 760 mmHg. 0,979 = 744,04 mmHg

Soal No.104
jika 23 gram etanol (C2H5OH) dicampurkan dengan 27 gram air (H2O) dan diketahui Ar C = 12, H = 1, O = 16, hitunglah fraksi mol etanol dan air

PEMBAHASAN :
Mr C2H5OH = Ar C x 2 + Ar H x 6 + Ar O x 1 = 12 x 2 + 1 x 6 + 16 x 1 = 46
Mr H2O = Ar H x 2 + Ar O x 1 = 1 x 2 + 16 x 1 = 18
Menentukan mol etanol
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Menentukan fraksi mol etanol
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
xair = 1 – 0,25 = 0,75

Soal No.105
Tekanan uap jenuh larutan 62 gram zat A dalam 342 gram air adalah 76 cmHg. Pada temperatur yang sama tekanan uap jenuh air murni adalah 80 cmhg.berapa massa molekul relatif zat A?

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr A = 62 gram
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Gr H2O = 342 gram
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
PL = 76 cmHg
Po = 80 cmHg
Menentukan fraksi mol pelarut (air)
PL = Po . Xp
76 = 80 . Xp
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Menentukan Mr zat A
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
0,95(19 + nt) = 19
18,05 + 0,95 nt = 19
0,95 nt = 19 – 18,05 = 0,95
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Mr = 62

Soal No.106
Titik didih air naik 1,04°C setelah penambahan 3 gram zat elektrolit biner ke dalam 100 gram air .jika Kb air = 0,52 ° C/m , maka Mr zat elektrolit tersebut adalah …

PEMBAHASAN :
Diketahui:
ΔTb = 1,04 oC
n =2 (biner)
Jika dianggap elektrolit kuat maka:
i = n
i = 3
P = 100 gr
Gr = 3 gr
Kb = 0,52 oC
Menentukan Mr zat
ΔTb = Kb . m . i
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif

Soal No.107
Titik didih zat nonelektrolit (Mr = 60) dalam 200 gram air adalah 100,104 °C jika Kb air = 0,52°C/molal, massa zat tersebut adalah

PEMBAHASAN :
Mr = 60
P = 200 gr
Tb = 100,104 oC
ΔTb = 100,104 – 100 = 0,104
Kb = 0,52
Menentukan massa zat
ΔTb = Kb. m
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif

Soal No.108 
Titik beku suatu larutan yang mengandung 10 gr zat Y (bukan elektrolit) dalam 500 gr air ialah -0,465 derajat Celcius. Jika diketahui tetapan penurunan titik beku molal dari air ialah 1,86. Berapa massa relatifnya?

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr = 10 gr
P = 500 gr
TfL = -0,465 oC
ΔTf = Tfo – TfL = 0 – (-0,465) = 0,465
Kf = 1,86
Menentukan massa relatifnya
ΔTf = Kf . m
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif

Soal No.109
Penurunan titik beku 24,5 gram asam sulfat H2SO4 dalam 2500 gram air sama dengan 2,9 kali penurunan titik beku 7,5 gram CO(NH2)2 dalam 1250 air. berapa derajat ionisasi H2SO4 dalam larutan tersebut

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Mr H2SO4 = 98
Mr CO(NH2)2 = 60
Menentukan derajat ionisasi melalui perbandingan
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
2,9 = 1 + 2α
2α = 1,9
α = 1,9/2 = 0,95

Soal No.110 
Tekanan osmosis suatu larutan yang mengandung 1,5 gram zat A (non elektrolit) dalam 500 ml larutan pada suhu 27°C adalah 1,23 atm. Massa molekul relatif zat tersebut adalah

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Gr = 1,5 gr
V = 500 ml
T = 27oC = 300 K
Menentukan Mr
π = M. R. T
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif
Contoh soal dan pembahasan konsentrasi dan sifat koligatif

Soal No.111 
Tekanan osmosis larutan CuSO4 0,2 M dengan derajat ionisasi 0,75 pada suhu 27°C (R=0,08) adalah

PEMBAHASAN :
Diketahui
M = 0,2 M
α = 0,75
T = 27oC = 300 K
R = 0,08
n = 2 (dari ionisasi CuSO4 → Cu2+ + SO42-, jumlah ion = 2)
Menentukan tekanan osmosis
π = M. R. T. i
π = 0,2. 0,08. 300. (1 +(n-1) α)
π = 4,8 (1 + (2-1)0,75) = 4,8 . 1,75 = 8,4 atm

Sumber Soal :

Kimia Untuk SMA/MA Kelas XII Penerbit Erlangga Pengarang Michael Purba & Sunardi

Kimia Untuk SMA/MA Kelas XII Penerbit Erlangga Pengarang Unggul Sudarmo

Previous Rangkuman Fluida Dinamis, Contoh Soal & Pembahasan
Selanjutnya Rangkuman, Contoh Soal Dan Pembahasan Bab Integral

9 komentar

  1. no.27 kenapa mol nya 1/2 yak? emang bukannya i nya di kali yak? kok malah dibagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: