Rangkuman Materi, Contoh Soal & Pembahasan Bilangan Bulat SD

Rangkuman Materi Bilangan Bulat Tingkat SD

Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan bulat merupakan bilangan yang terdiri atas bilangan asli, nol, dan bilangan bulat negatif. Bilangan bulat dapat kita gambarkan pada garis bilangan, sebagai berikut:

Bilangan bulat negatif terletak di sebelah kiri angka nol, sedangkan bilangan asli atau bilangan bulat positif terletak di sebelah kanan angka nol. Semakin  ke kanan nilainya semakin besar dan semakin ke kiri nilainya semakin kecil.

Sifat-Sifat Operasi Hitung

  1. Sifat Komutatif/ pertukaran, berlaku untuk operasi hitung penjumlahan dan perkalian. Sedangkan pada pengurangan dan pembagian tidak berlaku. Dapat dirumuskan sebagai berikut:
    • Penjumlahan → p + q = q + p
      Contohnya: 250 + 300 = 300 + 250 = 550
    • Perkalian → p x q = q x p
      Contohnya: 15 x 24 = 24 x 15 = 360
      Dengan syarat p dan q adalah bilangan bulat
  2. Sifat asosiatif/ pengelompokkan, berlaku untuk operasi hitung penjumlahan dan perkalian. Sedangkan pada pengurangan dan pembagian tidak berlaku. Dapat dirumuskan sebagai berikut:
    • Penjumlahan → (p + q) + r = p + (q + r)
      Contohnya: (10 + 14) + 12 = 10 + (14 + 12) = 36
    • Perkalian → (p x q) x r = p x (q x r)
      Contohnya: (5 x 6) x 8 = 5 x (6 x 8) = 240
      Dengan syarat p, q, dan r adalah bilangan bulat
  3. Sifat distributif/ penyebaran, berlaku untuk distributif perkalian terhadap penjumlahan dan distributif perkalian terhadap pengurangan. Sifat distributif tidak berlaku pada distributif pembagian terhadap penjumlahan dan pengurangan, karena nilai hasil operasi hitungnya tidak akan sama.
  4. Distributif perkalian terhadap penjumlahan, dapat dirumuskan sebagai berikut:
    p x (q + c) = (p x q) + (p x c)
    Contohnya: 5 x (6 + 4) = (5 x 6) + (5 x 4) = 50
  5. Distributif perkalian terhadap pengurangan
    p x (q – r) = (p x q) – (p x r) =
    Contohnya: 8 x (4 – 2) = (8 x 4) – (8 x 2) = 32 – 16 = 16

Operasi Hitung Bilangan Bulat

  1. Penjumlahan
    Untuk penjumlahan bilangan bulat dengan tanda yang berbeda, dapat dirumuskan sebagai berikut:
    p + (- q) = p – q
    -p + (- q) = – (p + q)
    Dengan syarat:
    p dan q > 0
    P dan q anggota bilangan bulat
    Contoh:
    3 + ( – 4) = 3 – 4 =  – 1
    -5 + ( – 8) = – (5 + 8) =  – 13
  2. Pengurangan
    Untuk pengurangan bilangan bulat dengan tanda yang berbeda, dapat dirumuskan sebagai berikut:
    p – ( – q) = p + q
    -p – ( – q) = – p + q
    Contoh:
    12 – ( -3) = 12 + 3 = 15
    -9 – ( – 8) = – 9 + 8 = – 1
  3. Perkalian
    Untuk perkalian bilangan bulat dengan tanda yang berbeda dapat dirumuskan sebagai berikut:
    (+) x (+) = (+)
    (+) x (-) = (-)
    (-) x (+) = (-)
    (-) x (-) = (+)
    Catatan:
    (+) → bilangan bulat bernilai positif
    (-) → bilangan bulat bernilai negatif
    Contoh:
    6 x 7 = 42
    4 x ( – 9) = – 36
    -8 x 5 = – 40
    -6 x ( – 4) = 24
  4. Pembagian
    Untuk pembagian bilangan  bulat dengan tanda yang berbeda dapat dirumuskan sebagai berikut:
    (+) : (+) = (+)
    (+) : (-) = (-)
    (-) : (+) = (-)
    (-) : (-) = (+)
    Catatan:
    (+) → bilangan bulat bernilai positif
    (-) → bilangan bulat bernilai negatif
    Contoh:
    50 : 2 = 25
    360 : (- 36) = – 10
    – 140 : 7 = – 20
    – 90 : (- 18) = 5
    Dari operasi hitung di atas dapat disimpulkan bahwa perkalian/pembagian bilangan yang bertanda sama akan menghasilkan bilangan positif. Sedangkan perkalian/pembagian bilangan dengan tanda yang berbeda akan menghasilkan bilangan negatif.
    Beberapa syarat yang berlaku untuk operasi hitung campuran yaitu:

    • Untuk operasi hitung (+) dan (-) maka bilangan dihitung dari sebelah kiri
    • Untuk operasi hitung (x) dan (:) maka bilangan dihitung dari sebelah kiri
    • Untuk operasi hitung (+), (-), (x), dan (:) maka bilangan dihitung dari operasi hitung (x) atau (:) kemudian operasi hitung (+) atau (-)
    • Untuk operasi hitung yang memakai tanda kurung maka bilangan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu

Penaksiran Dan Pembulatan

Penaksiran dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pembulatan bilangan. Syarat-syarat dalam melakukan pembulatan bilangan sebagai berikut:

  1. Pembulatan bilangan dalam puluhan terdekat dengan melihat angka satuannya.
    • Untuk angka satuan lebih besar atau sama dengan 5, bilangan dibulatkan ke atas. Contoh 66 dibulatkan menjadi 70.
    • Untuk angka satuan lebih kecil dari 5,bilangan dibulatkan ke bawah. Contoh 84 dibulatkan menjadi 80.
  2. Pembulatan bilangan dalam ratusan terdekat dengan melihat angka puluhannya.
    • Untuk angka puluhan lebih besar atau sama dengan 50, bilangan dibulatkan ke atas. Contoh 455 dibulatkan menjadi 500
    • Untuk angka puluhan lebih kecil lebih kecil dari 50, bilangan dibulatkan ke bawah. Contoh 547 dibulatkan menjadi 500
  3. Pembulatan bilangan dalam ribuan terdekat dengan melihat angka ratusannya.
    • Untuk angka ratusan lebih besar atau sama dengan 500, bilangan dibulatkan ke atas. Contoh 4.510 dibulatkan menjadi 5.000
    • Untuk angka ratusan lebih kecil dari 500, bilangan dibulatkan ke bawah. Contoh 7.450 dibulatkan menjadi 7.000

Bilangan Romawi

Tabel Lambang Bilangan Romawi

Bilangan Romawi

Bilangan Cacah

I

1

V

5

X

10

L

50

C

100

D

500

M

1.000

5.000

10.000

50.000

100.000

500.000

1.000.000

Syarat-syarat yang berlaku pada bilangan Romawi yaitu:

  1. Untuk merubah bilangan cacah ke bilangan Romawi dapat dilakukan dengan terlebih dahulu menguraikan bilangan cacah. Penguraian dilakukan berdasarkan lambang pokok bilangan Romawi (lihat tabel di atas).
    Contoh:
    3 = I + I + I = III
    7 = 5 + I + I = VII
    60 = 50 + 10 = LX
    Contoh II:
    9 = 10 – 1 = IX
    90 = 100 – 10 = XC
  2. Untuk penulisan bilangan Romawi yang sama dapat dilakukan paling banyak tiga kali.
    Contoh:
    30 = 10 + 10 + 10 = XXX
  3. Untuk lambang bilangan Romawi V, L, dan D tidak berlaku pengulangan.
    Contoh:
    150 = 100 + 50 = CL
  4. Untuk nilai bilangan Romawi di sebelah kiri lebih besar, nilainya adalah hasil penjumlahan bilangan besar dan bilangan kecil.
    Contoh:
    XIII → X = 10 dan III = 3 → XIII = 10 + 3 = 13
  5. Untuk nilai bilangan Romawi disebelah kiri lebih kecil, nilainya adalah hasil dari bilangan besar dikurangi bilangan kecil.
    Contoh:
    CM → C = 100 dan M = 1.000 → 1.000 – 100 = 900

Contoh Soal & Pembahasan Bilangan Bulat Tingkat SD

Soal No.1
Hasil perhitungan dari 15.112 – 10.525 + 2.065 adalah …
  1. 6.652
  2. 5.662
  3. 8.015
  4. 7.115

PEMBAHASAN :
Beberapa syarat yang berlaku untuk operasi hitung campuran yaitu:

  1. Untuk operasi hitung (+) dan (-) maka bilangan dihitung dari sebelah kiri, operasi penjumlahan dan pengurangan sama kuat.
    15.112 – 10.525 + 2.065 = 4. 587 + 2.065 = 6.652
  2. Untuk operasi hitung (x) dan (:) maka bilangan dihitung dari sebelah kiri
  3. Untuk operasi hitung (+), (-), (x), dan (:) maka bilangan dihitung dari operasi hitung (x) atau (:) kemudian operasi hitung (+) atau (-)
  4. Untuk operasi hitung yang memakai tanda kurung maka bilangan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu

Jawaban A

Soal No.2
Hasil perhitungan dari 36 x 25 : 18 adalah …
  1. 100
  2. 162
  3. 85
  4. 50

PEMBAHASAN :
Beberapa syarat yang berlaku untuk operasi hitung campuran yaitu:

  1. Untuk operasi hitung (+) dan (-) maka bilangan dihitung dari sebelah kiri
  2. Untuk operasi hitung (x) dan (:) maka bilangan dihitung dari sebelah kiri, operasi perkalian dan pembagian sama kuat.
    Maka 36 x 25 : 18 = (36 x 25) : 18 = 900 : 18 = 50
  3. Untuk operasi hitung (+), (-), (x), dan (:) maka bilangan dihitung dari operasi hitung (x) atau (:) kemudian operasi hitung (+) atau (-)
  4. Untuk operasi hitung yang memakai tanda kurung maka bilangan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu

Jawaban D

Soal No.3
Hasil perhitungan dari (15 x (- 6)) – (- 5) + 8 adalah …
  1. 57
  2. -89
  3. 103
  4. -77

PEMBAHASAN :
Untuk operasi hitung yang memakai tanda kurung maka bilangan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu. Sedangkan perkalian bilangan bulat dengan tanda yang berbeda dapat dirumuskan sebagai berikut:

(+) x (+) = (+)

(+) x (-) = (-)

(-) x (+) = (-)

(-) x (-) = (+)

Maka (15 x (- 6)) – (- 5) + 8 = – 90 + 5 + 8 = – 77
Jawaban D

Soal No.4
Hasil perhitungan dari (- 8) x( 9) –  (- 5 x 8) adalah …
  1. 24
  2. – 32
  3. 18
  4. -36

PEMBAHASAN :
Untuk operasi hitung yang memakai tanda kurung maka bilangan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu. Sedangkan perkalian bilangan bulat dengan tanda yang berbeda dapat dirumuskan sebagai berikut:

(+) x (+) = (+)

(+) x (-) = (-)

(-) x (+) = (-)

(-) x (-) = (+)

Maka (- 8) x( 9) –  (- 5 x 8) = – 72 + 40 = – 32
Jawaban B

Soal No.5
Hasil perhitungan dari 28 x 2 : 8 + (5 – (- 2)) adalah …
  1. 14
  2. – 10
  3. 12
  4. -16

PEMBAHASAN :

  • Untuk operasi hitung (+), (-), (x), dan (:) maka bilangan dihitung dari operasi hitung (x) atau (:) kemudian operasi hitung (+) atau (-)
  • Untuk operasi hitung yang memakai tanda kurung maka bilangan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu.

Catatan:

Untuk perkalian bilangan bulat dengan tanda yang berbeda dapat dirumuskan sebagai berikut:

(+) x (+) = (+)

(+) x (-) = (-)

(-) x (+) = (-)

(-) x (-) = (+)

Maka 28 x 2 : 8 + (5 – (- 2)) = 56 : 8 + (5 + 2) = 7 + 7 = 14
Jawaban A

Soal No.6
Sifat komutatif ditunjukkan oleh …
  1. 4 x (6 x 5) = (4 x 6) x 5
  2. 35 + 15 = 15 + 35
  3. 12 x (15 + 18) = (12 x 15) + (12 x 18)
  4. 20 x (30 – 18) = (20 x 30) – (20 x 18)

PEMBAHASAN :
Sifat-sifat operasi hitung:

  1. Sifat Komutatif/ pertukaran, berlaku untuk operasi hitung penjumlahan dan perkalian. Sedangkan pada pengurangan dan pembagian tidak berlaku. Dapat dirumuskan sebagai berikut:
    • Penjumlahan → p + q = q + p
    • Perkalian → p x q = q x p
  2. Sifat asosiatif/ pengelompokkan, berlaku untuk operasi hitung penjumlahan dan perkalian. Sedangkan pada pengurangan dan pembagian tidak berlaku. Dapat dirumuskan sebagai berikut:
    • Penjumlahan → (p + q) + r = p + (q + r)
    • Perkalian → (p x q) x r = p x (q x r)
  3. Sifat distributif/ penyebaran, berlaku untuk distributif perkalian terhadap penjumlahan dan distributif perkalian terhadap pengurangan. Sifat distributif tidak berlaku pada distributif pembagian terhadap penjumlahan dan pengurangan, karena nilai hasil operasi hitungnya tidak akan sama.
    • Distributif perkalian terhadap penjumlahan, dapat dirumuskan sebagai berikut:p x (q + c) = (p x q) + (p x c)
    • Distributif perkalian terhadap penguranganp x (q – r) = (p x q) – (p x r)

Jawaban B

Soal No.7
Hasil perhitungan dari 525 + 110 +  ( – 285) adalah …
  1. 150
  2. 250
  3. 350
  4. 450

PEMBAHASAN :
Operasi hitung bilangan bulat:

  1. Penjumlahan
    Untuk penjumlahan bilangan bulat dengan tanda yang berbeda, dapat dirumuskan sebagai berikut:
    p + (- q) = p – q
    -p + (- q) = – (p + q)
    Dengan syarat:
    p dan q > 0
    P dan q anggota bilangan bulat
  2. Pengurangan
    Untuk pengurangan bilangan bulat dengan tanda yang berbeda, dapat dirumuskan sebagai berikut:
    p – ( – q) = p + q
    -p – ( – q) = – p + q

Maka 525 + 110 + ( – 285) = 525 + 110 – 285 = 350
Jawaban C

Soal No.8
Hasil perhitungan dari 30 x (- 8 ) – (10 + (- 2)) adalah …
  1. – 80
  2. – 248
  3. 50
  4. 20

PEMBAHASAN :
Beberapa syarat yang berlaku untuk operasi hitung campuran yaitu:

  1. Untuk operasi hitung (+) dan (-) maka bilangan dihitung dari sebelah kiri
  2. Untuk operasi hitung (x) dan (:) maka bilangan dihitung dari sebelah kiri
  3. Untuk operasi hitung (+), (-), (x), dan (:) maka bilangan dihitung dari operasi hitung (x) atau (:) kemudian operasi hitung (+) atau (-)
  4. Untuk operasi hitung yang memakai tanda kurung maka bilangan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu.
    Catatan:
    Untuk perkalian bilangan bulat dengan tanda yang berbeda dapat dirumuskan sebagai berikut:
    (+) x (+) = (+)
    (+) x (-) = (-)
    (-) x (+) = (-)
    (-) x (-) = (+)

Maka 30 x (- 8 ) – (10 + (- 2))
= 30 x (- 8 ) – (10 – 2)
= 30 x (- 8) – 8
= – 240 – 8
= -248
Jawaban B

Soal No.9
Hasil perhitungan dari 40 – (- 14) : (3 x 2) adalah …
  1. – 8
  2. 7
  3. 9
  4. -10

PEMBAHASAN 
Untuk operasi hitung yang memakai tanda kurung maka bilangan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu. Sedangkan perkalian bilangan bulat dengan tanda yang berbeda dapat dirumuskan sebagai berikut:

(+) x (+) = (+)

(+) x (-) = (-)

(-) x (+) = (-)

(-) x (-) = (+)

Maka 40 – (- 14) : (3 x 2) = (40 + 14) : 6 = 54 : 6 = 9
Jawaban C

Soal No.10
Hasil perhitungan dari 10 x [24 + (- 4)] adalah …
  1. 120
  2. – 100
  3. – 180
  4. 200

PEMBAHASAN :
Untuk operasi hitung yang memakai tanda kurung maka bilangan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu. Sedangkan perkalian bilangan bulat dengan tanda yang berbeda dapat dirumuskan sebagai berikut:

(+) x (+) = (+)

(+) x (-) = (-)

(-) x (+) = (-)

(-) x (-) = (+)

Maka 10 x [24 + (- 4)] = 10 x (24 – 4) = 10 x 20 = 200
Jawaban D

Soal No.11
Bilangan romawi yang dinyatakan dengan benar adalah …
  1. 5 = IIIII
  2. 50 = XXXXX
  3. 150 = CL
  4. 100 = LL

PEMBAHASAN :

  1. 5 = IIIII, penulisan yang benar 5 = V
  2. 50 = XXXXX, penulisan yang benar 50 = L
  3. 150 = CL, penulisan sudah benar 150 = 100 + 50 = CL
  4. 100 = LL, penulisan yang benar 100 = C

Jawaban C

Soal No.12
Ikan Arwana berenang di bawah permukaan air sejauh 18 m, kemudian berenang naik sejauh 5 m. di atas pohon terdapat seekor monyet yang menggelantung sejauh 4 m di atas permukaan tanah. Maka jarak monyet dan ikan arwana adalah …
  1. 14 m
  2. 15 m
  3. 16 m
  4. 17 m

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Jarak ikan arwana dari permukaan air = – 18 m
Jarak ikan arwana berenang naik = 5 m
Jarak monyet dari permukaan tanah = 4 m

Untuk menyelesaikannya kita misalkan tinggi permukaan air dan permukaan tanah sama. Maka jarak monyet dan ikan arwana dapat dihitung sebagai berikut:
Jarak = ketinggian monyet – kedalaman ikan arwana
⇒4 m – (- 18 m + 5 m)
⇒ 4 m – ( – 13 m)
⇒ 4 m + 13 m
⇒ 17 m
Jarak monyet dan ikan arwana adalah 17 m
Jawaban D

Soal No.13
Di suatu stasiun kereta api X berangkat dengan membawa penumpang sebanyak 587 orang. Di stasiun Y kereta api tersebut menurunkan sebanyak 112 orang dan menaikkan sebanyak 223 orang. Maka banyak penumpang kereta api yang berasal dari stasiun Y adalah …
  1. 652
  2. 512
  3. 698
  4. 435

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Penumpang dari stasiun X = 587 orang
Penumpang dari stasiun Y = – 112 orang dan 223 orang

Maka jumlah penumpang dari stasiun Y dapat dihitung sebagai berikut:
587 – 112 + 223 = (587 – 112) + 223 = 475 + 223 = 698
Jawaban C

Soal No.14
Sekelompok nelayan memiliki hasil tangkapan ikan sebanyak 16 keranjang. Setiap keranjang berisi 184 ekor ikan. Ikan-ikan tersebut akan dijual kepada 8 pengepul secara merata. Maka banyak ikan yang diterima setiap pengepul adalah …
  1. 324
  2. 298
  3. 368
  4. 412

PEMBAHASAN :
Menghitung jumlah total ikan = 16 keranjang x 184 ekor/keranjang = 2.944 ekor ikan
Pembagian ikan pada 8 pengepul, sebagai berikut:
2.944 ekor : 8 pengepul = 368 ekor setiap pengepul
Jawaban C

Soal No.15
Sebuah peternakan  memiliki 357 ekor ayam. Keesokan harinya sebanyak 137 ekor ayam terjual. Sisa ayam yang belum terjual akan dimasukkan ke dalam 11 kandang. Jumlah ayam pada setiap kandang adalah …
  1. 8
  2. 18
  3. 20
  4. 30

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Jumlah semula = 357 ekor
Jumlah yang terjual = 137 ekor
Jumlah kandang =  11 buah

Maka untuk menghitung jumlah ayam pada setiap kandang, sebagai berikut:
Jumlah ayam yang belum terjual = 357 – 137 = 220
Jumlah ayam setiap kandang = 220 : 11 = 20
Jawaban C

Soal No.16
Bilangan Romawi untuk MMMCXCV senilai dengan …
  1. 3.195
  2. 3.915
  3. 3.519
  4. 3.951

PEMBAHASAN :
MMM = M + M + M = 1.000 + 1.000 + 1.000 = 3.000
C = 100
XC = C – X = 100 – 10 = 90
V = 5
MMMCXCV = 3.000 + 100 + 90 + 5 = 3.195
Jawaban A

Soal No.17
Suhu pada suatu ruangan  adalah 90 C, kemudian pada siang hari diturunkan sebesar 200 C dan pada malam hari suhunya dinaikkan kembali sebesar 150 C. Maka suhu ruangan tersebut pada malam hari adalah …
  1. – 40 C
  2. 40 C
  3. 80 C
  4. – 80 C

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Suhu awal ruangan = 90 C
Suhu diturunkan sebesar = – 200 C
Suhu dinaikkan sebesar = 150 C

Maka untuk mengetahui suhu ruangan pada  malam hari sebagai berikut:
90 C – 200 C + 150 C = (90 C – 200 C) + 150 C = – 110 C + 150 C = 40 C
Jawaban B

Soal No.18
Di wilayah Indonesia bagian Timur terjadi gempa yang menyebabkan permukaan air laut turun 10 meter, kemudian air naik setinggi 24 meter sehingga menyebabkan tsunami yang menenggelamkan  sebuah apartemen sampai 3 meter di bawah permukaan gelombang tsunami. Maka tinggi apartemen dari permukaan air laut adalah …
  1. 12 meter
  2. 14 meter
  3. 15 meter
  4. 11 meter

PEMBAHASAN :

Diketahui:
Penurunan air laut = 10 meter
Kenaikan air laut = 24 meter
Tinggi air laut di atas apartemen = 3 meter
Maka tinggi apartemen dari permukaan air laut dapat dihitung sebagai berikut:
-10 + 24 – 3 = (-10 + 24) – 5 = 14 – 3 = 11
Jawaban D

Soal No.19
Ibu membeli 6 dus kue, setiap dus berisi 12 buah. Kemudian ayah juga membeli 8 dus kue jenis lain, setiap dus berisi 16 buah. Maka jumlah kue yang dibeli ibu dan ayah adalah …
  1. 200 buah
  2. 300 buah
  3. 400 buah
  4. 500 buah

PEMBAHASAN 
Jumlah kue yang dibeli ibu = 6 x 12 = 72 buah
Jumlah kue yang dibeli ayah = 8 x 16 = 128 buah
Maka jumlah kue yang dibeli ibu dan ayah = 72 + 128  = 200 buah
Jawaban A

Soal No.20
Sebanyak 15 drum minyak goreng curah akan dipindahkan ke dalam jeriken yang berkapasitas 30 liter. Setiap drum berisi 80 liter minyak goreng curah. Banyak jeriken yang harus disediakan adalah …
  1. 90 buah
  2. 100 buah
  3. 110 buah
  4. 120 buah

PEMBAHASAN :
Diketahui:
Jumlah drum yang berisi minyak goreng curah = 15 buah
Isi setiap drum minyak goreng curah = 180 liter
Kapasitas setiap jeriken = 30 liter
Jumlah minyak goreng curah = 15 x 180 = 2.700
Jumlah jeriken = 2.700 : 30 = 90
Jawaban A

Sebelumnya Soal UTBK Bahasa Inggris Tahun 2018 Dan Pembahasannya
Selanjutnya Rangkuman Materi, Contoh Soal & Pembahasan Pecahan SD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.