Contoh Soal & Pembahasan Hidrolisis SBMPTN Kimia SMA

Contoh Soal & Pembahasan Hidrolisis SBMPTN Kimia SMA

Soal No.1 (SBMPTN 2018)
Ke dalam 200 mL larutan HCN 0,10 M (Ka = 10-10) ditambahkan 1,12 g KOH (Mr = 56). Larutan yang dihasilkan memiliki pH…
  1. 9,5
  2. 10,0
  3. 11,5
  4. 12,5
  5. 13,0
PEMBAHASAN :
HCN merupakan asam lemah dan KOH merupakan basa kuat. Jika ada asam dan basa maka reaksikan terlebih dahulu.
Menentukan mol HCN
n = M x V = 0,1 M x 200 mL = 0,1 M x 0,2 L= 0,02 mol
Menentukan mol KOH


Karena kedua pereaksi habis maka termasuk hidrolisis yang ditinjau adalah garam. Garam yang di hasilkan dari reaksi HCN dan KOH akan bersifat basa karena terbentuk  dari basa kuat dan asam lemah (hidrolisis lihat siapa yang kuat)

pOH = 2,5
pH = 14 – 2,5 = 11,5
Jawaban C
Pembahasan Dalam Bentuk Video:

DOWNLOAD CONTOH SOAL & PEMBAHASAN HIDROLISIS SBMPTN DALAM BENTUK PDF KLIK DISINI

Soal No.2 (SNMPTN 2012)
Jika Kh ClO pada suhu tertentu adalah 4,0 x 10-7, pH larutan KClO 0,1 M adalah…
  1. 4 – log 2
  2. 5 – log 4
  3. 10 + log 2
  4. 10 – log 2
  5. 10 + log 4
PEMBAHASAN :
KClO merupakan garam yang terbentuk dari KOH(Basa kuat) dan HClO (asam lemah), maka sifat garamnya bisa dilihat dari yang kuat yaitu basa. Maka pH nya dapat ditentukan dengan rumus


pOH = 4 – log 2
pH = 14 – (4 – log 2) = 10 + log 2
Jawaban C
Pembahasan Dalam Bentuk Video:

Soal No.3 (SNMPTN 2012)
Jika diketahui Kb NH3 adalah 2,0 x 10-5, maka pH larutan NH4Cl 0,008 M adalah…
  1. 4 – log 2
  2. 6 + log 4
  3. 6 – log 2
  4. 8 + log 2
  5. 8 – log 4
PEMBAHASAN :
NH4Cl merupakan garam yang terbentuk dari NH4OH(basa lemah) dan HCl (asam kuat), maka sifat garamnya bisa dilihat dari yang kuat yaitu asam. Maka pH nya dapat ditentukan dengan rumus

[H+] = 2. 10-6
pH = 6 – log 2
Jawaban C
Pembahasan Dalam Bentuk Video:

Soal No.4 (SNMPTN 2012)
pH larutan yang diperoleh dengan mencampurkan 250 mL larutan ammonia 0,1 M (Kb NH3 = 10-5) 250 mL HCl 0,1 M dan 500 mL air adalah….
  1. 9 – log 5
  2. 8 + log 5
  3. 8 – log 5
  4. 6 + log 5
  5. 6 – log 5
PEMBAHASAN :
Menentukan mol NH3 dan HCl sebelum direaksikan
n NH3 = M x V = 0,1 M x 250 mL = 25 mmol (NH3 dan H2O jika direaksikan menjadi NH4OH)
n HCl = M x V = 0,1 M x 250 mL = 25 mmol
Maka jika direaksikan
NH4OH + HCl → NH4Cl + H2O
mula-mula      25           25           –               –
reaksi               25           25  –      25             25   +
Sisa                   –              –            25             25
Karena asam dan basanya habis maka pH ditentukan dari garam yang tersisa (hidrolisis). NH4Cl terbentuk dari NH4OH (basa lemah) dan HCl (asam kuat), sifat garamnya bisa dilihat dari yang kuat yaitu asam.

Maka pH nya dapat ditentukan dengan rumus

[H+] = 5. 10-6
pH = 6 – log 5
Jawaban E
Pembahasan Dalam Bentuk Video:

Soal No.5 (SNMPTN 2010)
Sebanyak 25 mL CH3COOH 0,1 M tepat dititrasi dengan 25 mL NaOH 0,1 M. Jika diketahui Ka CH3COOH = 10-5, pernyataan yang benar tentang reaksi titrasi tersebut adalah….
  1. pH larutan asam sebelum titrasi adalah 3
  2. pH larutan asam setelah titrasi lebih besar dari 7
  3. CH3COONa hasil reaksi mengalami hidrolisis
  4. Konsentrasi Na+ dalam campuran 0,05 M
PEMBAHASAN :
  1. pH larutan asam sebelum titrasi adalah 3
    CH3COOH merupakan asam lemah, sehingga menentukan pH menggunakan rumusan

    pH = 3
    BENAR
  2. pH larutan asam setelah titrasi lebih besar dari 7
    Karena garam yang dihasilkan CH3COONa terbentuk dari CH3COOH (asam lemah) dan NaOH (basa kuat), sifat garamnya bisa dilihat dari yang kuat yaitu basa atau pH > 7
    BENAR
  3. CH3COONa hasil reaksi mengalami hidrolisis
    Reaksi CH3COONa dengan air setelah sebelumnya terionisasi
    CH3COONa → CH3COO + Na+
    ……………………..basa kuat    asam lemah (yang bereaksi hanya CH3COO-)
    CH3COO + H2O → CH3COOH + H+
    Na+ + H2O → tidak bereaksi
    Mengalami hidrolisis parsial/sebagian
    BENAR
  4. Konsentrasi Na+ dalam campuran 0,05 M
    Menentukan mol CH3COOH dan NaOH sebelum direaksikann NH3 = M x V = 0,1 M x 25 mL = 2,5 mmol
    n NaOH = M x V = 0,1 M x 25 mL = 2,5 mmol
    Maka jika direaksikan

    CH3COOH + NaOH → CH3COONa + H2O

    mula-mula          2,5             2,5                   –                  –
    reaksi                   2,5             2,5  –              2,5              2,5   +
    Sisa                        –                 –                    25                25
    Karena asam dan basanya habis maka pH ditentukan dari garam yang tersisa (hidrolisis). NH4Cl terbentuk dari NH4OH (basa lemah) dan HCl (asam kuat), sifat garamnya bisa dilihat dari yang kuat yaitu asam.

    CH3COONa → CH3COO + Na+
    0,05 M                                 0,05M
    BENAR

Jawaban E

Pembahasan Dalam Bentuk Video:

Soal No.6 (SPMB 2006)
Larutan di bawah ini yang dapat mengubah lakmus merah menjadi biru adalah…
  1. CH3COONa
  2. CH3COONH4
  3. Al2(SO4)3
  4. NH4CN
  5. Na2SO4
PEMBAHASAN :
Larutan garam yang mengubah lakmus merah menjadi biru adalah garam basa yaitu yang terbentuk dari basa kuat dan asam lemah yaitu pilihan A CH3COONa dari CH3COOH (asam lemah) dan NaOH (basa kuat)
Jawaban A
Pembahasan Dalam Bentuk Video:

Soal No.7 (SPMB 2006)
Garam berikut yang akan mempunyai pH < 7 jika dilarutkan dalam air adalah….
  1. NH4CN
  2. CH3COONa
  3. KNO3
  4. NH4NO3
PEMBAHASAN :
Larutan garam yang mempunyai pH < 7 adalah garam basa yaitu yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah yaitu pilihan 4 saja NH4NO3 dari NH4OH (basa lemah) dan HNO3 (asam kuat)
Jawaban D
Pembahasan Dalam Bentuk Video:

Soal No.8 (SPMB 2005)

Larutan NaCl terhidrolisis sempurna menjadi NaOH dan HCl

SEBAB

Kesetimbangan ionisasi terjadi pada larutan asam dan basa lemah

PEMBAHASAN :
Larutan NaCl jika terionisasi akan terurai menjadi
NaCl(aq) → Na+(aq) + Cl(aq)
Sifat Na+ (asam lemah) dan Cl (basa lemah), sehingga keduanya tidak bereaksi dengan air (tidak terhidrolisis). Pernyataan salah. Kesetimbangan ionisasi hanya terjadi pada asam lemah dan basa lemah sedangkan pada asam kuat dan basa kuat terjadi reaksi searah. Alasan Benar
Jawaban D
Pembahasan Dalam Bentuk Video:

Soal No.9 (SPMB 2003)
Larutan NaCN 0,20 M sebanyak 50 mL diencerkan menjadi 100 mL. Ka HCN = 10-9 Kw = 10-14. Pernyataan yang benar tentang larutan ini adalah….
  1. Konsentrasi larutan NaCN menjadi 0,1 M
  2. Larutan terhidrolisis dengan reaksi
    CN + H2O HCN + OH
  3. Konstanta reaksi hidrolisis =
  4. pH larutan = 11

PEMBAHASAN :

  1. Konsentrasi larutan NaCN menjadi 0,1 M
    Menentukan molaritas setelah pengenceran, menggunakan rumus:
    M1.V1 = M2.V2
    0,2 M. 50 mL = M2. 100 mL
    M2 = 10/100 = 0,1 M
    BENAR
  2. Larutan terhidrolisis dengan reaksi
    CN + H2O HCN + OH
    NaCN mengalami ionisasi
    NaCN →      Na+        +       CN-
    ………..asam lemah       basa kuat
    Na+ + H2O → tidak bereaksi
    CN + H2O → HCN + OH
    BENAR
  3. Konstanta reaksi hidrolisis =
    Reaksi hidrolisisnya
    CN + H2O → HCN + OH
    Maka konstanta reaksi hidrolisisnya
    Kh =
    BENAR
  4. pH larutan = 11
    NaCN berasal dari NaOH (basa kuat) dan HCN (asam lemah), maka garamnya bersifat basa

    pOH = 3
    pH = 14 – 3 = 11
    BENAR

Jawaban E

Pembahasan Dalam Bentuk Video:

Soal No.10 (SPMB 2002)
Di antara garam-garam berikut yang bila dilarutkan dalam air mengalami hidrolisis parsial adalah….
  1. Natrium asetat
  2. Ammonium asetat
  3. Ammonium klorida
  4. Natrium klorida
PEMBAHASAN :
Hidrolisis parsial terjadi pada garam yang terbentuk pada asam lemah dengan basa kuat atau garam dari basa lemah dengan asam kuat. Yang termasuk garam yang terhidrolisis parsial adalah pilihan no 1 dan 3. Natrium asetat (CH3COONa) berasal dari CH3COOH (asam lemah) dan NaOH (basa kuat) yang mengalami hidrolisis hanya ion CH3COO. Sedangkan Ammonium klorida (NH4Cl) berasal dari NH4OH (basa lemah) dan HCl (Asam kuat) yang mengalami hidrolisis hanya ion NH4+
Jawaban B
Pembahasan Dalam Bentuk Video:

DOWNLOAD CONTOH SOAL & PEMBAHASAN HIDROLISIS SBMPTN DALAM BENTUK PDF KLIK DISINI

Previous Contoh Soal & Pembahasan Larutan Penyangga/Buffer SBMPTN Kimia SMA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: